
Gio dan Zivana saling diam mengingat pertama kali pertemuan mereka
Flashback on
Saat itu Zivana baru saja di usir Emma. Zivana mengendarai moge nya tanpa tau dimana tujuannya. Dia terus melajukan mogenya hingga dia berhenti di sebuah taman. Dia ingin memikirkan dimana dia akan tinggal sekarang. Berulang kali dia menghela nafas dengan kasar
Huhh
"Kenapa aku diusir dimansion milik keluargaku sendiri?? Kenapa Mama Emma begitu jahat padaku?? Daddy,, kenapa kamu begitu cepat meninggalkanku?? Kini aku sendiri Dad. Kemana aku harus pergi Dad??"gumam Zivana pada dirinya sendiri dengan menitikkan air matanya
Cukup lama Zivana berada ditaman tersebut hingga terdengar suara berkelahi. Awalnya Zivana tak peduli, namun saat mendengar ada yang minta tolong dengan suara kesakitan membuat Zivana mendekat kearah suara. Dia kaget melihat seorang pemuda dikeroyok beberapa preman. Dan pemuda itu sudah berlumuran darah diperutnya. Lalu Zivana berjalan cepat kearah mereka
"Woyyy. Apa yang kalian lakukan??"tanya Zivana
"Pergilah bocah manis ini bukan urusanmu."kata salah satu preman itu
"Gue gak akan pergi. Lepaskan cowok itu atau kalian akan terima akibatnya!!"bentak Zivana
"Lo bocah bau kencur berani mengancam kami??"kata salah satu preman itu sambil tersenyum meremehkan
"Lo tidak tahu siapa kami, jadi lebih lo yang pergi bocah atau lo yang akan terima akibatnya dari kami.!!"kata ketua preman itu
"Tentu gue tahu siapa kalian. Kalian hanya sampah masyarakat yang suka menindas kaum yang lemah."kata Zivana dengan senyum mengejek
"Kurang ajar!! Cepat habisi bocah itu!!"perintah ketua preman
Dua anak buah preman tersebut berjalan mendekati Zivana. Zivana sudah memasang kuda kuda. Dia sudah siap melawan dua preman tersebut. Biasanya dia akan bermain main terlebih dulu jika melawan penjahat. Tapi, saat ini dia tak ingin bermain dulu mengingat keadaan pemuda yang sudah terlihat lemah dan kehilangan banyak darah
Bughh krakkk bughh
Dua preman tersebut langsung kalah dengan hanya beberapa pukulan saja mereka sudah pingsan. Melihat kedua anak buahnya pngsan membuat ketua preman itu murka. Kemudian dia mengajak anak buah yang satunya lagi melawan Zivana
"Ternyata lo bukan bocah sembarangan. Tapi, belum tentu lo bisa melawan gue!!"kata ketua preman itu
"Lo akan lihat kalau gue bisa melawan lo!!"kata Zivana lalu menyerang terlebih dulu melawan kedua preman didepannya
Bughh bughh krakkk
Satu preman sudah tak berdaya lalu ketua premannya mencoba melukai Zivana dengan pisau lalu Zivana mematahkan tangannya
__ADS_1
"Aaaaa."teriak ketua preman
"Kurang ajar lo membuat tanganku patah!!"kata ketua preman itu
"Itu belum seberapa Om. Gue mau buat kedua tangan dan kaki Om patah semua agar tidak lagi memalak orang."kata Zivana lalu maju dan hendak memukul kaki ketua preman
"Ampun. Gue gak akan malak lagi."kata ketua preman itu
Setelah itu tiba tiba polisi datang dan membekuk ke empat preman itu. Zivana segera mendekat ke arah pemuda itu. Pemuda itu sudah semakin lemah lalu Zivana melepas jaketnya dan mengikat pada perut pemuda tersebut agar darahnya tidak keluar lagi. Salah satu polisi mendatangi mereka lalu membawa pemuda itu kedalam mobil nya
"Saya ikut dari belakang saja Pak pakai motor saya."kata Zivana
"Motor kamu biar dibawa oleh salah satu anggotaku. Kamu temani teman kamu dimobil."kata polisi itu
"Baiklah Pak."kata Zivana yang mau tak mau menuruti polisi itu
Setelah sampai rumah sakit pemuda itu segera mendapatkan penanganan. Polisi itu menginterogasi Zivana menanyakan apa yang terjadi hingga pemuda itu terluka dan para preman yang babak belur. Zivana menjelaskan semuanya pada polisi itu. Kemudian suster berjalan keluar dari ruang ICU
"Bagaimana keadaan teman saya sus??"tanya Zivana
"Keadaannya kritis Nona. Pasien kehilangan banyak darah dan stok darah yang sama dengan darah pasien sedang kosong dan kami sedang menghubungi bank darah dan semoga disana ada stok darah yang kita butuhkan."kata Perawat itu
"Darahnya AB negatif Nona."jawab Perawat itu
"Kebetulan darahku juga AB negatif Sus. Saya ingin mendonorkan darah untuk teman saya."kata Zivana
"Syukurlah. Mari Nona ikut saya."kata Perawat itu
Zivana mengikuti perawat tersebut menuju tempat untuk mendonorkan darahnya. Polisi itu kagum dengan sifat Zivana yang mau menolong orang yang tidak dikenalnya. Di zaman sekarang sangat sulit menemukan orang seperti Zivana yang memiliki jiwa kepedulian yang tinggi. Lamunan Polisi itu buyar setelah salah satu anggotanya mendekatinya dan memberikan HP milik pemuda itu yang tertinggal di lokasi kejadian. Kemudian polisi itu menghubungi orang tua dari pemuda itu
Setelah beberapa menit orang tua pemuda itu tiba dirumah sakit. Mereka berjalan dengan tergesa gesa menuju ICU. Didepan ICU ada seorang polisi kemudian mereka menanyakan keadaan putra mereka
"Bagaimana keadaan putra kami Pak??"tanya Ayah korban
"Korban sedang menjalani operasi Pak, Bu. Tadi sempat kritis karena kehilangan banyak darah, tapi untung saja ada gadis yang berbaik hati mau mendonorkan darahnya. Gadis itu juga yang menolong korban dari kroyokan preman."kata Polisi menjelaskan
"Lalu dimana gadis itu Pak??"tanya Ibu korban
"Masih diruang donor darah Bu. Mungkin dia butuh istirahat setelah mendonorkan darahnya."jawab Polisi
__ADS_1
"Kalau begitu saya permisi Pak, Bu. Saya harus kembali ke kantor polisi sekarang."lanjut Polisi
"Terimakasih Pak."kata kedua orang tua korban tulus
Polisi tersenyum dan menganggukkan kepalanya lalu berjalan keluar rumah sakit. Kedua orang tua korban masih menunggu didepan ICU. Zivana yang sudah tidak mersa pusing pun segera keluar dari tempat donor darah. Dia berjalan menuju ICU, dia ingin melihat kondisi pemuda yang ditolongnya. Dilihatnya didepan ruang ICU ada dua orang paruh baya yang sudah dipastikan itu orang tuanya. Ruang ICU terbuka lalu dokter keluar. Kedua orang tua itu dan Zivana mendekat
"Bagaimana keadaan putra kami Dok??"tanya Ibu korban
"Pasien sudah melewati masa kritisnya Nyonya. Sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan."kata Dokter
"Pindahkan keruang VVIP saja Dok."kata Ayah korban
"Kami boleh melihatnya Dok??"tanya Ibu korban
"Mohon maaf Nyonya. Untuk saat ini pasien belum bisa dijenguk. Nanti kalau sudah dipindahkan baru Anda boleh menemuinya."kata Dokter
"Baiklah Dokter. Terimakasih."kata Ibu korban tulus
"Berterimakasih lah pada pendonor darah pada pasien Nyonya karena berkat darahnya lah pasien bisa selamat. Jika terlambat sedikit saja nyawa pasien tidak akan tertolong."kata Dokter
"Kalau begitu saya permisi Nyonya, Tuan dan Nona."pamit Dokter
Orang tua korban melihat gadis disampingnya
"Apakah kamu orang yang telah menyelamatkan anak saya??"tanya Ibu korban
"Benar Nyonya."jawab Zivana sopan
"Siapa namamu nak??"tanya Ibu korban
"Zivana Nyonya."jawab Zivana
"Panggil saya Tante Adele ya dan ini Om Malvin."kata Adele dan dibalas anggukan kepala Zivana
"Terimakasih sudah menolong anak saya Ziva."kata Adele tulus
"Sesama manusia memang harus tolong menolong Tante."kata Zivana
Semenjak saat itu Zivana jadi dekat dengan keluarga Gio dan diangkat sebagai anak dikeluarga itu. Walau diangkat sebagai anak Zivana tak pernah mau menggunakan uang sepersenpun dari keluarga Gio. Dia tak ingin disebut memanfaatkan keluarga Gio. Zivana tinggal disana selama satu tahun. Karena merasa tak enak selalu merepotkan keluarga Gio akhirnya Zivana lebih memilih mengontrak
__ADS_1
Flashback off