
Hari ini adalah hari pernikahan Zivana dan Ivanders. Hari yang bertepatan dengan hari kelulusan Zivana. Sebenarnya hari pernikahan ini mundur dari jadwal yang sudah ditentukan Mommy Kinara. Karena hari dan tanggal yang ditentukan Mommy Kinara saat itu tidak tepat karena kesibukan Ivanders di perusahaan dan Zivana yang akan menghadapi ujian. Sehingga mau tidak mau Mommy Kinara menjadwal ulang hari pernikahan Ivanders dan Zivana. Akhirnya Mommy Kinara mengajak Mama Adele untuk berdiskusi menentukan hari pernikahan Ivanders dan Zivana. Hingga keduanya sepakat hari pernikahan mereka dilaksanakan dihari kelulusan Zivana. Dan disinilah mereka di hotel keluarga Dimitri
Zivana saat ini sedang di make up oleh MUA dikamar hotel dan ditemani Seryl. Ya dia memberitahu pernikahan ini hanya pada Seryl. Dia tidak memberitahukan pada siapapun termasuk keluarga Nathan yang notabene masih keluarganya. Dia berpikir pernikahan ini hanya bertahan 1 tahun seperti dalam kontraknya sehingga dia tak ingin banyak orang yang tahu. Setelah selesai di make up Zivana memakai gaun pengantinnya dibantu oleh MUA. Setelah para MUA keluar dari kamar Seryl mendekati Zivana. Kini mereka hanya berdua didalam kamar tersebut
"Lo cantik sekali Ziva."kata Seryl memuji
"Emang lo baru tahu ya. Gue dari lahir emang udah cantik Ryl."kata Zivana sombong
"Nyesel gue muji lo."kata Seryl kesal membuat Zivana terkekeh
Setelah itu Zivana terlihat menundukkan kepalanya
"Lo gugup ya??"tanya Seryl memegang tangan Zivana yang terasa dingin
"Sedikit."kata Zivana dengan senyum yang dipaksakan
"Apa lo udah yakin dengan keputusan lo ini??"tanya Seryl yang mungkin udah ratusan kali. Dia tidak ingin sahabatnya menyesal dikemudian hari karena dia tahu alasan pernikahan ini hanya karena Noah dan tidak berdasarkan cinta
"Hemm."kata Zivana sambil menganggukkan kepalanya
"Biasanya pernikahan tanpa cinta tidak akan berlangsung lama Ziva dan lo kan tidak mencintai Kak Ivan begitupun sebaliknya."kata Seryl
"Lo salah Seryl. Gue mencintai Mas Ivan. Selama satu tahun ini gue akan buat Mas Ivan mencintai gue. Tapi, jika gagal maka gue akan menyerah."kata Zivana
"Kenapa hanya satu tahun?? Bukankah banyak waktu jika lo ingin membuat kak Ivan mencintai lo."kata Seryl
"Karena pernikahan ini hanya akan berjalan selama satu tahun."kata Zivana tersenyum getir
"Whatt??? Jadi maksud lo pernikahan ini hanya pernikahan kontrak dalam waktu satu tahun??"tanya Seryl terkejut dengan menutup mulutnya dengan tangannya
"Hemm."jawab Zivana menganggukkan kepalanya
__ADS_1
"Apa yang ada dalam pikiran lo Ziva sampai lo mau menikah kontrak dengan kak Ivan?? Bagaimana dengan masa depan lo?? Dan jika pernikahan ini hanya bertahan satu tahun berarti lo akan menyandang status janda begitu bercerai dengan kak Ivan. Lo harusnya memikirkan ini dulu sebelum menyetujui pernikahan kontrak ini."kata Seryl kesal dengan pemikiran Zivana
"Gue mengambil keputusan ini juga gak mudah Ryl. Banyak pertimbangan dalam keputusan gue ini. Gue tahu jika keputusan gue ini akan mempengaruhi masa depan gue nanti tapi mau gak mau gue harus lakukan ini Ryl. Tapi makasih ya lo udah khawatir sama gue. Lo emang bestie gue yang terbaik."kata Zivana memeluk Seryl
"Dan gue juga gak papa menyandang status janda. Walaupun janda tapi gue janda kembang. Jadi masih laku keras lah walaupun janda."lanjut Zivana terkekeh membuat Seryl menyenti dahinya
"Aww. Sakit Ryl."kata Zivana mengelus dahinya
"Itu otak lo biar gak konslet Ziva makanya gue sentil. Jadi janda bukannya sedih malah bangga."kata Seryl menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya
"Ngapain juga sedih jika itu sudah takdir hidup gue."kata Zivana menghela nafas panjang
"Lo harus bisa membuat kak Ivan cinta sama lo agar tidak ada perceraian dan lo gak akan jadi janda. Lagipula gue yakin kalau kak Ivan sudah mulai suka sama lo."kata Seryl
"Entahlah Ryl. Kak Rommy juga bicara yang sama kayak lo."kata Zivana
"Makanya lo harus semangat taklukin Duda anak satu itu."kata Seryl mengangkat kepalan tangannya keatas
Tok tok tok
Seryl berjalan membuka pintu kamar dan tersenyum saat melihat siapa yang datang lalu Seryl mempersilahkan masuk kedalam kamar lalu Seryl menutup pintu kamar itu kembali
"Kamu cantik sekali sayang."kata Adele memuji
"Terimakasih Ma."kata Zivana tersenyum
"Bagaimana perasaanmu saat ini??"tanya Adele
"Aku gugup dan juga takut Ma."jawab Zivana
"Itu hal yang wajar dirasakan mempelai wanita yang akan melangsungkan pernikahan. Mama juga dulu seperti itu malahan Mama dulu pingsan setelah Papa kamu mengucapkan ijab qobul."kata Adele terkekeh saat mengingat pernikahannya dulu
__ADS_1
"Benarkah Ma??"tanya Zivana tak percaya
"Iya. Mama terlalu gugup dan takut saat itu jadi seharian gak nafsu makan. Maka dari itu Mama lemas dan langsung pingsan. Kamu sudah makan kan??"tanya Adele
"Sudah Ma."jawab Zivana
"Syukurlah kalau kamu sudah makan. Mama gak mau peristiwa Mama yang pingsan saat selesai ijab qobul juga terjadi sama kamu."kata Adele
Zivana yang mengingat tentang kemarahan Gio beberapa hari yang lalu karena tanpa sengaja mengetahui pernikahannya langsung bertanya pada Mama Adele
"Ehm Ma. Apa kak Gio masih marah??"tanya Zivana pelan pelan
"Dia tidak marah Ziva. Dia hanya kecewa dengan keputusanmu yang ingin menikah di usia muda. Tapi, kamu tidak usah khawatir Mama sudah bicara dengannya dan dia sudah mengerti kok."kata Adele
"Sudah dua hari aku menghubunginya tapi dia tidak mau menjawab teleponku dan di chat juga tidak dibalas. Aku gak bisa Ma lihat Kak Gio marah sama aku."kata Zivana berkaca-kaca
"Dia lagi sibuk akhir-akhir ini karena dia membantu Om Daniel mengerjakan proyek barunya. Nanti kalau dia sudah tidak sibuk pasti dia akan menghubungi kamu. Kamu tahu kan dia juga gak bisa marah lama-lama sama kamu."kata Adele menghibur Zivana agar tidak bersedih memikirkan Gio
"Udah ya jangan nangis nanti riasan kamu rusak kalau kamu nangis."lanjut Adele
Beberapa saat kemudian pintu kamar kembali diketuk Seryl segera membuka pintu kamar tersebut. Rommy segera masuk begitu pintu kamar terbuka
"Acara ijab qobul nya akan segera dimulai Nona Zivana diminta untuk datang kesana."kata Rommy
Tanpa banyak bicara Zivana segera berdiri. Dia diapit Mama Adele dan Seryl. Mereka berjalan perlahan menuju tempat acara berlangsung. Jantung Zivana berdebar sangat kencang ini. Dia begitu gugup saat melihat semua tamu undangan yang melihat kearahnya. Tamu undangan yang datang hanya sebagian keluarga inti saja karena sesuai kesepakatan antara Zivana dan semua keluarga Ivanders jika pernikahan ini akan dirahasiakan untuk sementara waktu
Kini Zivana sudah duduk di samping Ivanders. Ivanders juga sama merasa gugup hingga mengeluarkan keringat dingin. Walaupun ini pernikahan keduanya entah mengapa dia merasa lebih gugup dari pernikahan pertamanya. Dia berulang kali menghirup nafas lalu membuangnya agar mengurangi kegugupannya
"Bagaimana Mas Ivanders apa sudah siap??"tanya penghulu
"Siap pak."jawab Ivanders
__ADS_1