Terjerat Cinta Om Duda

Terjerat Cinta Om Duda
Part 65


__ADS_3

Setelah bel pulang berbunyi Seryl dan Zivana segera keluar dari kelas. Tak lupa Zivana menghubungi Gio terlebih dulu agar tidak menjemputnya. Awalnya Gio kekeh ingin menjemput karena sudah mendapat amanat dari Mama Adele jika dia harus menjemput Zivana. Tapi, Zivana beralasan ingin pergi bersama dengan Seryl untuk mengerjakan tugas. Setelah mendengar alasan Zivana akhirnya Gio pasrah. Zivana terpaksa berbohong pada Gio karena kalau tidak dia pasti diberondong berbagai pertanyaan jika tahu dia akan bertemu dengan Ivanders. Gio selalu over protektif padanya jika dia dekat dengan seorang laki laki setelah dirinya putus dengan Deva. Namun Zivana tak keberatan karena dia tahu Gio melakukan itu untuk menjaganya


Zivana berpisah dengan Seryl saat sudah sampai di gerbang sekolah. Zivana menghampiri mobil Ivanders lalu masuk kedalam mobil tersebut


"Lama nunggu Om??"tanya Zivana


"Nggak. Aku baru sampai."jawab Ivanders menoleh kearah Zivana


Ivanders mendekat kearah Zivana membuat Zivana merasa gugup


"O...m ma..u a..pa??."kata Zivana terbata bata dengan menahan kegugupan dan debaran jantungnya


Ivanders semakin mendekat membuat Zivana menutup matanya. Ivanders tersenyum melihat Zivana menutup matanya. Ivanders merasa gemas melihatnya lalu menyentil dahi Zivana


"Ouch sakit Om."kata Zivana sambil mengusap dahinya dan dilihatnya Ivanders sudah duduk seperti semula


"Makanya jangan mikir yang aneh aneh!!"kata Ivanders sambil mengendarai mobilnya


"Siapa yang mikir aneh aneh??"tanya Zivana


"Itu tadi ngapain pakai tutup mata segala?? Pasti kamu mikir aku mau cium kamu. Ya kan??"tebak Ivanders


"Aku tutup mata karena takut Om mendekatiku. Lagian Om bisa kan bicara menyuruhku memasang selt belt gak harus dipasangin segala."kata Zivana


"Ngapain harus takut aku dekati?? Aku juga gak bakalan apa apain kamu. Kamu itu masih bocah dan aku gak selera dengan bocah kayak kamu."kata Ivanders


"Enak aja Om bilang aku masih bocah. Aku itu udah besar tau Om. Om tuh yang udah tua."kata Zivana tak terima


"Aku itu gak tua tapi dewasa. Kamu itu masih sekolah artinya masih bocah."kata Ivanders


"Kalau Om bilang kalau aku masih bocah kenapa Om mau menikah denganku??"tanya Zivana


"Ya karena itu keinginan Noah. Kalau bukan keinginan Noah aku juga ogah menikah dengan bocah kayak kamu."kata Ivanders


"Berhenti menyebutku bocah Om."kata Zivana


"Kamu juga harus berhenti memanggilku Om. Maka aku akan berhenti menyebutmu bocah."kata Ivanders


Zivana diam dan memikirkannya


"Bagaimana??"tanya Ivanders


"Baiklah. Lalu aku harus memanggilmu apa??"tanya Zivana


"Ya seperti biasanya."jawab Ivanders


"Baiklah kak Ivan."kata Zivana


"Aku tidak mau dipanggil kak olehmu."kats Ivanders


"Kenapa?? Seryl aja manggil kak kenapa aku tidak boleh??"tanya Zivana


"Tentu saja kamu dan Seryl berbeda."kata Ivanders

__ADS_1


"Apa bedanya?? Kami sama sama perempuan."kata Zivana


"Apa kamu lupa jika kamu adalah calon istriku?? Jadi apa pantas jika kamu memanggilku kakak??"tanya Ivanders


"Lalu aku harus memanggil apa?? Pak, bos, tuan atau..."kata Zivana


"Panggil biasanya setiap kamu bertemu dengan orang dan kamu memperkenalkanku sebagai calon suamimu."kata Ivanders


"Aku akan memanggil mas jika kita sudah menikah. Saat ini aku manggilnya Om aja ya??"kata Zivana dengan menunjukkan wajah imutnya


"Gak ada penolakan Ziva!! Lagian itu ada dalam surat perjanjian pra nikah kita dan kamu harus menurutinya."kata Ivanders


"Aku aja belum baca surat perjanjian pra nikahnya Om."kata Zivana


"Aku sudah membawa surat perjanjian pra nikah kita. Kamu bisa membacanya nanti didalam sekalian kita makan."kata Ivanders memarkiran mobilnya di cafe miliknya lalu mereka turun dan memasuki cafe tersebut. Manager cafe langsung menyambut ramah pada Ivanders


"Bawakan makanan dan minuman seperti biasa diruang VVIP nanti."perintah Ivanders


"Baik Tuan."kata manager cafe itu


Ivanders menarik tangan Zivana dan membawanya keruang VVIP cafe tersebut


"Om seharusnya tadi aku ganti baju dulu. Gak pakai seragam sekolah seperti ini. Tadi banyak orang yang melihat kearah ku. Mungkin mereka mengira aku sugar baby nya Om."kata Zivana setelah sampai diruang VVIP


"Nanti setelah kita membahas tentang surat perjanjian pra nikah kita. Aku akan mengajakmu ke Mall dan kamu bisa membeli baju disana."kata Ivanders


"Gak usah Om. Abis ini anterin pulang aja. Aku gak mau Mama Adele khawatir padaku jika aku pulang terlambat."kata Zivana


"Benarkah Om??"tanya Zivana


"Hmmm."jawab Ivanders


"Bacalah."kata Ivanders sambil memberikan berkas perjanjian pra nikah pada Zivana


Zivana membacanya dengan teliti


Isi perjanjian pranikah


Pihak 1 : Ivanders Smith Dimitri


Pihak 2 : Zivana Alana Anderson




Pihak 2 harus menuruti segala perintah dari pihak 1




Pihak 2 harus mengurusi segala keperluan dan kebutuhan pihak 1 dan Noah dan sebagai balasannya pihak 1 akan memberi uang bulanan berapapun yang pihak 2 inginkan

__ADS_1




Pihak 1 dan 2 akan bersikap layaknya pasangan yang harmonis jika berada didepan keluarga. Namun, jika diluar maka akan menjadi orang asing


serta tidak boleh mencampuri urusan pribadi masing masing




Pihak 1 akan mengurus segala masalah perusahaan Anderson selama pernikahan berlangsung




Jika pihak 1 melanggar perjanjian maka akan di kenakan denda 1 Miliar




Pihak 1 berhak merubah isi perjanjian pranikah




Zivana terdiam dan membacanya berulang kali lalu menghela nafas panjang


"Aku sudah memikirkannya agar kamu tidak merasa rugi selama pernikahan kita."kata Ivanders


"Lalu aku tidur dimana Om jika kita sudah menikah??"tanya Zivana


"Tentu saja kita satu kamar."jawab Ivanders


"Aku tidak mau satu kamar dengan Om. Aku tidur di kamar tamu yang pernah aku tiduri saja saat aku menginap dulu. Atau kalau tidak aku tidur dikamar Noah."kata Zivana


"Mana ada seperti itu. Kita sudah menikah tentu saja kita akan tidur satu kamar. Mommy dan Daddy akan curiga jika kita tidak tidur satu kamar."kata Ivanders


"Baiklah kita akan tidur satu kamar tapi Om tidak boleh menyentuhku."kata Zivana


"Bukankah jika kita sudah menikah aku berhak menyentuhmu."kata Ivanders


"Ingat Om kita menikah itu hanya sementara jadi aku tidak akan mungkin menyerahkan mahkotaku pada Om walaupun Om sudah menjadi suamiku. Setidaknya jika kita sudah bercerai nanti aku masih perawan dan kurasa menyandang status janda pun tak apa jika aku masih tersegel. Dan yang menjadi suamiku kelak tak rugi menikahi janda kembang sepertiku."kata Zivana tersenyum membuat Ivanders menyentil dahinya


"Ouch sakit Om. Tadi aja baru sembuh ini sudah disentil lagi."kata Zivana mengusap dahinya sambil mengerucutkan bibirnya


"Makanya jangan mikir kejauhan. Nikah saja belum sudah memikirkan tentang menjadi janda."kata Ivanders


"Aku tidak akan menyentuhmu jika tidak khilaf."lanjut Ivanders dengan senyum menyeringai

__ADS_1


__ADS_2