Terjerat Cinta Om Duda

Terjerat Cinta Om Duda
Part 22


__ADS_3

Bervan sudah sampai Bandara dan menunggu adiknya yang baru turun dari pesawat. Seorang gadis melambaikan tangannya setelah melihat Bervan


"Udah lama menunggu kak??"tanya Belvana memeluk Bervan


"Nggak kok baru. Adek kakak sekarang udah besar."kata Bervan membalas pelukan Belvana dengan erat


"Jangan erat erat kak meluknya sesak nafas tahu gak."kata Belvana mengerucutkan bibirnya


"Abisnya kakak kangen banget sama kamu."kata Bervan melepas pelukannya dan mengacak pucuk rambut Belvana


"Iih kak Er rese nih rambut aku jadi berantakan tahu."kata Belvana merapikan kembali rambutnya


"Abisnya kakak gemes sama kamu. Kamu bawain pesanan kakak gak??"tanya Bervan


"Tentu dong kak. Emang kak Er udah ketemu sama kak Zivana??"tanya Belvana


"Kemarin sih udah tapi sekarang kakak gak tahu sekarang dimana dia."kata Bervan lesu


"Yaudah nanti aku bantu cari tahu dimana kak Zivana tinggal. Yaudah kita pulang kak aku lelah abis perjalanan jauh."kata Belvana berjalan mendahului Bervan


"Eh nih anak bawaannya banyak banget malah gue ditinggal."gerutu Bervan kemudian meminta bantuan petugas dari bandara untuk membawa koper itu ke mobil


Disisi lain Zivana baru selesai kerja dibengkel dan bersiap untuk pulang. Namun suara motor mendekat kearah bengkel membuat semua karyawan bengkel yang skan pulang menoleh ke arah motor tersebut termasuk Zivana


Brum brum brumm


"Gio,, lo ngapain?? Bengkel udah tutup."kata Zivana


"Gue udah tahu kalau tutup. Gue mau ajak lo pulang bareng sekalian ada yang mau gue omongin."ajak Gio


"Mau ngomong apa emangnya?? Kalau gue pulang bareng lo terus motor gue gimana??"tanya Zivana


"Yaudah motor lo biar gue aja yang bawa Ziva."kata Sonu


"Emang bang Sonu tadi berangkat gak bawa motor kok mau pakai motor gue??"tanya Zivana


"Nggak. Motor gue dipakai Diah kerja."jawab Sonu


"Yaudah deh bang. Lo bawa motor gue jangan sampai lecet lho bang!!"kata Zivana


"Jangan khawatir motor lo aman sama gue."kata Sonu


Zivana menaiki motor Gio kemudian meninggalkan bengkel tersebut menuju Cafe yang tak jauh dari bengkel. Setelah memarkirkan motornya Zivana dan Gio masuk kedalam Cafe tersebut

__ADS_1


"Lo pesan apa aja Ziva nanti gue bayar."kata Gio


"Ada acara apa nih pakai traktir gue segala??"tanya Zivana


"Apa traktir lo harus pakai ada acara dulu??"tanya Gio


"Ya gak sih."jawab Zivana mulai memesan makanan dan minumannya pada pelayan


"Lo ada acara gak tiga hari lagi??"tanya Gio


"Tiga hari lagi kayaknya gue mau liburan ke puncak sama teman sekolah gue. Emang kenapa??"tanya Zivana


"Ada yang ngajak balapan dan dia minta balapannya sama Vana."kata Gio


Vana adalah nama yang digunakan Zivana saat balapan


"Dan bayarannya banyak banget jika memenangkan balapan ini."lanjut Gio


"Emangnya berapa bayarannya jika menang??"tanya Zivana


"100 juta Ziva."kata Gio


"Waw 100 juta. Lumayan tuh bisa buat makan gue satu tahun. Gue mau Gio."kata Zivana semangat


"Lo yakin?? Dia itu kayaknya bukan orang sembarangan Ziva."kata Gio


"OK nanti gue siapkan motor buat lo."kata Gio


"OK nanti bawa motornya ke bengkel biar gue yang servis sendiri dan gue modifikasi."kata Zivana


"Lalu liburan lo gimana??"tanya Gio


"Gampanglah itu. Bisa dibicarakan sama anak anak besok disekolah."kata Zivana


Pembicaraan mereka terhenti saat pesanan mereka datangm Zivana makan dengan lahap. Dia memang sangat lapar karena tadi siang belum sempat makan karena bengkel yang sangat ramai


"Lo itu kayak gak makan selama 3 hari tahu gak."kata Gio yang melihat Zivana makan dengan lahap


"Gue kelaparan Gio tadi gak sempat makan siang."kata Zivana dengan mengunyah makanannya


"Kerja boleh tapi tahu waktu Ziva. Waktu makan juga harus makan jangan sampai telat. Nanti lo sakit siapa yang repot lo sendiri kan."kata Gio menasehatinya


"Tadi siang ramai banget Gio bengkelnya dan bang Yudi gak masuk hari ini. Jadi gue sama yang lain agak kewalahan."kata Zivana yang sudah menyelesaikan makannya

__ADS_1


"Uuh kenyang. Makasih lho traktirannya."kata Zivana setelah meminum jus jeruk


"Tapi nanti kalau lo menang balapan jangan lupa gantian gue yang lo traktir."kata Gio tersenyum


"Tanpa lo mintapun pasti gue traktir."kata Zivana


Belvana dan Bervan masih diperjalanan pulang. Tiba tiba Belvana mengajak Bervan untuk makan dulu karena perutnya sudah lapar. Bervan melihat Cafe kemudian dia membelokkan mobilnya ke Cafe tersebut


"Lo turun dulu. Gue mau angkat telepon dulu."kata Bervan


"OK kak."kata Belvana turun dari mobil dan memasuki Cafe. Dia melihat keseliling dan melihat orang yang selama dia rindukan sedang duduk di pojok bersama seseorang. Dia berjalan mendekat kearahnya


"Kak Zivana."panggil Belvana


"Belvana."kata Zivana tersenyum dan memeluknya


"Kakak merindukanmu El."kata Zivana meneteskan air mata


"El juga merindukan kak Zizi."kata Belvana membalas pelukan Zivana


"Gimana kabarmu?? Kapan kamu pulang dari Itali??"tanya Zivana


"Aku baik kak. Baru hari ini aku pulang kak. Lalu bagaimana kabar kak Zizi??"tanya Belvana


"Ya seperti yang kamu lihat aku baik baik saja. Ayo duduk."ajak Zivana


Belvana duduk dan melihat laki laki yang duduk disampingnya


"Kenalin ini Gio teman kakak dan ini adek gue namanya Belvana."kata Zivana melihat ke arah Gio dan Belvana bergantian kemudian mereka berjabat tangan


"Gue baru tahu lo punya adek Ziva."kata Gio


"Dia ini lama diluar negeri dan baru pulang makanya lo gak tau kalau gue punya adek."kata Zivana


"Maaf ya kak Dad meninggal waktu itu aku tidak pulang. Aku minta cuti sekolah tapi dari pihak sekolah tidak mau memberikannya. Aku sungguh sedih tak bisa melihat Dad yang terakhir kalinya."kata Belvana sendu


"Tidak apa apa El. Yang penting kita doakan agar Dad tenang disana."kata Zivana menggenggam tangan Belvana


"Oh ya apa kamu sudah makan dan kamu kesini dengan siapa??"tanya Zivana


"Belum kak. Aku baru mau pesan makanan lalu melihat kak Zizi disini langsung aku menghampiri kakak. Aku sama kak Bervan. Dia lagi menerima telepon mungkin sebentar lagi dia akan kesini."kata Belvana


Bervan masuk ke Cafe dan mencari Belvana. Belvana yang melihat Bervan lalu melambaikan tangannya

__ADS_1


"Zivana,,kamu disini."kata Bervan


Zivana hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis. Bervan lalu duduk dan melihat laki laki yang duduk bersama dengan mereka. Bervan merasa tidak suka karena Gio menggunakan tindik di telinganya dan tato ditangannya


__ADS_2