
"Ada apa memangnya??"tanya Gio
"Noah jatuh dan sekarang berada di rumah sakit. Jadi aku harus segera ke sana."jawab Zivana
"Masih ada Daddy nya kan. Lo bisa ke sananya nanti sore. Please Ziva hari ini temenin gue jalan."kata Gio memohon
Kali ini Gio ingin menjadi egois. Dia ingin Zivana hanya menjadi miliknya walau hanya sehari
"Tapi Gio kasihan Noah dia menangis terus memintaku untuk datang jika aku tidak datang dia tidak mau pulang dari rumah sakit. Please lo ngerti ya."kata Zivana
"Gue besok sudah pergi Ziva dan akan lama kembali. Apa lo tidak mau menghabiskan waktu bersama gue sebelum gue pergi??"tanya Gio memelas
"Gue janji nanti malam kita akan jalan-jalan lagi dan gue akan menginap di rumah lo. Jadi please biarin gue pergi ya."kata Zivana
"Baiklah. Tapi nanti malam tidak boleh batal. Jika batal gue akan sangat marah sama lo dan gue pergi gak akan pamit sama lo!!"ancam Gio
"Iya Gio. Kalau gue ingkar lo boleh benci gue seumur hidup lo. Sekarang gue boleh pergi kan??"tanya Zivana
"Baiklah ayo gue akan mengantarkan lo kesana."kata Gio
"Gak usah Gio. Mas Ivan sudah menjemput ku. Gue pergi dulu. Bye."kata Zivana meninggalkan Gio
Gio hanya menatap Zivana dengan tatapan nanar. Dia memutuskan untuk pulang dengan langkah gontai dia meninggalkan cafe tersebut
Zivana berjalan cepat agar cepat sampai didepan Mall karena Ivanders sudah menunggunya. Setelah melihat mobil Ivanders, Zivana berjalan menuju mobil itu dan masuk kedalam mobil Ivanders
"Apa Mas Ivan menunggu lama??"tanya Zivana dengan nafas ngos ngosan
Ivanders tak menjawab namun langsung memberikan air mineral pada Zivana. Zivana yang haus segera mengambil air mineral tersebut lalu meminumnya hingga tandas
Ivanders terus memperhatikan Zivana hingga membuat Zivana salah tingkah
"Ada apa Mas Ivan melihatku seperti itu??"tanya Zivana
"Kamu ke Mall dengan siapa??"tanya Ivanders
"Aku bersama Gio menemaninya berbelanja karena besok dia akan pergi ke Jerman."jawab Zivana
"Tumben ke Mall kamu pakai dress biasanya tidak pernah."kata Ivanders
__ADS_1
"Gio yang memintaku memakai dress. Apa dress ini tidak bagus kupakai mas??"tanya Zivana
"Bagus. Kamu kelihatan cantik memakainya. Tapi sepertinya kamu senang memakai dress itu karena jadi pusat perhatian dari semua pengunjung laki laki di mall."kata Ivanders yang merasa kesal saat Zivana tadi berjalan kearah mobilnya banyak laki laki yang menatapnya dengan tatapan memuja
"Mana ada seperti itu mas. Aku merasa tidak menjadi pusat perhatian tadi saat aku berada di dalam mall. Lagipula jika bukan permintaan Gio untuk memakai dress ini aku juga malas memakai dress. Aku lebih nyaman memakai pakaian yang biasanya aku pakai."kata Zivana
"Jika kamu tidak menyukainya setidaknya kamu menolaknya saat dia memintamu memakai dress ini. Memangnya siapa dia bagimu sehingga kamu menuruti keinginannya??"tanya Ivanders
"Gio adalah saudara bagiku. Lagipula besok dia akan pergi jadi menurutku tidak masalah jika aku menuruti keinginannya."kata Zivana
"Apa jangan-jangan mas cemburu dengan Gio??"tanya Zivana memicingkan matanya
"Itu hanya perasaan kamu saja. Buat apa aku cemburu dengan laki laki seperti Gio. Tidak ada untungnya bagiku."kata Ivanders
"Cemburu aja masih gak mau ngaku."gumam Zivana pelan
"Eh tapi kalau Mas cemburu berarti mas mencintaiku?? Bukannya mas yang bilang kalau diantara kita tidak boleh ada cinta ya?? Apa Mas mengingkari ucapan mas sendiri??"tanya Zivana
"Aku sudah bilang kalau aku tidak cemburu. Dan ingat ini baik baik mencintaimu adalah hal yang mustahil bagiku. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa mencintaimu karena kamu tidak masuk dalam kriteriaku."kata Ivanders tegas membuat hati Zivana berdenyut sakit
"Baik. Aku akan ingat semua ucapan mu itu."kata Zivana tersenyum getir
Setelah itu tidak ada pembicaraan diantara mereka berdua. Zivana menatap kearah jendela hatinya masih begitu sakit dengan ucapan Ivanders tadi sedangkan Ivanders tak merasa bersalah sedikitpun. Dia hanya fokus menyetir dengan sesekali melirik kearah Zivana
Di dalam Mall saat Gio akan berjalan keluar cafe dia melihat ada seseorang yang dikenalnya sedang bertengkar dengan seorang cowok lalu dia berjalan mendekati kedua orang yang bertengkar tersebut
"Udah berapa kali gue bilang kalau gue gak suka sama lo!!"kata cewek itu
"Gue hanya minta kesempatan untuk dekat dengan lo. Gue yakin setelah kita dekat lo akan nyaman dan jatuh cinta sama gue. Jadi please kasih gue kesempatan ya."kata cowok itu memohon dengan terus mencekal tangan cewek itu agar tidak pergi
"Sorry tapi gue gak bisa."kata cewek itu yang berusaha melepaskan tangannya dari cekalan cowok itu
"Kalau orang gak mau jangan dipaksa dong bro."kata Gio setelah melihat cewek itu kesakitan akibat cekalan tangan dari cowok itu
"Kak Gio."gumam cewek itu pelan
"Ini bukan urusan lo lebih baik lo pergi."usir cowok itu
"Tentu itu akan jadi urusan gue karena orang yang lo paksa itu orang gue kenal."kata Gio langsung menarik tangan cewek itu lalu pergi dari tempat itu
__ADS_1
"Lo gak papa kan Ryl??"tanya Gio
"Gue gak papa kok kak. Terimakasih kak Gio."kata Seryl tulus
"Sama sama Seryl. Dia tadi siapa??"tanya Gio
"Temannya bang Kenan kak. Ya udah gue pergi dulu ya kak."pamit Seryl
"Lo mau kemana??"tanya Gio
"Gue mau ke toko buku kak."jawab Seryl
"Gimana kalau gue anterin lo ke toko buku abis itu temenin gue jalan?? Daripada gue gak ada teman dan males pulang."kata Gio
"Ya udah deh kak lagian aku juga gak ada temannya."kata Seryl
Mereka berjalan berdua menuju toko buku yang ada di Mall
Disisi lain Ivanders dan Zivana baru sampai di rumah sakit. Zivana turun terlebih dulu dan berjalan masuk ke rumah sakit. Ivanders yang baru saja turun dan akan membukakan pintu untuk Zivana merasa kesal karena Zivana sudah turun terlebih dulu dan langsung pergi tanpa menunggunya. Zivana yang sudah tahu dimana ruangan Noah berjalan cepat menuju ruang rawat Noah. Diruang rawatnya Noah masih menangis Zivana mengucapkan salam
"Assalamualaikum."kata Zivana
"Waalaikumsalam. Kakak Cantik kakiku sakit."kata Noah merengek
"Bagaimana bisa jatuh Noah??"tanya Zivana
"Tidak tahu kak."jawab Noah sesenggukan
Zivana langsung memeluk Noah dan mengusap punggungnya pelan
"Tadi dia berlarian di taman belakang dan tersandung batu."kata Kinara
"Apakah lukanya dalam Mom??"tanya Zivana
"Tidak terlalu dalam. Tapi harus dijahit karena darahnya keluar terus tadi."kata Kinara
"Apa kamu sendiri kesini Ziva??"tanya Kinara setelah melihat Zivana sendirian
"Sama aku Mom tapi aku ditinggalin."kata Ivanders yang baru datang
__ADS_1
Kinara melihat kearah Zivana yang cuek dengan kedatangan Ivanders menyimpulkan jika mereka sedang bertengkar. Ivanders mendekati Noah lalu memeriksa lukanya. Setelah Ivanders mendekat Zivana berjalan mundur dan duduk disamping Kinara