Terjerat Cinta Om Duda

Terjerat Cinta Om Duda
Part 28


__ADS_3

Kembali ke Cafe RedStar


"Apa maksudnya cewek tadi Bervan dengan mengatakan jika kamu mau membatalkan perjodohan ini??"tanya Merry


"Aku memang ingin membatalkan perjodohan ini karena aku tidak tertarik denganmu dan aku mencintai orang lain."jawab Bervan


"Mencintai orang lain yang kamu maksud adalah cewek tadi yang katanya adik tirimu?? Apa tadi kamu gak mendengar dia sama sekali tidak mencintaimu??"tanya Merry


"Itu bukan urusanmu. Jadi lebih baik kamu bicara pada orang tuamu untuk membatalkan perjodohan ini."kata Bervan


"Kenapa harus aku yang membatalkannya dan bukan kamu??"tanya Merry


"Aku tidak akan mungkin membatalkannya karena aku tidak mau membuat mamaku kecewa. Jadi kamu saja yang membatalkan perjodohan ini."kata Bervan


"Aku tidak akan pernah membatalkan perjodohan kita."kata Merry


"Kenapa kamu tidak ingin membatalkannya??"tanya Bervan


"Karena yang tidak menginginkan perjodohan ini kamu sedangkan aku menginginkannya, jadi aku tidak akan pernah membatalkannya."kata Merry


"Kamu akan menyesal karena tidak mau membatalkan perjodohan ini."kata Bervan berjalan meninggalkan Cafe


"Kita pergi dari sini Van."kata Merry menarik tangan Vanya


Ditaman Ivanders yang mendengar cerita dari Zivana jadi marah dan juga sedih


"Sungguh keterlaluan mama tiri lo itu. Udah gak usah diingat kalau membuat lo sakit hati. Sorry jika pertanyaan gue tadi mengingatkan lo tentang hal itu."kata Ivanders tak enak hati


"Tidak apa apa Om gue udah melupakannya kok. Jadi santai aja tidak usah merasa tidak enak."kata Zivana tersenyum


"Tapi apa tadi gue gak salah dengar ya seorang Ivanders Smith Dimitri bisa meminta maaf itu merupakan hal yang bersejarah buat gue."lanjut Zivana tertawa


"Berhenti tertawa. Itu sama sekali tidak lucu."kata Ivanders ketus


"Om, apa tidak ada cita cita ingin membelikan gue es krim atau coklat gitu untuk menghibur hatiku yang sedih ini."kata Zivana dengan wajah dibuat melas


"Emangnya lo gak kerja??"tanya Ivanders dengan menunjuk baju karyawan Cafe


"Oh My God gue lupa Om."kata Zivana menepuk jidatnya


"Gue harus kesana semua pasti nyariin gue Om."lanjutnya

__ADS_1


"Yaudah gue juga mau balik kerumah sakit. Rommy sudah pulang dan Mommy kurang sehat, jadi gue harus segera kesana."kata Ivanders


"Katanya Om mau makan malam dulu. Ayo makan dulu Om gue gak mau Om ikutan sakit. Kalau Om sakit siapa yang akan menjaga Noah??"tanya Zivana sambil menarik tangan Ivanders


"Ya baiklah. Tapi, traktir ya karena gue sudah menghiburmu saat lo sedih."kata Ivanders membuat Zivana berhenti


"Om, gue lagi gak punya uang. Nanti kalau gue menang balapan pasti gue traktir deh Om."kata Zivana


"Lo mau balapan??"tanya Ivanders mengenyritkan dahinya


"Iya Om. Lusa gue mau balapan. Kalau ada waktu nonton ya Om."kata Zivana


Ivanders menyentil dahi Zivana


"Aww sakit Om."kata Zivana mengelus dahinya


"Lo itu anak cewek gak seharusnya balapan kayak anak cowok."kata Ivanders


"Eh jangan salah Om. Banyak Om sekarang cewek balapan. Ini itu jaman emansipasi Om, cewek juga bisa melakukan apa yang dilakukan oleh cowok Om termasuk balapan."kata Zivana tersenyum


"Yayaya terserah lo. Tapi, gue gak yakin lo bisa menang balapan."kata Ivanders meremehkan


"Om nonton nanti pas gue balapan agar Om tahu seberapa hebat skill gue dalam balapan."kata Zivana sombong


"OK, deal."kata Zivana mengulurkan tangannya


"Deal."kata Ivanders menjabat tangan Zivana


"Yaudah ayo kita ke Cafe Om. Nanti gue rekomendasi kan makanan yang enak di Cafe."kata Zivana memeluk lengan Ivanders dan menariknya


Setelah beberapa saat Zivana dan Ivanders sudah sampai di Cafe. Semua orang melihatnya dan saat akan menghampirinya mereka mengurungkan niatnya karena Zivana datang bersama dengan Ivanders dan memeluknya dengan mesra karena ternyata tanpa sadar Ivanders memeluk pinggang Zivana. Zivana mengarahkannya ke meja yang kosong


"Om, disini steak nya enak banget. Apa Om mau coba??"tanya Zivana saat mereka sudah sampai disalah satu meja dan mereka masih dengan posisi yang sama hingga manager Cafe datang dan berdehem membuat mereka berdua refleks melepas pelukannya


"Selamat malam Tuan Ivanders suatu kehormatan Anda datang ke Cafe kami. Saya manager Cafe disini akan melayani Anda. Anda ingin memesan apa Tuan??"tanya Alex


"Aku ingin memesan steak 2 dan minuman orange jus 2."jawab Ivanders


"Boleh aku minta Zivana untuk menemaniku makan disini??"tanya Ivanders


"Tentu boleh Tuan. Saya permisi Tuan. Pesanan Anda akan segera kami antarkan."kata Alex menundukkan kepalanya lalu berjalan kearah dapur

__ADS_1


"Om,, gue kan harus kerja kok malah minta gue buat nemenin makan sih Om."kata Zivana mengerucutkan bibirnya


"Kan tadi gue udah menemani lo saat lo sedih sekarang gantian lo menemani gue makan."kata Ivanders santai


"Tapi pesanan Om banyak sekali. Apa Om akan menghabiskannya??"tanya Zivana


"Kita makannya berdua. Mana mungkin gue bisa menghabiskannya semua itu sendiri??"kata Ivanders


"Jadi, gue harus ikut makan gitu Om?? Om aja deh yang makan. Apa Om gak lihat karyawan lain pada ngeliatin gue Om?? Gak enak lah Om karyawan yang lain pada kerja eh gue malah enak enakan makan."kata Zivana


"Kan tadi gue udah minta izin sama manager lo dan dia mengizinkan lo menemani gue makan. Udah gak ada penolakan Ziva!!"kata Ivanders


"Om,,,."kata Zivana


"Apa??"tanya Ivanders


"Barusan Om manggil nama gue?? Wah malam ini benar benar spesial tadi Om minta maaf sekarang manggil nama gue. Wah harus diingat nih hari bersejarah."kata Zivana


"Apa ada yang salah jika gue manggil nama lo??"tanya Ivanders


"Ya gak salah sih Om. Kan Om biasanya manggil gue gadis bar bar."jawab Zivana


Pembicaraan mereka terhenti saat Alex mengantarkan makanan dan minuman untuk mereka


"Silahkan dinikmati Tuan."kata Alex


"Dan kamu Zivana temani Tuan Ivanders sampai dia selesai makan. Jika sudah selesai nanti temui saya diruanganku."kata Alex


"Baik Tuan."kata Zivana menundukkan kepalanya


Alex berjalan meninggalkan mereka dan menuju ruangannya


"Huuft alamat dapat SP lagi ini atau lebih parahnya dipecat."gumam Zivana lesu


"Emang lo pernah dapat SP sebelumnya??"tanya Ivanders


"Pernah Om mungkin dua bulan yang lalu. Gue gak sengaja menabrak pelanggan hingga dress nya kotor dan dia marah banget hingga membuat keributan di Cafe ini."jawab Zivana


"Makanya jadi orang jangan ceroboh."kata Ivanders


"Gue itu gak sengaja Om bukannya ceroboh."kata Zivana tak terima

__ADS_1


"Yaudah cepetan makan. Gue juga harus balik ke rumah sakit."kata Ivanders


Zivana akhirnya makan namun tak berselera karena memikirkan apa yang terjadi nanti di ruangan manager. Apakah dia akan dipecat ataukah hanya dapat SP??


__ADS_2