Terjerat Cinta Sang Pewaris

Terjerat Cinta Sang Pewaris
Bingung


__ADS_3

Taksi yang ditumpangi oleh Ayka dan kaindra sudah sampai di depan rumah Ayka, perempuan cantik itu tersenyum ketika menatap rumahnya, yang entahlah sudah beberapa bulan ini tidak ia tempati.


"Bang bayar taksinya, kalau mau pulang..pulang saja."


Ucap Ayka Kepada Kaindra yang saat ini Kaindra masih berada di samping Ayka dan tidak beranjak sama sekali dari taksi itu.


Kaindra melototkan matanya, ia menoleh ke arah istrinya dan tanpa disuruh pun ia juga akan membayar taksi itu. Tetapi ucapan Ayka membuat Kaindra menggelengkan kepalanya, tidak marah tetapi semakin gemas dengan istrinya, yang mana malah secara tidak langsung menyuruh Kaindra untuk pulang ke rumah dan mengusirnya, tidak boleh ikut masuk ke dalam rumah.


Melihat kaindra yang tanpa berekspresi, Ayka langsung saja keluar dari taksi dan tanpa menunggu suaminya, ia juga segera masuk ke dalam rumahnya yang kebetulan di depan sudah dibukakan pintu gerbang oleh Pak satpam.


Tentu saja Kaindra buru-buru untuk membayar taksi itu, lalu segera keluar dari taksi dan menyusul istrinya. Ia tidak mau jika malam ini harus tidur terpisah dari Ayka, terlebih lagi ia juga tidak mau pulang ke rumah tanpa adanya Ayka di sampingnya.


"Loh ngapain ikut, bukannya tadi aku sudah mengusir Bang Kai?"


Ayka seketika kaget manakala ia membuka rumahnya dan menoleh ke belakang, ternyata suaminya juga ikut-ikutan masuk ke dalam rumah . Entahlah mengapa kaindra tidak mendengarkan apa yang diucapkan nya, untuk pulang ke rumahnya saja dan tidak mengikutinya.


"Aku juga mau tinggal di sini sama kamu, pokoknya kalau kamu berada di sini aku juga ada di sini, titik tidak ada komanya."


Greep


Dengan cepat Kaindra memeluk tubuh istrinya dari samping, laki-laki itu kemudian membawa Ayka untuk masuk ke dalam rumah dan tentu saja ia sudah tahu di mana kamar Ayka berada meskipun ia jarang sekali tinggal di sini tetapi Kaindra sudah pernah bermalam di sini walaupun cuma satu hari saja.


Sementara Ayka, ia hanya terdiam. Jujur saja ia kangen dengan perlakuan manis dari suaminya itu apalagi yang membuatnya mabuk kepayang.


"Aku tahu kamu kangen sama aku kan Ay, Jujur saja jangan mengelak."

__ADS_1


Jelas saja Ayka kangen, tetapi untuk jujur dan mengatakan itu semua kepada suaminya rasanya tidak mungkin. Iya adalah tipe-tipe perempuan yang gengsi yang tidak mau mengatakan sesuatu lebih dulu, terlebih lagi dari tadi ia sudah mencuekin Kaindra dan membuat suaminya panas dingin karena ulahnya yang pura-pura ngambek.


"Ya udah deh kalau tidak mau jujur, tetapi yang jelas aku kangen sama kamu dan aku sangat mencintaimu."


Ucap Kaindra dengan berbesik di telinga Ayka, kemudian laki-laki itu bergegas untuk masuk ke dalam kamar Ayka, tanpa memperdulikan istrinya yang saat ini masih cemberut melihat tingkahnya.


Kaindra langsung saja merebahkan tubuhnya di atas ranjang, laki-laki itu tidak membersihkan diri dulu malahan dengan merentangkan tangannya yang membuat Ayka tambah kesal saja.


Bukannya apa-apa dan bagaimana, Ayka juga sebenarnya lelah, ia juga ingin istirahat tanpa ada gangguan dari siapapun juga karena beberapa hari ini Ayka tidak bisa beristirahat dengan tenang . Jujur saja pikirannya masih mengarah kepada suaminya tetapi hari ini ia sudah lega, ternyata apa yang dituduhkan oleh Sandra itu tidaklah benar dan juga Kaindra tidak melakukan hal-hal yang terlarang dan juga tidak menghamili Sandra.


"Sini sayank, aku tahu kalau kamu lelah.. sini aku peluk, pasti tidurmu nanti nyenyak dan kamu tidak lelah lagi."


Tidak mendapatkan respon dari Ayka, kaindra dengan cepat menarik tangan Ayka hingga tubuh Ayka terjatuh di atas dada bidang Kaindra.


Laki-laki itu dengan cepat memeluk tubuh Ayka dan ia tidak akan pernah melepaskan, sembari tangan nya membelai lembut wajah Ayka yang terlihat sangat menggemaskan meskipun sebenarnya ekspresi wajah dari Ayka itu masih manyun dan sepertinya Ayka memang butuh merefresh kan diri, atau butuh kata-kata yang manis dari suaminya atau kalau perlu Ayka memang butuh sentuhan sentuhan yang harus dibelikan oleh Kaindra.


Dengan saat ini, wajahnya didekatkan ke wajah Ayka hingga tanpa sadar bibir Kaindra sudah berada di depannya dan siap untuk melahap habis bibir Ayka.


Cup


Ayka memejamkan matanya sebentar, ia merasakan hangatnya sesuatu yang kenyal menempel di bibirnya dan tanpa dipungkiri Ayka juga kangen dengan apa yang dilakukan oleh Kaindra hingga pada akhirnya Kaindra menggerakkan bibirnya kemudian Ayka juga ikut memainkan bibirnya itu, hingga mereka saling beradu di bibir dan saling memberi , yang membuat suasana menjadi panas.


Merasa sudah terbuai dan ada sesuatu yang bergejolak di bawah, Kaindra dengan perlahan-lahan membaringkan tubuh Ayka hingga posisinya saat ini Ayka berada di bawah dan Kaindra yang berada di atas tentu saja disertai dengan tangan nakal Kaindra yang sudah merayap kemana-mana.


Beberapa menit kemudian, sukses membuat pemanasan hingga akhirnya Ayka berkeringat karena menikmati sentuhan-sentuhan yang diberikan oleh suaminya dan inilah saatnya sesuatu yang dibawa meminta untuk dilepaskan.

__ADS_1


"Aku kangen sayank, boleh ya?"


Kaindra menatap ke arah Ayka, meminta jawaban kepada istrinya itu, tetapi lama ia menunggu Ayka yang hanya diam saja, namun Kaindra paham jika istrinya itu juga menginginkannya.


Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan, Kaindra cepat membuka pakaiannya dengan pakaian Ayka yang sudah lebih dulu dibuka sedari tadi, hingga ia mengeluarkan sesuatu yang sudah tidak tahan lagi dan..


Teriakan teriakan yang keluar dari bibir Ayka maupun Kaindra terdengar jelas, siang ini merupakan siang panas bagi mereka berdua dan mereka bisa menyalurkan semua kerinduan yang selama beberapa hari ini tidak disalurkan dan Kaindra melakukannya dengan sangat manis, pelan tetapi pasti yang pastinya tidak membuat istrinya itu kesakitan.


Beberapa jam kemudian..


Satu ronde permainan panas berhasil diselesaikan dan saat ini Kaindra memeluk erat tubuh Ayka, laki-laki itu sudah berkali-kali mengucapkan kata cinta untuk istrinya bahkan juga dengan disertai dengan ciuman di seluruh wajah Ayka.


"Yank, bagaimana kalau kita punya anak secepatnya, aku sudah ingin menggendong anak dari kamu."


Beberapa menit yang lalu Ayka sudah luluh, tentu saja dengan sentuhan-sentuhan dan beberapa kalimat cinta yang diucapkan oleh Kaindra hingga membuat perempuan cantik itu pasrah dan menyerahkan tubuhnya kepada Kaindra.


Ayka menatap ke arah suaminya, ia sendiri tidak mampu berkata apa-apa lagi jika Kaindra memang menginginkan itu. Memang pernikahannya masih dalam hitungan beberapa bulan tetapi tidak dipungkiri jika keluarga dari Kaindra menginginkan sebuah keturunan, terlebih lagi Kaindra adalah anak tunggal.


"Aku masih sekolah Bang, bagaimana mungkin aku hamil?"


Ya bukan karena Ayka menolak, tetapi ia masih memikirkan tentang sekolahnya , ia yang masuk kelas 2 SMA dan juga masih berstatus sebagai pelajar, tidak mungkin jika tiba-tiba dirinya hamil meskipun ia sudah sah menjadi seorang istri.


"Tidak masalah, sekolahan itu milik aku dan juga tentunya tidak akan ada yang berani mengeluarkan kamu dari sana."


"Aku tidak tahu, aku pikir-pikir lagi boleh ya."

__ADS_1


Ucap Ayka sembari menggigit bibir bawahnya, ia pastinya bingung, tidak mungkin menolak keinginan suaminya tetapi tidak mungkin juga dirinya hamil dalam waktu dekat ini.


__ADS_2