Terjerat Cinta Om Duda

Terjerat Cinta Om Duda
Part 89


__ADS_3

Zivana mulai membuka matanya namun dia tidak bisa menggerakkan tangan dan kakinya. Setelah sudah sadar sepenuhnya baru dia tahu jika tangan dan kakinya diikat. Dia menoleh kearah keseliling ternyata Noah juga sana tangan dan kakinya diikat. Namun sepertinya Noah masih pingsan. Zivana menggerakkan tubuhnya perlahan agar bisa lebih dekat dengan Noah. Noah juga mulai membuka matanya saat Zivana sudah dekat dengannya. Noah ingin bicara namun tak bisa karena mulutnya ditutup lakban begitupun Zivana. Hingga tiba-tiba pintu terbuka menampilkan perempuan cantik yang terus berjalan kearah Noah dan membuka lakban yang menutupi bibir Noah


"Hai Noah??"sapa Hana sedikit berjongkok


"Tante Hana."kata Noah terkejut


"Siapa dia?? Sepertinya Noah mengenalnya."gumam Zivana dalam hati dengan melihat Hana dengan tajam


"Aku senang kamu masih mengingat ku Noah. Apa kamu merindukan ku Noah??"tanya Hana


"Lepaskan aku Tante. Kenapa Tante menculik ku??"tanya Noah


"Aku tidak akan melepaskan mu sebelum aku balas dendam pada Daddy mu yang sombong dan sok berkuasa itu."kata Hana


"Apa yang dilakukan Daddy sehingga Tante harus balas dendam dengannya?? Harusnya Daddy yang membalas dendam dengan Tante karena sudah menguras harta Daddy dan menyakitiku waktu itu. Dan aku sangat yakin sebentar lagi Daddy akan datang kesini untuk menyelamatkan ku dan menghukum Tante Hana."kata Noah


"Tapi aku bisa membujuk Daddy untuk meringankan hukuman jika Tante Hana membebaskan aku."lanjut Noah


"Aku tidak akan pernah membebaskan mu sampai aku mendapatkan apa yang aku mau."kata Hana


Perkataan Hana terhenti saat ada seorang laki-laki yang masuk ke ruangan itu lalu menutup bibir Noah kembali dengan lakban


"Apa kamu sudah menghubungi Ivanders Honey??"tanya Fathir


"Sudah sayang. Dia akan datang di tempat yang sudah ku tentukan nanti malam."kata Hana


"Bagus sekali. Oh ya siapa gadis ini??"tanya Fathir


"Mungkin baby sitter dari anak Ivanders."kata Hana


"Ya sudah lebih baik kita pergi dari sini Honey. Aku merindukanmu."kata Fathir mencium bibir Hana lalu menggendongnya keluar dari ruangan tersebut


Disisi lain Ivanders bersama yang lainnya sedang berdiskusi di ruang kerja Ivanders. Tadi begitu Rommy menghubungi Hans, dia langsung datang menemui Ivanders


"Bagaimana bisa Noah diculik Van??"tanya Hans

__ADS_1


"Tadi Noah dan Zivana baru dari sini dan setelah pulang dicegat beberapa orang lalu mereka berdua dibawa entah kemana."kata Ivanders


"Apa kamu tidak menyuruh anak buah mu untuk menjaga mereka??"tanya Hans


"Aku menyuruh 6 orang yang menjaga mereka pulang tadi tapi mereka semua kalah."kata Ivanders


"Pantas saja kalah kamu hanya menyuruh 6 orang saja yang menjaga mereka. Asal kamu tahu Van Hana meminta Fathir untuk menggunakan jasa mafia untuk melancarkan rencananya kali ini. Maka dari itu sejak kemarin aku menyuruhmu segera melaksanakan rencana mu yang akan mengirim Hana ke pulau terkecil. Tapi kamu terlalu lelet dalam melakukan rencana mu itu."kata Hans kesal karena Ivanders tak menghiraukan ucapannya kemarin


"Sorry aku menyesal karena tidak mendengarkan mu kemarin. Tapi darimana kamu tahu kalau mereka menggunakan jasa mafia??"tanya Ivanders


"Dari sumber yang terpercaya."kata Hans tersenyum menyeringai


"Lalu apa kamu tahu dimana Zivana dan Noah disekap??"tanya Ivanders


"Mereka disekap di gedung tua bekas pabrik gula di jalan XYZ."kata Hans


"Tapi Hana tadi menghubungi ku dan memintaku datang nanti malam di gedung tua jalan YYY. Kalau Noah tidak disekap di gedung itu kenapa Hana mengajakku bertemu disana??"tanya Ivanders


"Memangnya Hana tadi menghubungi mu?? Apa saja yang dia katakan padamu??"tanya Hans


"Dia akan mengembalikan Noah jika aku menyerahkan perusahaan ku padanya dan memintaku datang ke gedung tua yang aku sebutkan tadi. Dia juga melarang untuk melapor pada polisi dan memintaku untuk datang sendiri."kata Ivanders


"Jadi maksudmu Hana tidak ada niatan melepaskan Noah??"tanya Ivanders


"May be. Kita tidak tahu apa yang sedang direncanakannya."kata Hans


"Tapi bagaimana keadaan Noah dan Zivana Hans??"tanya Ivanders


"Mereka baik-baik saja kamu tidak usah khawatir."kata Hans


"Bagaimana kalau kita selamatkan mereka sekarang saja Hans??"tanya Ivanders


"Kita ikuti saja rencana Hana. Zivana dan Noah aman karena aku sudah menyuruh beberapa anak buahku menjaga gudang tempat mereka berdua disekap."kata Hans


"Baiklah."kata Ivanders pasrah

__ADS_1


"Kamu sudah menyiapkan dokumen yang akan kamu bawa nanti malam??"tanya Hans


"Semua sudah disiapkan Rommy."jawab Ivanders


"Aku akan pergi ke markas ku untuk mempersiapkan anak buah ku agar mengawal mu nanti malam. Karena nanti malam aku tidak bisa ikut membantumu."kata Hans


"Terimakasih atas bantuan mu Hans. Aku tidak tahu lagi harus meminta bantuan siapa lagi kalau bukan padamu."kata Ivanders


"Sebagai sahabat kita wajib saling membantu Ivan tak perlu sungkan begitu. Hubungi aku jika nanti kamu butuh bantuan ku."kata Hans dan dibalas anggukan kepala Ivanders. Hans menepuk bahu Ivanders lalu beranjak dari duduknya


Ivanders ikut beranjak dari duduknya mengantarkan Hans keluar dari ruangannya. Setelah itu dia masuk kedalam ruangan Rommy yang berada di samping ruangannya. Dia menanyakan dokumen penyerahan perusahaan yang akan dia bawa nanti malam


"Dokumen itu sudah aku buat seperti asli kamu tidak perlu khawatir Tuan aku jamin mereka tidak akan tahu jika dokumen itu palsu."kata Rommy


"Baiklah. Simpan dulu dokumennya. Lebih baik kita pulang untuk mempersiapkan nanti malam."kata Ivanders


"Baik Tuan."kata Rommy


Malam pun tiba Ivanders datang ke tempat yang sudah diberitahu oleh Hana. Dia memasang chip di bajunya agar bisa berkomunikasi dengan Rommy. Rommy yang memimpin anak buah Hans berada tak jauh dari tempat pertemuan Hana dan Ivanders dan ternyata Noah dan Zivana juga sudah dibawa ketempat itu


Ivanders berjalan masuk kedalam gedung tua itu. Disana banyak sekali pengawal yang menjaga tempat itu. Dan benar kata Hans jika mereka adalah mafia terlihat dari senjata yang mereka bawa. Setelah masuk kedalam Ivanders melihat Hana yang duduk di pangkuan Fathir dan meraka saling berciuman. Ivanders menatap mereka dengan tatapan jijik. Fathir yang melihat kedatangan Ivanders melepaskan ciumannya pada Hana lalu menyuruh Hana untuk bangun dari pangkuannya


"Dimana dokumen itu??"tanya Hana begitu Ivanders sudah berada didekatnya


"Aku ingin melihat Noah terlebih dulu. Jika dia tidak lecet sedikitpun maka aku akan langsung menyerahkan dokumen ini."kata Ivanders


"Pengawal.!!"panggil Fathir


Lalu keluarlah Noah dengan tangan yang terikat dan bibir yang dipasang lakban. Ivanders berjalan mendekati Noah namun dicegah oleh Hana


"Kamu boleh mendekati anakmu jika kamu sudah menyerahkan dokumen itu padaku."kata Hana


Ivanders berjalan mendekati Hana lalu menyerahkan dokumen itu padanya. Namun saat Ivanders mendekati Noah tiba-tiba Fathir menodongkan pistol nya pada Noah sehingga membuatnya tak berkutik


"Aku belum memeriksa dokumen ini palsu atau tidak jadi kamu tidak boleh mendekati anakmu."kata Fathir

__ADS_1


"Kalau aku tahu dokumen ini palsu maka ucapkan selamat tinggal pada putramu ini."lanjutnya


Ivanders menatap tajam penuh amarah kearah Fathir. Diluar gedung Rommy sudah mulai bergerak. Mereka melumpuhkan satu persatu pengawal yang ada diluar


__ADS_2