
Gio yang ditatap tajam oleh Bervan hanya diam saja karena menurutnya tidak masalah yang terpenting dia tak mencari masalah dengannya
"Dia siapa Ziva??"tanya Bervan
"Temanku."jawab Zivana singkat dan tak ada niat memperkenalkan nya pada Bervan tidak seperti pada Belvana tadi
"Kamu harusnya berteman itu pilih pilih gak seperti preman."kata Bervan
"Lihat buku jangan dari sampul tapi dari isinya. Aku berteman tak melihat penampilannya. Karena belum tentu yang berpenampilan bagus sifatnya juga bagus begitupun sebaliknya."kata Zivana ketus
"Beberapa hari yang lalu aku datang ke Cafe tempatmu bekerja tapi kau tidak ada disana. Apa kau sudah berhenti bekerja disana??"tanya Bervan mengalihkan pembicaraan
"Aku sedang sibuk jadi aku cuti bekerja disana."jawab Zivana sambil melihat jam yang melingkar ditangannya
"Sibuk apa?? Boleh aku tahu dimana kamu tinggal sekarang??"tanya Bervan
"Kak Er tidak perlu tahu. Ayo kita pergi Gio karena ada hal yang harus gue kerjakan."ajak Zivana berdiri dari duduknya
"Yah kok kak Zizi pulang duluan. Kan aku belum kasih oleh oleh kak."kata Belvana cemberut
"Lain kali aja ya El kalau kita ketemu lagi. Kakak ada urusan penting sekarang jadi aku harus pergi."kata Zivana memeluk Belvana
"Janji ya kak kita akan ketemu lagi nanti."kata Belvana membalas pelukan Zivana
"Kakak janji. Kakak pergi dulu ya. Bye."pamit Zivana
Zivana berjalan sambil menarik tangan Gio dan langsung pergi tanpa berpamitan dengan Bervan
"Gue pulang dulu ya El cantik. Sampai jumpa lagi. Bye."pamit Gio melambaikan tangan sebelah kiri karena tangan kanannya ditarik Zivana
"Bye kak Gio."kata Belvana tersenyum melihat Gio yang ditarik Zivana menuju pintu keluar
Bervan hanya melihat nanar kepergian Zivana dengan laki laki yang menurutnya seperti preman itu
__ADS_1
"Jangan tersenyum seperti itu dengan orang asing El."kata Bervan kesal
"Kenapa?? Teman kak Zivana baik kok."kata Belvana memanggil pelayan ingin memesan makanan karena dia sudah lapar
"Kamu lihat penampilannya seperti preman. Bagaimana Zivana bisa berteman dengan orang seperti itu?? Bagaimana pergaulan dia selama ini tanpa pengawasanku?? Apakah dia melakukan pergaulan bebas??"kata Bervan
"Apa kak Er tidak percaya pada kak Zivana?? Aku percaya kak Zivana bisa menjaga dirinya sendiri karena dia bisa bela diri. Dan dia juga orang yang baik. Aku percaya orang yang baik pasti dikelilingi orang yang baik juga. Jadi tak mungkin kak Zivana melakukan pergaulan bebas."kata Belvana yang tak habis pikir dengan jalan pikir Bervan
"Bukan maksud kakak begitu El. Kakak hanya khawatir dengan Zivana."kata Bervan
"Ya aku ngerti kekhawatiran kak Er, tapi kakak juga tidak boleh berpikir negatif tentang kak Zivana. Bagaimana jika kak Zivana dengar perkataan kak Er tadi?? Dia pasti semakin marah dan kecewa sama kak Er."kata Belvana
"Ya maafin kak ya El."kata Bervan menyesal
"Aku tahu kak Er cemburu kan lihat Kak Zivana dengan Kak Gio."tebak Belvana
Bervan hanya diam dan menghela nafas panjang. Lalu beberapa saat kemudian pelayan datang mengantarkan pesanan makanan Belvana
"Lupakanlah kak Zivana. Aku tahu kak Er sudah dijodohkan Mama. Lagipula sepertinya kak Zivana tidak mencintai kak Er."kata Belvana hati hati
"Aku akan membuat gadis itu yang membatalkan perjodohan ini. Dan soal Zivana aku yakin dia juga mencintaiku. Dia itu hanya kecewa pada kakak."kata Bervan
"Walaupun kak Zivana juga mencintai kak Er apa Mama akan merestui kalian?? Mama begitu membenci kak Zivana."kata Belvana
"Aku yakin suatu saat Mama akan luluh dan tak lagi membenci Zivana."kata Bervan yakin
Belvana hanya diam tak ingin menyahuti omongan Bervan karena menurutnya percuma berbicara pada Bervan. Dia sudah berulang kali memberi tahu jika Zivana tidak mencintainya namun tak pernah didengarkan oleh Bervan. Mengapa Belvana bisa mengatakan jika Zivana tidak mencintai Bervan itu karena Belvana pernah bertanya pada Zivana apa dia mencintai Bervan atau tidak dan jawabannya adalah tidak. Dia hanya menganggap Bervan sebagai kakaknya dan tak lebih dari itu
Zivana yang baru keluar dari Cafe lalu segera berjalan ke parkiran
"Lo itu jangan godain adek gue ya!!"kata Zivana
"Kenapa lo cemburu??"tanya Gio menaik turunkan kedua alisnya
__ADS_1
"Najis gue cemburu sama lo. Gue gak mau aja adek gue baper gara gara lo. Lo itu kan playboy."kata Zivana
"Gue gak playboy ya enak aja lo."kata Gio tak terima
"Itu tiap hari lo jalan sama cewek dan ceweknya tiap hari ganti pula. Apa namanya kalau bukan playboy??"tanya Zivana
"Eh itu gue cuma dekat aja ya dan gue juga gak pacari semua cewek itu."kata Gio membela diri
"Yayaya terserah lo. Ayo kita pulang gue mau istirahat. Hari ini hari yang melelahkan buat gue."kata Zivana memakai helm nya
"Mau gue pijit gak gratis deh buat lo."tawar Gio
"Ogah. Ayo jalan."kata Zivana sambil memukul kepala Gio yang juga sudah memakai helm
"Aww sakit kepala gue Ziva. Lo mau tanggung jawab kalau kepala gue cidera?? Kalau geger otak gimana?? Jadi cewek bar bar banget lo gak ada lembut lembutnya."kata Gio
"Ah lebay banget sih lo. Gue pukul pakai tang biar geger otak beneran ya. Gue bawa tang ditas gue kalau lo mau."kata Zivana
"Eh jangan dong Ziva. Gue cuma bercanda."kata Gio
"Ini kalau ngobrol terus pulangnya kapan Gio?? Lo gak tahu badan gue udah lengket banget dari bengkel bau oli nih badan gue."kata Zivana
"Ini juga mau pulang Ziva lo sih ngajak ngobrol mulu."kata Gio ganti menyalahkan Zivana
"Giiio.."teriak Zivana dan Gio tertawa lalu menghidupkan motornya lalu pergi dari parkiran
Brumm brumm brumm
Ternyata didalam sebuah mobil dari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan interaksi antara Zivana dan Gio diatas motor sedang bercanda
"Kenapa gue gak suka ya lihat dia bercanda dan tertawa dengan orang lain??"gumam Ivanders
"Ah sudahlah gue kerumah sakit aja menemani Noah besok aja nemuin gadis itu."gumamnya lagi
__ADS_1
Sebenarnya Ivanders akan pergi kebengkel tempat Zivana bekerja. Dia ingin Zivana datang menemui Noah karena kondisi Noah yang lemah dan selalu ingin bertemu dengannya. Melihat kondisi Noah membuatnya menurunkan egonya dan akan meminta Zivana datang kerumah sakit. Tapi, saat diperjalanan ke bengkel dia melihat Zivana tengah berada diparkiran Cafe dan duduk diatas motor bersama dengan seorang cowok sedang berbincang bincang dan bercanda