
Setelah perjalanan selama 30 menit Zivana dan Gio sampai dikontrakan. Betapa kagetnya Zivana karena melihat barang barangnya yang berada diluar kontrakan
"Ini kenapa barang barang lo ada diluar Ziva??"tanya Gio
"Entahlah. Gue mau bicara sama yang punya kontrakan dulu ya. Lo tunggu disini."kata Zivana dijawab Gio dengan menganggukkan kepalanya
Zivana berjalan kerumah pemilik kontrakan. Jarak kontrakannya dengan pemilik kontrakan hanya beberapa meter saja. Setelah sampai dirumah pemilik kontrakan Zivana mengetuk pintunya
tok tok tok
Pintu terbuka terlihat ibu pemilik kontrakan keluar dari rumahnya
"Eh nak Zivana ayo masuk."ajak Dewi
"Tapi bu saya...."kata Zivana
"Saya tahu kenapa kamu kemari. Ayo kita masuk kedalam ibu nanti akan menjelaskan semuanya."kata Dewi
Zivana mau tak mau ikut masuk kedalam rumah Ibu Dewi pemilik kontrakan. Setelah masuk Dewi menyuruh Zivana untuk duduk diruang tamu
"Mau minum apa nak??"tanya Dewi
"Gak usah repot repot bu."jawab Zivana tersenyum
"Tidak repot kok. Saya buatkan teh anget dulu ya."kata Dewi berjalan kedapur
Setelah beberapa menit Dewi datang membawa secangkir teh
"Ini nak diminum dulu."kata Dewi meletakkan cangkir yang berisi teh dimeja didepan Zivana
"Terimakasih bu."kata Zivana mengambil cangkir itu dan meminumnya sedikit
"Sebelumnya saya minta maaf ya nak. Tadi siang ada seorang wanita datang kerumah ibu dan ingin membeli kontrakan yang kamu tinggali. Awalnya saya menolak tapi suami saya tiba tiba datang dan mendengar jika kontrakan akan dibeli dengan harga yang mahal lalu mengiyakan jika wanita itu mau membeli kontrakan tersebut."kata Dewi
"Tapi kan saya sudah membayar sampai akhir tahun bu. Setidaknya izinkan saya tinggal disana sampai akhir tahun bu."kata Zivana
"Maaf nak wanita yang membeli kontrakan itu tidak mengizinkan kamu menempatinya. Saya akan kembalikan uang kamu yang sudah kamu bayarkan kepada ibu. Sebentar ibu ambilkan uangnya."kata Dewi berjalan ke kamarnya
__ADS_1
Zivana menghela nafas panjang. Dia sudah bisa menebak siapa yang telah membeli kontrakan yang dia tempati saat ini
"Kenapa dia selalu merusak ketenangan hidupku?? Apa belum cukup dia sudah mengambil apa yang sudah menjadi hakku??"gumam Zivana dalam hati sambil mengepalkan tangannya
Dewi keluar dari kamar membawa amplop dan menyerahkan nya pada Zivana
"Ini sudah malam lebih baik kamu mau menginap disini dulu nak."kata Dewi
"Tidak bu. Saya menginap dirumah teman saya saja. Dia sudah menungguku dikontrakan."kata Zivana
"Sekali lagi maafkan saya ya nak. Apa kamu mau ngontrak punya saudara saya?? Tapi ya agak jauh dari sini."tawar Dewi
"Tidak usah bu. Mungkin saya akan tinggal dirumah teman saya saja. Kalau begitu saya pamit bu. Assalamualaikum."kata Zivana berdiri dari duduknya dan mencium punggung tangan Dewi
"Waalaikumsalam nak."kata Dewi
Dewi melihat Zivana berjalan keluar. Dia merasa kasihan pada Zivana. Tapi, dia juga tidak bisa berbuat apa apa
Zivana berjalan dengan langkah gontai menuju kontrakannya. Gio yang melihat Zivana langsung menghampiri nya
"Lo kenapa lesu gitu?? Apa lo diusir sana yang punya kontrakan??"tanya Gio
"Kontrakan ini udah dibeli orang Gio, jadi gue gak bisa tempati lagi."kata Zivana
"Kenapa tiba tiba dijual Ziva tanpa pemberitahuan dulu?? Harusnya mereka ngasih tahu lo dulu agar gak kayak gini tiba tiba barang lo udah diluar. Kalau ada barang penting lo yang hilang diambil orang gimana?? Gak bener itu yang punya kontrakan."kata Gio emosi
"Ini bukan kesalahan mereka Gio, tapi ada orang yang gak ingin gue tinggal disini."kata Zivana
"Siapa yang gak ingin lo tinggal disini Ziva?? Apa lo punya masalah sama orang sini??"tanya Gio
"Mama Emma yang membeli kontrakan ini."kata Zivana
"Emang maunya apa sih mak lampir itu Ziva. Heran gue gak bisa ngeliat lo senang."kata Gio dengan wajah tidak suka
"Ya mungkin kak Bervan masih kekeh ingin membatalkan perjodohannya. Dan pasti Mama Emma menganggap bahwa gue yang menghasut kak Bervan. Jadi, ini yang dia lakukan dengan membeli kontrakan ini dan berharap gue pergi sejauh mungkin."kata Zivana menghela nafas panjang
"Yaudah gak usah lo pikirin. Nanti penyakit lambung lo kambuh lagi kalau lo banyak pikiran. Mending lo ikut gue pulang kerumah gue Ziva."kata Gio
__ADS_1
"Gue gak mau merepotkan Mama Adele Gio. Gue cari kontrakan deket sini aja ya."kata Zivana tak enak hati
"Mama gak pernah merasa direpotkan sama lo Ziva. Mama sangat sedih saat lo memutuskan pergi dari rumah dan memilih tinggal di kontrakan. Mama pasti seneng jika lo ikut gue pulang."kata Gio
"Lagian kalau mama tiri lo tahu lo pindah kontrakan deket sini tidak menutup kemungkinan jika dia juga akan membelinya lagi."lanjut Gio
"Yaudah tapi hanya beberapa hari aja ya gue tinggal dirumah lo. Gue mau cari kontrakan yang dekat sekolah gue aja."kata Zivana
"Ya terserah lo. Atau gimana kalau lo tinggal aja di apartemen gue yang dekat sekolah lo itu. Daripada apartemen itu kosong kan lebih baik lo tempati."kata Gio
"Yaudah gue ke apartemen lo aja sekarang."kata Zivana
"Apartemen gue udah kosong selama satu tahun dan harus dibersihkan dulu Ziva. Jadi, selama apartemennya belum dibersihkan lo harus tinggal dirumah gue. Mama merindukan lo Ziva. Jadi pelase ayo ikut gue pulang kerumah gue."kata Gio memohon
"Ya baiklah."kata Zivana pasrah
"Tapi gimana kita bawa barang barang gue Gio?? Pasti gak bisa kalau kita membawanya menggunakan motor."kata Zivana
"Lo tenang aja. Gue udah hubungi Haikal gue suruh bawa mobil kesini buat bawa barang barang lo. Paling bentar lagi dia sampai."kata Gio dijawab anggukan kepala Zivana
Setelah setengah jam Haikal baru sampai dikontrakan Zivana menggunakan mobilnya. Lalu dia turun dari mobilnya dan menghampiri Zivana dan Gio
"Lama banget sih Kal."kata Gio mendengus kesal
"Sorry tadi agak mecet dijalan."kata Haikal
"Ayo kita bawa barang barang Ziva taruh dibagasi mobil lo."ajak Gio
Gio, Haikal serta Zivana membawa barang barang yang ada diluar kontrakan kedalam bagasi mobil Haikal
"Lo ikut mobil aja ya Ziva."kata Gio
"Nggak Gio. Gue ikut lo pakai motor aja."kata Zivana
"Tapi dingin Ziva. Gue gak mau lo sakit."kata Gio
"Gue bawa jaket Gio. Gue mau jalan jalan sebentar sama lo ingin refreshing otak gue."kata Zivana
__ADS_1
"Yaudah deh. Kal, lo bawa barang barang Ziva kerumah gue ya."kata Gio dan dijawab acungan jempol dari Haikal
Haikal mengendarai mobilnya meninggalkan kontrakan Zivana menuju rumah Gio. Sedangkan Gio mengajak Zivana pergi ke pasar malam