Terjerat Cinta Om Duda

Terjerat Cinta Om Duda
Part 87


__ADS_3

Hari ini Zivana hanya ada jadwal kuliah pagi. Setelah pulang kuliah dia membuat makan siang. Rencananya setelah menjemput Noah dia akan pergi ke kantor Ivanders mengantarkan makan siang untuk suaminya. Setelah semua masakannya matang dia menyuruh pelayan untuk meletakkan makanannya ke dalam rantang. Dia kemudian mandi dan bersiap untuk menjemput Noah. Dia memutuskan untuk menggunakan mobil sendiri. Setelah perjalanan selama 45 menit mobil yang dikendarai Zivana sampai disekolah Noah. Zivana turun dari mobil saat sudah melihat Noah keluar dari sekolahnya. Namun ada yang aneh karena ada dua laki-laki yang berada diluar gerbang sekolah mengikuti Noah saat Noah berjalan mendekati Zivana. Zivana merasa waspada karena takut dua laki-laki itu adalah orang yang berniat jahat pada Noah. Zivana lalu menyembunyikan tubuh Noah dibelakang tubuhnya


"Siapa kalian??"tanya Zivana


"Kami adalah orang yang disuruh Tuan Ivanders untuk menjaga Noah."jawab salah satu laki-laki itu


Zivana mengernyitkan dahinya karena bingung untuk apa suaminya menyewa bodyguard untuk menjaga Noah. Ivanders memang belum memberitahu Zivana jika dia menyuruh orang untuk menjaga Noah


"Kalian pergi saja Noah aman bersamaku."kata Zivana


"Maaf Nona kami harus terus mengikuti Noah dimana dia berada. Itu perintah Tuan Ivanders."kata bodyguard itu


Zivana menghela nafas panjang lalu mengajak Noah untuk masuk kedalam mobil. Didalam perjalanan Zivana banyak diam tak seperti biasanya yang selalu mengajak Noah berbicara. Dia memikirkan kenapa suaminya harus menyewa bodyguard untuk menjaga Noah. Apakah suaminya sedang ada masalah dengan seseorang dan menargetkan Noah. Kenapa suaminya tidak bercerita apapun padanya. Pertanyaan itu muncul dipikirannya. Hingga tanpa terasa mobil yang dikendarainya sudah sampai di Perusahaan Dimitri. Zivana dan Noah keluar dari mobil lalu berjalan masuk kedalam. Zivana membalas senyum ramah pada beberapa karyawan yang berpapasan dengannya. Dia sudah sering ke kantor Ivanders. Para karyawan sangat menyukai Zivana yang ramah


Rommy yang sudah diberitahu oleh bodyguard jika Noah dan Zivana ke kantor segera menyusul Zivana. Namun sebelum dia sampai di lift dia sudah melihat Zivana dan Noah keluar dari lift. Setelah itu Rommy mengantarkan Zivana masuk kedalam ruangan Ivanders bersama Noah. Didalam ruangan Ivanders ada Nathan dan juga Hans. Zivana dan Noah duduk di sofa berseberangan dengan Nathan dan Hans


"Hai Zi."sapa Nathan


"Hai juga kak Nath."balas Zivana


"Mama selalu menanyakan mu kapan kamu main ke mansion??"tanya Nathan


"Kalau sekarang aku gak ada waktu kak. Salah kak Nath dulu katanya mau ngajak main ke mansion tapi tidak pernah jadi. Padahal saat kak Nath bilang ingin menjemput ku pulang sekolah saat itu aku menunggu kak Nath tapi ternyata kak Nath hanya PHP doang."kata Zivana kesal


"Sorry aku ada urusan penting waktu itu jadi tidak jadi menjemputmu."kata Nathan tak enak hati


"Harusnya kabari jika tidak jadi datang. Jadinya aku gak nungguin kak Nath."kata Zivana


"Lah kan aku gak punya nomor HP kamu."kata Nathan beralasan


"Alasan saja kak Nath. Padahal bisa kan minta nomorku pada Mas Ivan."kata Zivana

__ADS_1


"Woy kalian berdua ini ngobrol berdua terus apa gak lihat ada manusia lainnya selain kalian berdua di ruangan ini."kata Hans


"Yang bilang kak Hans bukan manusia siapa??"tanya Zivana


"Wah sifat bar-bar mu ternyata gak hilang ya dari dulu. Aku kasihan yang akan jadi suamimu kelak pasti akan sengsara hidup sama kamu."kata Hans membuat Ivanders tersedak ludahnya sendiri


"Kamu kenapa Van??"tanya Hans berpura-pura


Hans sebenarnya mengetahui pernikahan antara Zivana dan Ivanders karena saat pernikahan mereka Hans ada di hotel yang sama saat pernikahan mereka. Pernikahan mereka yang terkesan tertutup membuat Hans tidak memberitahukannya pada siapapun termasuk Nathan


"Tidak papa hanya tenggorokanku kering saja."kata Ivanders beralasan


Zivana kemudian memberikan botol air mineral pada Ivanders


"Wah kalian terlihat cocok. Kenapa tidak menikah saja."kata Hans


"Kenapa gak kak Hans aja yang menikah?? Umur kak Hans sudah sepantasnya menikah dan punya anak."kata Zivana


"Sudah-sudah kalian ini ribut terus. Sebaiknya kita makan siang."kata Ivanders


Mereka makan dengan lahap tanpa ada suara hanya ada suara dentingan sendok dan garpu. Zivana menyuapi Noah makan dengan telaten dengan sesekali dia makan nasi yang ada di piringnya. Setelah selesai makan mereka bersantai sambil berbincang-bincang


"Ini semua masakan mu Ziva??"tanya Nathan


"Iya kak. Kenapa gak enak ya??"tanya Zivana


"Enak banget malah. Aku gak nyangka kamu bisa masak seenak ini. Masakan mu persis seperti masakan Tante Divya. Ternyata bakat memasak Tante Divya menurun ke kamu."kata Nathan membuat Zivana jadi sedih


Hans memukul lengan Nathan dengan keras karena menyebut Ibu Zivana dan membuat Zivana jadi sedih karenanya


"Sorry Ziva. Aku gak bermaksud membuat kamu sedih."kata Nathan lalu memeluk Zivana

__ADS_1


Ivanders yang berada didekat Zivana ingin memeluk Zivana tapi dia juga tidak bisa melakukannya didepan sahabatnya. Sehingga dia hanya bisa pasrah saat Zivana dipeluk oleh Nathan walau dalam hati dia merasa tak rela


Setelah itu Hans mengajak Nathan untuk segera pergi karena akan ada meeting penting dengan klien luar negeri. Hans dan Nathan pamit pada Zivana dan Ivanders


"Mas, kenapa menyewa bodyguard untuk menjaga Noah??"tanya Zivana yang dari tadi penasaran


"Aku hanya ingin Noah aman itu saja."jawab Ivanders sambil membaca berkas dari Rommy


"Tapi kenapa baru sekarang mas menyewa bodyguard?? Kenapa tidak dari dulu?? Apa ada masalah??"tanya Zivana


"Nanti saja jika sudah pulang aku jelaskan semuanya."kata Ivanders sambil melihat Zivana sebentar lalu membaca berkas kembali


"Sepertinya Mas sibuk sebaiknya aku pulang bersama Noah Mas. Aku tidak ingin mengganggu pekerjaan Mas."kata Zivana


"Aku tidak sibuk aku hanya menyelesaikan beberapa pekerjaan saja yang tertunda karena kehadiran Nathan dan Hans tadi. Apa tidak sebaiknya kamu nungguin aku menyelesaikan pekerjaanku?? Nanti kita pulang bersama."kata Ivanders


"Aku pulang saja Dad. Aku ingin tidur siang di rumah."kata Noah


"Baiklah. Kamu kesini naik apa Ziva??"tanya Ivanders


"Mobil Mas."jawab Zivana


"Ya sudah hati-hati dijalan. Nanti akan ada beberapa bodyguard yang akan mengikuti mu dari belakang dan memastikan kalian selamat sampai di mansion."kata Ivanders


"Tidak perlu lah Mas diikuti segala. Itu sangat berlebihan. Aku bisa menjaga Noah dengan baik."kata Zivana


"Menurut lah Ziva. Sekarang keadaan sedang tidak aman untukmu dan Noah."kata Ivanders


"Sebenarnya siapa musuh mu Mas?? Apa orang itu berbahaya??"tanya Zivana penasaran


"Hanya rekan bisnis yang tidak menyukaiku. Sudahlah lebih baik kamu segera pulang dan jangan mampir kemana-mana."kata Ivanders

__ADS_1


"Baiklah Mas."kata Zivana


Ivanders beranjak dari duduknya mengantar Zivana dan Noah sampai didepan pintu ruangannya


__ADS_2