
Rommy yang melihat Seryl pura pura muntah membuatnya gemas lalu mengacak rambut Seryl hingga si empu nya merasa marah
"Iih kak Rommy jangan gitu rambut gue jadi berantakan nih!!"kata Seryl mengerucutkan bibirnya
"Abisnya gue gemes sama lo."kata Rommy
Seryl hanya diam saja sambil merapikan rambutnya
"Udah jangan manyun gitu. Sini gue bantuin rapiin rambutnya."kata Rommy merapikan rambut Seryl
"Udah rapi. Kita masuk yuk jenguk Zivana udah jam 9 nanti lo dicariin sama abang lo kalau kita kemalaman."ajak Rommy menarik tangan Seryl masuk ke ruang rawat Zivana
"Assalamualaikum."sapa Seryl dan Rommy
"Waalaikumsalam."jawab Zivana
Zivana di ruangannya hanya sendiri karena Gio saat ini berada di kamar mandi
"Kok kalian bisa barengan kesini nya??"tanya Zivana
"Tadi gak sengaja ketemu pas dijalan."jawab Rommy
"Beneran?? Gue kok gak percaya ya??"tanya Zivana memicingkan matanya
"Beneran Zivana."kata Seryl membenarkan ucapan Rommy
"Kok gandengan terus?? Jangan bilang kalian pacaran??"tuduh Zivana
Seryl dan Rommy yang tersadar jika mereka gandengan langsung melepas gandengan tangan mereka
"Itu tadi gue gak sengaja narik tangan Seryl. Lo kan tahu gue udah punya pacar."kata Rommy menjelaskan
"Ya siapa tau kan Seryl mau lo jadiin selingkuhan kak Rommy."kata Zivana
"Zivana!!!"bentak Seryl
"Bercanda kali Ryl."kata Zivana sambil mengangkat tangannya dan membentuk huruf V
"Bercanda lo gak lucu tau gak!!"kata Seryl pura pura ngambek
"Sorry deh Ryl."kata Zivana menyesal
"Gue maafin tapi kalau lo sembuh traktir gue bakso dan es boba."kata Seryl
"OK deh. Gue bakal traktir lo sepuasnya."kata Zivana tersenyum
"Kalian kok berdiri terus sih apa gak capek??"tanya Zivana
Rommy langsung duduk di sofa setelah meletakkan buah buahan yang ia bawa di meja. Sedangkan Seryl duduk di samping ranjang Zivana. Gio yang baru keluar dari kamar mandi langsung duduk di sofa sambil memainkan HP nya
"Besok sekolah pasti sepi gak ada lo Ziv."kata Seryl
"Kan masih ada Pandu."kata Zivana
__ADS_1
Saat Seryl akan mengatakan sesuatu pada Zivana tiba tiba telepon nya bergetar
Drrt drrt drrrt
"Ha.."kata Seryl tapi terpotong saat seseorang yang ada diseberang berteriak
"Heh kamu dimana?? Dari tadi ditelepon gak kamu angkat!!!!"teriak Varo membuat Seryl menjauhkan telepon nya dari telinga nya
"Bang, kalau telepon itu salam dulu jangan langsung ngomel."kata Seryl
"Assalamualaikum."kata Varo
"Waalaikumsalam abang."kata Seryl
"Sekarang jawab kamu dimana?? Aku muter muter nyariin kamu tau gak!!"kata Varo kesal
"Aku di rumah sakit."jawab Seryl
"Pergi ke rumah sakit kenapa gak bilang??"tanya Varo
"Gimana mau bilang abang ninggalin gue sendirian tadi?? Abang sih asik pacaran mulu."kata Seryl
"Ya sorry tadi abang keasikan ngobrol sama Via sampai lupa sama kamu."kata Varo
"Ya deh yang pacaran dunia serasa milik berdua yang lain mah ngontrak sampai adik nya sendiri dilupain. Gimana kalau tadi gue diculik??"tanya Seryl
"Gak bakalan ada yang mau nyulik kamu. Kamu itu cerewet dan juga banyak makan. Yang nyulik kamu pasti pusing nanti."kata Varo
"Eh jangan dong adikku yang cantik. Nanti abang beliin tas deh."rayu Varo
"Masih kurang sogokan nya harus ditambah sama uang saku sebulan dua kali lipat, Gimana??"tanya Seryl
"Ya deh. Terus kamu ke rumah sakit naik apa?? Dompetmu kan abang yang bawa??"tanya Varo
"Tadi gak sengaja ketemu teman dijalan dan dia bilang mau jenguk Zivana ya udah aku ikut aja."kata Seryl
"Teman cewek apa cowok??"tanya Varo
"Cowok bang."jawab Zivana
"Pandu??"tanya Varo
"Bukan bang. Abang gak kenal."jawab Seryl
"Ya udah jangan pulang larut malam."kata Varo
"Iya bang."kata Seryl
Tut tut tut
"Apa Bang Varo dan Mbak Selvia masih backstreet??"tanya Zivana
"Iya. Mama belum merestui hubungan mereka. Mama kurang suka sama Mbak Via."kata Seryl
__ADS_1
"Lo juga gak suka kan sama Mbak Via??"tanya Zivana
"Iya. Gue gak suka sama sifatnya yang kurang lebih sebelas dua belas lah kayak Nana."kata Seryl
"Gue yang baru sekali ketemu aja langsung gak suka Ryl."kata Zivana
"Udah gak usah ghibah gak baik."kata Rommy menghentikan pembicaraan keduanya
Gio yang dari tadi diam setelah mendapatkan pesan dari temannya yang ia pinta untuk membeli pesanan Zivana segera berdiri dan berjalan mendekati ranjang Zivana
"Gue mau ambil pesanan lo dulu. Teman gue udah nunggu di lobby."kata Gio dan dibalas anggukan kepala Zivana
Melihat Gio akan keluar Seryl juga ingin ikut keluar karena ada sesuatu yang ingin dia bicarakan pada Gio
"Kak, boleh gue ikut??"tanya Seryl
Gio menghela nafas panjang sambil melihat kearah Zivana sebelum menjawab pertanyaan Seryl. Zivana menganggukkan kepalanya agar Gio mengizinkan Seryl ikut dengannya
"Ayo."ajak Gio berjalan terlebih dulu dan diikuti Seryl dari belakang
Mereka berjalan beriringan. Setelah sampai di lift baru Seryl mengungkapan keinginan nya ingin berbicara dengan Gio. Gio mengiyakan permintaan Seryl. Kemudian keduanya berjalan menuju lobby tempat teman Gio mengantarkan pesanan Zivana. Setelah melihat temannya Gio berjalan mendekatinya
"Siapa yang sakit Gio??"tanya Vino temannya
"Zivana."jawab Gio
"Wonder women kayak dia bisa sakit juga ternyata."kata Vino menyerahkan martabak pada Gio, tapi sebelum itu dia melihat gadis cantik disebelah Gio
"Lo Seryl kan??"tanya Vino sambil mengarahkan jari telunjuknya kearah Seryl
"Iya kak. Kakak kenal gue??"tanya Seryl
"Gue sepupu nya Dita. Nama gue Vino."jawab Vino
"Dita sebelah rumah gue??"tanya Seryl
"Iya. Emang lo punya teman yang bernama Dita ada berapa??"tanya Vino
"Ada dua. Yang satu lagi teman sekolah."jawab Seryl
"Ternyata dari dekat lo cantik banget ya."kata Vino memuji
"Udah pergi sono gak usah modusin anak gadis orang. Ini uang ganti buat beli martabak."kata Gio menyerahkan uang pada Vino lalu pergi sambil menarik tangan Seryl
"Woy ini kebanyakan."kata Vino
"Gak papa kembalian nya ambil aja."kata Gio sambil berjalan terus dengan menarik tangan Seryl menuju kantin. Seryl hanya diam saja saat Gio menarik tangan nya. Ada rasa bahagia saat tangannya bisa digenggam oleh orang yang disukai nya. Setelah sampai di kantin Gio melepas kan pegangan tangan nya dan menyuruh Seryl untuk duduk
"Lo mau makan atau minum biar gue pesankan??"tanya Gio
"Gue minum lemon tea aja kak."jawab Seryl
Gio pergi untuk memesan minuman Seryl dan untuknya. Setelah memesan Gio langsung duduk didepan Seryl. Seryl menghela nafas panjang sebelum bicara dengan Gio
__ADS_1