
Sang mentari mulai menyapa, cahayanya menerobos masuk ke celah jendela.Suara kicauan burung saling bersautan seolah membangun kan dua insan yang kini sedang berada di balik selimut.Kedua nya begitu lelah setelah menghabiskan malam panjang mereka yang penuh syahdu.
Kimmy menggeliat, tubuhnya terasa begitu remuk.Semalaman Kavin menggempurnya seolah tidak ada puas nya.
Kimmy menyamping kan tubuhnya menutupi tubuh polos nya dengan selimut.Ia menopang kepalanya dengan tangannya.Ia menatap wajah tampan sang suami yang masih setia dalam mimpi.Wajah Kavin yang ber kulit putih, rahang tegas dan kulit mancung membuatnya terlihat tampan apalagi saat tertidur.Namun apabila ia terbangun ia selalu mesum dan menyebalkan.
Kimmy terkekeh mengingat kejadian semalam,di mana mereka berdua menghabiskan malam bersama.Memang cinta duo soang yang unlimited dan tiada habis nya.
" Sudah puas menatap wajah tampan suami mu ini?" ucap Kavin dengan mata terpejam.
Kimmy auto terkejut mendengar suara bariton yang terdengar serak khas orang bangun tidur.Ia terkejut karena ketahuan sedang memandangi mahakarya Tuhan yang begitu sempurna.
Oh astaga lihat lah dia menggeliat meregangkan otot-otot nya.Dengan tubuh atas yang menampakkan dada bidang dan perut kotak - kotak nya.Wajar saja suami nya begitu di gilai banyak wanita.Sehingga Kavin memiliki penggemar saiko seperti kemarin.
Membayangkan nya saja Kimmy bergidik ngeri.Untung nya semua nya sudah berakhir wanita iblis itu sudah kembali ke neraka.
Kavin lalu memeluk Kimmy menaruh dagu nya di ceruk leher polos sang istri.Ia menghirup wangi tubuh wanita yang ia cintai.Wanita yang berhasil membuat dunia nya jungkir balik.
" Kamu menginginkan nya lagi hmm?" tanya Kavin menggoda Kimmy di pagi hari.
Kimmy langsung mengurai pelukan Kavin,ia sudah lelah tidak ingin lagi." Seperti nya Starla akan mencari ku sayang" kilah Kimmy lalu bangkit dari atas tempat tidur sambil menutupi tubuh polos nya dengan selimut.
Kimmy berjalan masuk ke dalam kamar mandi lalu menguncinya.Kavin sedari tadi sudah membuka mata nya,ia terkekeh melihat tingkah Kimmy yang menggemaskan.
Di sisi lain,pagi ini Arsyila begitu terkejut saat melihat banyak karangan bunga indah berada di depan mansion.Arsyila berjalan menghampiri bunga - bunga tersebut.Ia mengambil sebuah kartu ucapan yang di selipkan di salah satu bucket bunga.
" Bunga nya mau di kemana kan non?" tanya salah satu pelayan mansion.
" Taruh di sini saja dulu bi" ucap Arsyila dengan lembut.Saat ini ia harus terlihat seperti Arnetta.
__ADS_1
" Baik non ,saya permisi" pamit nya lalu kembali ke dapur.
Arsyila membuka kartu ucapan tersebut lalu membaca nya.
" Good Morning Beauty,
cinta datang tanpa permisi..
cinta datang tanpa mengetuk pintu..
cinta datang tak mengenal apapun..
Yang pasti cinta datang tidak pernah kepada orang yang salah..."
Hati ini bergetar saat pertama kali melihat mu..💕
with Love💕
Kata - kata dalam kartu ucapan itu berhasil membuat hati Arsyila melehoy,ia tersenyum di perlakukan seperti itu.Ia sudah terbiasa mendapatkan barang mewah dari para mantan kekasihnya.Namun tidak ada mantan kekasihnya yang mencintai nya dengan tulus.Namun si pengirim bunga ini begitu romantis,Arsyila seakan mendapatkan banyak cinta dari nya.
Namun senyum nya memudar saat membaca siapa pengirimnya." Whatt? gue di baperin bocil?" ucap Arsyila masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
" Bi,bunga nya buang saja!" teriak Arsyila.
Arsyila berjalan masuk ke dalam mansion,ia menghampiri mommy tercinta nya.Ia mencium pipi sang mommy yang sedari kemarin hanya terdiam.
" Good morning mom!" sapa Arsyila lalu ikut duduk di samping mom Anne.
" Morning too sayang" jawab sang ibu dengan senyum terpaksa.
__ADS_1
Terlihat jelas raut wajah bibi Anne seperti sedang menaruh luka,ia terlihat begitu sedih.Arsyila memakan sandwich yang di buat oleh bibi Anne.Ia menatap ibu nya yang sedari kemarin begitu murung sejak kepergian Arnetta yang ibu nya ketahui Arsyila.
" Bukankah mom seharusnya senang ya bersama Arnetta? namun mengapa ia terlihat bersedih aku tidak ada?" pikir Arsyila.
Mom Anne POV
Aku begitu terkejut saat melihat banyak mobil masuk bersamaan sebuah ambulans ke dalam pekarangan mansion.Ada apa mengapa ramai sekali,aku berlari menghampiri keramaian.Tiba- tiba dada ku terasa sesak saat melihat para tim medis mengeluarkan sebuah peti mati dari dalam ambulans.
Ku buka peti mati tersebut,hati ku hancur saat melihat salah satu putri ku terbaring di sana.Selang beberapa menit seseorang memelukku,aku sangat merindukan pelukan ini.Pelukkan dari putri sulung ku Arsyila,awal nya aku mengira ia Arnetta karena semua orang mengatakan Arsyila yang telah tiada.
Namun aku ini ibu kandung mereka,aku yang mengandung dan membesarkan mereka penuh dengan cinta.Bodoh nya aku apabila tidak dapat membedakan keduanya.
Aku tahu wanita yang saat ini sedang menangis histeris menangisi kepergian saudari nya ialah Arsyila bukan Arnetta.Arnetta selalu menatap ku penuh cinta sementara Arsyila selalu menyapa ku penuh dengan kebencian.
Entah apa yang membuat putri ku selalu membenci ku? padahal aku selalu memberikan cinta yang sama dengan nya sama dengan kepada Arnetta.Jujur aku begitu merindukan Arsyila,ini pertama kali nya ia menginjakkan kaki nya di dalam mansion setelah sekian lama.
Namun aku kecewa pada nya,entah apa yang ia lakukan hingga Arnetta tewas dalam kecelakaan bersama nya.Aku tidak menyangka Arsyila tumbuh menjadi seperti monster sama seperti suami nya.
Setiap malam aku selalu menangis,aku merasa baru kemarin aku bersenda gurau bersama Arnetta.Namun kini putri ku sudah tidak ada lagi bersama ku.Ingin aku bertanya mengapa Arsyila melakukan ini semua? Aku pun penasaran mengapa ia menukar identitas nya dengan Arnetta.
" Mom? are you okay?" tanya Arsyila menyadarkan bibi Anne dari lamunannya.
" Ah tidak apa-apa sayang, sepertinya mom butuh istirahat" mom Anne pun bangkit dari duduknya lalu berjalan masuk ke dalam kamarnya.
Akhir-akhir ini mom Anne banyak menghabiskan waktu nya di dalam kamar.Sementara Arsyila biasa saja,ia melanjutkan sarapan nya sambil berfikir langkah apa selanjutnya agar ia dapat mendekati Kavin.
Arsyila begitu terobsesi dengan Kavin sehingga ia tidak menyerah untuk mendapatkan cinta nya.Namun yang Arsyila tidak tahu adalah cinta tidak dapat di paksakan.Dan jodoh sudah ada yang mengatur sekeras apapun ia berusaha apabila tidak berjodoh ia dan Kavin tidak akan bersama.
" Aku harus membuat kerjasama dengan perusahaan William,agar aku dapat bertemu dengannya setiap saat" pikir Arsyila tersenyum licik.
__ADS_1
........
Jangan lupa like komen dan vote