
Zivana memijat pelipisnya yang pusing
"Oh My God kenapa bisa 2 orang yang tidak ingin kutemui ada disini. Bisa tambah sakit gue kalau gini. Ayo mikir Zivana apa yang harus lo lakukan supaya mereka berdua pergi dari sini."gumam Zivana dalam hati
Kemudian muncul ide cemerlang dalam otak Zivana. Dia mengambil HP yang ada dimeja lalu mengetik pesan pada seseorang dan memintanya untuk datang segera
"Gue orang terspesial Zivana."kata Zayn
"Lalu lo siapa??"tanya Zayn
Bervan tak berniat menjawab pertanyaan Zayn tapi melihat kearah Zivana mempertanyakan apa benar yang diucapkan oleh pria yang berdiri disampingnya
"Dia kakak dari sahabatku."kata Zivana
"Oh hanya kakak dari sahabat kamu kakak kira dia pacar kamu."kata Bervan sambil melirik kearah Zayn
"Gue sih siap jadi pacar Zivana kalau dia mau."kata Zayn
"Oh ya dia ini siapa Zivana??"tanya Zayn
"Dia kakak tiriku."jawab Zivana yang masih sibuk dengan HPnya karena orang yang dia chat belum membalas chat nya
Bervan kecewa karena Zivana memperkenalkan dirinya sebagai kakak tirinya
"Aku bawain bubur ayam buat kamu Ziva. Kata Pandu kamu suka bubur ayam."kata Zayn
"Ya kak. Makasih."kata Zivana
"Kamu sakit apa Ziva?? Gak nyangka cewek tangguh kayak kamu bisa sakit juga."kata Zayn
"Aku juga manusia biasa kak bisa sakit."kata Zivana
"Terus dimana calon suami kamu?? Jangan bilang dia gak tahu kalau kamu ada di rumah sakit."tanya Zayn
"Calon suami??"gumam Bervan pelan
Tiba tiba ada seseorang yang mengucapkan salam
"Assalamualaikum."sapa Ivanders
"Waalaikumsalam."jawab ketiga orang yang berada di ruangan itu
Zivana tersenyum senang melihat orang yang sudah ditunggu akhirnya datang. Ivanders jalan mendekat kearah Zivana
"Hai sayang. Gimana kabar kamu hari ini?? Apa masih pusing??"tanya Ivanders sambil mencium kening Zivana
"Alhamdulilah udah agak mendingan mas."kata Zivana
"Bunga yang cantik untuk cewek tercantik."kata Ivanders menyodorkan buket bunga mawar pada Zivana
__ADS_1
"Makasih mas."kata Zivana tersenyum manis lalu mencium buket bunga mawar pemberian Ivanders
"Gak usah pamer kemesraan bikin sakit mata aja."kata Zayn ketus
"Iri?? Bilang bos!!!"kata Ivanders dengan gaya sombong
"Dih siapa juga yang iri sama lo!!"kata Zayn ketus
"Kalian berdua minggir karena gue mau duduk di samping kekasih gue."kata Ivanders mengusir Bervan dan Zayn
"Eh lo itu datang belakangan. Jadi lo duduk disofa aja sana."kata Zayn yang tak terima karena diusir oleh Ivanders
"Lebih baik kalian berdua saja yang duduk disofa karena yang lebih berhak duduk di samping Zivana hanya gue kakaknya."kata Bervan yang sejak tadi diam mendengarkan perdebatan antara Ivanders dan Zayn
"Lo itu hanya kakak tirinya jadi gue yang lebih berhak duduk disini karena gue adalah kekasihnya."kata Ivanders
"Kak Zayn dan Kak Er bisa duduk disofa karena aku ingin bicara dengan kekasihku."kata Zivana membuat Ivanders tersenyum kemenangan
Mendengar perkataan Zivana membuat Bervan dan Zayn mengalah lalu duduk disofa
"Sayang, nanti Mommy dan Daddy mau datang kesini. Daddy ingin menjenguk kamu karena kemarin dia ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan jadi hari ini dia mengosongkan jadwalnya hanya untuk menemanimu di rumah sakit."kata Ivanders
"Tapi Noah tidak tahu kan mas kalau aku ada di rumah sakit??"tanya Zivana
"Dia tidak tahu karena aku dan Mommy tidak memberitahunya. Noah bilang dia sangat merindukanmu. Maka dari itu tadi pagi dia ingin aku menghubungi kamu tapi aku bilang kalau kamu sudah berangkat sekolah."kata Ivanders
"Aku juga sangat merindukannya."kata Zivana
"Apa benar itu adalah kekasih Zivana??"tanya Bervan berbisik
"Lo kan kakaknya masa gak tahu kalau dia itu kekasih Zivana??"tanya Zayn
"Kami tidak pernah bertemu lama jadi gue gak tahu Zivana dekat dengan siapa."kata Bervan
"Tapi sepertinya gue pernah bertemu dengan pria itu tapi dimana dan kapan gue lupa."lanjut Bervan
"Tentu saja lo pernah bertemu dengannya jika lo punya kerjasama dengannya. Dia adalah CEO Dimitri Corp."kata Zayn
"Jadi dia CEO Dimitri Corp. Oh iya satu bulan yang lalu gue pernah bertemu dengannya saat acara peresmian hotel Om Dodi."gumam Bervan dalam hati
"Bagaimana bisa Zivana mengenal orang hebat seperti Tuan Ivanders??"tanya Bervan
"Mana gue tahu. Tanya saja pada Zivana."kata Zayn
"Gue akan merebut Zivana dari Ivan. Karena Zivana hanya buat gue."gumam Zayn dalam hati sambil mengepalkan tangannya dengan kuat. Hatinya merasa panas melihat kebersamaan antara Zivana dan Ivanders
Gio dan Belvana masuk kedalam ruang rawat Zivana. Gio merasa kaget karena ada 3 pria yang menyukai Zivana berada disana. Gio langsung menggoda Zivana
"Wah bisa cepat sembuh lo Ziva kalau dikelilingi cowok ganteng kayak gini."kata Gio menggoda Zivana
__ADS_1
"Bisa diam tidak lo Gio!!"kata Zivana sambil menatap Gio dengan tajam dan Gio hanya terkekeh
"Gio tadi mengajak kamu kemana El?? Jangan mau di modusin sama dia El. Dia itu buaya."kata Zivana
"Mana ada gue modusin adek lo. Jangan suudzon lo jadi orang. Gue tadi mengajaknya di ruangan sebelah menjenguk Annisa."kata Gio kesal
"Ya gue hanya takut aja lo modusin adek gue. Secara adek gue kan cantik. Gue gak mau aja dia jadi korban lo selanjutnya."kata Zivana
Saat Gio akan berbicara tiba tiba Zayn berdiri dari duduknya setelah mendapat chat di HPnya. Dia berjalan mendekati Zivana
"Aku pulang dulu Ziva."kata Zayn
"Ya kak. Makasih sudah menjengukku."kata Zivana tersenyum tulus
"Kalau kamu membutuhkan sesuatu kamu jangan sungkan untuk menghubungiku."kata Zayn
"Zivana udah punya gue sebagai kekasihnya. Jadi, jika dia membutuhkan sesuatu pastilah gue orang pertama yang dihubungi bukan lo!!"kata Ivanders ketus
"Ck. Gue bicara sama Zivana bukan sama lo!!"kata Zayn kesal
"Gue hanya mewakili kekasih gue. Karena Gue yakin jawaban dia pasti sama dengan apa yang gue ucapkan ke lo tadi."kata Ivanders
"Berdebat sama lo gak akan ada habisnya. Semoga cepat sembuh Zivana. Bye."kata Zayn berjalan meninggalkan ruang rawat Zivana
"Mama tadi menghubungiku Zivana katanya dia kesini agak sorean karena Tante Sisi datang berkunjung."kata Gio
"Ya gak papa."kata Zivana
Bervan yang tadi diam akhirnya mengutarakan sesuatu yang dari tadi ingin dia sampaikan
"Ziva, bagaimana jika kita minta bantuan kekasihmu untuk membantu perusahaan yang sedang koleps??"tanya Bervan ragu
"Maksud kak Bervan ingin aku memanfaatkan kekasihku begitu??"kata Zivana emosi
"Bukan begitu Zivana. Tapi,,,"kata Bervan
"Bukankah tadi kak Bervan sendiri yang bilang akan mengurus perusahaan sendiri dan memintaku untuk tidak memikirkannya. Tapi, kenapa sekarang kakak malah minta bantuan orang lain untuk membantu masalah perusahaan??"tanya Zivana
"Kakak hanya,,,,"kata Bervan
"Sudahlah kak. Aku tidak ingin membahas tentang perusahaan. Lebih baik kak Bervan pulang karena aku ingin istirahat."kata Zivana
"Baiklah kakak pulang, tapi besok kakak akan datang kesini lagi."kata Bervan berdiri lalu berjalan keluar terlebih dulu
"Aku pulang ya kak."kata Belvana mencium pipi Zivana
"Hati hati ya El."kata Zivana
"Ya kak."kata Belvana
__ADS_1
Belvana keluar menyusul Bervan