
Zivana serta Gio sama sama menghela nafas panjang lalu saling menoleh
"Apa yang sedang lo pikirkan??"tanya Gio
"Gak ada."jawab Zivana
"Lo juga dari tadi diam aja. Apa yang lo pikirkan??"tanya Zivana
"Gue mengingat awal pertemuan kita dulu Ziva. Gimana lo hebat nya melawan 4 orang preman sendirian."kata Gio
"Gio, lo itu juga harus belajar bela diri agar bisa menjaga orang orang yang lo sayang siapa tahu nanti diganggu orang jahat."kata Zivana
"Kan ada lo Ziva."kata Gio
"Gue kan gak selalu ada disini Gio."kata Zivana
"Ya deh. Tapi, lo ajari gue ya??"kata Gio
"Asal lo serius gue mau ngajari, tapi kalau lo gak serius seperti biasanya gue ogah ngajari lo!!"kata Zivana
"Gue bakal serius. Yaudah mending lo tidur bedok kan lo mau kebengkel mau servis ulang motor bang Varo."kata Gio
"Ini juga udah ngantuk gue. Sana lo kembali ke alam lo gue mau tidur."usir Zivana sambil menarik tangan Gio lalu mendorong tubuhnya keluar kamar
"Lo kira gue apa Ziva kembali ke alam gue??"protes Gio tapi Zivana tak peduli
Saat Gio sudah berada diluar kamarnya lalu pintunya ditutup pas diwajah Gio lalu mengunci pintu tersebut
"Aww hidung gue. Awas lo Ziva besok bakal gue balas!!"kata Gio mengusap hidungnya yang memerah karena terkena pintu lalu kembali ke kamarnya yang ada diseberang kamar Zivana
Zivana didalam tertawa mendengar gerutuan Gio. Setelah itu dia ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya dan menggosok gigi serta mengganti bajunya dengan piyama. Setelah itu dia berjalan menuju ranjangnya dan merebahkan tubuhnya karena tubuhnya yang letih tak butuh waktu lama dia langsung tertidur
Disisi lain seorang pria sedang duduk di ruang kerjanya sambil memandangi sebuah foto seorang gadis
"Besok kita akan ketemu lagi gadis manis. Aku akan mengalahkanmu di balapan besok. Dan setelah itu kamu akan menjadi milikku."kata pria itu sambil mengelus foto tersebut
Zivana belum tahu aturan balapan yang kalah. Yang dia hanya tahu jika menang akan mendapatkan uang 100 juta, tapi dia tidak tahu jika kalah akan menuruti semua kemauan si pemenang
"Saat pertama Pandu memperkenalkan mu kepadaku aku langsung jatuh cinta padamu Zivana. Tapi, kenapa setelah aku menyatakan cintaku kamu jadi menjauhiku??"gumam pria itu
Ya pria itu adalah Zayn Valdo Ricardo kakak dari Pandu Milan Ricardo sahabat dari Zivana
"Gue pastikan besok aku akan menang Zivana dan kamu akan menuruti kemauanku dengan menjadi kekasihku."gumam Zayn sambil mencium foto itu
__ADS_1
Keesokan harinya Zivana dan keluarga Gio berkumpul untuk sarapan pagi. Zivana makan dengan lahap
"Masakan Mama selalu yang terbaik."kata Zivana sambil mengunyah makanannya dan mengacungkan jempolnya
"Pelan pelan saja Ziva makannya."kata Adele
"Dia itu gak makan selama tiga hari Ma makanya kayak gitu."kata Gio tertawa
"Enak aja lo gak makan tiga hari. Mati dong gue."kata Zivana
"Habiskan dulu makanannya baru nanti dilanjutkan ngobrol nya."kata Malvin
Setelah itu tidak ada yang berbicara yang terdengar hanya suara dentingan sendok dan garpu
"Ma, Papa berangkat dulu ya ada meeting penting pagi ini."kata Malvin berdiri dari duduknya dan bersiap akan berangkat kerja
"Ya Pa."kata Adele mencium punggung tangan suaminya dan Malvin mencium keningnya
"Papa berangkat kerja dulu ya Ziva."kata Malvin
"Ya Pa. Kerja nya yang semangat Pa."kata Zivana mencium punggung tangan Malvin
"Iya dong Ziva pasti Papa semangat. Kasih pengertian itu sama orang disamping kamu biar mau bantu bantu Papa di perusahaan."kata Malvin sambil melirik Gio yang sedang sibuk bermain HP
"Nanti aku akan kasih pengertian sama dia Pa. Biar gak main cewek mulu."kata Zivana
"Makasih Ziva. Dia itu hanya menurut sama kamu."kata Malvin
"Papa tenang aja serahin Gio sama Ziva."kata Zivana tersenyum
"Yaudah Papa berangkat dulu."pamit Malvin
Setelah Adele mengantarkan Malvin sampai di luar rumah. Adele masuk kembali dan mengajak Gio berangkat ke pasar
"Ayo Gio kita berangkat sekarang keburu siang nanti.!!"ajak Adele
"Mama jadi ke pasar nya??"tanya Ziva
"Jadi dong Ziva. Kenapa kamu mau ikut??"tanya Adele
"Iya ikut aja. Biar sekali sekali lo itu pernah ke pasar. Terus belajar masak dari Mama. Lo itu anak cewek harus tahu masalah dapur. Gak didunia otomotif mulu kerjaan lo."kata Gio
"Ooh lo balas dendam nih ceritanya karena tadi Papa nyuruh lo ke Perusahaan terus lo nyuruh gue tahu masalah dapur!!!""kata Zivana
__ADS_1
"Lagian nih ya gue itu udah bisa masak dan masakan gue enak. Lo aja yabg belum pernah makan masakan gue."lanjut Ziva
"Ngapain juga gue balas dendam sama lo. Gak penting juga. Gue gak percaya kalau lo bisa masak."kata Gio
"OK. Gue ikut ke pasar dan nanti gue bakal masak. Gue jamin lo bakal ketagihan makan masakan gue. Tapi, kalau lo mau makan masakan gue juga gak gratis."kata Zivana dengan senyum menyeringai
"Maksud lo gue harus bayar gitu??"tanya Gio
"Bayar tapi gak pakai uang."jawab Zivana
"Terus pakai apa??"tanya Gio
"Lo harus mau membantu Papa di Perusahaan. Baru gue mau masak buat lo. Gimana??"tanya Zivana memaik turunkan alisnya dengan tersenyum
Adele yang mendengarkan pembicaraan antara Gio dan Zivana tersenyum. Memang benar hanya dengan Zivana, Gio akan menurut. Zivana selalu punya cara tersendiri agar Gio mau menuruti segala ucapannya
"Ah paling juga Zivana gak bisa masak. Iyain aja deh."gumam Gio dalam hati
"OK. Tapi, gue yang harus menentukan apa yang harus lo masak. Dan masakan lo harus enak."kata Gio
"OK. Deal."kata Zivana menyodorkan tangan kanannya
"Deal."kata Gio menjabat tangan kanan Zivana
"Mama jadi saksinya ya. Jangan sampai Gio ingkar."kata Zivana
"Eh gue itu cowok sejati gak pernah ingkar janji."kata Gio tak terima dengan ucapan Zivana
"Yaudah ayo kita segera berangkat."kata Adele memotong pembicaraan mereka. Karena jika tidak begitu perdebatan mereka tidak akan berakhir
Mereka berangkat ke pasar swalayan yang berada tak jauh dari rumah Gio. Gio mengikuti dua orang perempuan beda usia itu kedalam pasar. Sebenarnya Gio tak mau ikut masuk, tapi Zivana memakanya. Hingga mau tak mau dia ikut masuk ke dalam pasar
☘️☘️☘️☘️☘️
Mommy kasih visual babang Gio ya
...Giovano Regan Vernandes...
Jangan lupa tinggalkan jejak
Like
__ADS_1
Vote dan
Komentar