Terjerat Cinta Om Duda

Terjerat Cinta Om Duda
Part 49


__ADS_3

"Aku sangat yakin jika Zivana akan menyetujui kesepakatan yang telah aku buat. Karena dia tidak akan membiarkan perusahaan milik Tuan Satria bangkrut."kata Ivanders


"Tapi kenapa pernikahan Anda dan Zivana hanya satu tahun Tuan??"tanya Rommy


"Aku rasa itu waktu yang cukup untuk membujuk Noah agar mau sekolah di asrama."jawab Ivanders


"Bagaimana jika kalian saling jatuh cinta Tuan??"tanya Rommy


"Itu tidak akan mungkin Rom."jawab Ivanders


"Tidak ada yang tidak mungkin Tuan. Kalian akan hidup bersama dan bisa saja kebersamaan itu menumbuhkan cinta di antara kalian."kata Rommy


"Kenapa aku tak memikirkan hal itu?? Tapi, kurasa aku tidak mungkin bisa mencintai gadis seperti dia karena dia tak masuk kriteriaku sama sekali. Aku menyukai wanita yang anggun sedangkan dia bar bar sekali."gumam Ivanders dalam hati


"Tuan,,"panggil Rommy membuyarkan lamunan Ivanders


"Sudah buat saja surat perjanjian itu sekarang tidak perlu memikirkan yang lainnya karena itu semua urusanku."kata Ivanders


"Baiklah Tuan saya permisi."kata Rommy dan dibalas anggukan kepala Ivanders


Setelah Rommy keluar dari ruangannya HP Ivanders bergetar


Drrrt drrrt drrt


"Halo Mom."kata Ivanders


"Halo Ivan. Nanti kamu pulangnya lebih awal ya karena kita akan kerumah sakit."kata Kinara


"Memangnya siapa yang sakit Mom??"tanya Ivanders


"Zivana. Tadi pagi dia pingsan di sekolahnya lalu dibawa kerumah sakit."jawab Kinara


"Zivana sakit??"tanya Ivanders sedikit khawatir


"Iya. Ini Mom masih dirumah sakit sebentar lagi pulang. Ya udah Mom tutup telepon nya."kata Kinara


Tut tut tut


"Apa dia terlalu memikirkan kesepakatan yang ku buat hingga membuatnya sakit?? Aku harus berbicara padanya nanti."gumam Ivanders pada diri sendiri


Setelah mendengar jika Zivana sakit entah mengapa hatinya merasa gelisah. Dia hanya membolak balikan berkas yang ada didepannya tanpa membaca nya. Pikiran nya hanya tertuju pada Zivana. Tanpa pikir panjang Ivanders mengambil jasnya yang dia letakkan di kursi kebesarannya lalu memakai nya. Kemudian dia berjalan keluar ruangan nya. Dia berpapasan dengan Rommy yang baru keluar ruangan nya dan ingin memberikan surat perjanjian pra nikah pada Ivanders

__ADS_1


"Tuan, ini surat perjanjian pra nikah Anda sudah jadi."kata Rommy


"Simpan dulu Rom. Nanti aku akan membaca nya. Aku akan pulang, jadi semua pekerjaan kamu yang harus menghandel nya."kata Ivanders


"Tapi Tuan nanti jam 2 akan ada pertemuan dengan perusahaan Vernandes."kata Rommy


"Batalkan dan atur ulang jadwal pertemuan dengan perusahaan Vernandes menjadi besok."kata Ivanders


"Tapi Tuan kita sudah membatalkan janji pertemuan ini waktu Anda menjemput Noah dari rumah sakit. Kalau kita membatalkan nya lagi, bisa jadi Tuan Malvin akan mengira kita tidak bersungguh sungguh bekerja sama dengan perusahaan nya."kata Rommy membuat Ivanders menghela nafas kasar


"Baiklah bawa surat perjanjian itu aku akan membacanya."kata Ivanders mau tak mau masuk kembali kedalam ruangan nya kembali dengan perasaan kesal diikuti Rommy dari belakang


Ivanders membaca surat perjanjian pra nikah antara dirinya dan Zivana


"Apa surat perjanjian ini aku bawa saja ya kerumah sakit?? Tapi, nanti jika dia tambah kepikiran dan tambah sakit bagaimana?? Lebih baik aku bicara saja dulu nanti."gumam Ivanders pelan tapi masih didengar oleh Rommy. Rommy akhirnya mengerti mengapa Ivanders ingin segera pulang


"Jadi Zivana sakit, itu yang membuat Tuan Ivanders gelisah. Sepertinya Tuan Ivanders sudah mulai ada rasa dengan Zivana, tapi Tuan Ivanders masih belum menyadari perasaan nya itu."gumam Rommy dalam hati


Disisi lain Gio, Seryl dan Belvana baru sampai di rumah sakit. Setelah memarkirkan mobilnya mereka berjalan bersama menuju ruang rawat Zivana


"Assalamualaikum."sapa Gio, Seryl dan Belvana serempak


"Zivana tidur Ma??"tanya Gio


"Iya baru saja tidur. Mungkin pengaruh suntikan yang tadi dokter berikan."jawab Adele


"Apa badan nya masih panas??"tanya Gio sambil berjalan mendekati Zivana dan meletakkan punggung tangan di keningnya lalu duduk disamping ranjang Zivana


"Alhamdulillah panas nya sudah turun."jawab Adele


"Eh siapa gadis cantik ini??"tanya Kinara


"Cewek baru kamu ya Gio??"tanya Adele dengan tatapan tajam


"Apaan sih Ma. Dia adiknya Zivana."jawab Gio sedikit kesal dengan ucapan Mamanya


"Ooh."kata Adele beroh ria lalu menyuruh Seryl dan Belvana untuk duduk dan makan bubur ayam bersama


"Sini makan dulu Gio."ajak Adele


"Gio masih kenyang Ma. Aku makan bareng Zivana aja nanti."tolak Gio tanpa menoleh kearah Mamanya. Dia terus memperhatikan wajah Zivana yang tertidur dengan wajah yang pucat

__ADS_1


"Ya udah terserah kamu aja. Nama kamu siapa??"tanya Adele


"Belvana Tante."jawab Belvana


"Apa Mama kamu tahu kamu menjenguk Zivana dirumah sakit??"tanya Kinara


"Tidak Tante. Aku tidak memberitahu Mama jika aku menjenguk kak Zizi dirumah sakit."kata Belvana


"Jangan beritahu Mama kamu kalau Zivana dirawat dirumah sakit. Aku tidak mau Mama kamu membuat Zivana makin sakit."kata Kinara


"Aku tidak akan pernah memberitahu Mama Tante. Jadi, Tante tenang saja."kata Belvana tersenyum tipis


"Maaf jika perkataanku menyinggung perasaanmu."kata Kinara merasa tak enak hati


"Tidak apa apa Tante. Aku mengerti Tante hanya ingin melindungi Kak Zizi. Aku pun kadang tak mengerti kenapa sikap Mama sama Kak Zizi jadi berubah seperti ini padahal dulu saat Daddy masih ada Mama sangat menyayangi Kak Zizi."kata Belvana


"Berdoalah semoga Mama kamu berubah menjadi orang yang baik."kata Kinara


"Terimakasih Tante."kata Belvana tersenyum


Setelah itu mereka makan bubur ayam bersama kecuali Gio. Dia masih duduk disamping Zivana dengan terus menatap nya dengan terkadang mengelus rambut Zivana


"Aku pulang duluan ya mbak. Nanti malam aku akan datang lagi."pamit Kinara


"Mama lebih baik pulang aja sama Tante Kinara sekalian bawa baju ganti untuk Zivana. Biar Gio yang menjaga Zivana."kata Gio


"Baiklah Mama pulang dulu nanti sore Mama kesini lagi bawa baju ganti Zivana dan juga kamu."kata Adele


"Dijaga yang bener itu anak cantik Mama jangan di ajak ribut terus kalau sudah bangun nanti."lanjut Adele


"Iya Ma."kata Gio


Kinara dan Adele berjalan beriringan meninggalkan ruangan rawat Zivana


"Mbak, apa gak kepengen gitu jodohin Zivana dan Gio?? Aku melihat sepertinya Gio sangat menyayangi Zivana."kata Kinara


"Aku juga pengen nya gitu dulu mbak. Tapi, mereka tidak mau. Katanya lebih baik menjadi saudara. Aku sebenarnya ingin sekali Zivana menjadi menantuku. Tapi, aku sebagai orang tua ya terserah mereka mbak. Aku tidak mau memaksakan kehendakku."kata Adele


"Kalau seandainya Zivana jadi menantuku bagaimana mbak??"tanya Kinara hati hati


"Jika Zivana mau tidak masalah mbak. Yang terpenting adalah kebahagiaan Zivana."kata Adele

__ADS_1


__ADS_2