Terjerat Cinta Om Duda

Terjerat Cinta Om Duda
Part 48


__ADS_3

"Kenapa kalian bicaranya bisik bisik?? Apa kalian sedang membicarakan Mama??"tanya Adele sambil menatap curiga pada keduanya


"Ehm nggak kok Ma. Aku hanya menyuruh Gio membeli bubur ayam. Ya kan Gio!!"kata Zivana dengan tersenyum terpaksa sambil menatap tajam kearah Gio


"I,,iya Ma. Ini mau Gio belikan bubur ayam nya."kata Gio tapi masih duduk disamping Zivana


"Ya udah belikan sana. Kenapa masih duduk aja??"tanya Adele


"Iya ya Ma ini juga udah mau berdiri kok. Mama belikan sekalian gak??"tanya Gio sedikit kesal


"Iya belikan 3 sekalian sama Tante Kinara."jawab Adele


Saat Gio akan berjalan keluar Zivana menghentikan nya


"Eh Gio anterin Seryl pulang sekalian."kata Zivana


"Seryl pulang nya biar nanti bareng sama Pandu aja. Kan nanti Pandu kesini ambil mobilnya."kata Gio


"Gue pulangnya bareng Pandu aja Ziva. Nanti sekalian mau beli buku sama Pandu. Soalnya gue udah janjian kemarin."kata Seryl


"Ya udah terserah lo aja. Tapi, beli bubur ayam nya lo harus ikut sama Gio. Kan Gio gak tau tempat bang Jono tukang bubur langganan kita."kata Zivana


"Lo kasih tau gue dimana tempat jualannya. Gue pasti tau dimana tempat langganan lo itu."kata Gio


"Tempatnya itu di gang kecil Gio. Lo pasti gak tau. Udah deh cepetan beliin gue bubur ayam nya. Gue udah laper banget nih."kata Zivana sambil memegang perutnya


"Udah Gio cepet beli sekarang!! Kasihan anak cantik Mama kelaparan."perintah Adele


"Ini juga mau beli Ma. Tapi kan aku gak tau tempat langganan Ziva dimana."kata Gio kesal


"Ya udah beli sana sama Seryl. Kan Seryl juga tahu dimana tempatnya. Kamu kenapa sih kayaknya gak mau beli buburnya sama Seryl??"tanya Adele dengan tatapan menyelidik


Gio langsung pergi dan menarik tangan Seryl. Dia enggan menjawab pertanyaan Mama Adele


"Kamu kayaknya pengen banget Gio dan Seryl dekat."kata Adele


"Ya siapa tahu mereka cocok Ma. Dan bisa membuat Gio berhenti jadi palyboy."kata Zivana


"Tapi, Mama takut nanti teman kamu jadi suka beneran lagi sama Gio. Dan kamu tahu sendiri sifat Gio seperti apa. Mama takut Gio akan membuat sahabat kamu sakit hati nanti Ziva."kata Adele


"Tapi, Seryl memang menyukai Gio Ma. Aku hanya ingin mereka dekat. Dan aku berharap dengan mereka dekat Gio bisa berubah Ma."kata Zivana


"Tapi sepertinya Gio tidak menyukai Seryl Ziva."kata Kinara


"Zivana sayang Mama tahu kamu ingin yang terbaik untuk Gio. Mama juga ingin begitu, tapi biarkan dia menentukan jodohnya sendiri. Kita sebagai orang terdekatnya hanya bisa menasehati nya jika dia salah jalan."nasehat Adele

__ADS_1


"Ya Ma. Maaf jika aku tadi terkesan memaksa Gio untuk dekat dengan Seryl."kata Zivana menyesal


"Tidak apa sayang. Kita berdoa saja semoga Gio segera mendapatkan pasangan yang terbaik agar jiwa playboy nya bisa sembuh. Entah turunan siapa Gio itu kenapa bisa jadi playboy."kata Adele menggelengkan kepalanya membuat Zivana dam Kinara tersenyum


Disisi lain Gio dan Seryl sama sama diam didalam mobil. Gio hanya sesekali bicara menanyakan arah pada Seryl. Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam mereka sampai di tempat bang Jono langganan Zivana


"Biar gue aja yang pesan kak. Mau pesan berapa kak??"tanya Seryl


"Enam."jawab Gio singkat sambil menyerahkan uang pada Seryl


"Gue tunggu disini."lanjut Gio dan dibalas anggukan kepala Seryl


Seryl pergi memesan bubur ayam sedangkan Gio menunggu disamping mobil sambil menyandarkan tubuhnya di mobil sambil memegang HP nya hingga dia dikagetkan dengan seorang gadis yang memanggil nya. Gio langsung mendongakkan kepalanya


"Kak Gio."panggil gadis itu


"Siapa ya??"tanya Gio


"Aku Belvana kak adiknya kak Zizi."jawab Belvana


"Zizi??"tanya Gio bingung


"Ehm maksudku kak Zivana."kata Belvana


Gio diam sambil terus menatap wajah Belvana dengan intens. Belvana yang ditatap terus jadi salah tingkah


"Aku sedang membeli bubur ayam. Oh ya Zivana sedang sakit."kata Gio


"Kak Zizi sakit apa kak??"tanya Belvana khawatir


"Dia hanya kelelahan. Dia dirawat di rumah sakit Kasih Ibu barang kali kamu mau menjenguk nya. Tapi, jangan kasih tau Bervan karena aku yakin Ziva tidak akan suka."kata Gio


"Ya kak. Aku gak akan bilang sama kak Bervan. Lagian kak Bervan ada di luar kota bersama calon istrinya kok, jadi dia tidak akan tahu. Apa aku boleh ikut kak Gio menjenguk kak Zizi??"tanya Belvana


"Boleh. Emang kamu ngapain ada disini??"tanya Gio


"Aku tadi pergi sama temanku kak, eh malah ditinggal pulang. Aku mau pesan taksi online tapi gak sengaja lihat kak Gio disini."kata Belvana tersenyum manis


Melihat senyum Belvana mengingatkan nya dengan Zivana dan dia tanpa sadar ikut tersenyum


Seryl yang sudah membeli bubur ayam segera berjalan kearah Gio. Seryl terlihat kecewa melihat Gio sedang berbicara dengan gadis lain, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa apa karena dia juga tidak punya hubungan apa apa dengan Gio. Setelah berada didekat Gio, Seryl berdehem


Ehm


Gio dan Belvana pun menoleh kearah asal suara

__ADS_1


"Udah bubur ayam nya??"tanya Gio


"Udah."jawab Seryl


"Siapa kak?? Pacarnya ya??"tanya Belvana


"Bukan. Dia teman Zivana."jawab Gio


"Ooh. Hai kak namaku Belvana adiknya kak Zivana."kata Belvana dengan menyodorkan tangan nya


"Hai juga. Namaku Seryl."menjabat tangan Belvana


"Ya udah ayo kita balik ke rumah sakit. Kasihan Zivana menunggu lama."kata Gio membuka pintu mobil diikuti Seryl dan juga Belvana


"Kak, nanti berhenti di toko buah ya. Aku mau membeli buah untuk kak Zizi."pinta Belvana


"Hemm."jawab Gio singkat


Di perusahaan Dimitri saat ini Ivanders sangat senang karena memenangkan tender besar


"Aku senang sekali Rommy akhirnya kerja keras kita membuahkan hasil. Tender besar itu bisa kita menangkan."kata Ivanders tersenyum puas


"Anda pantas memenangkan nya Tuan karena Anda bekerja sangat keras untuk memenangkan tender ini. Anda sampai lembur beberapa hari ini."kata Rommy


"Aku ingin merayakan nya Rom. Segera hubungi Hans, Nathan dan Ricky. Bilang pada mereka kalau nanti malam aku mengajaknya pergi ke Club biasa."kata Ivanders


"Baik Tuan."kata Rommy


"Oh ya Rom. Apa kamu sudah membuat surat perjanjian pra nikah antara aku dan Zivana??"tanya Ivanders


"Belum Tuan."jawab Rommy


"Segera buat sekarang juga Rom. Kalau sudah jadi bawa kemari."perintah Ivanders


"Baik Tuan. Tapi, apa Tuan yakin jika Zivana mau menerima kesepakatan yang anda buat??"tanya Rommy ragu ragu


☘️☘️☘️☘️☘️


Hai readers menurut kalian Gio lebih cocok sama siapa Belvana atau Seryl??


Bantu Mommy jawab di komentar ya??


Soalnya Mommy rencananya mau buat Novel terbaru untuk Gio


Jangan lupa Like, Vote dan Komentar

__ADS_1


Love you All


__ADS_2