
Kaindra yang sudah sampai di rumah ia bergegas keluar dari mobil kemudian masuk ke dalam rumah. Ia tahu jika Ayka sudah berada di dalam kamar saat ini.
Lagi lagi Kaindra merasakan sesuatu yang aneh, perasaannya tidak enak ia takut jika nanti malah Ayka bertanya macam-macam tentang dirinya yang tiba-tiba tidak mengabari bahkan tidak mengangkat telepon dari Ayka.
Pasti nanti Ayka juga menanyai berbagai macam pertanyaan kenapa Kaindra tidak menjemputnya padahal tadi pagi ia mengatakan jika akan menjemput Ayka tetapi kenyataannya tidak sama sekali.
Ceklek..
Kaindra yang sudah berada di depan kamarnya langsung saja membuka pintu kamar karena ia tahu Ayka tidak pernah mengunci pintunya dan Kaindra langsung saja masuk ke dalam kamar.
Kaindra mengedarkan pandangan matanya ke segala arah yang mana ia tidak menemukan istrinya itu di atas ranjang sebagaimana dilakukan Ayka setelah pulang sekolah tetapi kenyataannya tidak, bahkan Kaindra juga tidak mendengar gemericik air tanda jika Ayka tidak mandi, lalu di manakah istrinya berada saat ini?
Kaindra menoleh ke samping yang ternyata ia menemukan pintu balkon yang terbuka dan tentunya laki-laki itu bisa menebak jika Ayka berada di sana.
Dengan langkah pelan Kaindra mendekati istrinya dan sudah dapat dipastikan jika Ayka tahu kalau dirinya baru saja datang, karena sedari tadinya pandangan mata Ayka tertuju ke bawah, tetapi mungkin saja Ayka merajuk karena merasa dibohongi dan tidak ingin menyambut kedatangan suaminya.
Grepp
"Maafkan Aku."
Kaindra memeluk Ayka dari belakang tentu saja dengan mengucapkan kata maaf sebesar-besarnya kepada istrinya, bukan karena ia tidak menjemput Ayka atau mengabaikan panggilan telepon dari Ayka tetapi karena perasaan bersalahnya kepada Ayka dan tidak tahu harus bagaimana lagi Kaindra saat ini.
__ADS_1
Ayka tidak menjawab, ia juga tidak menolak pelukan dari Kaindra namun perasaan Ayka saat ini entah bagaimana, Ayka sendiri bingung menyikapi suaminya yang dua hari ini mendadak berubah.
"Maaf, aku tidak mengangkat teleponmu tadi ada meeting penting dan maaf juga tidak mengabari kamu untuk tidak bisa menjemput bahkan aku sudah berjanji tadi pagi kalau kita akan pulang bersama tetapi kenyataannya aku tidak bisa."
Ayka menghela nafasnya kasar alasan yang sama diucapkan oleh Kaindra seperti kemarin dengan alasan ada meeting yang sangat penting dan mendadak, apakah itu memang benar atau hanya akal-akalan Kaindra saja yang kenyataannya Kaindra di luar sana ada sesuatu yang disembunyikan.
Bukan Ayka tidak percaya dengan suaminya tetapi memang benar 2 hari ini Kaindra sangat aneh, tiba-tiba berubah segalanya dan tiba-tiba menghilang bahkan tidak mengabari Ayka sama sekali.
Namun Ayka tidak dapat menuduh Kaindra macam-macam karena dirinya saja belum mendapatkan bukti kalau memang nyatanya Kaindra itu ada sesuatu di belakang sana yang dirahasiakan oleh Kaindra.
Ayka tidak menjawab tetapi ia membalikkan badannya dan saat ini posisinya berhadapan dengan Kaindra.
"Tadi dari mana?mengapa tidak menghubungiku dan mengapa juga tidak mengangkat teleponku?"
"Aku tadi ada meeting dengan klien dan itu juga dadakan, sebenarnya aku sudah menolak tetapi karena klien itu hari ini hari terakhir di Jakarta makanya aku mengiyakan saja apa yang diminta oleh klien itu."
Maaf Ay, aku terpaksa berbohong karena aku juga tidak mungkin mengatakan jika aku bertemu dengan Sandra..
Ayka mengangguk tetapi rasanya ada yang aneh karena ini bukanlah sifat dari Kaindra. Meskipun Ayka baru mengenal Kaindra beberapa bulan ini tetapi ia tahu persis bagaimana Kaindra itu yang pastinya suaminya ini tidak akan mudah dibujuk oleh apapun itu.
Dan pastinya seorang Kaindra itu tidak akan mengikuti apapun yang diucapkan oleh orang lain karena Kaindra mempunyai prinsip tersendiri jika orang lain mau bekerja sama dengan dirinya maka orang itu harus mengikuti peraturan yang Kaindra buat bukan Kaindra yang harus mengikuti mereka.
__ADS_1
Tetapi mengapa hari ini sungguh berbeda, apa yang diucapkan oleh Kaindra dengan sifat yang sudah ditanamkan oleh Kaindra itu berbeda yang membuat Ayka sedikit curiga dan tidak percaya dengan suaminya.
"Oh begitu."
Ayka yang mulai curiga dan penasaran dengan apa yang dilakukan oleh suaminya hanya menganggukan kepalanya bukan berarti Ayka bodoh dan menerima apa alasan dari Kaindra tetapi ia mencoba kali ini untuk bersikap biasa, namun Ayka sudah mempunyai rencana jika suatu saat Kaindra seperti ini maka ia akan memata-matai Kaindra saat tidak berada di sekolah maupun di sampingnya.
"Ya sudah Ay, kalau begitu aku mandi dulu."
Cup
Kaindra memberikan ciuman di kening Ayka dan tentu saja perasaannya masih tetap sama kalau Kaindra memang benar-benar mencintai Ayka, hanya saja keadaan yang berbeda dan Kaindra harus menyelesaikan masalahnya dengan Sandra dulu baru ia merasa lega dan tidak akan membohongi Ayka.
Parfum, parfum siapa ini sepertinya Bang Kai tidak memiliki parfum seperti itu dan ini adalah parfum seorang perempuan...
Ya ketika Kaindra memberikan ciuman di kening Ayka, perempuan cantik itu menghirup aroma parfum yang berbeda di tubuh Kaindra tentu saja Ayka, hafal dengan semua parfum koleksi milik suaminya dan yang dipakai di pakaian Kaindra ini bukanlah salah satu parfum pemilik suaminya ataupun milik dirinya.
Ayka semakin curiga saja jika suaminya itu tidak benar-benar meeting dengan klien tetapi berada di suatu tempat dengan perempuan lain. Ia mungkin ini adalah salah satu dari kecurigaan Ayka dengan Ayka mencium aroma parfum yang ada di pakaian Kaindra dan itu sudah jelas sekali bahwa aroma ini adalah aroma yang dimiliki oleh perempuan.
Tidak ingin berdebat panjang dan lebar, Ayka hanya menganggukkan kepalanya menatap suaminya pergi dari hadapannya dan Ayka jadi berpikir ada apa sebenarnya dengan Kaindra mengapa ia mencium parfum perempuan di pakaian Kaindra, apa yang dilakukan oleh suaminya itu apakah Kaindra kembali lagi menjadi seorang Casanova dan bermain dengan wanita atau ada sesuatu yang disembunyikan oleh Kaindra kepada dirinya??
Entahlah pikiran Ayka saat ini negatif bahkan ia sama sekali tidak percaya dengan alasan Kaindra tadi, yang tadinya Ayka sedikit percaya kalau Kaindra memang ada kepentingan di perusahaan tetapi dengan Ayka mencium aroma perempuan Ayka sendiri sangat yakin jika klien itu hanya alasan Kaindra saja.
__ADS_1
Kalau memang kamu berbohong, kamu tega sekali Bang, dan kamu sudah berjanji untuk tidak akan menghianatiku, tetapi..apa yang kamu lakukan.