Terjerat Cinta Om Duda

Terjerat Cinta Om Duda
Part 38


__ADS_3

Setelah puas berada di pasar malam. Gio mengajak Zivana pulang karena malam semakin larut. Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit mereka sampai dirumah Gio. Mereka disambut Mama Adele dan Papa Malvin yang berada diteras rumah mereka. Zivana tersenyum melihat orang tua angkatnya


"Assalamualaikum."salam Zivana dan Gio bersamaan


"Waalaikumsalam."jawab Adele dan Malvin serempak


Adele merentangkan kedua tangannya dan Zivana langsung menghambur ke pelukannya. Malvin dan Gio merasa terharu melihat keduanya


"Zivana rindu sekali sama Mama."kata Zivana manja


"Mama juga sangat merindukanmu Ziva."kata Adele mengelus lembut punggung Zivana


"Sama Papa gak rindu gitu??"tanya Malvin pura pura ngambek


Zivana tersenyum lalu melepas pelukan Adele lalu beralih memeluk Malvin


"Tentu Ziva juga merindukan Papaku yang ganteng ini."kata Zivana


"Pinter banget kamu mujinya."kata Malvin membalas pelukan Zivana


"Udah kangen kangenan nya dilanjut didalam aja yuk. Dingin diluar!!"kata Gio


Mereka berjalan bersama masuk kedalam rumah dan melanjutkan ngobrol di ruang tamu


"Mama kira kamu sudah melupakan kami karena sudah 3 bulan kamu tidak pernah kemari."kata Adele


"Maaf Ma. Ziva kemarin memang sedang sibuk dan tak ada waktu untuk datang berkunjung kemari."kata Zivana


"Sibuk apa??"tanya Malvin


"Dia sekarang super sibuk Ma Pa. Pulang sekolah kerja di bengkel lalu malam nya di Cafe."kata Gio mengadu


"Lo itu cowok lemes amat bibir lo."kata Zivana mendengus kesal dan Gio hanya tersenyum saja tidak peduli jika Zivana kesal padanya


"Kamu itu masih sekolah Ziva harusnya fokus sama sekolah kamu. Gak usah kerja dulu. Lagian Papa kan udah ngasih kamu Atm, tapi kamu gak pernah kamu pakai."kata Malvin


"Maaf Pa. Aku hanya menyalurkan hobiku di bengkel. Papa tahu kan aku sangat suka dunia otomotif. Sekolahku juga gak ke ganggu kok Pa walaupun aku kerja. Aku hanya ingin mandiri Pa. Aku gak ingin selalu tergantung sama Papa."kata Zivana


Malvin menghela nafas panjang mendengar ucapan Zivana


"Baiklah. Tapi, kamu jangan sampai lelah dan sekolahmu harus jadi prioritas mu."kata Malvin dan dibalas anggukan kepala Zivana sambil tersenyum


"Kerja di Cafe nya mulai sekarang lebih baik kamu berhenti Ziva. Mama tidak ingin kamu jadi kelelahan dan sakit."kata Adele

__ADS_1


"Tadi aja penyakit lambung nya kambuh Ma."kata Gio mengadu lagi


Zivana menatap tajam pada Gio karena selalu saja mengadu pada Adele dan Malvin. Namun Gio cuek tak memperdulikan Zivana yang menatapnya. Dia fokus pada camilan yang ada ditangannya


"Awas lo Gio, gue bakal kasih perhitungan sama lo."gumam Zivana dalam hati


"Benarkah itu Ziva??"tanya Adele


"Iya Ma, tapi udah sembuh kok."kata Zivana


"Benar udah sembuh?? Besok kerumah sakit aja ya takutnya kambuh lagi."kata Adele khawatir


"Bener Ma. Aku tadi udah minum obat kok."kata Zivana


"Yaudah. Tapi nanti kalau sakit lagi kasih tahu mama nanti kita kerumah sakit."kata Adele


"Iya mamaku sayang."kata Zivana tersenyum sambil memeluk Adele dari samping


"Yaudah sudah malam lebih baik kita tidur!!"kata Malvin


"Kamar kamu tadi sudah dibersihkan sama bi Titin."kata Adele sambil memegang tangan Zivana dan dibalas anggukan kepalanya sambil tersenyum


"Aku mau keluar dulu Pa udah ditunggu sama teman teman."izin Gio


"Aduh Gio kamu kapan tobatnya sih!! Gonta ganti pacar terus."kata Adele


"Zivana bohong Ma. Aku mau ke bascamp bareng anak anak. Ini udah ditelepon dari tadi."kata Gio


"Kalau ke bascamp boleh dong gue ikut."kata Zivana sambil menaik turunkan alisnya


"Sudahlah Gio ini sudah larut malam. Lebih baik kamu tidur. Besok kan kamu harus antar mama ke pasar jadi harus bangun lebih pagi."kata Adele


"Tapi, ma.."kata Gio


"Gak ada tapi tapian. Lebih baik kita tidur sekarang karena Papa besok juga ada meeting pagi. Ayo Ma kita ke kamar dulu."kata Malvin menarik lembut tangan Adele dan berjalan menuju kamar


Gio melihat ke arah Zivana yang sedang fokus dengan HP nya segera berjalan mengendap endap menuju kamarnya. Tapi, tanpa dia sadari jika Zivana sudah melihatnya sedang berjalan mengendap endap lalu berdiri dan memegang ujung kaosnya


"Lo mau kabur ya."kata Zivana


"Siapa yang mau kabur? G..ue mau ke.. kamar mandi."kata Gio membuat alasan


"Kalau mau ke kamar mandi kenapa jalannya pakai ngendap endap gitu?? Lo gak usah kebanyakan alasan. Ayo ikut gue lo harus dikasih hukuman karena bibir lo yang lemes itu bikin Papa dan Mama jadi khawatir. Dan hukuman buat lo adalah..."kata Zivana menggantung sambil menyeringai

__ADS_1


Entah mengapa perasaan Gio jadi tidak enak mendengar ucapan Zivana


"Besok lo harus belikan gue bubur ayam ditempat mang Edo dan harus jalan kaki."kata Zivana tersenyum


"Gak. Gue gak mau. Rumah sampai ruko mang Edo itu jauh Ziva. Naik motor aja satu jam baru nyampe. Ini lo nyuruh gue jalan kaki. Yang benar aja dong lo."kata Gio tak terima


"Ya udah kalau lo gak mau. Besok kita adu skill beladiri aja bagaimana??"tanya Zivana


Setelah memikirkan nya akhirnya Gio lebih memilih yang pertama. Daripada dia harus babak belur lebih baik membeli bubur walaupun tempatnya jauh tak apa yang terpenting wajah tampannya aman tak terkena pukulan Zivana


"Gue pilih beli bubur di tempat bang Edo aja deh."kata Gio pasrah


"Good boy."kata Zivana menepuk bahu Gio


"Lo tenang aja gue juga ikut lo beli bubur nya kok ditempat mang Edo sekalian kita lari pagi."lanjut Zivana


"Tapi, besok pagi kan gue mau anterin mama ke pasar."kata Gio


"Ya lusa aja kalau gitu."kata Zivana


"Ya udah ayo kita tidur. Gue capek tadi dari pasar malam."kata Gio


"Katanya mau keluar ditunggu teman teman lo di bascamp??"tanya Zivana


"Kan dilarang sama Mama tadi. Gue kan anak baik jadi nurut sama Mama."kata Gio


"Halah alasan aja lo."kata Zivana sambil menyentil dahi Gio lalu lari


"Awww sakit Ziva."kata Gio mengejar Zivana


Terjadi aksi kejar kejaran antara Gio dan Zivana. Saat sampai kamar Gio dapat menangkap Zivana lalu menggelitikinya


"hahhha ampun Gio udah hahahah."kata Zivana lalu Gio menghentikan nya


Mereka berdua tiduran di sofa kamar dengan nafas yang ngos ngosan


"Thanks Gio."kata Zivana membuat Gio menoleh kearahnya


"Untuk??"tanya Gio


"Bertemu dengan lo merupakan anugerah buat gue karena bisa merasakan kasih sayang disini."jawab Zivana


"Gue juga beruntung bisa bertemu dengan lo Ziva andai saja gue dulu gak ketemu lo mungkin gue udah gak ada."kata Gio

__ADS_1


"Lo gak boleh ngomong kayak gitu."kata Zivana


__ADS_2