Terjerat Cinta Om Duda

Terjerat Cinta Om Duda
Part 69


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah sakit Zivana meminta izin pada Noah dan Kinara untuk pulang. Sebenarnya Noah merengek tidak mengizinkan Zivana untuk pulang tapi setelah dibujuk rayu akhirnya Noah mengizinkannya pulang. Kinara meminta Ivanders untuk mengantar Zivana pulang, tapi Zivana menolaknya. Lalu Rommy menawarkan pulang bersama dan Zivana menerima ajakannya. Setelah Zivana pulang Ivanders disidang oleh Noah dan juga Mommy Kinara


"Ada masalah apa antara kamu dan Zivana??"tanya Kinara


"Aku tidak punya masalah apapun dengannya Mom."kata Ivanders


"Pasti Daddy berkata sesuatu yang menyakiti Kakak Cantik seperti dulu makanya Kakak Cantik sepertinya marah dengan Daddy."kata Noah


"Daddy tidak mengatakan apapun pada kakak Cantikmu itu Noah."kata Ivanders kesal


"Lalu kenapa tadi Ziva lebih banyak diam dan terkesan menghindar saat ada kamu??"tanya Kinara


"Kalian berdua ini kenapa memojokkan ku?? Aku sungguh tidak tahu apa apa."kata Ivanders frustasi


"Kami belum menikah dan dia belum tinggal disini tapi kalian sudah memihak kepadanya. Bagaimana jika dia sudah tinggal disini?? Pasti aku tersingkir karena keberadaannya."gerutu Ivanders lalu berjalan meninggalkan Kinara dan Noah menuju ruang kerjanya


"Susah sekali membuat mereka jatuh cinta."kata Kinara menghela nafas panjang


"Oma tenang aja. Jika nanti mereka berdua sudah menikah pastikan mereka akan saling jatuh cinta. Aku sudah memiliki banyak rencana untuk itu semua."kata Noah dengan senyum penuh arti


"Kamu memang cucu Oma yang paling hebat. Kadang Oma heran kenapa kamu bisa lebih dewasa timbang Daddy kamu itu ya."kata Kinara sambil tertawa


"Mom aku mendengarnya."kata Ivanders yang baru turun dari tangga


"Memang kenapa kalau kamu mendengarnya?? Mommy bicara fakta memang kamu itu lebih dewasa timbang Noah. Dan Noah lebih cocok jadi putraku dan kamu lebih cocok jadi cucuku."kata Kinara


"Mom,,"protes Ivanders


"Apa??"tanya Kinara dengan mata yang melotot


Ivanders menghela nafas kasar lalu dia pergi menuju dapur untuk minum air dingin agar mendinginkan otaknya yang panas


Kinara dan Noah hanya terkekeh melihat Ivanders yang pergi dengan wajah kesal. Lalu Kinara membawa Noah ke kamarnya


Disisi lain Rommy melihat Zivana tak seperti biasanya pun menjadi heran. Dia memberhentikan mobilnya lalu mengajak Zivana makan bakso dipinggir jalan. Rommy menyuruh Zivana mencari tempat duduk sedangkan dia memesan baksonya. Setelah itu dia menghampiri Zivana dan duduk disebelahnya


"Lo kenapa Ziva??"tanya Rommy


"Gue gak papa kak. Memangnya gue kenapa??"tanya Zivana bingung


"Biasanya lo tidak pernah diam seperti ini. Apa lo ada masalah??"tanya Rommy

__ADS_1


"Gue tidak ada masalah kak. Oh ya kak menurut kak Rommy gue pakai dress seperti ini bisa jadi pusat perhatian semua laki laki??"tanya Zivana sambil menunjuk dress yang dipakainya


"Menurut gue dress yang kamu pakai sopan dan mungkin yang jadi pusat perhatian karena kamu yang memakainya. Kamu terlihat cantik memakainya. Kenapa lo bertanya seperti itu??"tanya Rommy mengernyitkan dahinya


"Oh tidak apa-apa kok kak. Gue hanya bertanya saja."kata Zivana dengan tersenyum kaku


"Apa Tuan Ivanders berbicara sesuatu tentang dress yang lo pakai?? Dan apa dia tidak menyukai lo pakai dress ini?? Dan apa dia marah sama lo sehingga lo jadi pendiam dan lebih menghindar tadi saat didekatnya??"tanya Rommy beruntun


"Kak Rommy ini bertanya seperti menginterogasi gue aja. Banyak sekali pertanyaannya."kata Zivana mendengus kesal


"Udah jawab aja. Gue hanya ingin memastikan sesuatu."kata Rommy


"Memastikan apa kak??"tanya Zivana bingung


"Jawab dulu pertanyaan gue. Baru nanti gue kasih tahu."kata Rommy


Lalu Zivana menceritakan semuanya pada Rommy apa yang dibicarakannya dan Ivanders saat di mobil menuju rumah sakit. Rommy hanya menganggukkan kepalanya mendengar cerita dari Zivana. Setelah Zivana selesai bercerita Rommy tersenyum


"Kenapa kak Rommy malah tersenyum?? Hati gue sakit kak dia bicara seperti itu."kata Zivana memanyunkan bibirnya


"Gue tersenyum bukan karena karena perkataan Tuan Ivanders sama lo. Tapi gue tersenyum karena gue sudah bisa memastikan jika Tuan Ivanders memang sudah mulai menyukaimu makanya dia cemburu kamu jadi pusat perhatian karena memakai dress ini. Apalagi lo memakai dress ini atas permintaan orang lain dan bukan dirinya."kata Rommy


"Dia hanya gengsi mengakuinya Zivana. Dia itu memiliki gengsi yang sangat tinggi."kata Rommy


"Dan sialnya orang yang memiliki gengsi tinggi itu akan menjadi suami kontrak gue dalam beberapa minggu lagi."kata Zivana sambil menghela nafas kasar


"Lo harus banyak bersabar Ziva jika memiliki suami seperti Tuan Ivanders."kata Rommy


"Iya kak Rommy benar gue harus mengumpulkan stok sabar gue mulai dari sekarang."kata Zivana


"Apa lo sudah mulai menyukai Tuan Ivanders??"tanya Rommy hati hati


"Menurut kak Rommy gimana?? Apa gue terlihat sudah menyukai Om Ivan??"tanya Zivana balik


"Bukannya jawab malah balik tanya. Eh kok lo manggil Om Ivan?? Bukannya sekarang udah ganti mas Ivan ya??"tanya Rommy


"Itu karena gue lagi kesel sama dia. Dia itu lebih cocok dipanggil Om timbang Mas. Panggilan Mas terlalu sopan untuknya. Kalau saja gue belum menandatangani perjanjian pra nikah itu sudah pasti gue masih memanggilnya Om sampai saat ini kak."kata Zivana


"Memangnya Tuan Ivanders yang memintamu memanggilnya Mas bukan karena inisatif mu sendiri karena dia calon suamimu??"tanya Rommy


"Tentu saja dia yang memintanya kak dengan dalih surat perjanjian itu."kata Zivana

__ADS_1


"Berarti Tuan Ivanders memanfaatkan surat perjanjian itu untuk menekan lo agar bersikap lebih sopan padanya??"tanya Rommy


"Ya begitulah liciknya bos kak Rommy."kata Zivana


Pembicaraan mereka terhenti saat bakso mereka diantarkan oleh istri pedagang bakso


"Silahkan mas Rommy Neng cantik."kata Lastri istri pedagang bakso langganan Rommy


"Makasih buk Lastri."kata Rommy tersenyum


"Neng Cantik pacarnya ya mas??"tanya Lastri


"Nggak buk. Calon istri bos saya."jawab Rommy


"Oh tak kirain pacarnya mas Rommy. Ya udah selamat menikmati mas Rommy. Saya tinggal dulu."kata Lastri dan dibalas anggukkan kepala Rommy


Setelah kepergian Lastri, Rommy dan Zivana memakan bakso mereka. Setelah habis mereka memutuskan untuk pulang


"Kak anterin gue pulang kerumahnya Gio aja."kata Zivana


"Kenapa ke rumah Gio??"tanya Rommy


"Gue akan menginap disana kak."jawab Zivana


"Baiklah. Dimana alamatnya??"tanya Rommy


"Jalan Cempaka Putih No.254 kak."jawab Zivana


Setelah perjalanan selama 30 menit mobil yang dikendarai Rommy sampai di rumah Gio


"Gak mampir dulu kak??"tanya Zivana


"Lain kali aja."tolak Rommy


"Makasih ya kak traktirannya dan udah nganterin pulang."kata Zivana


"Iya sama sama. Lain kali gantian lo yang traktir."kata Rommy


"Beres kak. Ya udah hati hati dijalan kak. Bye."kata Zivana melambaikan tangannya


Zivana masuk kedalam rumah saat mobil yang dikendarai Rommy sudah tak terlihat

__ADS_1


__ADS_2