Terjerat Cinta Om Duda

Terjerat Cinta Om Duda
Part 36


__ADS_3

"Badmood dari tadi malam?? Memangnya apa yang terjadi tadi malam??"tanya Gio penasaran


Zivana menghela nafas panjang dan menundukkan wajahnya


"Apa ada yang mengganggu pikiran lo?? Kalau ada masalah itu jangan dipendam sendiri. Setidaknya ceritakan padaku agar beban pikiranmu berkurang. Ayolah ceritakan lo ada masalah apa?? Siapa tahu gue bisa bantu??"tanya Gio


Melihat Zivana yang hanya diam dan tidak mau menceritakan masalahnya membuat Gio kecewa dan memutuskan untuk pergi


"Kalau lo diem aja kayak gini gue merasa jadi saudara angkat yang gak berguna. Gue pergi aja kalau gitu."kata Gio tapi tangannya dicekal Zivana


"Gue bakal cerita tapi nanti ya perut gue laper banget."kata Zivana lirih dan berkeringat dingin membuat Gio khawatir


"Lo kenapa Ziva??"tanya Gio mengelap keringat yang ada didahi Zivana dengan menggunakan tisu


"Kayaknya penyakit lambung gue kambuh deh Gio. Tolong ambilkan obat gue dong yang ada ditas."kata Zivana lirih sambil memegang perutnya yang terasa perih


Gio mengambil tas Zivana yang ada disampingnya dan mengambil obat Zivana. Kemudian dia mengambil aqua gelas yang ada didepannya lalu Zivana meminum obatnya


"Gimana?? Apa perut lo masih sakit?? Kita kerumah sakit aja ya??"tanya Gio khawatir


"Udah mendingan kok. Lo gak usah khawatir."kata Zivana memaksakan tersenyum


"Lo itu jangan telat makan Ziva agar penyakit lambung lo gak kambuh lagi. Lo itu harus bisa jaga kesehatan lo. Lo itu tinggal sendiri sekarang kalau lo sakit tidak ada yang mengurus lo."nasehat Gio


"Yayaya udah belum ceramahnya?? Gue mau makan."kata Zivana


"Lo itu dinasehati gak pernah lo dengerin. Yaudah kita makan sekarang. Gue suapi ya??"kata Gio


"Gak usah lebay. Gue bisa makan sendiri."kata Zivana memakan baksonya


"Bukannya lebay tapi gue perhatian sama lo."kata Gio


"Lo biasanya makan bakso disini sama siapa aja??"tanya Gio


"Seryl, bang Yudi dan bang Sonu. Ini juga tempat langganan mereka. Kalau sama Pandu pernah sekali pas kebengkel nyervis motornya terus gue ajak kesini."jawab Zivana


"Lo pernah ajak Deva kesini??"tanya Gio hati hati

__ADS_1


"Lo kenapa bahas dia sih Gio?? Gue jadi gak nafsu makan kan sekarang."kata Zivana meletakkan garpunya


"Sorry kalau pertanyaan gue tadi membuat lo jadi gak nyaman. Udah kita makan lagi aja."kata Gio menyesal


Zivana menghela nafas panjang lalu menceritakan pada Gio jika tadi dia bertemu Deva dirumah sakit


"Tadi siang gue ketemu sama dia dirumah sakit."kata Zivana


"Apa dia menyakiti lo??"tanya Gio


"Nggak. Katanya dia udah putus sama si Vanya dan dia mengajak gue balikan."jawab Zivana


"Terus lo jawab apa?? Jangan bilang lo mau balikan sama dia."kata Gio


"Ya gue gak mau lah. Dia udah nyakitin gue selingkuh dengan sahabat gue sendiri. Ya kali gue mau sama orang yang udah nyakitin gue."jawab Zivana


"Bagus. Tapi gue rasa dia bakal balik lagi buat minta balikan sama lo. Secara dia kan orangnya keras kepala dan pantang menyerah."kata Gio


"Kali ini gue jamin dia gak akan minta balikan lagi sama gue."kata Zivana


"Kenapa lo bisa seyakin itu??"tanya Gio memicingkan matanya


Zivana dan Gio makan bakso mereka kembali. Dan setelah selesai makan, Gio menagih Zivana untuk menceritakan penyebab dia badmood dari tadi malam. Akhirnya Zivana menceritakan jika Bervan menyatakan cinta padanya lalu tadi pagi mama tirinya yang datang ke kontrakannya serta tadi siang yang bertemu dengan Deva mantannya. Tapi dia tidak menceritakan soal permintaan Noah yang memintanya jadi Mommy nya. Dia takut Gio akan mengejeknya habis habisan


"Apa mungkin Bervan sengaja menyatakan cintanya ke lo untuk membatalkan perjodohannya??"tanya Gio


"Entahlah Gio. Tapi dari sorot matanya terlihat serius saat dia menyatakan cinta padaku."kata Zivana


"Udah gak usah lo pikirin. Nanti kalau lo ketemu lagi sama dia lebih baik lo menghindar."saran Gio


"Gue sebenarnya tahu jika Bervan mencintai lo dari saat pertama gue ketemu sama dia saat itu. Terlihat dari sorot matanya yang terlihat sangat mengagumi lo Ziva. Tapi, sebaiknya gue gak mengatakannya gue takut jadi beban pikiran lo Ziva."gumam Gio dalam hati


"Gio.."panggil Zivana dengan menggoyangkan lengannya


"Eh i..ya Ziva ada apa??"tanya Gio


"Kok lo melamun. Apa yang lo pikirkan??"tanya Zivana

__ADS_1


Saat Gio akan menjawab ada seorang perempuan tiba tiba duduk disamping Gio dan memegang lengannya membuat Gio kaget


"Sayang,,kamu kemana aja dua hari ini?? Kenapa gak ada kabar"tanya Dea


"Lo apaan sih De. Kita itu gak ada hubungan apa apa ngapain gue ngabari lo!!"seru Gio sambil melepas lengan yang dipegang Dea


"Kita kan pacaran apa kamu lupa?? Kamu kenapa sih sayang?? Apa gara gara dia kamu jadi kasar sama aku??"tanya Dea sambil menunjuk Zivana membuat Zivana menatapnya jengah


"Lo mending urus dia dulu deh Gio. Gue tunggu diparkiran. Jangan lupa bayar dulu nanti."kata Zivana berdiri dari duduknya dan berjalan menuju parkiran


"Tunggu Ziva."kata Gio akan berdiri tapi tangannya dicekal Dea


"Lepas Dea!!"bentak Gio


"Kamu ngebentak aku sayang."kata Dea berkaca kaca


"Dea,, gue kasih tahu sama lo ya. Kita itu gak ada hubungan apa apa. Lo salah paham dengan kedekatan kita selama beberapa hari kemarin. Gue itu hanya menghibur lo karena lo sedih akibat perpisahan orang tua lo."kata Gio


"Apa kamu gak ada perasaan apa apa sama aku??"tanya Dea


"Sorry Dea. Gue hanya anggap lo sahabat gue gak lebih dari itu."kata Gio


"Tapi aku cinta sama kamu Gio. Please kasih kesempatan buat aku membuat kamu jatuh cinta sama aku."kata Dea


"Gue gak bisa Dea. Sorry."kata Gio


"Tapi kenapa?? Apa gara gara cewek tadi yang membuat kamu gak mau kasih kesempatan buat aku??"tanya Dea


"Lo gak usah bawa bawa dia dalam hal ini. Dia itu gak tahu apa apa."kata Gio


"Lo itu cantik dan baik. Gue yakin lo pasti dapat orang yang tulus mencintai lo, tapi bukan gue orangnya. Gue pergi dulu."lanjut Gio


Gio berjalan meninggalkan Dea yang menangis tak lupa dia membayar bakso tadi lalu berjalan menghampiri Zivana yang sudah menunggunya dari tadi


"Udah selesai drama nya??"tanya Zivana dengan melipat kedua tangannya didadanya


"Udah. Ayo kita pulang."ajak Gio

__ADS_1


"Lo jangan suka nyakitin hati perempuan Gio. Gue gak mau jika hati lo disakitin perempuan nantinya. Karena karma itu pasti ada."nasehat Zivana


"Gue gak pernah nyakitin hati perempuan Ziva. Udahlah ayo kita pulang nanti keburu malam."kata Gio sudah menaiki motornya dan Zivana duduk dibelakangnya lalu Gio melajukan motornya menuju kontrakan Zivana


__ADS_2