Terjerat Cinta Sang Pewaris

Terjerat Cinta Sang Pewaris
Bawa Aku Pergi


__ADS_3

Hari ini adalah hari di mana acara pernikahan Kaindra dengan Sandra dilangsungkan, meskipun Kaindra sendiri sudah mati-matian untuk menolak bahkan berusaha untuk membatalkan pernikahannya tetapi sayang sekali tidak bisa, karena semuanya sudah terlanjur disebarkan dan semua terlanjur dipersiapkan bahkan Papi Harjuno sendiri tidak bisa berbuat apa-apa.


Keluarga Kaindra sendiri hanya bisa pasrah dengan apa yang sudah dilakukan oleh Kaindra, meskipun Kaindra sudah berusaha untuk mengatakan apa yang terjadi sebenarnya kalau dirinya memang tidak merasakan apapun juga malam itu tetapi kenyataannya Sandra saat ini hamil dan untuk membuat reportasi keluarga Harjuno tidak hancur di mata kalangan bisnis lainnya, Kaindra mau tidak mau harus melangsungkan pernikahan yang akan di langsungkan jam 10.00 nantinya.


Berbeda dengan Kaindra yang saat ini sibuk mondar-mandir dengan apa yang entah akan dilakukannya, laki-laki itu bahkan kini sudah dijaga ketat oleh pengawal dari Papi Harjuno, bukan karena Papi Harjuno juga menginginkan pernikahan ini hanya saja untuk mengatasi semuanya Kaindra memang harus menikah dengan Sandra dan membuktikan nantinya jika anak yang dikandung oleh Sandra itu bukanlah anak dari Kaindra dan Kaindra berhak untuk menceraikan Sandra nanti.


Hampir sama dengan Kaindra, Ayka yang saat ini berada di dalam kamarnya menahan tangisnya ia sejak beberapa hari yang lalu terkurung di dalam kamar ini bukan karena apa-apa tetapi memang Kaindra sengaja mengurung Ayka dan tidak membiarkan Ayka keluar dari kamar ini ataupun dari rumah ini, yang nantinya karena Kaindra takut jika Ayka akan berusaha untuk melarikan diri berusaha untuk kabur darinya dan meninggalkannya, itu yang membuat Kaindra mau tidak mau harus mengunci Ayka di dalam kamarnya.


Dan selama beberapa hari ini Ayka hanya terdiam di kamarnya, hanya ditemani oleh ponselnya yang berusaha untuk menghubungi Brian dan melakukan segala macam cara untuk keluar dari kamar ini.


"Ayolah Bi, lakukan segala cara. Aku tidak mau berada di sini, bantu aku untuk pergi dan meninggalkan rumah ini kalau bisa meninggalkan Indonesia. Aku sudah tidak tahan, Bi. Kamu tahu kan bagaimana perasaanku saat ini, mana mungkin aku akan tinggal satu atap bersama dengan Sandra yang nyata-nyatanya Kaindra tidak mau menceraikan aku."


Ayka menelpon Brian dan untuk kali ini ia meminta kepada Brian untuk membawanya kabur dan tentunya Ayka sudah berderai air mata yang membuat Brian di ujung telepon sana tidak tahan mendengar tangisan Ayka yang memintanya untuk membawanya kabur.


Bukan karena Brian tidak mau tetapi beberapa hari ini Brian juga ditugaskan oleh Papanya ke luar negeri, jadi tidak bisa membantu Ayka dan kebetulan sekali pagi ini Brian sudah sampai di Jakarta dan pas sekali baru saja Brian turun dari pesawat pribadinya, Ayka menelpon dan meminta dirinya untuk membawa Ayka kabur.


"Tunggu sebentar, kamu jangan berbuat macam-macam .. aku akan datang ke sana dan lakukan apapun yang bisa membuat kamu keluar dari kamar itu tetapi jangan gegabah, kamu pasti tahu jika penjagaan di rumah Kaindra itu sangatlah ketat. Aku yakin Kaindra tidak akan membiarkan kamu untuk lolos, namun aku akan melakukan segala macam cara untuk membuat penjaga di rumah itu tidak berkutik lagi."

__ADS_1


Ya hanya itu yang bisa membuat Ayka tenang hingga perempuan cantik itu berhenti menangis dan menganggukkan kepalanya meskipun Brian tidak mengetahui ekspresi wajah Ayka saat ini namun setidaknya itu bisa membuat Ayka lega dan berhenti menangis.


Ayka menutup sambungan teleponnya, kemudian ia mencari sesuatu supaya bisa keluar dari kamar ini dengan barang-barang yang sudah dipersiapkan meskipun Ayka hanya membawa satu buah tas saja dan tentunya itu adalah dokumen-dokumen penting, termasuk pasport yang akan digunakan Ayka untuk pergi dari Indonesia.


Ayka memutar otaknya, ia berusaha keras supaya bisa kabur dari kamar ini dan tentu saja ia tidak mau menyaksikan pernikahan Kaindra dengan Sandra, apalagi nanti tinggal seatap dengan perempuan yang sudah menghancurkan rumah tangganya meskipun Kaindra terlibat di dalamnya, tetapi sama sekali Ayka juga tidak menginginkan hal itu.


Hingga beberapa menit kemudian.


Ponsel Ayka berbunyi, perempuan cantik itu langsung saja mengambil ponsel nya, karena ia tau yang menghubunginya adalah Brian.


"Hai, coba buka jendela!!"


Ayka tersenyum ketika ia sudah berada di jendela dan melihat adanya Brian di depannya . Brian juga sudah memberitahu jika situasi di rumah ini aman karena entah apa yang dilakukan oleh Brian hingga membuat penjaga-penjaga yang ada di rumah Ayka itu tidak berkutik bahkan terlihat tidak bergerak sama sekali.


"Sekarang kamu turun dari jendela, bisa kan? Kamu bawa apa gitu sprei atau apalah supaya kamu bisa turun dari sana dan hati-hati, aku tunggu di sini dan jangan kuatir semuanya aman."


Brian mematikan sambungan teleponnya dan menunggu Ayka di depan pintu gerbang yang saat ini pintu gerbang sudah terbuka lebar karena sedari tadi keluar masuk orang-orang untuk mempersiapkan pernikahan Kaindra dengan Sandra yang akan di langsungkan beberapa jam lagi di sebuah hotel ternama.

__ADS_1


Ayka tersenyum senang karena ia sudah mendapatkan ide untuk turun dari lantai atas, di mana ia mengikat sebuah sprei untuk dirinya nanti turun ke bawah seperti adegan yang dilihatnya di film-film.


"Yes!!"


Dengan satu kali percobaan saja Ayka sudah berada di bawah tentu saja itu tidak sulit bagi Ayka yang sudah terbiasa untuk memanjat dinding sekolahan hingga perempuan cantik itu cepat cepat menuju ke gerbang dan tentu saja Ayka harus waspada karena siapa tahu ia dikenali oleh orang yang lalu lalang di depan.


Dirasa sudah aman, Ayka segera berlari untuk menuju ke depan di mana Brian sudah menunggunya di mobil dan tentu saja dengan cepat Ayka masuk ke dalam mobil Brian.


"Terima kasih..."


"Terima kasih nya nanti saja, sekarang cepat pakai sabuk pengaman kamu karena aku yakin jika sebentar lagi orang-orang Kaindra pasti akan curiga."


Tidak mau basa-basi lagi, Ayka langsung saja memakai sabuk pengamannya , dan dengan cepat Brian melajukan mobilnya tentu saja dengan kecepatan yang tinggi supaya ia bisa keluar dari deretan perumahan elit yang menjadi tempat hunian keluarga Harjuno itu.


"Lo mau ke mana sekarang?"


"Pergi dari Indonesia, bawa aku kemanapun itu,  yang jelas bukan di Indonesia. Aku tidak ingin berada di sini terlebih lagi tidak ingin melihat Kaindra bersama dengan Sandra."

__ADS_1


Meskipun Ayka lancar mengucapkan kata-kata itu namun Brian sendiri dapat melihat jika kedua mata Ayka sembab, sepertinya perempuan cantik itu sudah menangis beberapa hari yang lalu, belum lagi dengan rasa sakit di dalam hati Ayka saat ini meskipun Ayka tidak menampakkannya tetapi Brian tahu apa yang terjadi dengan sahabatnya.


__ADS_2