
Pagi ini Ivanders dan Rommy sang asisten beserta Nathan dan Hans berada di perusahaan Dimitri. Mereka membahas tentang berita pagi ini yang cukup menggemparkan di dunia bisnis tentang skandal antara CEO Megatech Fathir Hans Wiliam dan mantan model Hana Anggalista yang tertangkap melakukan mesum di hotel. Dan itu membuat harga saham perusahaan Megatech anjlok. Hingga bisa dipastikan jika perusahaan itu akan tinggal nama
"Aku sudah memperingatkannya kemarin tapi dia tidak peduli bahkan terkesan menantang. Kita lihat apa dia masih dengan wajah sombongnya setelah ini."kata Ivanders tersenyum sinis
Dia mengingat kemarin dia meminta bantuan Hans untuk mempertemukan Fathir dengannya lalu memperingatkannya agar tidak mengganggunya lagi karena dia tak punya masalah apapun dengannya. Namun sayangnya Fathir tak mengindahkan peringatan darinya. Dan dengan sombongnya dia mengatakan akan menghancurkan Ivanders dengan mudah
"Dia memang orang yang sombong. Aku sebenarnya malas bekerja sama dengan perusahaannya. Jika bukan Papa yang memintanya karena Fathir anak dari sahabatnya aku tak akan sudi memiliki rekan bisnis sepertinya."kata Nathan
"Bukannya kamu memiliki saham 30% di perusahaan Megatech Nathan??"tanya Ivanders
"Iya. Aku berencana akan membeli saham milik Fathir nanti agar perusahaan itu menjadi milikku."kata Nathan
"Bagaimana jika dia menolak??"tanya Ivanders
"Aku punya cara sendiri agar dia mau menjual saham miliknya kepadaku."kata Nathan dengan senyum menyeringai
"Lalu apa yang akan kamu lakukan pada Hana Ivan??"tanya Hans
"Aku akan membuangnya jauh ke daerah terpencil agar tidak menggangguku lagi."kata Ivanders
"Aku rasa lebih baik kamu lakukan dalam waktu dekat. Dia adalah wanita yang sangat licik. Aku yakin sekarang dia pasti merencanakan sesuatu yang buruk."kata Hans
"Kamu tidak perlu khawatir Hans. Aku sudah menyuruh anak buahku untuk memata-matai gerak geriknya."kata Ivanders
"Iya tapi kamu juga harus lebih waspada dan juga beri penjagaan untuk Noah."kata Hans
"Apa kamu berpikir dia akan melakukan sesuatu pada Noah??"tanya Ivanders
"Itu bisa saja kan dia lakukan. Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi nanti. Lebih baik kita mengantisipasinya dengan melakukan penjagaan pada Noah."kata Hans
"Baiklah aku akan melakukan seperti saran mu."kata Ivanders lalu menyuruh Rommy menyiapkan bodyguard untuk menjaga Noah
Disisi lain seorang wanita menghancurkan barang yang ada dikamar nya. Dia sangat marah karena rencana untuk menghancurkan Ivanders gagal. Dia mengambil botol berisi minuman keras di laci meja yang ada di kamarnya lalu duduk di ranjang dan meminum minuman keras itu
"Aku harus menyusun rencana lagi untuk menghancurkan Ivanders."kata Hana
"Jika perusahaan gagal aku hancurkan aku akan menghancurkan lewat keluarganya. Tunggu kehancuran mu Ivan."lanjut Hana dengan penuh dendam
__ADS_1
Hana kembali minum dan mengingat kembali saat karier modelnya hancur karena ulah Ivanders lalu sang adik yang merupakan keluarga satu-satunya yang dia miliki kecelakaan dan harus dioperasi. Tapi dia tidak punya uang karena tak memiliki pekerjaan setelah karier model yang dihancurkan Ivanders. Sehingga dia harus mencari pinjaman kesana kemari namun tak juga mendapatkan pinjaman. Dia yang putus asa kembali ke rumah sakit untuk menemui dokter dan meminta keringanan. Namun saat dia akan menemui dokter dia tak sengaja mendengar perawat mengatakan ada pasien yang meninggal karena kecelakaan. Setelah mendengar itu hatinya merasa tidak tenang lalu dia berjalan cepat menuju ruangan adiknya. Betapa terkejutnya dia saat dokter mengatakan jika adiknya sudah meninggal. Hana menangis tersedu-sedu dengan memeluk sang adik. Dihari itu juga adiknya dimakamkan. Hana memeluk nisan adiknya dan berjanji akan membalas dendam pada Ivanders yang telah menghancurkan karier modelnya sehingga dia tak memiliki uang untuk operasi adiknya
Lamunan Hana buyar saat HPnya bergetar. Dia melihat siapa yang menghubunginya. Setelah melihat siapa yang menghubunginya dia tidak mengangkat telepon tersebut
"Mau apa Fathir menghubungiku?? Dia sudah gagal membuat Perusahaan Ivanders hancur malah Perusahaannya sendiri yang hancur. Dia sudah tidak berguna lagi untukku."kata Hana mengabaikan teleponnya yang terus berdering
Tapi tiba-tiba Hana memikirkannya kembali
"Dia masih bisa ku manfaatkan untuk rencanaku selanjutnya."kata Hana dengan senyum menyeringai lalu mengangkat telepon tersebut
"Hallo."kata Hana
"Hallo honey. Kamu dimana saja?? Kenapa baru mengangkat teleponku??"tanya Fathir
"Aku tadi di kamar mandi jadi tidak tahu kamu menghubungiku."kata Hana
"Aku merindukanmu honey tapi aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku. Perusahaan ku sedang dalam masalah karena berita itu. Bisakah kamu datang kesini??"tanya Fathir
"Aku tidak bisa. Aku malu untuk keluar. Semua orang pasti mencibirku. Fathir,,aku tahu siapa yang menyebar berita itu."kata Hana
"Ivanders. Dia yang menyebarkan berita itu. Kita harus membalasnya sayang."kata Hana
"Pasti. Aku akan membalasnya honey."kata Fathir
"Aku punya rencana untuk membalasnya sayang. Datanglah ke apartemen ku nanti malam."kata Hana
"Baiklah. Tunggu aku honey. I Love You."kata Fathir
"Me too."kata Hana
Tut tut tut
"Rencana ku kali ini tidak boleh gagal lagi. Aku harus merencanakan semuanya dengan matang."kata Hana beranjak dari duduknya dan berjalan dengan sempoyongan keluar dari kamarnya menuju ruang tamu
Di kampus Zivana dan Seryl baru keluar dari kelasnya dan sekarang mereka berjalan menuju kantin
"Gimana hubungan lo sama kak Ivan??"tanya Seryl
__ADS_1
Zivana menoleh kearah Seryl sambil mengendikkan bahunya
"Masih sama tidak ada perubahan sama sekali."kata Zivana
"Pernikahan lo tinggal 5 bulan lagi kan?? Ya ampun bestie gue akan jadi janda sebentar lagi dong."kata Seryl
"Ya aku harus mempersiapkan diri jadi janda mulai sekarang Ryl."kata Zivana sendu
"Apa kamu tidak ingin memberitahu kak Ivan jika kamu mencintainya?? Siapa tahu dengan kamu memberitahunya dia akan merubah isi kontrak itu."kata Seryl
"Aku tidak akan memberitahunya Ryl. Aku tidak mau memaksakan perasaanku padanya Ryl. Sesuatu yang dipaksakan tidak akan berakhir baik. Aku sekarang hanya menjalani peranku menjadi istri dan ibu yang baik. Aku memasrahkan takdir pernikahanku pada Tuhan. Akan jadi seperti apa nanti entah setelah satu tahun kami akan bersama ataukah berpisah."kata Zivana menghela nafas panjang
"Baiklah jika itu sudah menjadi keputusanmu. Aku akan selalu mendukungmu Ziva."kata Seryl merangkul bahu Zivana
"Terimakasih bestie."kata Zivana tersenyum
"Ini kenapa pada sedih 2 bestie gue??"tanya Pandu yang baru saja datang lalu duduk di samping Seryl dan merangkulnya dari samping
"Kemana aja lo beberapa hari ini baru kelihatan??"tanya Seryl sambil melepas rangkulan Pandu
"Biasa jalan bareng pacar."kata Pandu
"Pacar yang mana nih?? Sella??"tanya Zivana
"Sama Sella udah putus Ziv. Sekarang dia pacaran sama Yolanda."kata Seryl
"Aje gile lo Ndu. Perasaan baru seminggu lo pacaran sama si Sella udah ganti aja."kata Zivana menggelengkan kepalanya
"Gue gak cocok sama Sella anaknya cemburuan."kata Pandu
"Ada aja lo alasan buat putus. Ndu, jangan karena Nana dulu mempermainkan perasaan lo jadi merubah lo sekarang jadi playboy."kata Zivana
"Benar kata Ziva Ndu. Gue tahu lo sakit hati karena Nana tapi dengan lo mempermainkan hati cewek apa bedanya lo sama Nana?? Gue mohon Ndu jangan jadi playboy lagi jadilah Pandu yang dulu sahabat baik kita."kata Seryl sambil memegang tangan Pandu
Pandu melihat kedua sahabatnya bergantian dan kemudian tersenyum
"Baiklah gue akan kembali menjadi Pandu yang dulu sesuai permintaan dua bestie gue ini."kata Pandu
__ADS_1