Terjerat Cinta Om Duda

Terjerat Cinta Om Duda
Part 51


__ADS_3

Zivana melihat kearah Gio lalu menceritakan kegundahan hati nya. Kemarin saat Zivana pulang dari perusahaan Dimitri, dia langsung menghubungi pengacara yang masih setia dengan nya. Dia menanyakan kebenaran berita dari Ivanders mengenai perusahaan Anderson. Dan pengacara tersebut menceritakan semua nya. Ternyata Emma menggunakan uang perusahaan untuk di investasikan namun ternyata dia di tipu oleh sahabat nya yang mengajak investasi itu. Sehingga sekarang perusahaan Anderson dalam keadaan pailit


"Gue gak ingin Perusahaan yang dibangun Daddy dari nol hancur Gio."kata Zivana berkaca kaca


"Gue akan bicara sama Papa siapa tahu Papa bisa bantu."kata Gio


"Jangan cerita ke Papa. Gue gak mau membebani Papa dengan masalah ini."kata Zivana


Sebenarnya Zivana kemarin minta pendapat pada pengacara apa bisa jika minta bantuan pada perusahaan Vernandes, tapi dia diberitahu oleh pengacara nya jika perusahaan Vernandes sedang dalam masalah. Maka dari itu dia tidak bisa meminta bantuan dan kemungkinan Gio tidak tahu akan hal itu


"Kita itu keluarga Ziva jika lo dalam masalah kita bisa menyelesaikan ini bersama. Gue yakin Papa pasti bisa bantu lo menginvestasikan saham nya untuk perusahaan Anderson."kata Gio


"Ini masalah keluarga gue Gio. Gue ingin cari solusi sendiri untuk membantu Perusahaan Daddy."jawab Zivana


"Jadi selama ini lo gak menganggap gue keluarga lo??"tanya Gio kecewa


"Bukan begitu maksud gue Gio lo salah paham. Gue sangat menyayangi kalian dan gue gak mau kalian ikut terseret dalam masalah keluarga gue. Lo gak tahu gimana licik nya Mama Emma. Kalau kalian dapat masalah gara gara bantu gue, gue gak akan maafin diri gue sendiri. Jadi, please kali ini biar gue mengatasi sendiri ya."kata Zivana


"Baiklah. Tapi, jika lo mengalami kesulitan lo harus bicara sama gue."kata Gio tegas


"OK. Gio sebaiknya lo belajar tentang bisnis dan bantu Papa di kantor. Dan juga kalau lo sudah pintar dalam berbisnis bisa bantu gue kalau gue punya masalah yang sama kayak gini biar gue gak pusing."kata Zivana


"Sebenarnya kemarin Papa juga menyuruh gue belajar tentang bisnis di Italia bersama Om Erland atau di Jerman bersama Om Daniel. Gue disuruh pilih salah satu. Tapi, gue masih bingung."kata Gio


"Menurut gue lo ke Jerman aja bersama Om Daniel. Dia orang yang pekerja keras lo pasti cepat bisa jika Om Daniel yang mengajari lo."kata Zivana


"Ya Om Daniel memang pekerja keras sampai dia selalu sibuk mengembangkan perusahaan nya tak memikirkan jodoh nya sama sekali. Di umur 40 tahun masih betah melajang. Gue ogah ikut Om Daniel takut jadi perjaka tua kayak dia."kata Gio bergidik ngeri


"Mungkin Om Daniel masih belum menemukan orang yang pas mendampingi nya. Lalu lo mau ikut Om Erland??"tanya Zivana


"May be."jawab Gio mengendikkan bahunya


"Om Erland walaupun dia santai tapi otak nya encer. Dan gue gak yakin lo bisa ikut sama Om Erland secara otak lo kan pas pasan."kata Zivana tersenyum mengejek


"Sialan lo."kata Gio mengacak rambut Zivana membuat Zivana mendengus kesal


"Makin berantakan rambut gue. Jadi berkurang deh kecantikan gue."kata Zivana pura pura ngambek sambil merapikan rambut nya kembali

__ADS_1


Tiba tiba ada orang berdehem di depan pintu ruang rawat Zivana


Ehm


Zivana dan Gio menoleh kearah sumber suara


"Orang masuk itu salam bang bukan nya berdehem aja."kata Zivana


"Gue udah salam dari tadi. Tapi, lo berdua asik bercanda."kata Varo


"Ini tuh rumah sakit tapi kalian malah pacaran. Ckckck."kata Yudi menggelengkan kepalanya


"Siapa yang pacaran bang??"tanya Zivana


"Ya lo lah sama Gio."jawab Yudi


"Gue gak pacaran sama Gio bang."kata Zivana


"Bohong kali lo Ziva. Gue lihat kalian tadi mesra gitu."kata Yudi gak percaya


"Beneran bang gue gak pacaran sama Gio. Kalaupun gue pacaran sama dia mungkin badanku jadi kurus bang karena tiap hari makan hati."kata Zivana membuat Varo dan Yudi tertawa terbahak bahak sedangkan Gio hanya mendengus kesal


"Emang gue pernah mukulin lo??"tanya Zivana


"Pernah."jawab Gio


"Melihat kalian bertengkar kayak gini lucu deh. Kenapa gak pacaran aja sih??"tanya Varo


"Kami lebih nyaman jadi saudara bang. Kalau pacar pasti ada putus nya, tapi kalau saudara tidak akan ada putus nya."kata Zivana


"Betul itu bang."kata Gio


"Eh bang kalian pada bawa apa aja itu??"tanya Zivana menunjuk pada plastik yang dibawa Varo dan Yudi


"Gue bawa martabak coklat langganan lo."kata Varo


"Gue bawain bakso buat lo."kata Yudi

__ADS_1


"Makasih ya bang. Kalian emang paling baik deh. Tau aja kalau gue lagi pengen makan martabak sama bakso."kata Zivana sambil memakan martabak nya


"Lo itu wonder women gue kira kebal sama penyakit. Eh gak tau nya bisa sakit juga lo."kata Yudi


"Walaupun gue wonder women, tapi gue juga manusia biasa bang."kata Zivana


"Eh ya bang motor Haikal udah lo modifikasi belum?? Gue belum sempat ke bengkel kemarin."kata Zivana


"Udah kok. Tapi, ya lo lihat dulu siapa tau masih ada yang kurang soal nya kan Haikal minta nya sama lo modifikasi nya. Gue takutnya dia kurang puas sama modifikasi gue."kata Yudi


"Nanti kalau gue udah pulang dari rumah sakit gue bakal ke bengkel bang buat lihat modifikasi nya."kata Zivana


"Pulang dari rumah sakit itu istirahat Ziva bukan nya ke bengkel."kata Gio sedikit kesal


"Lagian Haikal juga gak buru buru kok makai motor nya."lanjut Gio


"Benar kata Gio lo harus istirahat dulu setelah pulang dari rumah sakit. Setelah lo benar benar pulih baru balik ke bengkel."kata Varo


"Iya bang."kata Zivana pasrah


"Ya udah kami pamit dulu ya. Semoga lo cepat sembuh."kata Varo


"Ya bang. Makasih udah luangin waktu buat jenguk gue."kata Zivana


"Tentu aja selalu ada waktu luang buat lo karena lo itu udah gue anggap seperti adek gue sendiri sama seperti Seryl."kata Varo mengelus pucuk rambut Zivana lalu berjalan keluar ruangan Zivana dengan di ikuti Yudi dari belakang


"Lo tidur aja kalau udah ngantuk."kata Gio saat melihat Zivana menguap beberapa kali


Zivana hanya menganggukkan kepalanya lalu tidur


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Hai readers selamat menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini


Jangan lupa tinggalkan jejak


Like, Vote dan Komentar

__ADS_1


Love you All


__ADS_2