Terjerat Cinta Om Duda

Terjerat Cinta Om Duda
Part 78


__ADS_3

"Makanya Daddy jangan main kuda-kudaan di kamar mandi agar tidak jatuh. Lagian apa Daddy tidak malu sudah besar main kuda-kudaan??"tanya Noah membuat ketiga orang yang ada dimeja makan langsung tertawa dan Ivanders hanya mendengus kesal dengan menatap Zivana dengan tajam


"Ini semua gara-gara kamu gadis ceroboh!! Aku akan membalasmu karena membuat punggungku sakit dan jadi bahan tertawaan."gumam Ivanders dalam hati


"Gawat!! Sepertinya Om Dudaku marah. Pasti dia akan membalas ku nanti."gumam Zivana dalam hati saat melihat Ivanders menatapnya dengan tajam


"Noah, ayo Mom antar kan ke sekolah."ajak Zivana beranjak dari duduknya


"Ayo Daddy juga ingin mengantarkan jagoan Daddy ke sekolah."kata Ivanders ikut berdiri dari duduknya


"Bukankah Mas ada meeting pagi ini. Biar aku aja yang mengantarkan Noah."kata Zivana


"Tidak apa apa lagian Rommy sudah ada di kantor. Dia yang akan menghandle sementara sebelum aku sampai di kantor."kata Ivanders


"Iya Ziva biar Ivan ikut mengantarkan Noah ke sekolah karena ini kali pertama Noah diantarkan oleh orang tua yang lengkap."kata Kinara


"Iya Mom. Aku akan pamer pada teman-temanku kalau sekarang aku sudah punya keluarga lengkap agar mereka tidak mengejekku lagi."kata Noah


"Apa kamu sering di ejek teman-temanmu Noah??"tanya Ivanders terkejut


"Yes Dad. Mereka selalu bilang kalau aku tidak punya Mommy. Mommy tidak sayang padaku makanya dia meninggalkanku saat masih bayi."kata Noah sendu


Zivana langsung memeluk Noah karena dia dulu juga merasakan apa yang dirasakan Noah. Mendengar ucapan Noah, Ivanders merasa menjadi orang tua yang gagal karena tak pernah mengetahui jika anaknya sering di ejek oleh teman-temannya. Mungkin kurangnya perhatian pada Noah membuatnya tak mengetahui apa yang terjadi di sekolahnya


"Sudah jangan pada sedih karena hari ini adalah hari bahagiaku. Ayo kita berangkat sekarang."kata Noah menarik tangan Ivanders dan Zivana


Kinara berkaca-kaca melihat ketiganya pergi


"Semoga keluarga kecil mereka selalu bahagia."kata Kinara


"Kita hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka."kata Oscar mengelus lembut pundak istrinya


Sementara di dalam mobil Noah terus tersenyum bahagia dan duduk dipangku oleh Zivana didepan karena Ivanders mengemudi mobil itu sendiri. Setelah perjalanan selama 45 menit mobil yang dikendarai Ivanders sampai disekolah Noah. Zivana dan Ivanders ikut Noah turun dari mobil mengantarkan Noah sampai di gerbang sekolah

__ADS_1


"Apa nanti Mommy dan Daddy akan menjemput ku??"tanya Noah


"Maafkan Daddy tidak bisa menjemputmu Noah karena Daddy ada meeting penting yang tidak bisa Daddy tinggalkan."kata Ivanders menyesal


"Nanti Mom saja yang akan jemput Noah."kata Zivana sambil mengelus rambut Noah


"Benar Mom."kata Noah antusias


"Iya Noah."kata Zivana tersenyum


"Ya sudah aku masuk dulu ya Mom Dad."kata Noah mencium punggung tangan Zivana dan Ivanders bergantian lalu berjalan masuk ke sekolahnya dengan terus melambaikan tangannya pada keduanya


Setelah Noah sudah tak terlihat Zivana dan Ivanders masuk kedalam mobil


"Mas, antar kan aku ke bengkel ya."kata Zivana


"Mau ngapain ke bengkel?? Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk berhenti bekerja dan hanya fokus kuliah kamu dan mengurusi Noah."kata Ivanders


"Aku belum bicara sama bang Varo kalau aku mau resign dari bengkelnya. Dan rencananya hari ini aku mau bilang sama bang Varo."kata Zivana


"Lho mas kok mobilnya berhenti disini??"tanya Zivana menoleh kearah Ivanders


"Kamu turun sekarang!!!"perintah Ivanders


"Lho kenapa aku harus turun mas?? Mobilnya mogok ya??"tanya Zivana


"Nggak. Aku memang sengaja menyuruh kamu turun disini karena aku bukan supir kamu yang akan mengantarkan kamu kemanapun kamu pergi."kata Ivanders


"Yang bilang mas supir siapa?? Aku kan minta tolong diantarkan ke bengkel bang Varo. Lagian kita juga searah kan?? Masa iya mas tega nyuruh aku turun disini. Bengkel bang Varo kan masih jauh mas."kata Zivana


"Aku tidak peduli. Ini adalah hukuman untukmu karena kamu pinggangku sakit dan tadi aku jadi bahan tertawaan."kata Ivanders


"Aku kan sudah minta maaf mas. Lagian aku juga tidak sengaja menendang mu tadi pagi."kata Zivana

__ADS_1


"Sengaja ataupun tidak tapi kamu sudah membuatku malu pagi ini. Sekarang cepat turun karena aku akan meeting sebentar lagi."kata Ivanders


"Apa kamu tega gitu mas ninggalin aku sendirian disini?? Kalau aku diculik gimana mas?? Mas akan kehilangan istri sebaik dan secantik aku. Jadi please jangan tinggalin aku ya ya ya."kata Zivana memelas


"Tidak akan ada yang berani menculik gadis bar bar sepertimu. Dan jangan pasang wajah melas seperti itu di depanku karena tidak akan berpengaruh sama sekali kepadaku. Jadi cepat turun sekarang!!!"kata Ivanders


Mau tidak mau Zivana turun dari mobil dengan perasaan kesal. Ivanders langsung mengemudikan mobilnya begitu Zivana turun dari mobil


"Dasar suami tidak punya akhlak. Aku sumpahin ban mobilnya bocor."kata Zivana kesal lalu mengeluarkan HPnya yang ada di tasnya kemudian memesan ojek online


"Untung tadi aku bawa tas kalau gak auto jalan sampai bengkel bang Varo bisa gempor kakiku jika harus berjalan sejauh itu. Baru jadi suami satu kali 24 jam aja sikapnya udah semena-mena gini sama aku. Dan masih 364 hari lagi aku akan jadi istrinya. Oh Tuhan berilah hamba kesabaran menghadapi suami hamba."kata Zivana


Hingga beberapa saat menunggu ojek online pesanannya pun datang


Ditengah perjalanan dia melihat mobil yang sangat dikenalnya berhenti dipinggir jalan. Kemudian dia meminta tukang ojolnya untuk berhenti sebentar


"Mobilnya kenapa mas??"tanya Zivana


"Bocor."jawab Ivanders tanpa menoleh kearah Zivana dan mengambil ban serep yang ada di bagasi


Jawaban Ivanders sontak membuat Zivana ingin tertawa namun dia menahannya. Dia tak menyangka jika doanya tadi langsung diijabah oleh Tuhan


"Ternyata doa istri yang teraniaya langsung terkabul."gumam Zivana pelan


"Kamu bicara apa??"tanya Ivanders yang mendengar samar-samar gumaman Zivana


"Aku tidak bicara apa-apa. Apa kamu butuh bantuan mengganti ban mobilnya??"tanya Zivana menawarkan bantuan


"Tidak. Aku bisa sendiri. Aku tak butuh bantuan darimu."tolak Ivanders


"Padahal aku sudah berbaik hati ingin menawarkan bantuanku, tapi kalau kamu gak mau ya sudahlah. Kalau begitu aku pergi dulu. Bye mas Ivan sayang."kata Zivana melambaikan tangannya dan memberikan ciuman jarak jauh lalu pergi dengan ojolnya


Ivanders menatap kepergian Zivana. Dia masih tertegun dengan panggilan sayang Zivana dan tingkahnya yang memberikan ciuman dari jarak jauh. Entah mengapa hatinya sangat bahagia

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Hai readers maaf mommy baru up soalnya kemarin HP mommy rusak. Insyallah mulai hari ini mommy akan rajin up


__ADS_2