Terjerat Cinta Om Duda

Terjerat Cinta Om Duda
Part 66


__ADS_3

"Om harus janji tidak akan menyentuhku selama pernikahan kita. Kalau tidak aku tidak akan menandatangi surat perjanjian ini."kata Zivana mengancam


"Silahkan saja jika kamu tidak mau menandatangi surat perjanjian itu aku tidak begitu peduli. Tapi, apa kamu lupa perusahaan Anderson sekarang sedang dalam masalah dan hanya bisa bangkit dengan bantuan ku saja."kata Ivanders menyombongkan diri


"Jadi orang jangan sombong Om. Ada satu orang lagi yang bisa membantu perusahaan Anderson. Jika aku mau minta bantuan nya bisa saja aku lakukan sekarang juga. Tapi, apa Om juga lupa jika Om juga membutuhkan aku untuk memenuhi permintaan Noah."kata Zivana tersenyum menyeringai


"Sial ternyata gadis sangat pintar membalik keadaan."gumam Ivanders dalam hati


"Memangnya siapa yang mau membantu kamu?? Pasti Om Malvin kan?? Asal Kamu tahu perusahaan Om Malvin kemarin terkena masalah karena ditipu oleh rekan kerjanya sendiri. Jadi, aku yakin Om Marvel tidak akan bisa membantumu."kata Ivanders


Pembicaraan mereka berdua terhenti saat pelayan mengantarkan makanan dan minuman yang sudah dipesan Ivanders tadi. Setelah pelayan itu pergi pembicaraan mereka berlanjut


"Aku sudah tahu itu Om. Kalaupun perusahaan Papa Malvin tidak terkena masalah aku juga tidak akan pernah mau meminta bantuannya. Aku sudah diangkat anak dan mendapatkan kasih sayang dari mereka itu saja sudah cukup untukku. Aku tidak membebani mereka dengan masalah pribadiku."kata Zivana


"Lalu siapa kalau bukan Om Malvin?? Jangan bilang kalau itu Zayn!!"kata Ivanders memicingkan matanya


"Om sudah gila ya!! Ngapain juga aku minta bantuan kak Zayn."kata Zivana kesal


"Berani kamu mengatai ku gila!!"kata Ivanders bersiap menyentil dahi Zivana tapi dengan segera dihalau nya dengan memegang tangan Ivanders


"Abisnya Om ngapain mikirnya kejauhan sampai kak Zayn segala. Ketemu aja aku hindari jadi tidak akan mungkin minta bantuan padanya. Om ini ada ada aja ya."kata Zivana


"Lalu siapa lagi yang bisa membantumu selain aku??"tanya Ivanders


"Daddy Oscar."jawab Zivana


"What?? Daddy??"kata Ivanders terkejut membuat Zivana tersenyum


"Kemarin saat di rumah sakit Daddy Oscar menawarkan bantuannya untuk menangani masalah perusahaan Anderson. Tapi aku bilang padanya untuk memikirkannya terlebih dulu. Kalau memang Om tidak mau membantuku tidak masalah aku akan menghubungi Daddy Oscar sekarang. Memang seharusnya aku meminta bantuannya agar aku terbebas dari pernikahan yang tidak aku inginkan."kata Zivana lalu mengambil HP yang ada di tasnya


Saat HP Zivana sudah ada ditangannya tiba tiba Ivanders merebutnya dan menaruhnya disaku bajunya


"Kembalikan HPku Om."kata Zivana mengulurkan tangannya


"Aku akan mengembalikkan nya nanti. Apa kamu tidak memikirkan perasaan Noah jika kamu membatalkan pernikahan ini??"tanya Ivanders

__ADS_1


Zivana hanya diam. Dia juga memikirkan perasaan Noah, tapi dia juga tidak ingin pernikahan ini terjadi


"Baiklah aku janji tidak akan menyentuhmu."kata Ivanders mengalah


"Om janji."kata Zivana


"Hemm. Cepat tanda tangani surat perjanjian itu dan kita makan karena perutku sudah lapar."kata Ivanders


"Sebentar. Apa Om punya bolpoin??"tanya Zivana


"Untuk apa bolpoin??"tanya Ivanders bingung tapi tetap menyerahkan bolpoin yang ada disakunya


"Aku tak bisa percaya dengan janji Om. Bisa saja nanti Om mengingkarinya. Jadi, aku akan menulisnya di surat perjanjian ini agar Om tidak bisa melanggar janji Om."kata Zivana sambil menulis di surat perjanjian itu lalu menyerahkannya pada Ivanders


Ivanders membelalak tak percaya setelah membacanya


"Denda jika aku menyentuhmu sebagian saham perusahaan Dimitri??"tanya Ivanders masih tak percaya dengan apa yang dibacanya


"Yups. Sebenarnya itu masih kurang jika Om berani menyentuhku, tapi jika aku meminta semua saham perusahaan Dimitri nanti Noah tidak akan kebagian. Jadi aku hanya minta sebagian saja. Aku baik kan??"kata Zivana tersenyum lebar


"Baiklah. Lagipula aku juga tidak berselera dengan tubuh kecilmu. Jadi aku tidak akan menyentuhmu."kata Ivanders


"Sudah cepat tanda tangani saja surat perjanjian pra nikah kita ini. Aku sudah sangat lapar dan makanan ini sudah mulai dingin karena kamu bicara terus dari tadi."kata Ivanders kesal melihat Zivana yang terus menirukan gaya model


Zivana mengambil berkas itu lalu menandatangi nya. Lalu gantian Ivanders yang menandatangi nya


"Nanti Rommy akan membuat salinannya dan akan memberikannya padamu."kata Ivanders


"Baiklah. Mari kita makan."kata Zivana memakan spaghetti yang sudah dipesan oleh Ivanders


Zivana makan dengan lahap karena dia juga sangat lapar tadi. Hingga tanpa sadar bibirnya belepotan terkena saus. Ivanders yang melihatnya lalu menghentikan kegiatan makannya lalu mengambil tisu dan mengelap bibir Zivana. Zivana kaget dan merasa gugup saat Ivanders mengelap bibirnya


"Makannya pelan saja Zivana. Tidak akan ada yang mengambilnya. Jika kurang aku bisa memesankan nya lagi untukmu."kata Ivanders


"Tidak perlu Om. Ini sudah cukup untukku. Terimakasih."kata Zivana tersenyum

__ADS_1


"Hemm. Lanjutkan makan mu tapi pelan pelan saja."kata Ivanders dibalas anggukan kepala Zivana


Selesai makan Ivanders mengajak Zivana pergi ke butik langganan Mommy nya karena setelah ini dia akan mengajak Zivana ke mansion nya. Tadi Noah menghubunginya dan memintanya untuk menjemput Zivana karena Noah sangat ingin bertemu dengan Zivana. Didalam butik Zivana memilih dress berwarna pink dengan lever sabrina dengan panjang lengan sampai kesiku dan panjang dress tersebut dibawah lutut. Zivana terlihat sangat cantik dan elegan. Ivanders sampai tak berkedip karena terpesona dengan kecantikan Zivana. Zivana tersenyum melihat Ivanders lalu berjalan mendekatinya


"Aku tahu aku cantik dan Om terpesona melihatku. Tapi jangan lupa berkedip Om."kata Zivana menggoda


"Siapa yang terpesona denganmu??"tanya Ivanders setelah ketahuan menatap Zivana sampai tak berkedip lalu mengalihkan pandangannya pada HPnya


"Ya Om lah siapa lagi. Padahal sudah ketahuan kalau tadi terpesona melihatku masih saja tidak maj mengakuinya."kata Zivana


Ivanders tak menghiraukan ucapan Zivana lalu berjalan menuju kasir untuk membayar gaun yang dipakai Zivana. Tapi saat dia melihat ada gaun yang cantik berwarna peach dia menyuruh pelayan untuk mengambilnya lalu membungkusnya. Setelah membayar Ivanders berjalan mendekati Zivana


"Ayo kita pergi sekarang. Noah sejak tadi menghubungiku terus menanyakan kamu."kata Ivanders menarik tangan Zivana


Setelah sampai di mobil Zivana melihat paper bag yang dibawa oleh Ivanders


"Itu apa Om??"tanya Zivana saat melihat paper bag yang dibawa oleh Ivanders


"Ini untukmu. Pakailah besok malam karena akan ada acara dengan rekan bisnisku dan mengharuskan datang dengan pasangannya. Maka dari itu besok malam aku akan mengajakmu pergi ke acara itu."kata Ivanders menyerahkan paper bag itu pada Zivana


"Tapi masa Om mengajak aku sih?? Aku kurang terlalu suka dengan acara seperti itu."tolak Zivana


"Apa kamu lupa dengan poin pertama surat perjanjian pra nikah yang sudah kamu tanda tangani tadi??"tanya Ivanders


"Bukankah surat perjanjian itu berlaku saat kita sudah menikah nanti??"tanya Zivana


"Tidak. Surat perjanjian tadi berlaku saat kamu sudah menandatangi nya."kata Ivanders menyeringai


"Tapi Om,,,"protes Zivana


"Tidak ada bantahan Ziva dan soal panggilan kamu harus mulai memanggil aku seperti yang tadi kita sepakati."kata Ivanders


"Iya Om."kata Zivana malas lalu mendapat tatapan tajam dari Ivanders


"Iya mas."kata Zivana meralat panggilannya dengan senyum yang dipaksakan

__ADS_1


"Good girl."kata Ivanders tersenyum puas


"Tahu gitu surat perjanjian pranikah nya tadi tidak usah aku tanda tangani dulu."gumam Zivana dalam hati


__ADS_2