Terjerat Cinta Om Duda

Terjerat Cinta Om Duda
Part 54


__ADS_3

Gio bukan nya pulang malah pergi keruang rawat sebelah. Dia ingin menjenguk adik Haikal serta berbicara dengan Haikal. Pintu ruang rawat itu terbuka terlihat Anisa sedang diperiksa oleh dokter. Dia langsung masuk begitu saja dan berdiri disamping Haikal. Setelah dokter pergi Gio mengajak Haikal untuk pergi ke Cafe samping rumah sakit. Sebelum pergi Haikal meminta Paman dan Bibi nya untuk menjaga Anisa


"Kenapa lo?? Wajah lo kusut amat."kata Haikal tersenyum mengejek


"Gue akan pergi ke Jerman."kata Gio membuat Haikal kaget


"Kenapa lo mendadak ingin ke Jerman??"tanya Haikal


Gio menyenderkan tubuh nya ke kursi


"Bokap gue menyuruh gue untuk belajar bisnis. Sebenarnya bokap ingin gue memilih antara Jerman dan Italia. Zivana menyarankan gue ke Jerman jadi gue milih Jerman."jawab Gio


"Lalu apa yang mengganggu pikiran lo?? Apa karena seseorang tadi yang ada di ruang rawat yang begitu perhatian dengan Zivana??"tebak Haikal


"Apa lo kenal siapa orang itu??"tanya Gio


"Tentu gue kenal. Dia adalah Ivanders Smith Dimitri pemilik Perusahaan Dimitri Corp."jawab Haikal


"Darimana Zivana kenal dengan dia??"tanya Gio


"Gue gak tau. Tapi saat balapan kemarin dia juga datang. Dan saat Zivana datang ke Cafe saat itu dia juga yang mengantar nya."kata Haikal


"Apa mereka memiliki hubungan spesial??"tanya Gio


"Entahlah. Tanya kan aja pada Zivana jika lo penasaran."kata Haikal


"Dia jarang terbuka soal percintaan nya. Dia hanya akan cerita jika dalam masalah dan minta bantuan gue untuk menyelesaikan nya jika dia sudah tidak sanggup menghadapi nya."kata Gio


"Ya udah biarkan saja dia dekat dengan siapa aja yang membuat nya nyaman. Gue lihat Tuan Ivanders begitu perhatian pada Zivana dan gue bisa melihat ada perasaan di antara mereka terlihat dari pancaran mata mereka berdua."kata Haikal


"Gue hanya tidak ingin Zivana merasa sakit hati lagi Kal. Lo gak tau gimana terpuruk nya dia saat dulu putus dengan Deva. Dan gue gak mau itu terjadi lagi."kata Gio


"Lalu apa yang akan lo lakukan sekarang??"tanya Haikal


"Apa orang itu seorang duda??"tanya Gio yang enggan menyebut nama nya


"Ya dia duda anak satu. Anak nya berumur 5 tahun. Kenapa??"tanya Haikal

__ADS_1


"Berarti dulu dia pernah dirumah sakit seharian karena menjenguk anak orang itu."gumam pelan Gio tapi masih terdengar oleh Haikal


"Kalau Zivana sudah mengenal anaknya pasti mereka sudah sangat dekat."kata Haikal


"Tapi, Zivana bilang saat itu menjenguk anak teman nya berarti mereka tidak memiliki hubungan spesial."kata Gio


"Tapi, apa lo gak liat tadi perhatian Tuan Ivanders pada Zivana?? Mereka terlihat sangat dekat dan Zivana juga tidak menolak saat Tuan Ivanders menyuapi nya. Jika mereka tidak dekat mana mungkin Zivana mau disuapi olehnya."kata Haikal


Haikal sebenarnya merasa kasihan pada Gio. Dia jadi playboy juga karena ingin mengalihkan perasaan nya pada Zivana


"Lebih baik sebelum lo berangkat ke Jerman lo menyatakan perasaan lo ke Zivana. Apapun jawaban nya nanti setidaknya hati lo lega."saran Haikal


"Gue merutuki kebodohan gue mengapa dulu gue membuat perjanjian sama Zivana kalau kami akan jadi saudara selamanya dan tidak boleh ada perasaan cinta antara kami. Gue malah kemakan omongan gue sendiri. Gue dulu pernah bilang kalau gue gak akan pernah mencintai Zivana, tapi sekarang gue malah mencintainya."kata Gio


"Sekarang lo mengakui kalau lo mencintai Zivana, dulu aja selalu mengelak kalau gue ngomong gitu."kata Haikal tersenyum mengejek


"Kepribadian dia yang menarik membuat setiap orang tertarik dan akan langsung jatuh cinta jika sudah mengenal nya."kata Gio


"Lo bener. Gue dulu juga sempat suka sama dia."kata Haikal membuat Gio menatap nya dengan tajam


"Kan gue bilang dulu. Sekarang mah hati gue hanya untuk Gina."lanjut Gio menelan ludah kasar saat melihat Gio menatap nya


"Ya gak lah Gio. Gue beneran cinta sama Gina. Ya walaupun kami LDR an tapi cintaku tak kan pernah berpaling."kata Haikal


"Lalu kapan lo berangkat ke Jerman??"tanya Haikal


"Mungkin 2 minggu lagi."jawab Gio


"Apa lo sudah memberitahu Zivana??"tanya Haikal


"Belum. Rencana nya besok gue baru mau kasih tau dia."kata Gio


"Jadi, apa lo akan menyatakan perasaan lo sebelum berangkat??"tanya Haikal


"Nggak. Gue gak akan pernah menyatakan perasaan gue sama dia. Biarlah perasaan ini gue simpan dalam hati."kata Gio


"Setidaknya cobalah lo menyatakan perasaan cinta lo ke dia. Siapa tahu dia juga memiliki perasaan yang sama. Dan juga sebelum hubungan Tuan Ivanders dan Zivana belum terlalu jauh. Karena gue yakin pria seperti Tuan Ivanders jika serius memiliki perasaan dengan Zivana pasti akan langsung mengajak nya menikah. Dan apa nanti lo gak akan menyesal tak mengungkapkan perasaan lo setelah Zivana menikah??"tanya Haikal

__ADS_1


"Zivana masih sekolah jadi tak mungkin dia akan menikah. Masa depan dia masih panjang. Dan gue juga yakin gak akan mengungkapkan perasaan gue. Gue gak mau nasib gue sama seperti kakak tiri Zivana. Setelah menyatakan cinta nya, Zivana langsung menjauh. Lebih baik perasaan ini gue pendam sendiri daripada melihat Zivana menjauh dari gue. Dia itu bukan hanya penyelamat hidup gue. Dia juga segala nya buat gue. Akan gue pastikan kebahagiaan nya walaupun itu tidak bersama gue."kata Gio


"Lalu apa rencana lo??"tanya Haikal


"Sebelum gue pergi ke Jerman gue ingin memastikan sesuatu dulu. Ada hubungan apa antara orang itu dan Zivana."jawab Gio


"Gue tahu siapa yang tahu tentang hubungan mereka. Tapi, gue gak yakin lo mau tanya sama orang itu."kata Haikal


"Siapa memangnya??"tanya Gio


"Seryl."jawab Haikal


"Apa lo yakin Seryl tau tentang hubungan mereka??"tanya Gio


"Tentu aja. Biasanya cewek akan curhat tentang cinta ya pasti dengan sahabat cewek nya dan sahabat cewek Zivana kan hanya Seryl."jawab Haikal


Gio hanya diam dan memikirkan nya


"Kenapa sih lo kayak nya gak suka banget sama Seryl?? Anaknya cantik, manis dan juga baik."kata Haikal


"Entahlah. Gue gak suka aja sama dia."jawab Gio


"Sekarang aja bilang gak suka. Nanti kalau udah kenal dekat pasti lo bakal suka sama dia."kata Haikal


"Gue gak bakalan suka sama dia apalagi gadis manja kayak dia "kata Gio


"Jangan sampai lo kemakan omongan lo sendiri."kata Haikal


"Gak akan. Mending gue cari cewek Jerman yang cantik dan sexy."kata Gio


"Produk dalam negeri tak kalah cantik dan sexy."kata Haikal sambil tertawa


"Kalau lo gak mau tanya sama Seryl terus bagaimana cara lo tau hubungan antara Zivana dan Tuan Ivanders??"tanya Haikal


"Gue belum memikirkan cara nya."kata Gio


Haikal melihat jam tangan nya. Ternyata mereka berbincang bincang sudah 2 jam lamanya

__ADS_1


"Gue balik rumah sakit dulu. Om dan Bibi gue pasti mau balik. Lo juga pulang sana jangan melamun sendiri disini. Kesambet baru tau rasa lo."kata Haikal berdiri dari duduknya lalu pergi begitu saja tanpa mendengar jawaban dari Gio. Gio hanya mendengus kesal melihat tingkah sahabat nya itu. Setelah itu dia memutuskan untuk pulang


__ADS_2