Terjerat Cinta Om Duda

Terjerat Cinta Om Duda
Part 80


__ADS_3

Malam ini keluarga Dimitri makan malam bersama. Mereka menikmati masakan Zivana dan Kinara. Ya mertua dan menantu itu masak bersama untuk makan malam


"Makanan malam ini sangat lezat."kata Oscar sambil memakan makanannya


"Ini semua masakan menantu kita."kata Kinara


"Tidak Dad. Ini masakan Mommy aku hanya membantu sedikit saja tadi."kata Zivana


"Tapi memang masakan malam ini sangat enak Mom apalagi cumi pedas manisnya."kata Noah


"Cumi pedas manis itu memang buatan Mom Zi. Dia buatkan khusus untukmu dan juga Daddy mu."kata Kinara


"Wah benarkah Mom. Makasih Mom. Mom Zi emang yang terbaik."kata Noah mengangkat jari jempolnya


Ivanders hanya diam saja sebagai pendengar dan menikmati makanannya tanpa mau ikut berbicara dengan yang lainnya


"Sudah makan dulu ngobrolnya nanti saja. Setelah makan nanti kita kumpul di ruang keluarga karena ada yang ingin Mommy dan Daddy sampaikan pada kalian."kata Oscar


Ivanders, Zivana dan Noah menganggukkan kepalanya setelah mendengar ucapan Daddy Oscar


Seperti instruksi Daddy Oscar saat makan malam tadi kini mereka berkumpul diruang keluarga. Mommy Kinara dan Daddy Oscar duduk di sofa sedangkan Ivanders dan Zivana duduk dikursi panjang dengan Noah tiduran dipangkuan Zivana. Zivana mengelus lembut rambut Noah sambil mendengarkan Daddy Oscar dan Mommy Kinara berbicara


"Ivan, karena kamu sudah memiliki istri yang mengurus mu maka Mommy dan Daddy putuskan akan menetap di Singapura."kata Oscar


Zivana terkejut dengan ucapan Daddy Oscar. Dia berpikir jika tidak ada mertuanya pastinya Ivanders akan berbuat semena-mena padanya


"Mansion akan sepi jika Mommy dan Daddy pergi. Please jangan pergi ya Mom, Dad."kata Zivana melihat Daddy Oscar dan Mommy Kinara bergantian


"Jika kamu ingin mansion ini ramai buatlah adik untuk Noah."kata Kinara


"Ya Mom buatkan Noah adik perempuan ya?? Yang cantik seperti Mom Zi."kata Noah semangat


Zivana hanya tersenyum kaku menanggapi ucapan Noah


"Kamu dengar Ivan anakmu begitu menginginkan seorang adik jadi bekerja keraslah tiap malam agar Zivana bisa segera hamil."kata Kinara


"Mom, berhentilah meracuni otak Noah. Aku dan Zivana sudah memutuskan untuk menunda memiliki momongan."kata Ivanders

__ADS_1


"Tapi kenapa??"tanya Kinara kecewa


"Mom, maafkan Zivana dan Mas Ivan jika keputusan kami membuat Mommy kecewa. Aku tidak ingin terburu-buru memiliki momongan aku takut nanti kasih sayangku akan terbagi untuk adik Noah. Saat ini aku ingin mencurahkan kasih sayangku hanya untuk Noah."kata Zivana membuat Noah langsung duduk dari tidurnya lalu memeluk Zivana


"Baiklah jika itu sudah menjadi keputusan kalian berdua. Tapi Mommy berharap kalian tidak menundanya terlalu lama karena Mommy sudah ingin menggendong cucu lagi."kata Kinara


"Mommy tidak usah khawatir aku akan membuatkan cucu yang banyak nanti."kata Ivanders membuat Zivana langsung menoleh kearahnya namun Ivanders nampak acuh


"Kapan Oma dan Opa akan pergi ke Singapura??"tanya Noah


"Mungkin lusa."jawab Oscar


"Zivana, jika nanti Ivanders berbuat kasar padamu. Kamu harus segera hubungi Mommy ya."kata Kinara


"Jangan bicara yang tidak-tidak deh Mom. Mom tahu benar seperti apa aku. Aku tidak akan mungkin berbuat kasar pada Zivana."kata Ivanders kesal


"Ya siapa tahu kamu khilaf nanti dan berbuat kasar pada menantu kesayangan Mommy."kata Kinara


"Oma tidak usah khawatir karena aku akan selalu menjaga Mommy Zi dari Daddy atau dari siapapun yang akan menyakiti Mommy Zi."kata Noah


"Nah itu baru cucu kesayangan Oma. Oma bangga sekali sama Noah. Sini peluk Oma."kata Kinara dan Noah langsung berjalan mendekati Oma Kinara lalu memeluknya


Zivana beranjak terlebih dulu mengantarkan Noah kedalam kamar diikuti Ivanders dari belakang. Setelah sampai kamar Zivana menyuruh Noah untuk sikat gigi dan mencuci kaki dan tangannya. Sementara dirinya memilih dongeng yang akan dibacakan untuk Noah di rak buku yang ada dikamar Noah. Tanpa sengaja Zivana menyenggol buku hingga terjatuh. Saat Zivana akan mengambil buku yang jatuh tiba-tiba ada sebuah foto yang terjatuh yang terselip dalam buku tersebut. Zivana mengambil foto tersebut terlihat foto wanita yang sangat cantik dan ada Ivanders yang memeluknya mesra dari belakang. Di foto tersebut terlihat Ivanders dan wanita itu sangat bahagia dan juga tatapan cinta Ivanders untuk wanita itu. Foto yang dia yakini adalah mantan istrinya. Melihat itu entah mengapa membuat dada Zivana merasa sesak. Ivanders tak pernah menatapnya seperti itu. Setelah itu dia mengembalikan foto yang terselip dalam buku tersebut dan mengambil buku dongeng yang akan dia bacakan untuk Noah. Setelah itu dia duduk di ranjang Noah sambil menunggu Noah di kamar mandi


"Bagaimana jika Mommy Noah kembali saat pernikahan ini belum genap 1 tahun?? Apakah pernikahan ini akan langsung berakhir?? Sepertinya Mas Ivan sangat mencintai mantan istrinya. Apa aku sanggup nanti melihat Mas Ivan kembali dengan mantan istrinya?? Mengapa memikirkannya saja membuat dadaku merasa sesak?? Semoga saja dalam satu tahun ini aku bisa merebut hati Mas Ivan."gumam Zivana dalam hati


"Mom,"panggil Noah sambil mengguncang bahu Zivana


"Eh ya Noah ada apa??"tanya Zivana terkejut


"Mom, kenapa melamun?? Apa ada yang Mommy pikirkan??."tanya Noah


"Mommy hanya sedang memikirkan dimana Mommy akan kuliah."kata Zivana beralasan


"Baiklah sekarang Noah tiduran Mommy akan membacakan dongeng untuk Noah."lanjut Zivana


Selesai membaca dongeng Zivana melihat kearah Noah yang tertidur. Zivana tersenyum lalu membenahi selimut Noah dan mencium kening Noah. Setelah itu Zivana mematikan lampu kamar Noah dan menyisakan lampu tidur. Kemudian dia kembali ke kamarnya dia melihat keseliling ternyata Ivanders belum kembali dari ruang kerjanya. Dia berjalan menuju balkon membawa HPnya. Dia berniat untuk menghubungi Seryl untuk mengurangi kegundahan hatinya. Namun belum juga dia menghubungi Seryl HPnya sudah bergetar

__ADS_1


Drrrt drrt drrrt


Zivana segera mengangkat telepon itu


"Hallo. Assalamualaikum."kata Zivana


"Waalaikumsalam. Kamu sedang apa?? Apa aku ganggu??"tanya Gio


"Kenapa kak Gio baru menghubungiku?"tanya Zivana


"Maaf aku kemarin sibuk jadi baru sempat menghubungimu."kata Gio


"Aku kira kamu masih marah sama aku."kata Zivana


"Aku gak marah sama kamu. Aku hanya kecewa saat kamu memutuskan sesuatu yang besar untuk hidupmu tapi kamu tak melibatkan ku sama sekali. Kamu anggap apa aku selama ini Ziva??"tanya Gio


"Maafkan aku kak Gio."kata Zivana


"Ya sudahlah semua juga sudah terjadi. Semoga pernikahan kamu bahagia."kata Gio


"Terimakasih kak. Kapan kak Gio pulang??"tanya Zivana


"Kenapa?? Apa kamu sudah kangen??"tanya Gio


"Ya kak. Aku kangen banget sama kamu."jawab Zivana


"Aku belum bisa pulang. Ajak saja suamimu honeymoon kemari jadi kamu bisa bertemu denganku."kata Gio


"Aku juga belum bisa kesana kak. Aku kan harus mengurusi kuliahku kak. Oh ya kak tadi siang aku bertemu Haikal dan dia menawariku kuliah dengannya. Bagaimana menurutmu??"tanya Zivana


"Menurutku Universitas Haikal cukup bagus. Tempatnya juga strategis di pusat kota."kata Gio


"Baiklah aku akan kuliah disana saja."kata Zivana


"Ya udah aku tutup dulu ya. Aku masih banyak kerjaan."kata Gio


"Ya Kak."kata Zivana

__ADS_1


Tut tut tut


__ADS_2