
Kaindra menerima tamparan yang diberikan oleh Papi Harjuno karena memang ia sendiri salah dalam hal ini dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi yang nyatanya semua bukti yang Sandra berikan kepada Papinya itu sudah menjurus ke dalam kesalahannya yang membuat Kaindra tidak bisa untuk melawan dirinya sendiri meskipun sebenarnya Kaindra masih ragu dengan apa yang dikatakan oleh Sandra tetapi semua bukti mengarah kepadanya.
"Aku akan bertanggung jawab dengan anak yang sudah dikandung oleh Sandra, tetapi jangan minta aku untuk menikahi Sandra."
Setelah dicerca beberapa macam pertanyaan dan juga tamparan dari Papi Harjuno, akhirnya Kaindra angkat bicara , ia memang berkeinginan untuk bertanggung jawab dengan anak yang sedang dikandung oleh Sandra sampai anak itu lahir dan Kaindra dapat membuktikan jika memang benar anak itu adalah anaknya tetapi untuk menikahi Sandra, Kaindra tidak akan pernah setuju apalagi sampai harus menceraikan Ayka.
"Bagaimana bisa Ndra, bagaimana dengan nasib aku jika semua orang tahu kalau aku hamil diluar nikah, apa yang mereka mereka katakan nanti.. aku adalah seorang model dan pastinya aku akan menjadi sorotan wartawan wartawan nantinya. Dan cepat atau lambat maka semua orang akan mengetahui tentang perutku yang akan membesar nanti dan aku harus bilang apa, apakah aku harus mengatakan jika ayah dari anak yang aku kandung ini tidak bertanggung jawab atau aku harus menutupi semuanya jika aku memang hamil tanpa seorang suami. Aku tahu kamu mau bertanggung jawab tetapi kamu juga harus memikirkan bagaimana perasaan aku dan masa depan aku nantinya."
Mendengar apa yang diucapkan oleh Kaindra, Sandra memberanikan diri untuk mengutarakan maksudnya, ia juga mengekspresikan wajahnya semenderita mungkin yang pastinya nanti kedua orang tua Kaindra akan sedih jika mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Sandra itu, meskipun di dalam hati Sandra tersenyum karena Kaindra sudah masuk ke dalam permainannya dan sebentar lagi Sandra akan menjadi Nyonya di dalam keluarga Harjuno ini.
"Menikahlah dengan Sandra, Bang. Karena Abang harus mempertanggungjawabkan semuanya dan ceraikan aku."
Ayka yang sedari tadi berada di depan pintu ia juga mengeluarkan suaranya pada akhirnya dan mengatakan itu di depan keluarga Harjuno tentu saja sebenarnya Ayka tidak menginginkan adanya perpisahan namun kenyataan tidak seperti yang Ayka harapkan kalau saat ini suaminya sudah menghamili perempuan lain dan mau tidak mau Kaindra harus mempertanggungjawabkan semuanya dan menikahi Sandra.
Lalu bagaimana dengan Ayka nantinya? jelas saja perempuan cantik itu pasti sedih dan juga menderita, namun tidak masalah, daripada ia harus berbagi suami dengan perempuan lain dan pastinya Ayka sendiri tidak akan sanggup, terlebih lagi perempuan itu sekarang sedang mengandung dan pastinya prioritas utama Kaindra adalah Sandra bukan dirinya.
Bukan hanya Kaindra yang kaget dan menoleh ke arah Ayka, kedua orang tua Kaindra yang berada di sana juga begitu, mereka tidak ingin adanya perceraian antara Kaindra dengan Ayka tetapi kedua orang tua Kaindra juga tidak mungkin membiarkan Kaindra tidak mempertanggungjawabkan semua perbuatannya.
__ADS_1
"Tidak Ay, aku sudah bilang sama kamu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu apapun itu nantinya bahkan aku juga tidak akan pernah mencarikan kamu, ingat itu."
Kaindra sedikit mengeraskan suaranya, berharap jika Ayka paham dengan isi hati Kaindra saat ini yang tidak mungkin jika dirinya menceraikan Ayka yang nyatanya Kaindra sangat mencintai Ayka.
"Bagaimana mungkin Abang tidak menceraikanku, sementara Abang harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan Abang dan menikahi Sandra, Aku tidak mau jika aku harus berbagi suami dengan Sandra dan pastinya jika itu terjadi, aku lebih memilih pergi meninggalkan abang daripada harus berada satu atap dengan Abang dan juga Sandra."
Ayka menghapus air matanya, bohong jika ia tidak menangis dengan adanya kejadian ini yang mana semakin ia tahan maka semakin keluar juga air mata yang mengalir dari pipinya.
"Sayang tenang sayank, kamu harus kuat, kamu harus sabar. Mami tahu ini tidak mudah untuk kamu."
"Aku tidak apa-apa Mi, Mami tenang saja ... mungkin ini adalah akhir dari perjalanan hidup aku. Dan jika memang benar Bang Kaindra mau menikah dengan Sandra, Aku tidak masalah namun Bang Kaindra harus menceraikan aku, karena aku tidak mau berbagi suami dengan perempuan lain."
Mami mertua Ayka juga bingung, di satu sisi beliau tidak membenarkan perbuatan Kaindra dan masih sangat menyayangi Ayka seperti putri kandungnya sendiri namun di sisi lain melihat bukti-bukti yang diberikan oleh Sandra itu membuat kedua orang tuanya Kaindra juga tidak bisa untuk menolak anak yang ada di dalam kandungan Sandra kali ini, namun untuk memutuskannya beliau tidak bisa memutuskan secara sepihak, hanya Kaindra lah yang dapat memutuskannya.
"Sekali lagi, apapun yang kamu inginkan aku tidak akan menceraikan kamu meskipun kamu meminta aku menceraikan kamu berulang kali."
Sedangkan Sandra, ia tersenyum penuh kemenangan tahu jika kaindra pasti tidak akan menikahinya. Sandra kemudian mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan menyerahkan itu kepada Kaindra dan kedua orang tua Kaindra.
__ADS_1
"Maaf ini mungkin terlalu cepat dan aku tidak mendiskusikannya dulu kepada Kaindra dan juga om dan tante, namun aku tidak tahu lagi karena aku sendiri juga tidak mempunyai orang tua dan aku tidak mau jika anakku lahir tanpa adanya pengakuan dari ayahnya apalagi nanti jika kehamilanku diketahui oleh orang banyak, maka dari itu aku sudah membuat undangan pernikahanku dengan Kaindra yang akan dilaksanakan lusa."
Deg
Ayka memejamkan matanya, ia memegang dadanya saat ini yang mana terasa sakit dan hancur berkeping-keping ketika mendengar apa yang diucapkan oleh Sandra kalau memang perempuan itu sudah merencanakan semuanya untuk menikah dengan Kaindra meskipun Kaindra tidak perlu menceraikannya namun Sandra sudah menyebarkan undangan dan mengatur semua nya tentang pernikahannya dengan Kaindra.
Tidak kuat untuk menanggung bebannya ini perempuan cantik itu langsung saja berlari untuk menuju ke atas, di mana ia harus menenangkan pikirannya dan tidak ingin mendengar apapun tentang Kaindra juga Sandra nantinya.
"Ay tunggu dulu Ay, aku bisa menjelaskannya. Aku tidak mau menikah dengan Sandra dan aku juga tidak mau menceraikanmu, tolong mengerti aku Ay.. jangan membuat semuanya ini menjadi seperti ini, aku mencintai kamu, Ay."
Teriak Kaindra, tetapi sayang sekali Ayka tidak mendengarnya dan terus berlari hingga sampai ke kamarnya.
"Kamu harus menyelesaikan urusan kamu ini jangan membuat aku malu karena undangan sudah aku sebar."
Ya Sandra yang licik sudah menyebarkan undangan pernikahan dengan Kaindra tentu saja itu tanpa sepengetahuan dari Kaindra maupun kedua orang tua Kaindra, dan Sandra yakin jika kedua orang tua Kaindra juga tidak akan menolak dengan rencana pernikahannya karena Sandra mempunyai bukti yang kuat jika dirinya dan juga Kaindra sudah tidur bersama bahkan saat ini sudah mengandung pewaris dari keluarga Harjuno.
"Brengsek kamu memang San!! Puas kamu menghancurkan hubungan aku dengan Ayka!!"
__ADS_1