
Jika hanya berdua dengan Gio, Seryl merasa sangat canggung dan juga jantung nya berdegup sangat kencang. Kata kata yang sudah dia siapkan untuk di ucapkan pada Gio seakan tertahan di tenggorokan nya
Ada hal penting apa yang ingin lo bicarakan sama gue??"tanya Gio
"Gue mau minta maaf kak."kata Seryl menundukkan wajah nya. Dia tak sanggup melihat wajah Gio. Dia takut akan goyah dengan keputusan nya
"Untuk??"tanya Gio mengernyitkan dahinya
"Gue minta maaf jika selama ini kak Gio selalu terganggu dengan sikap gue selama ini yang terkesan memaksa perasaan gue ke kak Gio. Jujur gue memang mencintai kak Gio, tapi gue juga sadar jika cinta memang tak bisa dipaksakan. Dan mulai saat ini gue akan berusaha melupakan perasaan gue buat kak Gio dan gue janji gak akan ganggu kak Gio lagi."kata Seryl berusaha tenang walaupun saat mengatakannya hatinya merasa sakit. Sakit memang saat cinta kita tak terbalaskan
Dalam sudut hati Gio yang terdalam ada rasa tak rela saat Seryl mengatakan akan melupakan perasaan cinta padanya. Tapi Gio berusaha mengabaikannya
"Gue juga minta maaf karena tak bisa membalas perasaan cinta lo. Selama ini gue cuek dan gak pernah balas chat dari lo karena gue gak mau memberi harapan palsu terhadap lo. Lo gadis yang baik gue yakin lo pasti bisa mendapatkan cowok yang baik juga."kata Gio
"Tapi kita bisa menjadi teman jika lo mau."lanjut Gio
"Mungkin nanti kita bisa berteman kak, tapi tidak untuk sekarang. Gue takut jika masih berhubungan dengan kak Gio akan sulit untuk gue melupakan perasaan ini."kata Seryl
"Ya udah terserah lo aja."kata Gio
Pembicaraan mereka terhenti saat minuman mereka diantarkan oleh pegawai kantin
"Gue boleh minta tolong??"tanya Gio
"Minta tolong apa kak??"tanya Seryl sedikit mengangkat wajah nya
"Gue akan pergi ke Jerman. Karena hanya lo sahabat dekat Zivana gue ingin lo memberi kabar ke gue kalau seandainya Zivana dalam masalah."kata Gio
"Iya kak tapi gue gak janji. Soalnya tidak semua masalah Zivana diceritakan ke gue. Dia terkadang dipendam sendiri seperti hari ini dia sakit. Pasti sekarang dia sedang ada masalah."kata Seryl sambil meminum minumannya
"Memang dia sakit karena terlalu memikirkan perusahaan milik Daddy nya yang hampir bangkrut. Tapi, dia bilang pengacara nya sudah mengatasi segalanya."kata Gio
"Pasti Om Ivanders yang membantu Zivana."gumam Seryl pelan tapi Gio masih bisa mendengarnya
"Apa mereka berdua ada hubungan spesial??"tanya Gio
"Maksud kak Gio siapa??"tanya Seryl yang belum tahu jika Gio mendengar gumaman nya tadi
"Zivana dan Ivanders."jawab Gio
__ADS_1
"Gue gak tau kak. Tapi Zivana sangat dekat dengan Noah dan juga orang tuanya Om Ivanders."kata Seryl dan Gio hanya menganggukkan kepala nya
"Kak, mungkin setelah ini kita tidak akan bertemu lama. Gue harap kak Gio bisa belajar bisnis dengan baik di Jerman. Dan setelah kembali kak Gio bisa sukses."kata Seryl
Sebelum meneruskan perkataan nya Seryl menghela nafas panjang. Sebenarnya dia malu untuk mengatakannya namun dia memberanikan dirinya sebagai tanda perpisahan
"Bolehkah gue memeluk kak Gio sebagai tanda perpisahan??"tanya Seryl
Gio tak menjawab namun langsung berdiri dan menarik tangan Seryl lalu memeluknya. Seryl membalas pelukan itu. Setidaknya dia merasa bahagia bisa merasakan pelukan dari orang dia cintai sebelum dia melupakannya
Setelah cukup lama mereka berpelukan Gio melepaskan pelukannya
"Ya udah ayo kita kembali. Sepertinya kita sudah lama berada di kantin."ajak Gio menarik tangan Seryl
Entah apa yang dirasakan Gio tadi saat memeluk Seryl. Dia merasa begitu nyaman saat berpelukan dengan Seryl tadi. Tapi Gio berusaha mengabaikannya
Diruang rawat Zivana dan Rommy berbincang bincang
"Kenapa kayaknya lo pengen banget mendekatkan Gio dan Seryl??"tanya Rommy
"Entahlah kak gue suka aja melihat mereka bersama. Dan gue merasa mereka cocok jadi pasangan."kata Zivana
"Gio memang mengatakan tidak menyukai Seryl kak. Tapi, gue tau jika sebenarnya dia itu tertarik dengan Seryl."kata Zivana
"Udah percayakan sama takdir. Jika mereka jodoh pasti mereka bersama namun jika mereka tidak berjodoh sekalipun lo dekatkan mereka tak mungkin bersama."kata Rommy
"Apa Tuan Ivanders tadi siang??"tanya Rommy mengalihkan pembicaraan
"Iya kak."jawab Zivana
"Apa lo tahu saat Tuan Ivanders tahu lo ada di rumah sakit dia di perusahaan selalu gelisah bahkan meeting dengan client pun dia tidak begitu fokus. Dan setelah meeting dia langsung pergi ke rumah sakit untuk menjenguk lo."kata Rommy
"Benarkah??"tanya Zivana tak percaya
"Benar Zivana ngapain juga gue bohong. Sepertinya Tuan Ivanders sudah mulai ada rasa sama lo."kata Rommy
"Siapa yang lo bilang mulai ada rasa dengan Zivana??"tanya seseorang yang ada didepan pintu ruangan
Rommy dan Zivana langsung menoleh ke arah suara yang terasa tak asing bagi mereka. Alangkah kagetnya Rommy setelah melihat siapa yang datang. Rommy menelan ludah kasar dan keringat dingin tiba tiba membanjiri tubuhnya
__ADS_1
"Berani kamu ya membicarakan bos kamu sendiri.!! Aku potong gajimu 50%!!"kata Ivanders berjalan mendekati Rommy dan Zivana
"Ampun Tuan!! Jangan potong gaji saya."kata Rommy mengatupkan kedua tangannya
Zivana tersenyum melihat Rommy yang ketakutan
"Tolong gue dong Ziva."bisik Rommy
Ivanders menatap tajam kearah Rommy lalu Zivana berusaha mengalihkan amarah Ivanders
"Om kok kesini lagi?? Terus itu bawa apa??"tanya Zivana
"Kan aku sudah bilang kalau malam akan datang lagi. Ini Mama buatkan sup ayam buat kamu. Katanya biar tubuhmu agar lebih cepat pulih."kata Ivanders
"Suapi dong Om."kata Zivana dengan tersenyum imut
Ivanders tak kuasa menolak melihat senyum Zivana yang menurutnya sangat menggemaskan. Lalu dia menyuapi Zivana dengan telaten. Rommy yang melihatnya tersenyum
Di lift Seryl dan Gio hanya diam dan larut pada pemikiran masing masing. Namun yang tak disadari oleh Gio adalah tangannya masih menggenggam erat tangan Seryl
Ting
Pintu lift terbuka terlihat seseorang yang dari tadi tersenyum melihat Gio dan Seryl. Gio yang melihat orang itu mengernyitkan dahinya karena tersenyum sendiri
"Lo udah gila ya??"tanya Gio
"Enak aja lo bilang gue gila."jawab Haikal tak terima
"Abisnya lo senyum sendiri. Minggir lah gue mau lewat."kata Gio
"Ini bukan mau nyebrang kok gandengan terus ya."ledek Haikal
Gio yang tersadar lalu melepas genggaman tangannya pada Seryl
"Lo masuk ruangan Zivana dulu Ryl. Dan ini berikan padanya. Gue mau bicara dulu sama cecunguk satu ini."kata Gio menyerahkan plastik berisi martabak
"Baiklah kak. Aku permisi dulu kak Haikal."kata Seryl sopan
Haikal hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya
__ADS_1