Terjerat Cinta Om Duda

Terjerat Cinta Om Duda
Part 31


__ADS_3

Keesokan harinya Zivana tengah bersiap akan pergi ke rumah sakit. Tapi sebelumnya dia membuat roti bakar keju untuk Noah. Setelah selesai bersiap dia keluar dari kontrakannya dan tak lupa mengunci pintunya. Kemudian berjalan menuju mogenya yang terparkir cantik di halaman kontrakannya. Namun, saat Zivana baru menaiki mogenya ada mobil datang. Zivana menghela nafas dengan kasar karena dia tahu siapa yang datang. Seorang wanita paruh baya turun dari mobil dengan anggun dengan menatap Zivana dengan sinis. Wanita paruh baya itu melihat kontrakan yang ditempati Zivana lalu berjalan mendekati Zivana


"Seorang keturunan Anderson tinggal dikontrakan sempit seperti ini. Sungguh miris sekali."ejek Emma


"Ada apa mama datang kesini??"tanya Zivana tidak peduli dengan ejekan Emma


"Kenapa kamu menghasut Bervan untuk membatalkan perjodohan yang sudah ku atur??"tanya Emma


"Aku tak pernah menghasut kak Er ma. Aku pun tak pernah bertemu dengannya lalu bagaimana caranya aku menghasutnya??"tanya Zivana


"Mungkin kamu bertemu dengannya secara diam diam lalu menghasutnya agar tidak menerima perjodohan ini dan mungkin kamu ingin menikah dengan Bervan agar kamu bisa masuk lagi ke keluargaku."kata Emma sinis


"Ma, aku tak pernah ingin menikah dengan kak Er. Aku sudah menganggapnya kakakku sendiri. Aku juga tak ingin masuk kembali ke keluarga mama. Silahkan nikmati kekayaanku sebelum aku mengambilnya."kata Zivana menyeringai


"Jangan mimpi kamu bisa mengambilnya kembali karena sampai kapanpun kekayaan itu akan jadi milikku."kata Emma


"Kalau mama hanya bicara yang tidak penting lebih baik mama pergi karena ada hal yang lebih penting yang ingin aku kerjakan."kata Zivana


"Baiklah aku akan pergi. Tapi ingat jangan sampai kamu bertemu dengan Bervan dan menghasutnya lagi. Hari ini aku hanya memberi peringatan saja, tapi jika kamu mengulanginya lagi aku tidak akan segan segan untuk melenyapkanmu!!"ancam Emma lalu berjalan menuju mobil


"Aku tak akan pernah takut dengan ancamanmu itu."gumam Zivana pelan


Setelah mobil itu pergi Zivana segera menstater motornya dan melajukan motornya menuju rumah sakit. Setelah perjalanan selama 45 menit Zivana baru sampai dirumah sakit. Tapi, dia tak langsung masuk kedalam rumah sakit dia pergi ketaman terlebih dulu untuk menenangkan pikirannya sebentar. Bertemu mama tirinya pagi ini membuat mood nya buruk sekali. Barkali kali dia membuang nafas dengan kasar. Tanpa dia sadari ada yang berjalan mendekat kearahnya dan duduk disampingnya


"Ngapain lo sendirian disini??"tanya Ivanders


Zivana menoleh sebentar kemudian melihat kedepan lagi


"Lagi cari udara segar Om."jawab Zivana


"Kayaknya lo lagi banyak pikiran."kata Ivanders


"Kelihatan ya Om??"tanya Zivana


"Iya. Apa lo lagi ada masalah?? Lo bisa cerita sama gue siapa tahu gue bisa bantu."kata Ivanders

__ADS_1


"Gue hanya merindukan Daddy ku Om."kata Zivana sendu dan menitikkan air disudut matanya namun langsung di usapnya. Dia tak ingin Ivanders melihatnya menangis lagi seperti tadi malam


"Kalau lagi merindukannya lo bisa datang ke makam nya dan mencurahkan isi hati lo agar lo bisa sedikit tenang."saran Ivanders


"Kalau ada makamnya gue pasti langsung kesana Om."kata Zivana


"Jadi, jasad Tuan Satria belum ditemukan sampai saat ini??"tanya Ivanders kaget


Zivana menggelengkan kepalanya


"Lalu dimana Mommy lo??"tanya Ivanders hati hati


"Gue gak tahu Om. Sejak umur gue 5 tahun, Mommy pergi ninggalin gue sama Daddy dan sampai sekarang tak pernah kembali."kata Zivana menarik nafas panjang


"Sorry gue gak bermaksud membuat lo sedih."kata Ivanders tak enak hati


"Gak papa kok Om,"kata Zivana


"Dia seperti Noah yang sejak kecil ditinggal Mommy nya. Mungkin ini yang membuat mereka jadi dekat."gumam Ivanders dalam hati


"Om, boleh pinjam bahunya sebentar gak??"tanya Zivana


Didalam ruang rawat Noah merengek meminta Daddy nya untuk datang. Kinara segera keluar untuk mencari Ivanders yang pamitnya membeli sarapan tapi hampir satu jam tak kembali. Dia menyusuri koridor rumah sakit, namun langkahnya terhenti saat ada dua orang yang dikenalinya duduk berdua ditaman


"Bukankah itu Ivanders. Sedang bersama siapa dia??"gumam Kinara dalam hati


Dengan langkah cepat Kinara hendak menghampiri Ivanders, namun dia dihentikan oleh Rommy


"Nyonya mau kemana??"tanya Rommy


"Aku mau ke taman. Berani beraninya Ivanders bermesraan dirumah sakit. Pasti itu Hanna. Aku mau labrak gadis itu."kata Kinara emosi


"Maaf Nyonya yang bersama Tuan Ivanders itu bukan Hanna, tapi Zivana."kata Rommy


Kinara yang semula emosi jadi kaget saat Rommy menyebut nama Zivana

__ADS_1


"Benarkah itu Zivana??"tanya Kinara tak percaya


"Benar Nyonya."jawab Rommy


"Baguslah mereka semakin dekat. Akhirnya Zivana akan jadi menantuku."kata Kinara antusias


"Baiklah ayo kita keruangan Noah. Dia pasti sangat senang jika Daddy nya dan kakak cantiknya sudah dekat."lanjutnya sambil berjalan menuju ruang rawat Noah dan Rommy mengikutinya dari belakang


Zivana tertidur dibahu Ivanders. Entah mengapa dia begitu nyaman tidur dibahu Ivanders. Sebenarnya tadi malam dia tidak bisa tidur memikirkan Bervan yang menyatakan cinta padanya. Dia masih tak habis pikir bagaimana bisa Bervan mencintainya


Ivanders yang melihat Zivana yang tertidur dibahunya tersenyum. Dia menyelipkan rambut Zivana yang menutupi wajahnya karena terpaan angin


"Cantik."gumam Ivanders dalam hati sambil memandang wajah Zivana


Hampir satu jam Zivana tertidur dengan posisi kepala yang masih dibahunya. Ivanders merasa kebas karena tak bisa bergerak. Dia ingin membangunkannya tapi tak tega hingga setelah beberapa menit Zivana terbangun dan mendongakkan kepalanya saat Ivanders juga menoleh kearah Zivana. Mata mereka terkunci selama beberapa saat. Kemudian Zivana memutus pandangan itu


"Maaf ya Om gue malah ketiduran."kata Zivana tak enak hati


"Gak papa kok. Yaudah ayo kita keruangan Noah. Dia pasti menunggu lo. Dari tadi pagi dia begitu semangat karena lo mau datang."ajak Ivanders berdiri dari duduknya dan mengulurkan tangannya kearah Zivana. Zivana merasa bingung kenapa Ivanders mengulurkan tangannya. Karena Zivana yang tak kunjung memberikan tangannya kemudian Ivanders meraih tangan Zivana lalu menariknya lembut lalu mereka berjalan bersama dengan gandengan tangan


"Kita kan gak mau nyebrang Om kenapa harus gandengan??"tanya Zivana polos


"Apa hanya mau nyebrang aja yang harus gandengan tangan??"tanya Ivanders balik


"Ya gak sih Om."jawab Zivana


Disisi lain Bervan masih di apartemen Fito. Dia baru saja bangun tidur kemudian keluar kamar menuju dapur mengambil air karena merasa haus. Kemudian dia menghampiri Fito dan Adi yang ada diruang tamu


"Baru bangun lo bro."kata Adi


"Iya. Kepala gue pusing banget."kata Bervan sambil memegang kepalanya


"Lo itu punya masalah apa sebenarnya?? Gak biasanya lo mabuk. Gak mungkin jika hanya lo gak bisa membatalkan perjodohan lo."kata Fito


"Tadi malam gue juga nembak Zivana tapi ditolak."kata Bervan

__ADS_1


"Kenapa dia menolak lo?? Apa dia masih kecewa sama lo karena masalah pengusirannya dulu??"tanya Adi


"Dia bilang hanya menganggap gue kakaknya."kata Bervana lesu


__ADS_2