Terjerat Cinta Om Duda

Terjerat Cinta Om Duda
Part 60


__ADS_3

Setelah Seryl menjauh Haikal mulai menggoda Gio


"Tadi gue lihat ada seseorang yang berpelukan di kantin. Katanya sih dia bilang gak suka tapi kok berpelukan ya. Benar benar tidak konsisten itu orang."kata Haikal menggoda Gio


Gio yang mendengar ucapan Haikal lalu memukul bahu Haikal


Bugh


"Sakit woy."kata Haikal mengelus bahunya


"Makanya jadi orang jangan suka meledek."kata Gio


"Apa yang membuat lo tadi pelukan sama Seryl??" tanya Haikal serius


"Dia bilang dia tidak akan mengganggu gue lagi dan akan berusaha melupakan perasaanya ke gue dan tadi dia minta pelukan terakhir sebelum perpisahan. Ya udah gue penuhi permintaan nya."kata Gio


"Gue yakin lo bakal menyesal saat Seryl benar benar sudah melupakan perasaannya ke lo. Lo udah menyianyiakan cinta seorang gadis baik seperti Seryl."kata Haikal


"Gak akan."kata Gio


"Gue pegang kata lo. Tapi kalau nanti lo mengingkari ucapan lo sendiri lo harus memberikan motor lo buat gue."kata Haikal menyeringai


"Motor yang mana??"tanya Gio


"Motor yang dimodifikasi Zivana."jawab Haikal


Gio diam beberapa saat untuk memikirkannya dan akhirnya menyetujuinya. Lagipula dia juga akan ke Jerman dan tidak akan bertemu dengan Seryl lagi jadi kemungkinan untuk mencintai gadis itu sangatlah tidak mungkin


"Baiklah gue setuju."kata Gio


"Deal."kata Haikal mengulurkan tangan kanan nya


"Deal."kata Gio menjabat tangan Haikal


"Kalau gue boleh tau waktu lo memeluk Seryl apa yang lo rasakan??"tanya Haikal


"Biasa aja seperti gue meluk mantan cewek gue."jawab Gio berbohong


Haikal tersenyum simpul karena dia tau saat ini Gio sedang berbohong. Dia memiliki insting yang kuat sehingga dia bisa mengetahui mana orang yang berkata jujur dan mana yang berkata bohong


Seryl baru sampai diruang rawat Zivana lalu mengucapkan salam


"Assalamualaikum."sapa Seryl


"Waalaikumsalam."jawab ketiga orang yang ada di ruangan tersebut


Seryl berjalan mendekati ranjang Zivana lalu meletakkan plastik berisi martabak di meja

__ADS_1


"Om Ivan kapan datang??"tanya Seryl


"15 menit yang lalu."jawab Ivanders


"Manja banget sih lo Ziv minta disuapi segala."kata Seryl


"Iri?? Bilang bos. Tuh minta kak Rommy suapin lo."kata Zivana


"Dih ngapain iri sama lo!! Mentang mentang sekarang ada yang perhatian sama lo sombong!!!"kata Seryl


"Ya iyalah. Oh ya Gio mana Ryl??"tanya Zivana sambil mengunyah makanannya


"Dia ada diluar sama kak Haikal."jawab Seryl sambil berjalan kearah sofa sambil menyandarkan kepalanya disofa


"Lo kenapa terlihat lesu gitu setelah pergi sama Gio?? Apa dia berbuat kasar sama lo??"tanya Zivana


"Nggak kok. Gue hanya ngantuk aja."kata Seryl pura pura menguap


"Gue anterin pulang sekarang??"tanya Rommy


"Sebentar kak Rommy gue chat bang Varo dulu. Tadi katanya suruh chat kalau gue udah mau pulang. Gue gak boleh diantarkan kak Rommy sampai rumah takutnya Mama marah kala kalau gue diantar kan pulang sama cowok."kata Seryl sambil fokus ke HPnya


"Memangnya kenapa kalau diantarkan sama cowok??"tanya Rommy


"Dia itu anak perempuan satu satunya di keluarga nya kak. Makanya semua keluarga nya over protektif sama dia. Kalau nanti kak Rommy mengantarkan nya pulang sampai ke rumah kak Rommy bakal di interogasi sama keluarga Seryl."kata Zivana


"Pernah dulu saat pertama kali Pandu mengantarkan Seryl pulang."kata Zivana


"Keesokan harinya di sekolah dia mengadu sama gue katanya di interogasi sama keluarga Seryl sampai dapat bogem mentah dari bang Keenan."lanjut Zivana sambil tersenyum mengingat Pandu yang mengadu perutnya sakit karena kena ditonjok sama abangnya Seryl


"Itu salah Pandu sendiri Ziva. Bang Keen tanya baik baik ada hubungan apa antara gue dan Pandu sehingga dia mengantarkan gue pulang. Eh dia berkata dengan gaya sombong kalau gue pacarnya. Ya bang Keen emosi dong terus nonjok perut Pandu."kata Seryl


"Sampai sekarang aja dia masih trauma mengantarkan lo pulang Ryl sampai ke rumah Ryl."kata Zivana tertawa


"Oh ya bukannya tadi siang lo diantarkan dia pulang??"tanya Zivana


"Iya dia hanya mengantarkan gue sampai di pertigaan gang sebelum rumah gue. Dia takut ketemu sama bang Keenan katanya."kata Seryl


"Gak papa Ryl nanti gue anterin lo sampai rumah. Lo kan perginya sama gue. Jadi gue yang akan anterin lo pulang."kata Rommy


"Emang kak Rommy gak takut diinterogasi sama keluarga Seryl??"tanya Zivana


"Nggak. Gue kan gak melakukan sesuatu sama Seryl buat apa takut."kata Rommy


"Ini kapan habisnya Ziva kalau kamu bicara terus??"tanya Ivanders yang dari tadi diam mulai kesal karena setiap dia ingin menyuapi Ziva selalu bicara hingga sendok yang akan disuapkan hanya menggantung karena orang yang disuapi selalu bicara


Mendengar suara Ivanders sontak ketiga orang yang berbicara tadi langsung diam. Zivana langsung membuka mulutnya saat Ivanders sudah mulai menyuapi nya lagi

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian Gio masuk kedalam ruang rawat Zivana langsung duduk disofa. Ivanders baru saja selesai menyuapi Zivana berdiri dari duduknya lalu menuju ke kamar mandi


Melihat Gio yang duduk disampingnya membuat jantung Seryl berdebar sangat kencang. Dia memutuskan untuk mengajak Rommy untuk pulang


"Kita pulang yuk kak."ajak Seryl


"Sebentar kita tunggu Tuan Ivanders dulu. Tadi katanya mau pulang bersama kita."kata Rommy


"Emangnya Om Ivan gak bawa mobil kak??"tanya Seryl


"Dia tadi kesini tidak membawa mobil tapi naik taksi."jawab Rommy


"Emang kemana mobil Om Ivan kak??"tanya Zivana


"Mobil Tuan Ivanders mogok tadi pas mau kesini."jawab Rommy


Ivanders baru keluar dari kamar mandi lalu dudui di samping Zivana


"Apa benar Om Ivan mobilnya mogok??"tanya Zivana


"Iya tadi mogok pas mau kesini, tapi aku sudah menyuruh orang bengkel untuk membawa mobilku."jawab Ivanders


"Besok sepertinya aku tidak akan kesini Ziva karena ada meeting penting."kata Ivanders


"Gak papa Om. Kalau Om gak ada waktu kesini jangan dipaksa untuk kesini. Keadaanku juga lebih baik."kata Zivana


"Baiklah kalau gitu aku pulang dulu ya. Kamu istirahat supaya cepat sembuh."kata Ivanders berdiri dan mengelus rambut Zivana dengan lembut


"I..iya Om."kata Zivana gugup karena jantungnya berdegup kencang berada didekat Ivanders


"Kalau ada apa apa jangan lupa untuk segera menghubungi ku ya??"kata Ivanders dan dibalas anggukan kepala Zivana


"Kak, kita keluar dulu yuk tunggu Om Ivan diparkiran aja."bisik Seryl


"Kenapa tunggu diparkiran?? Tunggu sebentar lagi biar Tuan Ivanders puas bermesraan dengan Zivana."kata Rommy


"Kak Rommy kan tahu gue jomblo. Kalau melihat mereka bermesraan gitu bisa pengen gue kak. Terus kalau gue pengen sama siapa kak?? Oh ayolah kita keluar dulu kak."kata Seryl membuat alasan agar segera keluar dari ruangan tersebut karena ingin menghindari Gio


Rommy menghela nafas panjang melihat Seryl yang merengek ingin segera keluar dari ruangan itu. Akhirnya dia mengiyakan permintaan Seryl untuk keluar terlebih dulu. Namun sebelum itu dia mengatakan pada Ivanders bahwa dia akan menunggu diparkiran. Ivanders mengiyakan karena dia belum puas berbicara dengan Zivana. Walaupun tadi dia pamit ingin pulang, tapi entah mengapa dia enggan meninggalkan gadis itu. Dia terus mengajak Zivana berbicara


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Hai readers


Maaf Mommy baru bisa update karena kesibukan di dunia nyata


Mommy juga mau mengucapkan

__ADS_1


Minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin


__ADS_2