Terjerat Cinta Om Duda

Terjerat Cinta Om Duda
Part 52


__ADS_3

Gio melihat Zivana sudah tertidur pulas memutuskan untuk pergi ke minimart didepan rumah sakit untuk membeli minuman dan cemilan. Tapi, sebelum pergi Gio berbicara pada perawat untuk menjaga Zivana sebentar. Dia tak ingin Zivana sendiri di ruang rawat nya


Di tempat lain Ivanders dan Rommy sedang meeting bersama dengan Malvin di sebuah restoran. Tapi, Ivanders tak begitu fokus dengan meeting nya karena dalam pikiran nya hanya Zivana


"Jadi, bagaimana Tuan Ivanders?? Apa Anda tertarik bekerja sama dengan perusahaan Vernandes??"tanya Malvin


Namun Ivanders tak menjawab nya. Dia masih asik dengan lamunan nya hingga sentuhan tangan Rommy di bahu nya membuat nya tersentak kaget dan menoleh ke arah Rommy lalu menoleh ke arah Malvin


"Maaf Tuan Malvin seperti nya kepala saya agak pusing jadi tidak menyimak persentasi sekretaris Anda tentang kerja sama ini. Saya akan mempelajari dulu berkas nya nanti saya akan menghubungi Anda tentang kerja sama dengan perusahaan Vernandes."kata Ivanders


"Tidak apa apa Tuan Ivanders sepertinya Anda sedang banyak pikiran."kata Malvin


"Iya Tuan. Tadi sebenarnya saya ingin membatalkan meeting ini, tapi mengingat saya sudah membatalkan meeting kemarin saya merasa tidak etis jika saya membatalkan meeting ini untuk yang kedua kalinya."kata Ivanders membuat Malvin menganggukkan kepalanya


"Saya akan segera menghubungi Anda begitu saya sudah selesai mempelajari berkas nya."lanjut Ivanders


"Baiklah Tuan Ivanders saya menunggu kabar baik dari Anda."kata Malvin


"Kalau begitu kami pamit dulu Tuan Malvin."pamit Ivanders mengulurkan tangannya


"Ya Tuan Ivanders."kata Malvin menjabat tangan Ivanders


Kemudian diikuti dengan Rommy yang menjabat tangan Malvin lalu pergi mengikuti Ivanders dari belakang


"Rom, aku akan pergi ke rumah sakit. Sisa pekerjaan hari ini kamu harus menghandle nya."kata Ivanders


"Baik Tuan."kata Rommy


Ivanders berjalan cepat menuju parkiran lalu segera masuk ke dalam mobil dan melajukan nya menuju rumah sakit. Dia tadi sudah menghubungi Kinara menanyakan dimana Zivana dirawat


Rommy melihat mobil Ivanders pergi menghela nafas panjang


"Apa Tuan Ivanders lupa jika kami tadi berangkat bersama?? Setidaknya Tuan Ivanders mengantarkan aku dulu ke perusahaan. Disini jarang ada taksi lewat. Lalu bagaimana aku kembali ke perusahaan??"gumam Rommy pada diri sendiri lalu menghubungi asisten nya namun sang asisten tak kunjung mengangkat telepon nya hingga membuat nya kesal


Malvin dan sekretaris nya keluar dari restoran melihat Rommy berdiri didepan restoran lalu menghampiri nya


"Maaf Tuan Rommy sedang apa Anda disini??"tanya Malvin

__ADS_1


Rommy langsung menoleh ke arah belakang lalu tersenyum


"Saya sedang menghubungi asistenku Tuan Malvin."kata Rommy


"Apa Anda tidak pulang bersama Tuan Ivanders??"tanya Malvin


"Tidak Tuan. Tuan Ivanders ada urusan pribadi jadi pulang terlebih dulu."kata Rommy


"Bagaimana jika Anda ikut bersama dengan mobilku lagipula kita searah kan??"tanya Malvin


"Apa tidak merepotkan Tuan Malvin jika saya ikut bersama Anda??"tanya Rommy tak enak hati


"Tentu saja tidak Tuan Rommy. Mari ikut saya."kata Malvin mengikuti dari belakang bersama sekretaris nya


Ivanders yang baru sampai di rumah sakit segera memarkirkan mobilnya lalu berjalan masuk ke dalam rumah sakit menuju ruang rawat Zivana yang berada di lantai 2. Setelah sampai diruang rawat Zivana, dia masuk namun hanya ada perawat yang menjaga nya. Perawat yang melihat Ivanders lalu berdiri dari duduk nya


"Maaf Sus apa tidak ada keluarga yang menjaga nya??"tanya Ivanders


"Ada Tuan. Dia sedang pergi ke minimart didepan rumah sakit ini. Dia juga memintaku untuk menemani Nona Zivana selama dia pergi."jawab Perawat itu


"Baiklah kamu boleh pergi. Biar aku yang menjaga nya."kata Ivanders


"Baik Sus."kata Ivanders menerima obat itu


Suster itu berjalan keluar ruangan tersebut. Ivanders menatap wajah Zivana yang terlihat pucat lalu duduk disamping ranjang nya. Ivanders merapikan anak rambut Zivana yang menutupi wajah Zivana serta mengelus lembut rambutnya. Merasa ada yang mengelus rambut nya perlahan Zivana membuka mata nya


"Apa aku mengganggu tidurmu??"tanya Ivanders lembut dan dijawab gelengan kepala Zivana


"Apa kamu ingin minum??"tanya Ivanders lagi dan dijawab anggukan kepala Zivana


Ivanders segera mengambil minum air untuk Zivana lalu membantu nya untuk duduk dan minum


"Apa yang kamu rasakan?? Apa masih pusing?? Kenapa kamu diam aja??"tanya Ivanders beruntun


Sebenarnya Zivana sedikit kaget ada Ivanders ada di ruang rawat nya dan bicara lembut padanya. Serta bicara dengan menggunakan aku kamu karena biasa nya dia menggunakan lo gue jadi dia merasa bingung dan hanya menatap Ivanders tanpa mau berbicara


"Hei kamu kenapa diam aja??"tanya Ivanders

__ADS_1


"Kenapa kamu lihatin aku terus?? Aku tahu aku ganteng kamu pasti terpesona kan sama kegantengan ku??"tanya Ivanders menaik turunkan alisnya membuat Zivana menoyor kepala Ivanders


"Heh tidak sopan kamu menoyor kepala orang yang lebih tua darimu!!"kata Ivanders memegang kepalanya


Ingin sekali Ivanders membalas perbuatan Zivana, tapi mengingat Zivana sakit dia mengurungkan niat nya


"Makanya Om jangan narsis. Apa Om salah minum obat hari ini??"tanya Zivana


"Maksudnya??"tanya Ivanders bingung


"Om hari ini aneh."jawab Zivana


"Aneh gimana??"tanya Ivanders


"Pertama Om tiba tiba datang kesini. Kedua Om perhatian sama gue. Dan ketiga kenapa Om menggunakan aku kamu saat bicara sama gue tadi??"tanya Zivana


Ivanders tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Zivana


"Jawab dong Om jangan senyum terus."kata Zivana


"Kenapa kalau aku senyum terus kamu semakin terpesona denganku ya??"tanya Ivanders mengedipkan salah satu mata nya


"Om berhenti menggodaku."kata Zivana kesal karena Ivanders menggoda nya


"Baiklah aku akan jawab pertanyaanmu. Yang pertama dan kedua karena kamu adalah calon istriku maka dari itu aku menjenguk dan perhatian padamu. Dan yang ketiga mulai saat ini aku ingin kamu juga menggunakan aku kamu biar kita lebih dekat."kata Ivanders


"Aku kan belum jawab bagaimana Om bisa menganggapku calon istri??"tanya Zivana


"Aku yakin kamu pasti mau menikah denganku."kata Ivanders


"Kenapa Om begitu yakin??"tanya Zivana mengenyritkan dahinya


"Karena aku tahu pasti kamu tidak akan membiarkan perusahaan yang sudah dibangun oleh Daddy mu hancur begitu saja."kata Ivanders


"Benar kan perkataan ku?? Terbukti dari diam mu itu."lanjut Ivanders


"Iya Om. Aku bersedia menikah dengan Om. Tapi, aku minta jika nanti Om membeli saham perusahaan Anderson jangan menggunakan nama ku. Gunakanlah nama Om aja."kata Zivana

__ADS_1


"Kenapa begitu??"tanya Ivanders


__ADS_2