Terjerat Cinta Om Duda

Terjerat Cinta Om Duda
Part 90


__ADS_3

Rommy berjalan pelan masuk kedalam gedung tersebut. Dia masuk dari pintu belakang. Saat ada seseorang yang berjalan Rommy bersembunyi didalam ruangan. Ternyata di ruangan itu ada Zivana yang terikat di kursi. Rommy panik melihat tangan Zivana berdarah dan dia tak sadarkan diri. Rommy cepat-cepat membuka ikatan tali yang mengikat tangan dan kaki Zivana lalu membuka lakban yang menutupi bibirnya. Rommy menepuk-nepuk pipi Zivana agar segera bangun. Usahanya berhasil Zivana perlahan membuka matanya


"Ziva, kamu gak papa??"tanya Rommy


"Aku gak papa kak."jawab Zivana lemah


"Astaga lengan kamu terluka Ziva. Apa kamu tertembak??"tanya Rommy


"Iya kak. Tadi aku sempat melarikan diri bersama Noah sebelum dibawa ketempat ini. Tapi aku terkena tembak."kata Zivana


"Ayo kita keluar dari sini. Aku akan menyuruh anak buahku mengantarkan kamu dulu ke rumah sakit."kata Rommy


"Tidak kak. Aku ingin ikut menyelamatkan Noah."kata Zivana


"Disini terlalu berbahaya Ziva dan kamu sedang terluka dan darahmu sudah banyak sekali yang keluar aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa. Kamu tidak usah khawatir kami pasti akan menyelamatkan Noah. Kami juga bersama anak buah Hans. Kamu tahu kan seberapa hebatnya Hans."kata Rommy


"Tidak kak. Aku tidak akan pergi kemana-mana. Aku akan ikut menyelamatkan Noah."kata Zivana


Melihat Zivana yang kekeh tidak mau pergi membuat Rommy mau tak mau menuruti Zivana. Lalu dia mengambil sapu tangannya dan mengikat lengan Zivana agar tidak keluar darah. Rommy meminta Zivana untuk duduk terlebih dulu sementara dia mengintip dari balik ruangan tersebut. Dirasa aman Rommy mengajak Zivana keluar dari ruangan itu menuju tempat yang sudah diberitahu Ivanders lewat chip tadi. Sesekali Rommy menengok kearah Zivana


"Kamu yakin gak papa kan Ziva??"tanya Rommy yang khawatir melihat Zivana yang terlihat lemas


"I am OK kak. Gak perlu khawatir."kata Zivana mencoba tersenyum walau kepalanya pusing


Tiba-tiba dari belakang datang beberapa orang mengelilingi mereka berdua


"Kamu diam saja Ziva biar aku saja yang melawan mereka."kata Rommy


"Aku masih punya kekuatan kak untuk melawan mereka."kata Zivana


"Jangan membantah Ziva!!! Kalau kamu masih ikut melawan mereka aku akan langsung membawamu ke rumah sakit begitu aku mengalahkan mereka."ancam Rommy


"Ck percaya diri sekali kak Rommy bisa mengalahkan mereka semua sendirian. Kak Rommy gak lihat badan mereka itu setengah dari badan kak Rommy. Aku gak yakin kak Rommy bakal menang melawan mereka semua."kata Zivana dengan tersenyum mengejek


Zivana sengaja berbicara demikian agar Rommy menunjukkan kemampuannya


Rommy yang tak terima dengan ucapan Zivana langsung menyerang beberapa orang tersebut


Bugh bugh krak bugh

__ADS_1


Bugh bugh bugh krak


Rommy mengalahkan mereka semua membuat Zivana bersorak gembira


"Yeay kak Rommy hebat."kata Zivana mengacungkan kedua jempolnya


"Kamu lihat sendiri kan kemampuan ku jadi kamu jangan meremehkan ku."kata Rommy ngos-ngosan


"Iya percaya. Ya udah ayo kita lanjut jalan lagi kak."kata Zivana


Mereka melanjutkan berjalan namun baru beberapa langkah ada seseorang yang menyerang dari belakang. Untung saja Zivana cepat tanggap langsung menendang orang yang akan menyerang tadi. Orang itu menyerang kembali lalu Rommy memukul dan menendang orang itu kembali hingga jatuh tersungkur. Setelah memastikan orang itu pingsan Zivana dan Rommy melanjutkan perjalanan mereka


Disisi lain Fathir masih memeriksa dokumen tersebut. Ivanders melihat keseliling dia menghitung berapa pengawal yang ada di sana. Setelah itu dia mengabari Rommy lewat chip yang dipasang di kerah bajunya


"Berapa lama lagi kamu mengecek dokumen itu Fathir??"tanya Ivanders


"Dokumen ini asli tapi kenapa kamu belum menandatangi nya??"tanya Fathir


"Baiklah berikan bolpoin padaku aku akan menandatangi nya. Setelah itu biarkan aku pergi bersama Noah."kata Ivanders


Fathir menyuruh Hana untuk mengambil bolpoin lalu menyerahkannya pada Ivanders


"Memangnya siapa dia?? Kenapa kamu menanyakannya??"tanya Hana


"Tidak penting siapa dia. Dimana dia sekarang??"tanya Ivanders


"Mungkin dia sudah mati karena tadi nekat kabur jadi pengawal ku terpaksa menembaknya."kata Hana tak acuh


"Apa???"kata Ivanders terkejut


Ivanders mengepalkan tangannya mendengar Zivana tertembak. Ivanders menatap nyalang kearah Hana. Dia begitu marah, kesal dan juga khawatir dengan keadaan Zivana


"Kurang ajar kalian sudah membunuh istriku!!!"teriak Ivanders marah


Hana dan Fathir tersentak kaget mendengar ucapan Ivanders


"Oh ternyata dia istrimu. Baguslah jika dia mati. Sebenarnya aku ingin membunuh Noah agar kamu bisa merasakan kehilangan orang yang kamu sayangi. Seperti aku merasakan kehilangan adikku karena ulah mu."kata Hana tersenyum sinis


"Apa hubunganku dengan kamu kehilangan adikmu hah??"tanya Ivanders masih menahan kemarahannya

__ADS_1


"Tentu ada hubungannya. Asal kamu tahu gara-gara karier model ku kamu hancurkan adikku kecelakaan dan aku tidak punya uang untuk biaya operasi hingga membuat adikku meninggal. Andai saja kamu tidak menghancurkan karier model ku pasti adikku sekarang masih hidup."kata Hana menangis


"Itu juga salah kamu sendiri. Andai kamu tidak menyakiti Noah aku juga tidak akan menghancurkan karier model mu itu."kata Ivanders sedikit tersenyum saat melihat Zivana dan Rommy bersembunyi dibalik tiang besar


"Syukurlah Zivana tidak apa-apa. Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika dia sampai terluka."gumam Ivanders dalam hati


"Kak, beri aku satu senjata apinya. Aku juga ingin ikut menyerang mereka."bisik Zivana


"Tidak. Kamu disini saja jangan kemana-mana."bisik Rommy mengintip dari balik tiang


"Tapi orang itu banyak sekali kak. Kakak tidak akan bisa melawannya sendiri."bisik Zivana


"Siapa yang bilang aku sendiri?? Kamu tidak lihat orang-orang yang baru datang dibelakang mu itu?? Mereka anak buah Hans yang akan membantuku. Sudahlah kamu diam saja disini jangan banyak bicara."bisik Rommy yang kesal karena Zivana yang cerewet


Rommy menginstruksi pada mereka lewat mata agar mulai menyerang. Rommy berjalan perlahan dan mulai melumpuhkan satu persatu orang yang ada didalam sana dengan pistol yang diberi peredam. Zivana hanya diam bersembunyi dibalik tiang dengan mengamati sekitar


"Aku sudah tanda tangan jadi sekarang lepaskan Noah."kata Ivanders


"Apa kamu pikir bisa keluar dengan mudah dari sini?? Aku tidak akan membiarkan kamu keluar dari sini hidup-hidup Ivanders. Kamu dan anakmu akan mati disini."kata Fathir


"Kita lihat saja nanti siapa yang akan mati nanti kamu atau aku."kata Ivanders percaya diri


"Tentu saja kamu yang akan mati karena kamu itu hanya sendirian disini."kata Fathir


"Benarkah itu?? Apa kamu yakin jika aku sendirian disini??"tanya Ivanders


Saat Fathir akan menjawab Ivanders dia dikejutkan ada seseorang yang meletakkan pistol di kepalanya


"Turunkan pistol mu Fathir jika tidak ingin kepalamu aku tembak!!!"kata Rommy hingga mau tidak mau Fathir menurunkan senjatanya


"Lihat Fathir siapa yang akan mati sekarang."kata Ivanders sambil melihat Noah yang berada di pelukan Zivana


"Bawa mereka semua ke tempat eksekusi Rom."kata Ivanders


Tanpa banyak bicara Rommy menyuruh anak buah Hans membawa Fathir dan Hana keluar dari tempat itu. Namun Hana terus berontak dari cekalan anak buah Hans lalu memukul se la kang an anak buah Hans hingga cekalan Hana terlepas lalu dia mengambil pistol yang ada di pinggangnya


"Mati kamu Ivan."kata Hana berteriak dengan menodongkan pistolnya lalu


Dor

__ADS_1


Rommy menoleh ke arah Ivanders betapa terkejutnya dia melihat ternyata Zivana tertembak oleh Hana. Zivana melindungi Ivanders dari tembakan Hana


__ADS_2