
Ivanders menatap Zayn dengan datar namun Zayn menatapnya dengan tajam. Zayn sangat mengenal Ivanders walaupun tak begitu dekat. Mereka adalah teman sekolah dulu saat Sekolah Menengah Pertama. Zayn menyukai seorang gadis the most wanted kala itu, tapi saat Zayn mendekatinya tiba tiba gadis itu jadian dengan Ivanders. Dan itu membuat Zayn membenci Ivanders. Dan kali ini dia tak akan membiarkan Ivanders berhasil mendapatkan Zivana. Dia akan membuat mereka berpisah dan Zivana bisa menjadi miliknya
"Apa kamu yakin dia calon suamimu Zivana??"tanya Zayn sambil menunjuk kearah Ivanders dengan tatapan kebencian
"Iya kak. Dia calon suamiku."jawab Zivana tegas
"Dia itu seorang duda beranak satu Zivana. Pasti kamu tidak tahu itu kan??"tanya Zayn
"Aku sudah tahu jika dia adalah duda. Dan aku juga mengenal anaknya. Aku sangat menyayangi Noah anaknya."jawab Zivana
"Dia pasti menggunakan anaknya untuk menjeratmu Ziva. Dia itu laki laki yang tidak baik. Aku yakin dia tidak tulus mencintaimu."kata Zayn memprovokasi Zivana
"Kak Zayn, jangan asal tuduh calon suamiku seperti itu."kata Zivana tak terima
Mendengar Zivana membelanya membuat Ivanders tersenyum dalam hati
"Aku tidak asal tuduh Zivana. Aku sangat mengenalnya dia tak sebaik yang kamu kira."kata Zayn
"Apakah mas Ivan mengenal kak Zayn??"tanya Zivana melihat kearah Ivanders
"Iya aku mengenalnya. Kami pernah satu sekolah saat Sekolah Menengah Pertama."jawab Ivanders tak ambil pusing dengan semua ucapan Zayn yang tak terlalu penting. Tapi, saat Zivana memanggilnya mas entah mengapa hatinya merasa bahagia
Zivana hanya menganggukkan kepalanya. Dia sebenarnya merasa malas meladeni Zayn. Tapi, dia juga penasaran mengapa Zayn begitu membenci Ivanders
"Kenapa aku merasa kak Zayn sangat membenci mas Ivan??"tanya Zivana
"Aku juga tidak tahu kenapa dia membenciku."jawab Ivanders
"Tidak usah berpura pura bodoh Ivan. Dulu lo merebut orang gue cintai sekarang pun begitu."kata Zayn emosi
"Kapan gue merebut orang yang lo cintai??"tanya Ivanders mengenyritkan dahinya
__ADS_1
"Deandra dulu adalah gebetan gue. Tapi lo merebutnya."jawab Zayn
"Lo salah paham bro jika mengatakan jika gue merebutnya. Karena Deandra sendiri yang menyatakan cintanya sama gue. Gue gak pernah mencintainya."kata Ivanders
"Lalu dengan Zivana apa lo mencintainya??"tanya Zayn
"Kami saling mencintai kak."jawab Zivana cepat tak ingin Ivanders keceplosan menjawab yang sebenarnya
"Aku bertanya pada Ivanders. Tapi kenapa kamu yang menjawabnya??"tanya Zayn curiga
"Aku ataupun mas Ivan yang jawab itu sama saja. Apa kak Zayn masih gak percaya kalau kami saling mencintai?? Aku akan buktikan."kata Zivana sambil menutup matanya mencium pipi Ivanders membuat si empunya mematung dan jantungnya berdetak lebih kencang saat Zivana menciumnya
Zayn mengepalkan tangannya. Dia sangat emosi melihat Zivana yang mencium pria lain dihadapannya
"Kamu akan menyesal Ziva jika nanti menikah dengannya. Dan aku yakin sekali kamu tidak akan bahagia bersamanya."kata Zayn
"Bahagia tidaknya aku berada ditanganku sendiri kak. Kak Zayn tak perlu repot repot memikirkan kebahagiaanku. Yang perlu kak Zayn pikirkan adalah kebahagiaan kakak sendiri. Dan aku berharap setelah kak Zayn tahu aku sudah memiliki calon suami kak Zayn tidak mendekati aku lagi."kata Zivana
"Lo gak denger ucapan calon istri gue?? Jangan dekati dia lagi atau gue akan beri perhitungan sama lo!!"ancam Ivanders dengan menatap tajam Zayn
"Baiklah kali ini gue ikhlaskan Zivana buat lo. Tapi, ingat jika lo membuat Zivana mengeluarkan satu tetes saja air matanya gue bakal merebut Zivana dari lo!!"peringat Zayn
"Dia akan mengeluarkan air mata tapi bukan kesedihan melainkan air mata kebahagiaan."kata Ivanders menyeringai
"Sudahlah ayo kita pergi mas. Gio dan yang lainnya pasti menungguku."ajak Zivana
"Kami pergi dulu kak."lanjut Zivana sambil menarik tangan Ivanders
Zayn hanya menganggukkan kepalanya. Dia menatap kepergian Zivana dan Ivanders dengan wajah kecewa
"Mengapa hatiku merasa berat saat mengetahui jika Zivana adalah calon istri Ivanders?? Aku harus mencari tahu apakah mereka benar pasangan kekasih atau bukan."gumam Zayn dalam hati lalu dia pergi meninggalkan arena balap karena disana sudah sepi. Dia mengendarai motornya menuju ke Club
__ADS_1
Zivana diantar oleh Ivanders menuju Cafe RedStar dimana teman temanya sedang berkumpul merayakan kemenangannya. Mereka diam saja dengan pemikiran masing masing saat berada didalam mobil. Zivana merasa canggung tadi karena sudah berani mencium pipi Ivanders. Hingga akhirnya Zivana memberanikan diri untuk meminta maaf
"Maaf ya Om."kata Zivana pelan
"Maaf untuk apa??"tanya Ivanders pura pura tidak tahu
"Om pasti tahu gue minta maaf untuk apa kan. Kenapa masih tanya sih Om??"tanya Zivana mengerucutkan bibirnya
"Gue bener bener gak tahu lo minta maaf untuk apa?? Untuk mengakui gue sebagai calon suami lo atau sudah berani mencium pipi gue??"tanya Ivanders dengan senyum menggoda
"Ya minta maaf untuk semuanya Om. Lagian Om pasti suka kan dicium sama gadis cantik dan imut kayak gue."kata Zivana dengan mengedipkan matanya
"Iya suka banget dicium sama lo. Yang tadi masih kurang. Lagi dong!!"goda Ivanders dengan mendekatkan pipinya kearah Zivana
"Iih apaan sih Om."kata Zivana malu lalu mendorong tubuh Ivanders agar menjauh membuat Ivanders tertawa
"Gue itu sebenarnya heran sama lo. Kenapa setiap ada masalah sama cowok lo pasti menggunakan gue sebagai senjata lo dengan memperkenalkan gue sebagai calon suami lo?? Apa lo sangat berharap ya gue benar jadi calon suami lo??"tanya Ivanders
"Gue juga gak tahu kenapa setiap ada masalah sama cowok selalu ada Om disana. Dan ide untuk memperkenalkan Om sebagai calon suami keluar begitu saja. Apa Om keberatan jika gue memperkenalkan Om sebagai calon suami gue??"tanya Zivana
"Gue gak keberatan sama sekali. Pertanyaan gue belum lo jawab."kata Ivanders. Dia ingin sekali Zivana menjawab jika dia ingin Ivanders benar benar menjadi calon suaminya
"Pertanyaan yang mana Om??"tanya Zivana pura pura tak tahu. Dia sebenarnya enggan menjawab pertanyaan Ivanders
Karena gemas Ivanders menyentil dahi Zivana
"Aww sakit Om."kata Zivana sambil mengelus dahinya
"Kenapa sih Om suka banget menyentil dahi gue??"tanya Zivana mengerucutkan bibirnya
Ivanders hanya mengendikkan bahunya membuat Zivana mencebik dengan kesal
__ADS_1
Mobil yang dikendarai ivanders sampai di Cafe RedStar. Zivana mengajak Ivanders untuk ikut masuk, tapi Ivanders menolaknya dengan alasan Noah sedang menunggunya. Namun Ivanders meminta traktir lain hari saja dan hanya berdua. Zivana mengiyakan lalu segera turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam cafe tersebut. Ivanders melajukan mobilnya menuju ke mansion miliknya