
"Setelah pertemuan kami di pengadilan kami tidak pernah bertemu kembali."kata Ivanders
"Apa dia tidak pernah sekalipun menghubungi Mas untuk menanyakan keadaan Noah??"tanya Zivana
"Tidak. Mungkin dia sibuk dengan karier modelnya."jawab Ivanders
"Bagaimana jika dia kembali??"tanya Zivana
"Jika dia kembali dan ingin memberikan kasih sayang pada Noah yang selama ini tidak pernah dia berikan aku tidak keberatan. Walau bagaimanapun dia adalah ibu kandung Noah."kata Ivanders
"Bagaimana jika dia ingin kembali bersamamu??"tanya Zivana
"Jelas aku akan menolaknya. Begitu banyak luka yang dia torehkan kepadaku. Butuh beberapa tahun aku bisa menyembuhkan luka di hatiku ini."kata Ivanders menghela nafas panjang
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?? Apa ini yang mengganggu pikiranmu sejak tadi?? Apa kamu takut jika nanti dia tiba-tiba datang dan pernikahan ini akan langsung berakhir?? Apa kamu begitu takut pernikahan ini akan berakhir?? Apa kamu sudah mencintaiku?? Apa..."tanya Ivanders
"Stop!!! Aku pusing mendengar pertanyaan mu yang seperti rel kereta api."kata Zivana memegang kepalanya
"Ck gitu aja pusing. Tapi aku heran kenapa tiba-tiba kamu menanyakan Mommy nya Noah??"tanya Ivanders penasaran
"Tadi saat aku mencari buku dongeng untuk Noah aku tak sengaja menemukan sebuah foto wanita cantik dan sepertinya foto itu Mommy nya Noah. Apa Noah pernah melihat foto Mommy nya??"tanya Zivana
"Pernah. Aku tak ingin menyembunyikan apapun dari Noah. Dia berhak tahu siapa Mommy nya."kata Ivanders
"Lalu bagaimana reaksinya setelah melihat foto Mommy nya?? Apa dia sedih??"tanya Zivana
"Dia bersikap biasa saja saat aku memperlihatkan foto Mommy nya. Namun aku aku tahu ada kesedihan dan kerinduan dimatanya. Namun aku juga tidak bisa berbuat apa-apa selain menguatkan hati Noah."kata Ivanders menerawang jauh saat Noah merengek minta Mommy nya lalu Ivanders memperlihatkan foto Mommy nya dan alasan meninggalkannya
"Apa mungkin alasan Mommy ku meninggalkan ku juga sama dengan alasan Mommy Noah meninggalkannya??"tanya Zivana sendu
Ivanders yang mendengar pertanyaan Zivana membuatnya refleks memeluknya
"Pasti ada alasan kenapa Mommy mu meninggalkan mu. Tapi tidak mungkin jika alasan Mommy Noah dan Mommy mu sama. Mommy pernah cerita jika Tante Divya ibumu adalah orang yang sangat baik. Apa perlu aku mencari tahu kenapa Tante Divya meninggalkan mu dan mencari tahu dimana dia sekarang??"tanya Ivanders
"Tidak perlu Mas. Jika dia menyayangiku pasti suatu saat dia akan menemui ku. Aku tidak ingin mencarinya."kata Zivana
"Baiklah jika itu keputusanmu. Sudah jangan bersedih lagi. Lebih baik kita tidur karena aku sudah mengantuk."kata Ivanders yang masih memeluk Zivana dan mengelus punggung Zivana lembut
Zivana yang merasa nyaman dalam pelukan Ivanders langsung tidur. Mereka tidur berpelukan semalaman
__ADS_1
Keesokan harinya Zivana bangun terlebih dulu. Dia melihat wajah Ivanders dengan intens. Dia memberanikan untuk mencium pipinya lalu dia mengangkat tangan Ivanders yang berada dipanggang nya. Kemudian dia berjalan menuju kamar mandi. Ivanders yang tadi sudah bangun langsung membuka matanya saat Zivana sudah berada didalam kamar mandi. Sebenarnya Ivanders sudah bangun saat Zivana mencium pipinya. Namun dia pura-pura tidur karena tak ingin Zivana merasa malu. Dia mengusap pipinya yang dicium Zivana tadi dan tersenyum. Ivanders lalu mengambil HPnya yang ada di meja samping ranjangnya lalu menghubungi Rommy untuk menjemputnya pagi ini. Zivana yang baru keluar melihat Ivanders yang sudah bangun dan menyandarkan tubuhnya di headboard
"Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu mandi mas."kata Zivana
"Iya. Siapkan kemeja warna hitam nanti karena aku ingin memakainya."kata Ivanders berjalan menuju kamar mandi
Zivana mengganti sprei lalu mengambilkan pakaian untuk Ivanders. Setelah itu dia kembali ke meja rias untuk mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer
Ivanders keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Zivana tak menyadarinya karena dia fokus mengeringkan rambutnya. Setelah selesai baru dia berbalik dan menatap Ivanders dengan melotot lalu dengan segera menutup wajahnya dengan tangannya
"Bisakah kamu ganti baju dikamar mandi saja!! Kamu menodai mata suciku."gerutu Zivana
"Aku lebih suka ganti baju disini lagi pula ini kamar ku terserah aku mau ganti baju dimana."kata Ivanders santai
"Ckk aku tahu ini kamarmu tapi kan sekarang bukan hanya Kamu saja yang menempatinya tapi ada aku juga."kata Zivana yang masih menutup wajahnya
Ide jahil muncul saat Ivanders melihat Zivana menutup wajahnya dengan tangannya. Ivanders berjalan mendekati Zivana
"Bukalah matamu aku tidak masalah jika kamu melihat otot-otot ku yang kekar ini."kata Ivanders
"Tidak!! Aku tidak tertarik melihatnya. Jangan banyak bicara cepatlah ganti bajumu!!"perintah Zivana
"Mas, aku belum membuat sarapan untuk Noah. Jadi cepatlah pakai bajumu."kata Zivana memohon
"Aku sudah memakai bajuku jadi bukalah matamu."kata Ivanders
"Kamu tidak bohong kan mas??"tanya Zivana tak percaya
"Terserah mau percaya atau tidak."kata Ivanders
Zivana dengan pelan menurunkan kedua tangannya dan membuka matanya. Dia bernafas lega saat melihat Ivanders sudah mengenakan bajunya
"Tolong pakaikan dasiku."kata Ivanders
Zivana berjalan mendekati Ivanders dan memasangkan dasi
"Apa kamu tahu Ziva tadi pagi ada pencuri masuk kedalam kamar ini."kata Ivanders
"Benarkah?? Tapi bagaimana bisa ada pencuri bisa masuk kedalam kamar ini??"tanya Zivana mendongakkan wajahnya menatap Ivanders
__ADS_1
"Entahlah. Tapi dia mencuri sesuatu yang berharga. Aku ingin sekali menghukumnya."kata Ivanders
"Siapa yang berani sekali dia mencuri disini Mas?? Dan apa yang dia curi mas??"tanya Zivana
"Dia mencuri ciuman di pipiku."jawab Ivanders
Deg
Zivana terkejut dengan ucapan Ivanders lalu dia menundukkan wajahnya dan tiba-tiba pipinya merah menahan malu karena tindakannya mencium pipi Ivanders tadi pagi diketahui oleh Ivanders
"Hukuman apa ya yang pantas untuk pencuri seperti itu?? Apa kamu punya ide Ziva??"tanya Ivanders dengan senyum menyeringai
"Entahlah Mas aku tidak punya ide. Emm aku kebawah dulu ya Mas mau buat sarapan."kata Zivana berjalan cepat keluar dari kamar
Setelah Zivana keluar kamar Ivanders tertawa terbahak-bahak melihat Zivana yang menahan malu
"Lucu sekali gadis itu."gumam Ivanders dengan menggelengkan kepalanya
Zivana menutup wajahnya setelah sampai di dapur. Dia begitu malu dengan kejadian dikamar tadi. Setelah itu dia segera memasak untuk sarapan pagi ini. Dia membuat sandwich tuna yang mudah karena hari sudah mulai siang. Setelah jadi dia membawanya ke meja makan. Dimana Mommy Kinara, Daddy Oscar dan Noah sudah duduk di meja makan
"Maaf aku hanya membuat sandwich tuna untuk sarapan kali ini."kata Zivana tak enak
"Tak apa Ziva. Ini kelihatannya enak."kata Oscar
Setelah beberapa saat Ivanders turun dari tangga lalu bergabung untuk sarapan
"Mom, antarkan aku pakai motor ya."kata Noah
"Tidak Noah. Kamu tidak Daddy izinkan naik motor!!!"kata Ivanders tegas
"Dan kamu Ziva kemarin adalah hari pertama dan terakhir kamu membonceng Noah pakai motor kamu. Jika sampai aku melihat kamu membonceng Noah pakai motor lagi motor kamu akan aku hancurkan hingga tak berbentuk. Ingat itu!!!"kata Ivanders menatap tajam kearah Zivana
"Ayo Rommy kita berangkat sekarang."lanjut Ivanders beranjak dari duduknya lalu berjalan keluar diikuti Rommy dari belakang
"Maafkan Ivanders ya Ziva. Mungkin Ivan trauma karena Noah waktu kecil pernah jatuh dari motor maka dari itu Ivan tak mengizinkan Noah naik motor lagi."kata Kinara
"Tidak apa Mom. Aku mengerti. Aku pamit ya Mom mau mengantarkan Noah sekolah setelah itu aku akan pergi ke sekolah untuk mengambil ijazah."kata Zivana
"Iya. Hati-hati dijalan ya."kata Kinara
__ADS_1
Zivana mencium punggung tangan Mommy Kinara dan Daddy Oscar bergantian lalu diikuti oleh Noah. Setelah itu dia berjalan bergandengan dengan Noah keluar dari mansion