Terjerat Cinta Sang Pewaris

Terjerat Cinta Sang Pewaris
Yakin?


__ADS_3

Berulang kali Sandi menekan bel apartemen Brian tetapi sayang sekali tidak ada sahutan dari dalam dan itu menandakan jika tidak ada penghuninya di dalam apartemen itu.


Hingga setelah lima belas menit berada di depan, akhirnya Sandi memutuskan untuk pergi saja dari apartemen Brian dan ia berpikir sejenak ke mana lagi harus mencari Ayka saat ini.


Tiba di bawah, Sandi bertemu dengan Pak Satpam, tentu saja laki-laki itu langsung menanyakan di mana keberadaan Brian yang pastinya mungkin saja Pak satpam itu tahu.


"Sudah hampir satu minggu Mas Brian tidak berada di apartemen ini Mas, mungkin saja Mas Brian pulang ke rumahnya."


Ya siapa sih yang tidak mengenal Brian karena Brian adalah anak dari salah satu pengusaha sukses di kota ini dan pastinya Pak satpam itu juga kenal betul siapa Brian meskipun tidak tahu betul bagaimana peran Brian yang di luar sana sebagai seorang Casanova namun setidaknya Pak satpam itu tahu bagaimana latar belakang Brian yang merupakan anak orang kaya dan pastinya mengenal betul siapa orang tua dari Brian.


Astaga kenapa aku tidak berpikir untuk pergi ke rumah Brian saja, mungkin saja Ayka ada di sana..


Sandi melupakan tempat tinggal Brian yang mana apa yang dikatakan oleh Pak satpam itu adalah benar jika mungkin saja Brian dan Ayka saat ini berada di sana.


"Terima kasih Pak kalau begitu."


Dengan cepat Sandi melangkahkan kakinya untuk menuju ke parkiran, tempat di mana ia menaruh mobilnya di sana dan pastinya laki laki itu dengan cepat melajukan mobilnya untuk menuju ke rumah Brian karena Sandi sendiri tahu di mana rumah Brian berada.


...********...

__ADS_1


"Ayo Bi.."


Ucap Ayka yang menarik tangan Brian dengan paksa, perempuan cantik itu sudah tidak ingin menunda lagi kepergiannya dari Indonesia ini dan entahlah kemanapun Brian akan membawanya, Ayka pasrah yang jelas tidak berada di Jakarta.


"Iya sebentar, ini aku baru selesai mandi, lagi pula pilotnya juga belum sampai di bandara sebentar lagi Ay, kamu siap-siap dulu nanti pas waktunya."


Ya dari tadi Ayka sudah merengek meminta untuk segera pergi ke bandara. Brian tahu jika Ayka buru-buru untuk pergi dari Indonesia ini bukan karena sengaja atau bagaimana karena memang Ayka sendiri tidak mau hidup satu rumah dengan Kaindra dan juga Sandra dan juga sekitar 1 jam lagi pernikahan Kaindra dengan Sandra akan dilaksanakan dan Ayka tidak mau sampai mendengar ucapan selamat atau apapun untuk mereka berdua hingga Ayka memilih sebelum mereka melaksanakan ijab qobul, Ayka sudah pergi dari Indonesia meskipun Ayka sendiri tidak akan mendengar atau melihat pernikahan itu.


"Cepetan, aku tunggu di bawah."


Dengan santainya Ayka keluar dari kamar Brian, ia memang sudah sering menginap di sana dan sampai saat ini memang tidak terjadi suatu apapun antara Ayka dengan Brian karena mereka sama-sama mengerti sama itu sama lain dan sangat menyayangi, terlebih lagi Brian yang sangat menyayangi dan mencintai Ayka. Jika Brian disuruh memilih ia lebih memilih untuk mencintai Ayka sebagai pasangan bukan sebagai sahabatnya namun rasanya tidak mungkin karena saat ini di samping Ayka sudah menikah, Ayka juga sudah mencintai Kaindra meskipun pada akhirnya Kaindra sudah menghancurkan semua impian yang ada dalam diri Ayka dan menyakiti sahabatnya itu.


Perasaan Ayka sudah tidak enak, ia khawatir jika orang suruhan Kaindra akan mencari dirinya sampai di sini dan tidak dipungkiri bagaimana seorang Kaindra itu yang pastinya akan memerintahkan orang orang suruhannya untuk mencari dirinya jika mungkin Kaindra tahu tentang aksi kaburnya.


Hingga akhirnya Brian sudah turun ke bawah, dengan cepat kedua anak manusia itu keluar dari rumah dan segera melajukan mobilnya menuju ke bandara.


"Aku tanya kamu sekali lagi, kamu yakin akan pergi dari sini?"


Ya Brian sudah menemukan tempat yang pas untuk Ayka bersembunyi sementara waktu dan di sana tempatnya aman meskipun jauh dari perkotaan namun Brian yakin jika Ayka menyukainya dan juga di sana Ayka tidak sendiri karena ada nenek dan kakeknya Brian yang tinggal di sana.

__ADS_1


Iya setelah menimbang-nimbang dan berpikir, akhirnya Brian memutuskan untuk membawa Ayka di sana terlebih lagi nenek dan kakeknya Brian itu tidak mempunyai cucu yang dekat dengan mereka dan kebetulan sekali mereka juga kenal dengan Ayka karena beberapa kali Ayka pernah mengunjungi nenek dan kakeknya Brian itu.


Dan bagi kedua orang tua yang sudah renta itu tidak masalah, toh juga malah mereka senang karena mendapatkan teman dan juga bisa ngobrol-ngobrol, terlebih lagi Ayka orangnya sangat baik dan juga sopan terhadap orang tua begitupun dengan kedua orang tua Brian yang setuju dengan apa yang dilakukan oleh Brian dan Ayka meskipun sebenarnya mereka tidak menginginkan jika Ayka yang di usia masih sangat muda itu kabur dari segala permasalahan yang terjadi.


"Kenapa tidak yakin, apakah aku harus berada di sini dan tinggal satu atap dengan Kaindra dan juga istrinya?"


"Tapi kamu juga istrinya, Ay?"


Ayka hanya diam, ia tidak menanggapi apa yang sudah dikatakan oleh Brian karena memang sampai saat ini Ayka masih menjadi istri dari kaindra dan Kaindra belum menalaknya.


"Iya,.aku memang istri dari Kaindra tetapi istri yang sudah disakiti dan diselingkuhi bahkan dia sudah berani main di belakangku hingga menyebabkan perempuan lain hamil."


Sakit sekali jika Ayka mengingat apa yang sebenarnya terjadi meskipun ia sendiri tidak begitu percaya, namun bukti-bukti sudah mengarahkan kepada hal itu di mana suaminya sudah berkumpul dengan perempuan lain dan itu membuat kepercayaan Ayka terhadap Kaindra luntur seketika dan dengan itulah Ayka yakin untuk pergi meninggalkan Kaindra meskipun statusnya saat ini yang masih menjadi istri Kaindra, tidak masalah juga.. ia tidak akan bertemu dengan Kaindra lagi.


Ayka hanya ingin menata hidupnya kembali, tidak ingin berada di tengah-tengah keluarga yang entahlah mereka bisa disebut bahagia atau tidak yang jelas nanti tidak lama lagi Kaindra akan mempunyai anak dan anak itu adalah pewaris keluarga Harjuna, tidak dengan dirinya yang saat ini belum siap untuk hamil.


"Aku tahu, aku hanya memastikan saja supaya kamu nanti tidak menyesal jika sudah berada di sana, bukannya aku tidak mendukung apa yang kamu lakukan namun aku hanya ingin membuat kamu berpikir Lagi dan Lagi apakah tindakanmu ini sudah benar atau tidak."


"Aku tahu apa yang aku lakukan ini tidaklah benar, disaat aku masih menjadi istri kaindra tetapi mau tidak mau, harus bagaimana lagi ... daripada aku disini harus makan hati melihat mereka berdua, lebih baik aku yang mengalah dan entahlah mau dibawa kemana pernikahan kita nantinya yang jelas aku ingin menata hidupku dulu, menata hatiku yang sudah hancur berkeping dan aku janji pasti suatu saat aku aku kembali lagi ke sini namun aku juga tidak tahu kapan waktunya."

__ADS_1


Ya Ayka memang tidak berniat untuk menetap di negara orang, ia hanya ingin menata hatinya dulu dan membuat hatinya tenang, setelah itu Ayka juga akan kembali lagi ke Indonesia, namun ia juga belum memastikan sampai kapan hatinya akan tersakiti seperti ini dan juga Ayka belum bisa memastikan apakah 1 bulan 2 bulan 1 tahun atau 2 tahun ia akan berada di sana, semua tergantung dari apa yang akan Ayka lakukan di sana.


__ADS_2