
Ricky dan Nathan hanya tersenyum melihat keterkejutan Ivanders dan langsung duduk di kursi yang kosong
"Kalian ngapain kesini??"tanya Ivanders dengan tatapan tak suka
"Apa kamu lupa kalau cafe ini milikku?? Bukannya kemarin aku sudah mengundangmu datang kemari karena hari ini acara peresmian pembukaan cafe baruku."kata Ricky
Ivanders lupa undangan Ricky kemarin karena terlalu memikirkan Zivana yang mengabaikan chat dan telepon darinya
"Siapa dia??"tanya Ricky menaikkan dagunya kearah Zivana
"Dia temanku."jawab Ivanders
"Aku baru tahu jika kamu berteman dengan gadis yang masih bersekolah SMA."kata Nathan
"Dia masih sekolah SMA??"tanya Ricky terkejut dan tak percaya
Penampilan Zivana yang memakai dress saat ini terlihat dewasa dan tidak menunjukkan jika dia masih seorang pelajar sekolah
"Memang apa salahnya jika dia berteman dengan anak sekolah?? Kurasa tidak ada peraturan dari pemerintah tentang pertemanan. Semua orang bebas berteman dengan siapapun."kata Zivana karena tak suka dengan ucapan Nathan
"Memang tidak ada salahnya Nona. Aku juga tidak mempersalahkan Ivan berteman dengan siapapun. Aku hanya meragukan pertemanan kalian berdua. Karena yang aku lihat hubungan kalian lebih dari teman."kata Nathan
"Bagaimana Tuan bisa beranggapan seperti itu??"tanya Zivana
"Aku sudah memperhatikan kalian dari masuk cafe tadi. Interaksi kalian berdua seperti sepasang kekasih bukan hanya sekedar teman saja."kata Nathan santai
"Terkadang apa yang kita lihat belum tentu sama dengan apa yang kita pikirkan. Jadi, jangan mengambil kesimpulan sendiri Tuan. Aku dan Om Ivan hanya berteman tak lebih dari itu. Tapi tidak tahu nantinya karena kita tidak tahu apa yang terjadi dimasa depan."kata Zivana sambil meminum jus alpukat
"Tentu kita tidak tahu masa depan Nona. Bisa jadi di masa depan akulah jodohmu."kata Ricky mengedipkan sebelah matanya
"Sudahlah hentikan pembicaraan yang tak penting ini."kata Ivanders
"Ivan kamu memiliki teman secantik ini dan tidak berniat memperkenalkan nya pada kami."kata Ricky
"Kalian bisa berkenalan sendiri dengannya."kata Ivanders cuek
"Hai Nona perkenalkan namaku Ricky dan di sebelahku ini Nathan. Siapa namamu??"tanya Ricky
"Zivana."jawab Zivana
"Nama yang cantik secantik orangnya."kata Ricky menggoda
Zivana tak memperdulikan godaan Ricky. Dia melihat ke sekitar hingga matanya menangkap seseorang yang dikenalnya sedang duduk dimeja yang tak jauh dari tempat duduknya. Zivana tersenyum lalu menoleh kearah Ivanders
"Om, ternyata disini ada Seryl aku mau menyapanya dulu ya."kata Zivana
"Baiklah jangan lama-lama. Ingat setelah ini kita harus pergi."kata Ivanders dan Zivana membalasnya dengan acungan jempol
__ADS_1
"Aku permisi dulu kakak-kakak."kata Zivana pada dua orang yang ada didepannya kemudian dia beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju meja Seryl
Sepeninggalan Zivana, Ricky memberondong pertanyaan pada Ivanders
"Dia gadis yang sangat cantik dan juga menarik. Oh ya kamu kenal dia dimana Ivan??"tanya Ricky tapi diabaikan oleh Ivanders
"Wajahnya sangat familiar. Sepertinya aku pernah melihat gadis itu tapi dimana aku lupa."kata Nathan mengingat-ingat
"Tentu saja kamu pernah melihatnya. Dia anak dari keluarga Anderson."kata Ivanders
"Jadi dia Zivana Alana Anderson anak Om Satria??"tanya Nathan
"Iya. Dia sepupu kamu."jawab Ivanders
"Pantas sekali wajah dan sifatnya sangat mirip dengan Om Satria."kata Nathan
"Pasti hidupnya sangat susah setelah kepergian Om Satria apalagi setelah itu dia tinggal sendiri tanpa keluarga disampingnya."lanjut Nathan sendu
Nathan sangat dekat dengan Satria Anderson dulu sebelum konflik antara kedua orang tuanya dengan orang tua Om Satria karena kepergian Divya istri dari Om Satria dulu
"Dia gadis yang kuat dan tangguh Nathan."kata Ivanders
"Iya kamu benar."kata Nathan tersenyum saat mengingat pembicaraan nya tadi dengan Zivana
"Mama sudah lama mencarinya dan mengajaknya untuk tinggal bersama. Tapi kami tidak pernah menemukannya. Mama pasti bahagia jika tahu aku sudah bisa menemukan Zivana."lanjut Nathan
"Oh ya dimana dia tinggal sekarang??"tanya Nathan melihat kearah Zivana yang sedang bercanda dengan seseorang yang ia yakini adalah sahabatnya
"Dia tinggal di apartemen pemberian orang tua angkatnya."jawab Ivanders
"Orang tua angkat??"tanya Nathan menoleh kearah Ivanders
"Iya. Dia memiliki orang tua angkat yang sangat menyayanginya."jawab Ivanders
"Ngomong-ngomong tadi kamu bilang kalau kalian hanya berteman kenapa kamu tahu segalanya tentang Zivana??"tanya Ricky penasaran
"Tentu saja aku mengetahui segalanya tentang dia karena dia sangat dekat dengan Noah."jawab Ivanders
"Bagaimana bisa dia kenal dengan Noah??"tanya Ricky
"Ceritanya panjang dan sepertinya juga kamu tidak perlu tahu akan hal itu."kata Ivanders
"Kalau kamu tidak keberatan aku ingin mengajaknya ke mansion bertemu dengan Mama."kata Nathan
"Kalau dia mau ya silahkan aku tidak keberatan sama sekali."kata Ivanders
"Memangnya kamu mau mengajaknya kemana setelah ini??"tanya Nathan
__ADS_1
"Aku hanya ingin mengajaknya ke Mall membelikan kado untuk Noah karena 1 minggu lagi Noah ulang tahun."kata Ivanders berbohong. Ya walaupun tak sepenuhnya berbohong karena selain membeli cincin dia juga ingin mengajak Zivana membeli kado untuk Noah
Zivana yang baru selesai berbincang-bincang dengan Seryl kembali ke tempat duduknya
"Seryl datang bersama siapa??"tanya Ivanders yang tak mengenal orang yang duduk di samping Seryl tadi
"Oh dia bang Keenan kakaknya Seryl."jawab Zivana
Nathan menatap Zivana terus hingga membuatnya tersenyum simpul
"Ada apa Kak Nath liatin aku terus??"tanya Zivana
"Jadi dari tadi kamu mengenali siapa aku??"tanya Nathan
"Tentu. Kamu saja yang tidak mengenaliku."kata Zivana
"Kamu sekarang berbeda jauh lebih cantik dari dulu yang cengeng dan suka ingusan."kata Nathan
Bugh
"Aww. Sakit banget pukulan kamu kayak tenaga cowok aja."kata Nathan mengusap lengannya yang terasa sakit akibat pukulan dari Zivana
"Apa kamu lupa kalau aku pemegang sabuk hitam?? Sekali lagi kamu jelekin aku wajah kamu yang tampan itu akan aku buat tak berbentuk."ancam Zivana sambil menunjuk wajah Nathan
"Semakin besar aku kira sifat bar bar mu sudah hilang malah semakin menjadi. Aku kasihan pada suami kamu nanti pasti tersiksa punya istri sepertimu."kata Nathan
"Yang akan menjadi suamiku pasti bangga memiliki istri tangguh sepertiku. Ya gak Om."kata Zivana mengedipkan sebelah mata pada Ivanders membuat Ivanders tersedak
"Ivan, kamu jangan punya keinginan punya istri seperti Zivana kalau tidak ingin babak belur setiap hari."kata Nathan
"Aku mau kok daftar jadi suami kamu Zivana. Gak papa tiap hari babak belur yang penting punya istri cantik kayak kamu."kata Ricky menyela sebelum Ivanders mengucapkan sesuatu
"Maaf pendaftaran sudah ditutup."kata Zivana
"Memang kamu udah punya calon suami??"tanya Ricky
"Udah."jawab Zivana
"Siapa??"tanya Ricky
"Kamu jadi mengajak Zivana pergi atau tidak Nathan??"tanya Ivanders menyela karena takut Zivana keceplosan
"Pergi kemana??"tanya Zivana
"Aku mau mengajak kamu ketemu Mama. Dia pasti senang sekali bisa bertemu denganmu."kata Nathan
"Ehm. Besok aja gimana kak. Soalnya aku mau pergi sama Om Ivan."kata Zivana
__ADS_1
"Ya udah. Besok aku akan menjemputmu sepulang sekolah."kata Nathan dan Zivana menganggukkan kepalanya