
Haikal yang baru kembali membeli sarapan dari cafe depan rumah sakit melihat Belvana di lobby. Kemudian dia berjalan cepat menghampiri Belvana dan menyapanya. Mereka berbincang bincang sambil berjalan
"Oh hai El."sapa Haikal melambaikan tangannya
"Hai juga kak Haikal."jawab Belvana dengan tersenyum
"Mau jenguk Zivana ya??"tanya Haikal
"Iya kak. Kakak darimana??"tanya Belvana
"Habis sarapan dari cafe depan."jawab Haikal
"Terus adek kakak siapa yang jagain??"tanya Belvana
"Aku suruh jagain perawat tadi. Soalnya aku udah laper banget tadi. Nungguin Tante kesini nya ntar siang keburu kelaperan dong aku nya."kata Haikal
"Kenapa gak beli online aja kak??"tanya Belvana
"Tadinya sih mau beli online tapi gak jadi karena HP ku mati. Semalam lupa ngeces karena Annisa tadi malam badannya panas lagi."kata Haikal
"Sebenarnya Annisa sakit apa kak??"tanya Belvana
"Tipes. Panas lagi gara gara makan sate ayam kemarin. Anaknya nangis terus dan ngambek gak mau minum obat kalau gak dibeliin sate. Ya terpaksa aku beliin eh malamnya panas lagi badannya."kata Haikal
"Yang sabar ya kak. Nanti aku akan menjenguk Annisa abis jenguk kak Zizi."kata Belvana
"Iya. Ya udah kamu duluan aja. Aku mau ke ruangan dokter dulu."kata Haikal sambil menunjuk ruang dokter yang berbeda arah dengan ruang rawat Zivana
Belvana hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kemudian berjalan menuju ruang rawat Zivana
tok tok tok
Gio membuka pintunya lalu menyuruh Belvana untuk masuk. Belvana berjalan masuk kedalam ruangan dan mengucapkan salam
"Assalamualaikum."sapa Belvana
"Waalaikumsalam."jawab Gio, Adele dan Zivana
Belvana berjalan mendekat kearah Adele lalu mencium punggung tangannya lalu meletakkan bekal buatannya dimeja
"Masih pagi udah kesini El."kata Zivana
"Aku sengaja pagi kesini kak. Aku buatin sandwich kesukaan kak Zizi."kata Belvana mengambil bekal yang ada dimeja lalu membukanya. Zivana melihatnya langsung berbinar-binar
"Sandwich tuna."kata Zivana senang
"Iya kak. Tapi aku gak tahu rasanya enak atau tidak."kata Belvana
__ADS_1
Zivana langsung menggigit sandwich itu. Matanya langsung berkaca kaca
"Kenapa kak?? Gak enak ya?? Jangan dimakan kak kalau gak enak."kata Belvana
"Ini enak kok El. Rasanya seperti buatan Daddy."kata Zivana sambil menangis
"Kakak sudah lama tidak merasakan sandwich tuna ini El. Makasih ya kamu sudah membuatkannya untuk kakak."lanjut Zivana dan Belvana langsung memeluknya
Adele dan Gio tersenyum melihat interaksi antara dua saudara itu. Mereka memang berbeda ibu tapi ikatan mereka sangat kuat
"Aku senang kakak menyukainya. Aku baru pertama kali buat itu kak. Tapi aku masih ingat saat Daddy mengajari ku membuat sandwich itu."kata Belvana
"Kakak tidak percaya kalau kamu baru pertama membuatnya. Karena ini rasanya enak sekali."kata Zivana sambil menghabiskan dua sandwich tuna buatan Belvana
"Beneran kak."kata Belvana
Tiba tiba ada seseorang masuk kedalam ruang rawat Zivana dan berjalan mendekat kearah Zivana. Pintu ruangannya memang belum ditutup Gio tadi karena Adele akan pulang
"Kamu sakit apa Zivana??"tanya orang itu
"Kak Er!!"kata Belvana kaget
Ya orang itu adalah Bervan. Dia mengikuti Belvana tadi tapi kehilangan jejak saat keluar dari lift. Untung saja pintu ruang rawat Zivana tidak ditutup sehingga dia tidak susah mencari dimana orang yang dijenguk Belvana
"Kok kakak bisa ada disini?? Bukannya tadi kakak sudah pergi??"tanya Belvana heran
"Kenapa kamu gak bilang kalau yang sakit Zivana??"tanya Bervan sambil menatap Belvana dengan tajam
"Hey bro kalau masuk itu pakai tata krama. Gak lihat disini ada orang tua setidaknya ucapkan salam bukannya langsung masuk aja."tegur Gio
"Mending lo keluar aja kedatangan lo tidak diharapkan disini."lanjut Gio
Zivana menggelengkan kepalanya dan Adele menahan lengan Gio agar tidak berdiri
"Sudah biarkan saja Gio. Jika dia mengganggu Zivana baru kamu bertindak. Setidaknya lihat dulu apa mau dia."kata Adele lalu berjalan mendekati Zivana
"Mama pulang dulu ambil baju ganti buat kamu. Kamu mau Mama masakin apa nanti??"tanya Adele
"Masakin sop ayam aja Ma."jawab Zivana
"Iya nanti Mama masakin. Tapi Mama nanti kesini nya agak siangan gak papa kan??"tanya Adele
"Gak papa Ma."kata Zivana
"Mama gak dianterin Gio pulangnya??"tanya Zivana
"Nggak. Mama udah dijemput Mang Udin dibawah."jawab Adele
__ADS_1
"Gio,,jagain yang bener lho Zivana!!"kata Adele
"Iya Ma. Aku akan menjaganya dengan sepenuh hati. Aku gak akan biarkan ada yang menyakitinya."kata Gio sambil melirik kearah Bervan
"Tante pulang dulu ya El."kata Adele
"Iya Tante. Hati hati dijalan."kata Belvana mencium punggung tangan Adele
"Dan kamu anak muda kalau kamu kesini tujuanmu menjenguk Zivana jangan terlalu lama. Aku gak ingin Zivana tambah sakit jika kamu berada didekatnya."kata Adele sambil menatap tajam kearah Bervan
"Iya Tante."kata Bervan
Walaupun Bervan tidak mengenal Adele dan masih penasaran kenapa Zivana memanggilnya Mama. Dia mencoba menghormatinya meskipun sikapnya kurang welcome dengannya berbeda sikapnya dengan Belvana
Setelah Adele pergi suasana didalam ruang rawat Zivana menjadi tegang
"Bisa kita bicara berdua Ziva??"tanya Bervan
Zivana melihat ke Gio dan dia menggelengkan kepalanya menyuruh Zivana untuk menolaknya. Namun Zivana malah mengiyakan permintaan Bervan
"Kamu ajak El keluar sebentar Gio."kata Zivana
"Tapi, Ziva."protes Gio tapi Zivana meyakinkan jika dia akan baik baik saja sehingga membuat Gio pasrah. Lalu dia mengajak Belvana pergi dari ruangan tersebut. Namun sebelum Gio pergi dia berpesan agar segera menghubunginya kalau terjadi sesuatu dan Zivana mengiyakan nya
"Kamu sakit apa Ziva??"tanya Bervan sambil memegang tangan Zivana, tapi langsung ditepis oleh Zivana
"Aku hanya kecapekan kak."jawab Zivana
"Bagaimana perusahaan Anderson bisa sampai koleps kak??"tanya Zivana dengan wajah datar
Mendengar pertanyaan Zivana membuat Bervan kaget
"Pasti kamu kepikiran soal perusahaan sehingga kamu sakit. Maaf Ziva ini diluar kemampuan kakak. Tapi, kakak akan berusaha agar Perusahaan bisa kembali bangkit."kata Bervan
"Dengan apa kak Bervan bisa membuat Perusahaan bangkit sedangkan para investor sudah mulai menarik saham mereka??"tanya Zivana
"Kakak sedang mencari solusinya Ziva. Kakak akan berusaha sekuat tenaga kakak agar Perusahaan bisa kembali bangkit. Yakinlah bahwa semua akan baik baik saja, jadi kamu jangan terlalu memikirkannya. Biar ini jadi urusan kakak. Kakak gak mau kamu sakit."kata Bervan
Saat Zivana akan berbicara dia dikagetkan dengan suara orang yang baru masuk kedalam ruang rawatnya
"Zivana, kamu sakit apa??"tanya orang itu
"Kak Zayn!!"seru Zivana kaget
"Darimana kakak tahu kalau aku di rumah sakit??"tanya Zivana
"Tadi malam aku gak sengaja dengar Pandu menghubungi temannya dan bilang kamu sakit. Makanya pagi ini aku langsung kemari ingin menjenguk kamu."kata Zayn
__ADS_1
"Siapa lo??"tanya Bervan
Bervan menatap tajam kearah Zayn begitupun sebaliknya. Zivana merasa pusing melihat keduanya