Terjerat Cinta Sang Pewaris

Terjerat Cinta Sang Pewaris
Karena Hal Yang Lain


__ADS_3

Bel pulang sekolah berbunyi dan tentu saja Ayka semangat sekali untuk segera mengemasi buku-bukunya dan memasukkan buku itu ke dalam tas, tentunya Ayka juga senang jika pelajaran sudah selesai, berarti ia akan bertemu dengan Kaindra.


Ada sedikit rasa penasaran di dalam hati Ayka, entah kenapa tadi pagi melihat Kaindra yang buru-buru meninggalkan sekolah ini padahal Kaindra sudah bilang kepada Ayka kalau dia tidak ada urusan lagi di luar termasuk urusan perusahaan dan akan seharian penuh di sekolah ini tetapi nyatanya Kaindra seperti buru-buru ingin pergi ke suatu tempat dan yang lebih anehnya suaminya itu tidak sama sekali menghubungi dirinya meskipun sekedar menanyakan sudah makan atau belum atau bagaimana, tidak ada satupun pesan yang masuk di ponsel Ayka hingga saat ini.


Ayka sendiri sedikit merasa curiga dengan kepribadian aneh yang dirasakan olehnya kepada suaminya tetapi ia belum cukup bukti untuk membuktikan perasaan anehnya itu, dan ia hanya terdiam sembari menanyakan kepada Kaindra dengan perlahan-lahan, syukur kalau dijawab kalau tidak ya sudah. Ayka cukup tahu jika memang suaminya tidak ada apa-apa di luar sana.


Lagi lagi  perasaan Ayka tidak menentu, ia mengambil ponselnya dan melihat apakah ada pesan masuk atau panggilan dari suaminya, tetapi nyatanya sama sekali tidak.


Hingga semua orang sudah keluar dari kelas tinggal lah Ayka sendirian bersama dengan Sandi karena pagi ini Brian tidak datang.


Ayka sendiri rasanya malas untuk keluar kelas padahal ia tadi semangat sekali untuk segera keluar kelas dan bertemu dengan Kaindra namun setelah melihat ponselnya dan tidak ada tanda-tanda Kaindra menghubunginya, Ayka jadi mengurungkan niatnya dan lebih baik ia berada di dalam kelas ini hingga nanti Kaindra mengabarinya.


Sibuk, mungkin saja ada sedikit pikiran ke arah sana yang Ayka memikirkan jika suaminya sibuk tetapi sepertinya tidak begitu. Sesibuk apapun pasti Kaindra sempat sempatkan diri untuk menghubungi Ayka, namun nyatanya laki-laki itu tidak sama sekali melakukannya.


"Hai, nunggu apa?"


Sandi sedari tadi memperhatikan Ayka, ia jadi ikut-ikutan untuk pulang lebih akhir, sama seperti yang Ayka dan Brian lakukan terlebih lagi saat ini bidan tidak masuk sekolah tentunya sandilah yang akan melindungi Ayka.


Ya perasaan Sandi masih sama seperti dulu masih sama seperti waktu pertama kali bertemu dengan Ayka dan masih ada perasaan cinta itu untuk Ayka tetapi Sandi sadar sejauh apapun Sandi berusaha untuk merebut perhatian Ayka, nyatanya tidaklah mudah karena cinta Ayka untuk Kaindra sangat lah besar dan tentunya Sandi paham dengan itu semua.

__ADS_1


Meskipun Sandi dikatakan menyerah, namun ia tidak akan menjauhi Ayka dan akan siap siaga untuk melindungi Ayka jika perempuan itu terjadi sesuatu masalah yang sangat besar.


Terlebih lagi ada sesuatu yang muncul di pikiran sandi tentunya tentang kakak sepupunya itu yang akan berbuat jahat kepada Ayka dan pastinya Sandi tidak akan tinggal diam.


"Seperti biasa, nunggu jemputan."


Begitu juga dengan Ayka ia menganggap Sandi sama seperti Brian, meskipun ia tahu jika Sandi masih mencintainya dan mungkin jika ada kesempatan Sandi juga akan kembali merebut perhatiannya, namun Ayka yakin jika laki-laki itu adalah laki-laki yang baik dan tidak mungkin menghancurkan rumah tangganya dengan Kaindra.


Oleh sebab itu, Ayka sudah biasa dengan Sandi, sama seperti sikapnya kepada Brian yang mungkin saat ini mereka berdua juga sama-sama masih menyimpan rasa untuknya tetapi mereka berdua tahu diri saja bagaimana menempatkan posisinya di samping Ayka saat ini.


"Bang Indra belum menjemput kamu?"


"Belum, belum ada kabar sama sekali dari Bang Kai."


Sandi mengambil kursi kemudian duduk di sebelah Ayka, ia memperhatikan wajah cantik Ayka yang saat ini tertunduk lesu. Ada apa gerangan dengan Ayka yang Sandi lihat perempuan di sampingnya itu tidak seperti biasanya bahkan saat ini murung.


"Ada masalah dengan Bang Indra?"


Ayka menghela nafasnya panjang, lagi lagi dengan Sandi, apakah ia akan menceritakan semua yang terjadi, tetapi memang rasa di dalam hatinya saat ini sedang tidak karuan, ada rasa jengkel dan memang Ayka butuh seseorang untuk sekedar tempatnya cerita, sementara Brian ... sahabatnya sedari kecil itu tidak masuk sekolah hari ini.

__ADS_1


"Apakah ini yang dinamakan masalah atau tidak, aku rasanya akhir-akhir ini Bang Kai agak sedikit aneh, dia tidak seperti biasanya."


Ya akhirnya Ayka curhat kepada Sandi, ia percaya jika Sandi adalah seorang pendengar yang baik dan tidak akan membocorkan rahasianya kemana-mana meskipun ini bukanlah sebuah rahasia.


Apa jangan-jangan Kak Sandra sudah merencanakan sesuatu dengan Bang Indra dan seperti yang aku tangkap ekspresi wajah Aykaitu menunjukkan kalau terjadi sesuatu dengan Bang Indra.


Sandi terdiam sesaat ia masih mencoba menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi meskipun sebenarnya Sandi mempunyai firasat yang buruk tentang kakak sepupunya itu namun tidak mungkin ia mengatakan jika Sandra lah yang membuat kacau semuanya ini sementara Sandi belum mempunyai bukti yang akurat mengenai sesuatu yang ada dalam pikirannya.


"Berpikir positif saja Ay, siapa tahu Bang Indra akhir-akhir ini banyak pekerjaan dan sebenarnya Bang Indra tidak berubah hanya saja mungkin pikiran kamu sedang memikirkan sesuatu."


"Ya mungkin apa yang kamu bilang adalah benar kalau Bang Kai akhir akhir ini sibuk tetapi aku rasa ada sesuatu yang aneh, apalagi dari kemarin tidak biasanya Bang Kai itu mematikan ponselnya tetapi apa kamu sendiri tahu jika ponselnya malah mati dan juga hari ini aku tadi melihat Bang Kai buru-buru keluar dari ruangannya dan berlalu menuju parkiran setelah itu Bang Kai pergi meninggalkan sekolahan ini dan sampai saat ini dia juga tidak menghubungiku, lalu apa yang aku lakukan?"


Lagi lagi Sandi tidak bisa menjawab kalau sudah seperti ini, ia tidak mungkin membuka suaranya mengenai beberapa rencana yang akan Sandra lakukan, iya kalau itu benar ... kalau salah malah nanti membuat Ayka semakin tidak percaya padanya.


"Jangan dipikirkan, ayo aku antar pulang dan mungkin Bang Indra sedang ada kerjaan buru-buru hingga tidak sempat memberikan kabar pada kamu."


Ayak tidak menjawab, ia langsung saja mengambil tas nya dan keluar dari kelas tentunya  penawaran dari Sandi ingin ia tolak namun jika nanti nyatanya di depan tidak ada Kaindra dan juga Kaindra tidak menghubunginya terpaksa Ayka akan pulang dengan Sandi, bukan karena ia takut sendirian di sekolah ini tetapi percuma saja menunggu Kaindra tanpa kepastian, dan itu tidaklah membuat hati Ayka menjadi tidak tenang dan lebih baik ia pulang saja.


Sandi menggelengkan kepalanya, ia baru kali ini melihat Ayka seperti itu dan tentu saja sejujurnya Sandi kasihan dan ingin mengatakan beberapa rencana yang Sandra akan lakukan, namun lagi-lagi ia tidak punya bukti jadi tidak sebebas untuk mengatakan semuanya dan juga perubahan sikap Kaindra, Sandi juga tidak yakin jika itu semua karena Sandra dan bisa juga karena hal yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2