
Satu minggu berlalu Noah masih saja mendiamkan Daddy nya. Berbagai cara Ivanders lakukan tapi Noah masih saja tidak mau berbicara padanya. Ivanders merasa frustasi karena Mommy nya juga menyalahkannya. Noah selalu mengurung dirinya dikamar dan makan juga sangat susah hingga Noah kembali sakit dan sekarang dirawat dirumah sakit. Noah selalu memanggil kakak Cantik, namun Ivanders tak mau Zivana datang menemui Noah. Tak mau mereka semakin dekat
"Ivan, kamu harus membawa Zivana kemari untuk menemui Noah."kata Kinara sambil duduk dan memegang bahu Ivanders
"No Mom. Aku tidak akan membawa gadis bar bar itu kemari."tolak Ivanders
"Apa alasanmu tidak mau Zivana menemui Noah??"tanya Kinara
"Aku tidak mau mereka semakin dekat Mom. Jika mereka semakin dekat dan Noah menjadi nyaman bukan tidak mungkin jika Noah akan selalu meminta gadis itu untuk jadi Mommy nya. Dan itu tidak akan mungkin."kata Ivanders tegas
"Kenapa tidak mungkin?? Zivana gadis yang baik dan dia juga tulus menyayangi Noah. Dan mommy juga menyukainya."kata Kinara
"Kalau gadis itu jadi Mommy Noah otomatis jadi istriku Mom. Dan aku tidak mencintainya, jadi gadis itu tidak mungkin jadi Mommy Noah. Lagipula dia juga masih sekolah Mom. Sifatnya juga bar bar dan juga cerewet serta childish."kata Ivanders
"Umurnya sudah 19 tahun Ivan dan menurutku umurnya juga sudah cukup untuk menikah. Soal cinta kalian akan tinggal bersama, jadi akan tumbuh seiring waktu Ivan. Memang benar sifatnya seperti yang kamu ucapkan tadi, tapi dia juga memiliki sifat yang lembut Ivan dia tulus menyayangi Noah. Dia juga gadis mandiri dan tidak manja. Setiap manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan Ivan. Ingat Ivan sekarang kamu sudah punya anak kalaupun menikah kamu juga harus mencari orang yang menyayangi dan mencintai putramu bukan hanya mencintai kamu saja. Kamu juga harus mementingkan kebahagiaan Noah. Apa kamu mau didiamkan terus sama Noah?? Tentu kamu tahu sendiri apa yang bisa membuat Noah bisa cepat sembuh dan mau tersenyum kembali."kata Kinara
"Mom mau melihat Noah dulu didalam. Kamu pikirkan apa yang Mom ucapkan."lanjutnya lalu masuk kedalam ruang rawat Noah
Seperginya Kinara, Ivanders memikirkan yang diucapkan Kinara tadi. Kemarin Ivanders sudah menyuruh Rommy untuk menjemput Zivana dibengkel dan menyuruhnya untuk menjenguk Noah, tapi Zivana menolaknya. Zivana masih sakit hati dengan ucapan Ivanders. Sebenarnya dia juga ingin menjenguk Noah, tapi mengingat ucapan Ivanders yang menyuruhnya menjauh dari Noah dia bertekad tak akan menemui Noah lagi
Rommy yang sempat melihat keadaan Noah pun kasihan sehingga dia menemui Zivana lagi namun dia masih tetap pada pendiriannya yang tak ingin menemui Noah. Rommy tak kehabisan akal dia melakukan VC dengan Kinara dan memintanya untuk mendekatkan kameranya ke arah Noah. Zivana yang melihat wajah Noah begitu pucat dan badannya agak kurus pun kasihan. Noah tersenyum melihat Zivana walau dari HP. Zivana menasehati Noah agar mau makan dan minum obat. Diapun berjanji jika Noah sembuh Zivana mau menemuinya tapi bukan di mansion melainkan dibengkel tempatnya bekerja. Setelah itu Noah mau makan dan minum obat. Itu membuat Kinara merasa lega melihat cucunya sudah lebih baik setelah berbicara pada Zivana
Disisi lain di mansion Anderson Ema dan Bervan sedang makan siang
__ADS_1
"Bervan, nanti malam kita akan makan malam dengan rekan bisnis Mama."kata Emma
"Ma,,aku gak bisa. Aku ada janji dengan Adi dan Tito nanti malam."kata Bervan
"Batalkan janji kamu sama teman kamu itu. Acara makan malam ini sangat penting jadi kamu harus hadir."kata Emma
"Tapi ma.."kata Bervan
"Tidak ada tapi tapian Bervan. Malam ini Mama akan menjodohkanmu dengan anak rekan bisnis mama jadi kamu harus ikut."kata Emma membuat Bervan kaget
"Aku tidak mau dijodohkan Ma."tolak Bervan tegas
"Apa kamu masih mencintai gadis pembawa siap itu??"tanya Emma dengan suara tinggi
"Jangan bodoh Bervan. Mama tidak akan membiarkan kamu bersamanya. Dia itu gadis pembawa sial. Karena dia suamiku meninggal."kata Emma
"Dia bukan hanya suami Mama tapi juga Ayah kandung Zivana. Dia lebih terpukul saat Ayah Satria meninggal. Mama harusnya menghibur dia dulu bukannya menghina dia sebagai anak pembawa sial dan mengusirnya."kata Bervan kecewa
"Jangan membelanya Bervan. Mama tidak mau tahu nanti malam kamu harus ikut Mama dan menerima perjodohan ini. Kalau tidak Mama akan membuat Zivana menderita lagi. Mama sudah tahu dimana tempat tinggalnya dan aku bisa melakukan apa saja padanya jika kamu tidak menuruti Mama."kata Emma menyeringai
"Baiklah Ma. Aku akan menuruti Mama, tapi aku mohon kangan sakiti Zivana. Kasihan dia Ma. Semua harta sudah Mama ambil. Dia sudah tidak punya apa apa lagi. Dia harus bekerja untuk membiayai sekolah dan kebutuhannya sehari hari. Jadi, aku mohon jangan menyulitkannya lagi Ma."kata Bervan
"Mama tidak peduli. Itu hukuman untuknya karena telah membuat suamiku meninggal. Lagipula kamu memang harus menerima perjodohan ini karena kamu tahu sendiri perusahaan sekarang dalam masa kritis dan butuh suntikan dana. Orang yang akan Mama jodohkan sama kamu itu orang terkaya nomor 2 se Asia. Jadi kamu tidak akan sia sia bila menikah dengannya."kata Emma tersenyum
__ADS_1
"Itu sama saja Mama menjualku pada mereka hanya untuk memberi suntikan dana pada perusahaan."kata Bervan
"Mama tidak menjualmu Bervan. Kenapa kamu bicara seperti itu?? Mama hanya ingin kamu bahagia."kata Emma
"Kebahagiaan tak bisa diukur hanya dengan harta Ma."kata Bervan
"Aku mau kami saling mengenal terlebih dulu. Jika kita cocok maka kami akan menikah seperti keinginan Mama, tapi kalau kami tidak cocok aku tidak akan menikah dengannya."lanjut Bervan
"Baiklah Mama setuju. Lagipula Mama yakin kamu pasti langsung menyukainya saat pertama kali bertemu dengannya karena dia bukan hanya cantik dan tapi juga baik."kata Emma tersenyum
"Ya semoga saja. Aku balik kekantor dulu ya Ma. Ada meeting penting siang ini."kata Bervan berdiri dari duduknya dan mencium punggung tangan Emma
"Nanti sore adik kamu pulang. Jangan lupa jemput dia di Bandara."kata Emma mengingatkan
"Kenapa dia tiba tiba pulang Ma?? Kemarin aku menyuruhnya pulang tidak mau."kata Bervan
"Mama yang menyuruhnya pulang karena libur semester. Sudah dua tahun dia tidak pulang, jadi Mama merindukannya."kata Emma
"Baiklah Ma. Aku akan menjemputnya nanti. Aku pergi dulu Ma."kata Bervan
"Hati hati dijalan Bervan."kata Emma
"Ya Ma."kata Bervan berjalan menuju mobilnya
__ADS_1