Terjerat Cinta Om Duda

Terjerat Cinta Om Duda
Part 64


__ADS_3

Setelah 3 hari dirawat di rumah sakit Zivana sekarang sudah kembali sehat. Dan hari ini dia sudah kembali bersekolah. Dia diantarkan oleh Gio karena Mama Adele melarangnya untuk menggunakan kendaraan sendiri. Zivana berjalan dengan gontai saat memasuki kelasnya lalu duduk di kursinya. Pandu menatap heran sahabatnya yang terlihat lesu lalu menghampirinya


"Lo masih sakit??"tanya Pandu


"Gak."jawab Zivana dengan kepala yang ditaruh dimeja


"Terus kenapa lesu gitu?? Biasanya suara cempreng lo udah menghiasi kelas tiap pagi."kata Pandu


"Sialan lo."kata Zivana sambil melempar bolpoin kearah Pandu


"Abisnya 3 hari ini kelas sepi banget gak ada lo. Eh sekalinya masuk lo lesu gitu. Itu juga muka ditekuk jadi tambah jelek tahu gak."kata Pandu


"Gue lagi badmood aja pagi ini. Oh ya hari ini ada tugas gak??"tanya Zivana


"Nggak ada. Lo badmood kenapa?? Ada masalah?? Cerita sama gue siapa tahu gue bisa bantu."kata Pandu


"Gue gak ada masalah kok. Cuma dari bangun tidur tadi udah badmood aja."kata Zivana


Pembicaraan mereka terhenti saat Seryl yang baru datang langsung duduk di samping Zivana lalu memeluknya


"Gue seneng lo udah sehat dan kembali sekolah. Gue kesepian tahu gak selama lo gak sekolah Ziva."kata Seryl


"Kan ada Pandu selama gue gak sekolah yang nemenin lo."kata Zivana


"Dia itu sibuk pacaran sama si Nana. Gue ditinggal terus."kata Seryl menatap sinis pada Pandu


"Eh 2 hari kemarin kan gue nemenin lo terus. Cuma kemarin doang gue gak nemenin lo karena Nana ngambek gue nemenin lo terus. Dia cemburu sama lo!!"kata Pandu


"Dia itu udah tau kalau kita sahabatan jadi gak mungkin cemburu. Itu paling cuma alasan doang buat minta sesuatu sama lo. Kemarin dia ngajak ke Mall kan?? Minta apa lagi dia??"tanya Seryl


"Kenapa sih lo selalu jelekin Nana?? Dia itu gak seperti yang lo pikirkan."kata Pandu tak terima


Zivana yang tak ingin 2 sahabatnya bertengkar lalu jadi penengah


"Ini gue baru sembuh lho. Apa kalian gak kasihan sama gue?? Kalian malah berdebat kayak gini didepan gue bisa sakit lagi gue."kata Zivana memegang kepalanya


"Sorry."kata Pandu dan Seryl bersamaan


"Udah bel mending lo balik ke kursi lo Ndu."perintah Zivana


Pandu menurut lalu berjalan ke kursinya


"Lo kan tahu dia itu sensitif jika menyangkut Nana pacarnya. Kita harus bicara pelan pelan sama dia. Gue gak mau kita bertengkar hanya karena cewek seperti si Nana itu."kata Zivana


"Sorry Ziva. Tadi gue emosi banget. Soalnya kemarin Pandu udah janji anterin gue ke apotek buat beli obat untuk Nenek. Tiba tiba dia dibatalin gitu aja karena Nana ngajak dia ke Mall. Padahal kemarin itu gue mau di jemput bang Ken sekalian ke apotik tapi gue tolak karena Pandu udah janji mau nganterin gue."kata Seryl


"Ya udah sabar aja. Kita doakan aja sahabat kita itu dibuka matanya biar dia tahu kalau Nana gak tulus sama dia."kata Zivana

__ADS_1


"Emang selama ini mata Pandu merem ya Ziva makanya lo berdoa agar dia dibuka matanya??"tanya Seryl


"Mungkin iya."kata Zivana membuat Seryl tertawa begitu juga dengan dirinya


Tawa keduanya berhenti saat guru memasuki kelas mereka


Saat istirahat Zivana dan Seryl berada di taman. Mereka berdua memakan bekal dari Mama Adele. Sebenarnya tadi Seryl ingin beli makan di kantin, tapi dilarang Zivana karena bekal yang dibawa oleh Zivana sangat banyak. Jadi Zivana memutuskan untuk memakannya berdua dengan Seryl


"Masakan Tante Adele enak banget Zivana."kata Seryl


"Iya. Makanya gue mau belajar masak sama Mama Adele."kata Zivana


Tiba tiba HP Zivana bergetar dan dia melihat siapa yang menghubunginya lalu segera mengangkatnya


Drrrrt drrrt drrrt


"Hallo Assalamualaikum."kata Zivana


"Waalaikumsalam."kata Ivanders


"Ada apa Om??"tanya Zivana


"Nanti pulang sekolah aku akan menjemput mu. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan."kata Ivanders


"Hal penting apa??"tanya Zivana


"Sudahlah kita bahas nanti kalau kita sudah ketemu. Sampai jumpa nanti."kata Ivanders langsung menutup teleponnya


"Siapa Ziva??"tanya Seryl


"Om Ivan."jawab Zivana


"Gue lihat kayaknya hubungan kalian semakin dekat."kata Seryl


"Kami dekat hanya karena Noah tidak lebih dari itu."kata Zivana


"Gue pernah melihat kalian saat berakting jadi sepasang kekasih. Dan gue lihat kalian cocok. Gue bisa lihat dari mata lo kalau lo udah mulai suka kan sama kak Ivan."kata Seryl


"Sejak kapan lo memanggilnya kak Ivan??"tanya Zivana mengerutkan dahinya


"Sejak 3 hari yang lalu. Dia gak suka gue panggil Om. Makanya gue panggil Kak."kata Seryl


"Eh lo belum jawab pertanyaan gue. Lo udah mulai suka kan dengan Kak Ivan??"tanya Seryl


"Nggak. Gue gak mungkin suka sama Om Ivan."kata Zivana


"Tapi kenapa pipi kamu merah gitu??"tanya Seryl menggoda

__ADS_1


"Pipi gue merah mungkin karena masakan Mama Adele pedes tadi."kata Zivana sambil memegang pipinya


"Bohong banget masakan Tante Adele sama sekali gak pedes."kata Seryl


"Udah ngaku aja kalau lo udah mulai ada rasa sama Kak Ivan."lanjut Seryl


"Lo makin lama makin ngaco deh Ryl."kata Zivana


"Cie cie ada yang terjerat cinta Om Duda nih."kata Seryl yang semakin menggoda Zivana


"Tau ah. Gue balik kelas daripada dengerin omongan lo yang semakin ngelantur."kata Zivana ketus lalu berjalan meninggalkan Seryl yang masih terus menggodanya


"Woy kok gue ditinggalin sih."kata Seryl berteriak tapi tak digubris Zivana sama sekali


Didalam kelas Zivana langsung duduk. Dia memikirkan perkataan Seryl tadi saat di taman


"Masa iya gue suka sama Om Ivan. Emang sih gue udah mulai nyaman kalau didekat Om Ivan. Tapi bukan berarti gue suka sama dia kan."gumam Zivana dalam hati


Seryl menyusul Zivana ke kelas lalu duduk disampingnya. Dia melihat Zivana melamun lalu mengagetkan nya


"Woy lagi mikirin apa sih??"tanya Seryl sambil memukul bahu Zivana


"Lo hobi banget sih mengagetkan orang."kata Zivana kesal sambil mengelus bahunya yang sakit karena pukulan Zivana


"Hehehe. Pis."kata Seryl sambil mengangkat tangan kanannya membentuk huruf V


"Lagian lo dari tadi melamun aja. Mikirin Om Ivan ya??"tanya Seryl yang mulai menggoda Zivana lagi


"Itu mulut minta dikasih lakban ya biar diam."kata Zivana membuat Seryl tertawa keras


Tawa Seryl berhenti saat Pandu berjalan mendekati mereka bersama Nana


"Nanti pulang sekolah ada acara gak??"tanya Pandu


"Kenapa??"tanya Zivana


"Hari ini kan anniversary gue sama Nana. Gue mau mengajak kalian makan di cafe."kata Pandu


"Sorry gue gak bisa. Gue udah ada janji sama teman."kata Zivana


"Sorry gue juga gak bisa. Nanti bang Ken mau mengajak gue pergi."kata Seryl


"Ya udah deh kalau kalian gak bisa."kata Pandu kecewa


"Mungkin lain kali ya kita bisa atur jadwal."kata Zivana yang tak tega melihat wajah kecewa


Pandu hanya menganggukkan kepalanya

__ADS_1


"Gue nganterin Nana ke kelas dulu ya."kata Pandu


Zivana dan Seryl hanya diam saja menatap kepergian Pandu


__ADS_2