Terjerat Cinta Om Duda

Terjerat Cinta Om Duda
Part 85


__ADS_3

"Tapi mulai sekarang kamu tidak boleh melakukannya sendiri Noah. Harus ada Mommy yang mengawasi mu. Kamu masih terlalu kecil dan ini jadi bahaya untukmu."kata Zivana


"Yes Mom. Tapi Mommy harus mengajariku lagi agar bisa hebat seperti Mommy."kata Noah


"Kemampuan kamu itu sudah lebih cukup Noah. Kamu bisa kembangkan kemampuan kamu jika sudah dewasa. Bukan Mommy tidak ingin mengajarimu tapi ini terlalu beresiko untukmu Noah."kata Zivana membuat Noah sedih


"Sudah jangan sedih begitu. Sebaiknya kamu tidur karena besok Daddy ajan mengajak kita jalan-jalan."lanjut Zivana


"Benar Mom??"tanya Noah


"Iya sayang. Makanya kamu cepat tidur agar besok bisa bangun pagi."kata Zivana


"Baik Mom."kata Noah langsung naik ke ranjangnya dan bersiap untuk tidur


Zivana mencium kening Noah dan mengucapkan selamat tidur setelah itu berjalan keluar kamar Noah


Disisi lain malam ini Fathir datang ke kantornya untuk mengecek orang suruhannya yang meretas data perusahaan Dimitri. Namun saat masuk keruang bagian IT dia dikejutkan komputer yang berasap dan hampir meledak. Setelah mengetahui alasan komputer yang hampir meledak itu Fathir langsung marah pada orang bayarannya yang tak mampu membobol sistem keamanan Perusahaan Dimitri. Dia sangat marah karena gagal mendapatkan data penting dari Perusahaan Dimitri


"Maaf Tuan tapi sepertinya ada yang melindungi Tuan Ivanders."kata Riko asisten Fathir


"Orang bayaran mu saja yang tidak becus. Cepat cari orang yang lebih profesional agar bisa membobolnya. Aku tidak ingin ada kata gagal lagi. Kamu mengerti!!!"kata Fathir marah lalu berjalan ruangan itu diikuti Riko dari belakang


Fathir terus berjalan menuju ruangannya. Sesampainya di ruangannya dia duduk di kursi kebesarannya


"Apa Tuan yakin ingin menghancurkan Tuan Ivanders??"tanya Rico


"Iya. Aku akan melakukan untuk membuat kekasihku bahagia. Lagipula mudah untukku menghancurkan Ivanders."kata Fathir sombong


"Tapi kabar yang saya dengar dia bukan orang sembarangan Tuan jika kita juga harus berhati-hati."kata Rico


"Itu hanya kabar burung saja. Buktinya aku dengan mudah merebut dua tender yang hampir dimenangkannya."kata Fathir


"Tapi Tuan,,."kata Rico


"Sudahlah Rico lebih baik kamu menghubungi orang kamu yang bekerja di Proyek Ivanders yang berada di Bogor untuk segera melaksanakan rencana kita. Pastikan orang itu tidak boleh gagal. Jika gagal maka kamu yang akan menerima konsekuensinya!!"ancam Fathir menatap tajam Rico hingga membuat Rico menelan ludah kasar karena ancaman Fathir tak pernah main-main

__ADS_1


"Baik Tuan. Kalau begitu saya permisi Tuan."kata Rico berjalan meninggalkan ruangan Fathir


"Hanya demi seorang wanita Tuan Fathir sampai melakukan banyak hal kriminal. Padahal sebelumnya Tuan Fathir tidak pernah melakukannya. Dia dibutakan oleh cinta wanita ****** itu hingga dia tak sadar sudah dimanfaatkan olehnya. Semoga yang ku khawatirkan tidak terjadi."gumam Rico dalam hati


Di malam yang sama di Perusahaan Dimitri Ivanders sedang berdiskusi dengan Rommy di ruangannya tentang peretasan yang terjadi dan rencana untuk membalas musuh mereka


"Sepertinya ada yang melindungi Perusahaan Tuan sehingga orang yang akan meretas tadi tiba-tiba saja hilang tanpa jejak."kata Rommy


"Melindungi Perusahaan??"tanya Ivanders bingung


"Benar Tuan. Apa anda ingat beberapa waktu yang lalu data perusahaan kita juga hampir saja diretas tapi tiba-tiba hilang tanpa jejak dan ahli IT kita pun tak berhasil melacaknya."kata Rommy


"Apa kamu tahu siapa kira-kira orang itu?? Apa mungkin Daddy??"tanya Ivanders


"Kurasa Tuan Oscar tidak mungkin Tuan karena beliau sedang mengurusi masalah yang ada di perusahaan di Singapura."kata Rommy


Rommy sebenarnya curiga dengan Noah tapi dia juga tidak berani membicarakannya pada Ivanders karena pasti Tuan nya itu tidak akan percaya padanya


"Apa kamu mencurigai seseorang Rom??"tanya Ivanders memicingkan matanya setelah melihat sang asisten melamun


"Memangnya siapa yang kamu curigai??"tanya Ivanders balik


"Noah."jawab Rommy hati-hati


"Tidak mungkin Noah bisa melakukan itu. Dia masih kecil Rommy. Bagaimana bisa kamu mencurigai anak kecil seperti Noah bisa menguasai IT??"tanya Ivanders tak habis pikir dengan pemikiran Rommy


"Tapi Noah pernah tinggal bersama Tuan Oscar selama satu tahun bisa saja kan Tuan Oscar mengajari Noah tentang IT."kata Rommy


"Aku masih tidak percaya jika Noah yang melakukannya."kata Ivanders


"Benar kan kataku dia tidak akan percaya. Lebih baik aku tidak mengatakannya tadi."gerutu Rommy dalam hati


"Sudah kita lupakan dulu saja itu. Apa kamu sudah menemukan orang dalam yang membantu mereka Rom??"tanya Ivanders


"Sudah Tuan. Orang itu sudah disekap orang kita di gudang."kata Rommy

__ADS_1


"Lalu apa dia mau memberitahu kita apa rencana mereka??"tanya Ivanders


"Sudah Tuan. Mereka berencana untuk menghancurkan proyek kita yang ada di Bogor."jawab Rommy


"Kurang ajar mereka. Aku akan membalas mereka."kata Ivanders dengan senyum menyeringai


"Lalu bagaimana orang suruhan mu apa susah mulai bergerak??"tanya Ivanders


"Sudah Tuan. Tadi Tuan Hans sudah menghubungi saya."kata Rommy


"Baguslah. Kita tunggu saja kehancuran Hana dan kekasihnya."kata Ivanders


"Ayo kita pulang dulu Rom. Zivana dan Noah pasti khawatir jika aku pulang terlalu malam."lanjut Ivanders setelah melihat jam ditangannya menunjukkan pukul 11 malam


Ivanders berjalan terlebih dulu meninggalkan ruangannya lalu diikuti oleh Rommy dari belakang tapi sebelum itu Rommy mengunci pintu ruangan Ivanders terlebih dulu


Setelah sampai parkiran Ivanders menyuruh Rommy untuk menyetir mobilnya dan meninggalkan mobil Rommy di kantor. Suasana didalam mobil sunyi karena mereka berdua larut dalam pemikiran mereka masing-masing. Sesampainya di mansion Ivanders menyuruh Rommy untuk menginap di mansion karena malam yang sudah sangat larut serta besok mereka berdua akan pergi untuk rencana balas dendamnya


Ivanders dengan langkah gontai berjalan menuju kamarnya. Hari ini adalah hari yang melelahkan untuknya. Sesampainya di kamar dia melihat Zivana yang belum tidur dan duduk di sofa. Setelah melihat Ivanders, Zivana langsung berdiri mendekati Ivanders dan mengambil tas yang ada ditangannya


"Kenapa belum tidur??"tanya Ivanders


"Aku baru selesai mengerjakan tugas kuliahku."kata Zivana berbohong karena tidak mungkin dia jujur jika dia memang menunggunya pulang kerja


"Aku siapkan air hangat dulu mas untuk mandi."lanjut Zivana berjalan menuju kamar mandi


Ivanders duduk di sofa sambil menunggu Zivana keluar dari kamar mandi. Setelah Zivana keluar dari kamar mandi Ivanders beranjak dari duduknya


"Ziva, sepertinya besok kita tidak jadi jalan-jalan karena ada pekerjaan penting yang harus aku selesaikan."kata Ivanders


"Mas, bagaimana jika aku pergi jalan-jalannya dengan Noah saja?? Aku tadi sudah bilang pada Noah dan dia sangat semangat sekali. Jika nanti aku bilang tidak jadi dia pasti sedih."kata Zivana


"Baiklah. Jika pekerjaanku sudah selesai aku akan menyusul kalian. Lebih baik kamu tidur. Jangan tidur terlalu malam nanti kamu sakit."kata Ivanders lalu berjalan menuju kamar mandi


Zivana mengambil baju ganti Ivanders dan meletakannya di sofa lalu bersiap untuk tidur karena dia memang sudah sangat mengantuk. Ivanders yang sudah selesai mandi lalu mengganti bajunya lalu ikut tidur di samping Zivana dan memeluknya dari belakang. Ivanders meletakkan kepalanya diceruk leher Zivana lalu mencium bau tubuh Zivana yang menenangkan. Tak lama dia pun tidur

__ADS_1


__ADS_2