
Jam menunjukkan pukul 8 malam Gio baru berangkat ke rumah sakit karena tadi dia ketiduran saat dirumah. Dia berangkat menggunakan mobil bersama Malvin. Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam mobil yang dikendarai Gio baru sampai di rumah sakit. Gio segera memarkirkan mobil nya lalu masuk kedalam rumah sakit bersama Malvin. Malvin dan Gio berbincang bincang santai selama perjalanan menuju ruang rawat Zivana
"Apa kamu yakin akan pergi ke Jerman??"tanya Malvin
"Yakinlah Pa."jawab Gio
"Apa kamu sudah bilang sama Zivana??"tanya Malvin
"Sudah Pa. Dia yang menyarankan ku untuk ke Jerman karena menurut nya aku akan lebih bisa di ajari Om Daniel daripada Om Erland."kata Gio
"Zivana memang benar. Daniel memang sabar jika mengajari seseorang."kata Malvin
"Tapi aku heran sama adik Papa yang satu itu betah jomblo sampai sekarang. Apa Om Daniel pria normal Pa??"tanya Gio
"Tentu saja dia pria normal."jawab Malvin tidak terima
"Dulu Om Daniel pernah pacaran selama 5 tahun tapi ditinggal menikah sama pacar nya. Setelah itu Om Daniel tidak pernah mau pacaran lagi. Mungkin dia trauma. Ya semoga saja ada seorang wanita yang bisa membuat Om Daniel jatuh cinta dan segera menikah."kata Malvin
"Papa tenang aja nanti aku bakal cari jodoh buat Om Daniel disana."kata Gio
"Kamu kalau ikut Om Daniel harus jaga bicara kamu Gio. Dia paling sensitif kalau di ajak bicara tentang jodoh. Biarlah dia mencari sendiri pendamping hidup nya. Kalau sampai kamu bicara tentang jodoh sama dia bisa habis kamu sama Om Daniel. Dia jago bela diri sama kayak Zivana tapi tidak pernah memperlihatkan pada semua orang."kata Malvin memperingatkan Gio
"Bagus dong Pa kalau Om Daniel bisa bela diri. Selain belajar bisnis bisa belajar bela diri juga."kata Gio tersenyum
Malvin hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Gio. Bukannya takut malah senang mendengar Daniel bisa bela diri
Mereka berdua sampai didepan ruang rawat Zivana
"Assalamualaikum."sapa Malvin dan Gio
"Waalaikumsalam."jawab Zivana dan Adele
Gio langsung duduk di samping Adele sedangkan Malvin berjalan mendekati ranjang Zivana
"Bagaimana keadaanmu Zivana??"tanya Malvin
"Alhamdulillah sudah agak mendingan Pa."jawab Zivana
"Kalau boleh besok aku ingin pulang Pa."kata Zivana
"Kamu masih terlihat pucat Ziva. Sebaiknya kamu disini dulu sampai kamu benar benar sembuh."kata Malvin
__ADS_1
"Baiklah Pa."kata Zivana pasrah
"Papa tau apa yang kamu pikirkan. Kamu gak usah mikir biaya rumah sakit. Semua sudah jadi tanggung jawab Papa. Kamu itu bukan orang lain kamu itu juga anak Papa sama seperti Gio dan Gina. Jadi, pikirkan saja kesehatan kamu jangan mikir yang lain."kata Malvin
Zivana berkaca kaca mendengar ucapan Malvin lalu memeluk nya
"Terimakasih Pa."kata Zivana
"Tidak perlu berterimakasih karena kita adalah keluarga."kata Malvin
Gio dan Adele terharu melihat keduanya. Setelah itu Malvin berjalan menuju sofa lalu duduk disamping Gio
"Kok baru kesini Pa??"tanya Adele
"Itu anak kamu tadi tidur dan dibangunin susah sekali."jawab Malvin
"Kenapa gak disiram air aja Pa??"tanya Zivana tersenyum
"Wah jahat lo sama gue. Untung aja lo lagi sakit kalau gak udah habis lo sama gue."kata Gio berdiri dari duduknya lalu duduk disamping ranjang Zivana
"Emang lo berani sama gue??"tanya Zivana
"Enggak."jawab Gio membuat mereka bertiga tertawa
"Lihat aja nanti kalau gue udah bisa bela diri."kata Gio
"Emang kapan lo bisa bela diri?? Gue ajari aja lo ogah ogahan."kata Zivana
"Gue mau belajar sama Om Daniel."kata Gio
"Terus Om Daniel mau gitu ngajari lo bela diri??"tanya Zivana
"Ya pasti mau lah. Secara kan gue ponakan dia yang paling ganteng."kata Gio
"Ya emang lo yang paling ganteng karena dari sekian ponakan Om Daniel hanya lo yang laki laki."kata Zivana
"Lo itu ya apa susahnya sih bilang kalau gue ini ganteng?? Heran gue sama lo."kata Gio
"Iya deh. Gio anak Mama Adele dan Papa Malvin yang paling ganteng."kata Zivana
"Gitu dong. Gue kan jadi tambah sayang."kata Gio tersenyum lalu mengacak rambut Zivana
__ADS_1
"Iih Gio. Rambut gue berantakan nih."kata Zivana mengerucutkan bibirnya
Adele dan Malvin hanya tersenyum melihat pertengkaran mereka berdua
"Mama dan Papa mau keluar cari makan dulu ya."kata Adele
"Kenapa gak pesan online aja Ma??"tanya Gio
"Mama ingin makan diluar lagi pula ada hal penting yang ingin Mama bicarakan sama Papa."kata Adele
"Jangan bilang Mama mau membicarakan ingin membuat adek untukku dan Gina ya??"tuduh Gio
"Seharusnya kamu yang memberikan kami cucu bukannya kami yang memberikan adik untukmu!!"kata Adele berkacak pinggang
"Mama dan Papa masih muda jadi tidak masalah jika ingin membuatkan adik untukku."kata Gio
"Tapi Mama sudah tidak mau hamil lagi. Lebih baik kamu menikah begitu kamu pulang dari Jerman. Dan segera buatkan Mama cucu selagi Mama masih muda."kata Adele
"Aku masih muda Ma. Aku belum mau menikah. Umurku kan baru 25 tahun. Targetku menikah saat umurku sudah 30 tahun."kata Gio
"Kenapa menunggu sampai umur 30 tahun??"tanya Zivana
"Diumur 30 tahun aku sudah siap lahir dan batin menafkahi anak dan istriku. Lagi pula aku ingin membangun bisnis sendiri nanti."kata Gio
"Kalau kamu membangun bisnis baru lalu siapa yang akan meneruskan bisnis Papa??"tanya Malvin
"Kan masih ada Gina Pa."jawab Gio
"Gina kalau sudah menikah pasti akan ikut bersama suaminya. Papa gak mau tau pokoknya kamu harus meneruskan bisnis Papa."kata Malvin tegas
"Lihat nanti lah Pa. Aku belum bisa memutuskan sekarang. Lagi pula aku kan baru mau belajar bisnis."kata Gio mengalah karena dia tahu jika Papa nya itu tidak pernah bisa dibantah
"Kita pergi sekarang Pa. Kamu ingin dibawakan makanan apa Gio??"tanya Adele
"Aku mau nasi apdang aja Ma."jawab Gio
"Ya udah Mama tinggal dulu ya Ziva??"kata Adele dan dibalas anggukan kepala Zivana
Adele dan Malvin berjalan keluar dari ruang rawat Zivana. Adele ingin menanyakan pada Malvin tentang masalah perusahaan dan juga ingin menceritakan tentang keinginan Zivana yang ingin menikah dengan Ivanders
Setelah melihat orang tua nya pergi Gio mulai bertanya pada Zivana siapa orang yang datang menjenguk nya tadi siang karena dia begitu penasaran ada hubungan apa antara Zivana dan orang itu
__ADS_1
"Oh ya Ziva tadi siang siapa yang menjenguk lo?? Gue belum pernah melihat dia sebelum nya."kata Gio
"Dia Om Ivanders anak Tante Kinara."kata Zivana