Terjerat Cinta Om Duda

Terjerat Cinta Om Duda
Part 71


__ADS_3

Saat ini Zivana dan keluarga Vernandes mengantarkan Gio ke bandara. Dari rumah sampai ke bandara Zivana selalu menempel pada Gio. Dia merasa sangat berat ditinggalkan oleh Gio. Gio juga sebenarnya sedih meninggalkan Zivana namun dia berpikir inilah yang terbaik selain belajar bisnis dia juga akan belajar melupakan cintanya pada Zivana


"Gio sering-sering hubungi gue ya."kata Zivana manja


"Iya. Tumben banget lo manja banget gini sama gue."kata Gio sambil mengelus lembut rambut Zivana yang memeluk lengannya


"Emang gak boleh gue manja sama lo??"tanya Zivana


"Boleh dong aku malah suka kalau kamu manja sama aku."kata Gio membuat Zivana mendongakkan kepalanya menatap Gio karena panggilan lo gue yang diganti aku kamu dan itu terasa aneh baginya


"Kenapa??"tanya Gio tersenyum saat Zivana melihatnya


"Kenapa panggilannya jadi berubah??"tanya Zivana


"Bukankah kamu bilang aku saudaramu?? Jadi mulai sekarang kamu harus memanggilku kakak dan kamu juga harus lebih sopan berbicara padaku karena aku lebih tua darimu."kata Gio


"Jadi gue eh maksudnya aku harus manggil kamu Kak Gio gitu??"tanya Zivana dan dibalas anggukkan kepala Gio


"Kenapa lidahku rasanya aneh ya manggil kamu Kak Gio??"tanya Zivana


"Itu karena kamu belum terbiasa saja."kata Gio


"Mama bahagia melihat kalian akur seperti ini. Walaupun kalian tidak sedarah tapi hubungan kalian sangat kuat."kata Adele dengan mata berkaca-kaca


Gio dan Zivana langsung memeluk Mama Adele. Papa Malvin tersenyum melihat mereka bertiga


"Ayo kita berangkat Gio karena sebentar lagi pesawat kita akan take off."kata Malvin


"Iya Pa."kata Gio


"Aku pergi dulu. Kalau ada apa-apa segera hubungi aku. Aku pasti akan langsung pulang menemui mu."kata Gio memeluk Zivana dan dibalas anggukan kepala Zivana


"Kamu juga harus serius belajar bisnisnya jangan main cewek terus."kata Zivana


"Aku sudah tobat jadi tidak akan main cewek lagi."kata Gio


"Belajar yang benar dan jangan balapan lagi."lanjut Gio


"Aku sudah lama tidak balapan Gio. Aku rencananya minggu-minggu ini mau ikut balapan."kata Zivana


"Aku sudah meminta Haikal untuk memblacklist nama kamu dari semua kegiatan balapan jadi kamu gak akan bisa mengikuti balapan lagi."kata Gio


"Iih kamu nyebelin deh."kata Zivana memanyunkan bibirnya dan menghentakkan kakinya

__ADS_1


"Bukankah kurang dari dua bulan kamu akan ujian dan jadi fokuslah belajar agar nilaimu nanti bagus dan kamu bisa masuk ke fakultas manapun yang kamu suka."kata Gio


"Baiklah."kata Zivana menghela nafas panjang lalu Gio melepas pelukannya dan mencium kening Zivana lalu berpindah memeluk Mama Adele


"Aku pergi dulu ya Ma. Jaga kesehatan Mama."kata Gio


"Iya. Kamu juga jaga kesehatan disana. Menurut sama Om Daniel dan jangan membuat masalah disana. Dan juga jaga adikmu."kata Adele


"Iya Ma."kata Gio


Saat Gio baru jalan selangkah, dia dipanggil oleh seseorang dan dia langsung menoleh karena dia tahu siapa yang memanggilnya


"Hampir saja terlambat."kata Haikal dengan nafas ngos-ngosan


"Bukannya tadi malam lo bilang gak ikut nganterin gue."kata Gio mengernyitkan dahinya


"Tadinya gue juga gak kemari tapi Gea tadi pagi hubungi gue minta dibeliin sesuatu dan suruh nitipin ke lo."kata Haikal menyerahkan kotak pada Gio


"Apaan ini??"tanya Gio


"Lo gak perlu tahu."jawab Haikal


"Kak Haikal kenapa aku ditinggal??"tanya Seryl yang baru datang dengan nafas ngos-ngosan karena mengejar Haikal


"Kok lo bareng kak Haikal??"tanya Zivana


"Tadi gue gak sengaja ketemu di Mall pas beli pesanan Gea terus gue ajak kesini."kata Haikal


"Ya udah gue berangkat dulu bro. Ingat pesan gue."kata Gio bersalaman dengan Haikal


"Iya. Tenang aja."kata Haikal


"Aku pamit ya Ryl."kata Gio bersalaman dengan Seryl


"Ya kak. Semoga kakak bisa sukses disana."kata Seryl dan dibalas anggukan kepala dan tersenyum


Setelah berpamitan dengan semua orang Gio bersama dengan Papa Malvin masuk kedalam pesawat. Mereka berdua menggunakan pesawat pribadi keluarga Vernandes


Sedangkan disisi lain di perusahaan Dimitri sang CEO sedang marah di ruangannya


"Kenapa teleponku dari tadi malam tidak di angkat?? Awas aja nanti kalau udah ketemu."gerutu Ivanders lalu melempar HP nya ke sofa


Rommy yang baru masuk kedalam ruangan Ivanders menjadi heran karena melihat wajah Ivanders yang kesal. Apakah dia melakukan kesalahan pikirnya

__ADS_1


"Maaf Tuan sebentar lagi kita akan ada meeting dengan Tuan Nathan dari perusahaan Graham."kata Rommy saat melihat Ivanders yang memakai jasnya dan bersiap untuk pergi


"Oh ya aku sampai melupakan meeting itu. Semua ini gara gara gadis kecil itu."gumam Ivanders


"Gadis kecil siapa??"tanya Nathan yang baru saja tiba dan langsung masuk keruangan Ivanders


"Kamu selalu saja mengagetkanku Nathan. Bisakah jika masuk ketuk pintu dulu."kata Ivanders mendengus kesal dengan kebiasaan sahabat serta rekan bisnisnya itu


"Kenapa dengan wajahmu itu Ivan??"tanya Nathan tanpa peduli dengan kekesalan Ivanders


"Memangnya kenapa dengan wajahku??"tanya Ivanders yang meraba wajahnya


"Aku lihat dari wajahmu sepertinya kamu lagi galau. Apa kamu sedang jatuh cinta??"tanya Nathan


"Tebakan anda selalu benar Tuan Nathan."celetuk Rommy hingga membuat Ivanders menatap tajam kearahnya lalu Rommy menunduk karena menyadari kesalahannya saat berucap


"Tidak usah dengarkan asistenku. Dia memang sepertinya sudah bosan bekerja denganku."kata Ivanders


"Maaf Tuan. Saya tadi salah bicara. Tolong jangan pecat saya."kata Rommy memohon


"Oh ayolah Ivan kenapa kamu tidak mau mengakuinya dan menyalahkan asisten mu??Padahal aku sudah melihat sendiri kamu bersama dengan gadis berseragam SMA."kata Nathan membuat Ivanders terkejut


"Kapan kamu melihatku bersama gadis berseragam SMA??"tanya Ivanders


"Saat di Cafe mu. Aku sedang meeting dengan klienku dan aku melihatmu bergandengan tangan. Wah baru tahu aku kalau selera mu sekarang daur muda."kata Nathan dengan tersenyum mengejek


"Gadis itu bukan siapa-siapa. Dia hanya gadis yang pernah menyelamatkan Noah dari penculik dan aku sengaja mengajaknya bertemu untuk berterimakasih."kata Ivanders memberi alasan


"Kamu tak pandai berbohong Ivan. Aku bisa melihat dari matamu jika kamu menyukai gadis itu."kata Nathan yang tahu Ivanders hanya membuat alasan karena terlihat dari gerak geriknya dalam mencari alasan


"Kamu jangan sembarangan kalau ngomong. Aku tak mungkin menyukainya. Gadis bar bar sepertinya sama sekali bukan tipeku."kata Ivanders


"Oh benarkah?? Lalu tipemu yang seperti apa?? Cassandra??"tanya Nathan membuat Ivanders emosi mendengar nama yang sudah menoreh luka dalam hatinya


"Jangan sebut nama wanita itu Nathan!!"kata Ivanders marah


"Maaf jika aku tadi kelepasan menyebut nama wanita itu."kata Nathan tak enak hati melihat Ivanders yang marah


Ivanders begitu sensitif jika mendengar nama mantan istrinya itu


Rommy yang melihat Tuan nya diam saja langsung berbicara


"Lebih baik kita mulai saja meeting nya Tuan."kata Rommy memberikan berkas yang ada ditangannya pada Ivanders

__ADS_1


Ivanders menarik nafas panjang agar mengurangi kemarahannya lalu menerima berkas tersebut. Kemudian Ivanders memulai meeting itu bersama marah


__ADS_2