Terjerat Cinta Om Duda

Terjerat Cinta Om Duda
Part 15


__ADS_3

"Siapa cowok tadi Ryl??"tanya Pandu


"Gak tau. Gue gak kenal."jawab Seryl


"Yaudah gue duluan. Hati hati dijalan kalian."kata Pandu


"Lo gak papa kan Ziv??"tanya Seryl


"Gue gak papa lo tenang aja. Gue itu udah gak ada perasaan apa apa kok sama dia."kata Zivana


"Lo mau gue antar pulang atau ikut gue kebengkel bang Varo??"tanya Zivana


"Gue ikut lo ke bengkel aja deh soalnya mommy sedang pergi kerumah Tante Hera. Daripada gue dirumah sendiri mending ke bengkel aja bisa bantu bantu nanti disana."kata Seryl


"OK. Lets go!!."kata Zivana


Zivana melajukan motor gedhenya menuju bengkel tempatnya bekerja. Perjalanan dari sekolah ke bengkel memakan waktu selama setengah jam. Sesampainya disana Zivana langsung ganti baju dan membantu Yudi memperbaiki mesin mobil yang rusak. Walaupun ia perempuan, tapi ia sangat ahli dalam dunia otomotif. Terkadang ia juga memodifikasi motor milik pelanggan agar tampak keren. Dan banyak juga pelanggan yang puas dengan modifikasi yang dilakukan oleh Zivana


"Ziv, gimana motor gue udah jadi belum??"tanya Gio pelanggan bengkel


"Udah dong. Ayo ikut gue motor lo ada didalam."ajak Zivana



"Wuiih keren banget."kata Gio sambil berjalan memutar melihat modifikasi motornya


"Puas banget gue dengan hasilnya Ziv. Lo emang hebat."puji Gio


"Biasa aja kali gak usah muji gue kayak gitu. Ntar besar kepala gue. Tapi, syukurlah kalau lo suka."kata Zivana melihat Gio yang sekarang menaiki motor itu


"Nanti gue kasih bonus Ziv dan gue akan langsung transfer ke rekening lo."kata Gio


"Thanks Gio."kata Zivana


"Nanti malam ada balapan Ziv. Apa lo mau ikut?? Kalau iya nanti gue daftarin."kata Gio


"Gue gak bisa Gio. Gue lagi UTS jadi gue harus belajar. Nanti aja kalau gue udah liburan gue akan ikut balapan lagi."kata Zivana

__ADS_1


"Yaudah nanti kalau ada balapan lagi gue kabari lo."kata Gio dan Zivana menganggukkan kepalanya


Brum Brum Brum


"Gue balik dulu. Bye Ziv, bang Yudi."pamit Gio melambaikan tangannya dan melajukan motornya meninggalkan bengkel


"Wuiih senangnya yang baru dapat bonus. Mau dong ditraktir."canda Yudi


"OK bang. Nanti sepulang dari bengkel gue traktir beli bakso langganan kita bang."kata Zivana


"Terimakasih bestie."kata Yudi


"Iih bang gak pantas pakai bahasa gaul kayak gitu."kata Zivana tertawa


"Umur boleh tua Ziv tapi jiwa masih muda."kata Yudi membuat mereka berdua tertawa bersama kemudian Zivana pergi ke tempat cucian motor


"Ziv, nih boba dibeliin sama bang Varo."kata Seryl menyerahkan cup boba pada Zivana


"Thanks Ryl. Tahu aja bang Varo kalau gue lagi haus."kata Zivana


"Oh itu namanya Gio. Dia pelanggan setia di bengkel ini."kata Zivana


"Kenapa?? Naksir lo??"tanya Zivana


"Gue cuma nanya Ziv bukan berarti gue naksir."elak Seryl padahal ia terpesona dengan ketampanan Gio


"Gue bisa lihat dari wajah lo Ryl kalau lo tertarik sama Gio. Ya kan??"kata Zivana menaik turunkan alisnya dan Seryl hanya tersenyum malu


"Kalau lo suka sama Gio gak papa juga sih. Orangnya ganteng dan juga baik."kata Zivana


"Emang lo gak tertarik gitu sama Gio??"tanya Seryl


"Nggak. Gue gak tertarik sama sekali sama dia."kata Zivana


Pembicaraan mereka terhenti karena beberapa pelanggan yang datang ingin mencuci motor mereka


Disisi lain Noah masih berada dikamar ia begitu takut untuk keluar kamar dan bertemu dengan Hana. Dia memutuskan untuk menghubungi Grandma nya yang ada di Itali untuk pulang. Hingga malam pun Noah tak keluar kamar makan malamnya diantarkan pelayan kedalam kamarnya

__ADS_1


Hana baru pulang jam 10 malam dalam keadaan mabuk bersama seorang pria. Ia menyuruh pria nya menunggu dikamar dan ia pergi mengecek kamar Noah dan menguncinya dari luar agar Noah tidak keluar kamar. Setelah itu ia kembali ke kamarnya dan melihat prianya duduk disofa ia menghampirinya dan duduk dipangkuannya


"Kau yakin tak apa mengajakku kemari Honey??"tanya Roy


"Tak apa Babee. Ivanders sedang pergi ke Jepang, jadi ia tak akan tahu jika aku mengajakmu kemari."kata Hana mencium bibir Roy


Dan mereka melakukan kegiatan panas semalaman. Tanpa mereka tahu jika di mansion itu ada CCTV yang tersembunyi


Keesokan harinya Noah sudah keluar untuk sarapan dan Hana serta pria yang diajaknya semalaman. Noah hanya menunduk dan tak berani menatap Hana. Saat Noah akan mengambil jus tangannya gemetaran dan tanpa sengaja jus itu tumpah dan wajah Hana terkena cipratan jus yang tumpah itu membuat Hana marah


"Dasar anak kurang ajar kamu Noah berani kamu mengotori wajahku dengan jus ini."bentak Hana dan mencengkeram tangan Noah hingga merah dan berdarah karena kuku Hana yang panjang dan tajam


"Ma..af Tan..te a..ku t..ak se..nga..ja."kata Noah terbata bata karena ketakutan


"Aku tahu kamu sengaja melakukannya Noah seperti biasa kamu suka sekali menjahiliku. Tapi, sekarang aku tak akan membiarkan itu terjadi lagi."kata Hana


Hingga tiba tiba ada seaeorang yang datang dan langsung masuk kedalam mansion


"Apa yang kau lakukan pada cucuku??"tanya Kinara dengan suara tinggi hingga membuat Hana kaget dan melepaskan cengkeraman tangannya. Noah yang merasa cengkraman tangan itu terlepas Noah langsung berlari memeluk Grandma nya


"Tante Kinara."sapa Hana sopan


"Sejak kapan Tante datang??"tanya Hana


"Tak perlu berbasa basi padaku Hana. Karena aku sudah tahu sifatmu yang sebenarnya dan aku tak akan pernah merestui anakku menikah dengan dengan perempuan j***ng sepertimu. Sekarang pergi dan bawa pria itu juga. Beraninya kau berbuat zinah di mansion putraku."kata Kinara sambil menggendong cucunya


"Aku bisa jelaskan semuanya Tante. Ini tidak seperti yang Tante pikirkan."kata Hana membela diri


"Kau pergi sekarang atau aku akan menyuruh satpam untuk menyeretmu keluar dari sini.!!"usir Kinara


"Baik Tante aku akan pergi sekarang. Tapi, anak Tante akan membawaku kembali kemari karena dia sangat mencintaiku."kata Hana sombong


"Ivanders tak akan membawamu kembali kemari setelah ia tahu apa yang kau lakukan pada putranya."kata Kinara


Roy menarik tangan Hana keluar dari mansion karena dia merasa malu


"Kamu tidak apa apa sayang??"tanya Kinara dengan mengelus rambut cucunya. Namun Noah hanya diam saja dan tubuhnya bergetar. Melihat cucunya yang seperti itu membuatnya sangat geram kemudian menghubungi Ivanders dan memintanya untuk segera pulang. Ia ingin sekali memarahi putranya itu karena menyuruh Hana menjaga cucunya selama di pergi ke Jepang

__ADS_1


__ADS_2