
"Apa? Oke kita segera ke sana."
Baru saja Doni menerima telepon dari Sandi yang mengatakan kalau Ayka saat ini berada di bandara dan Sandi meminta untuk Kaindra segera menyusul Ayka ke sana, tentu saja semuanya sebelum terlambat dan sebelum Ayka berangkat ke negara lain.
Doni yang masih melihat perdebatan antara Kaindra, Bima dan juga Sandra, langsung saja menghampiri sahabatnya itu.. sekarang lebih penting adalah menemui Ayka dan mengatakan semuanya kepada Ayka, bukan menjelaskan yang tidak penting kepada Sandra yang sudah terbukti jika perempuan itu hanya membohongi semuanya.
"Ndra, ada yang lebih penting dari semuanya ini, lo tidak perlu mengurusi Sandra, karena dia sudah ditangani oleh polisi, sebaiknya kita ke bandara ... Ayka ada di sana, dan sebelum semuanya terlambat."
"Apa?"
Kaindra kaget mendapatkan informasi dari Doni yang mengatakan jika Ayka saat ini berada di bandara, tentu saja laki-laki itu tidak mau menyia-nyiakan kesempatan karena ia tahu jika dirinya terlambat ke sana pastinya Ayka sudah pergi dari Indonesia dan tidak mudah untuk membawa Ayka kembali apalagi Ayka masih mengira jika dirinya dan Sandra telah melakukan sesuatu yang menyakiti hatinya, meskipun semuanya itu tidaklah benar, namun Ayka belum mendengar kebenarannya.
Dengan cepat Kaindra meninggalkan ballroom hotel, ia tidak peduli dengan Sandra nantinya, yang jelas ia mempercayakan semuanya itu kepada polisi-polisi yang saat ini sudah menangani kasus ini dan membawa Sandra untuk meninggalkan hotel, tentu saja Sandra harus mempertanggungjawabkan semuanya.
Dengan ditemani Bima dan juga Doni, Kaindra segera menuju ke bandara, tentunya yang mengemudikan mobilnya saat ini adalah Bima karena Bima mempunyai keahlian khusus untuk mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.
Bukan karena Kaindra tidak mampu, tetapi kedua sahabatnya itu khawatir jika nanti terjadi sesuatu dengan Kaindra karena Kaindra terlihat nampak emosi dan juga ketakutan.
"Cepat sedikit Bim, gue nggak mau kehilangan Ayka!!"
Dari tadi Kaindra mengatakan seperti itu, laki-laki itu rasanya tidak sabar ingin segera menuju ke bandara dan sepertinya memang langkah mobil Bima itu sudah cepat dan beruntung sekali pagi ini jalanan tidak begitu ramai hingga tidak ada kemacetan di jalan dan mereka bisa sampai di bandara dengan waktu yang sangat cepat.
__ADS_1
Brakk
Mobil yang dikendarai oleh Bima sudah sampai di bandara, Kaindra bergegas untuk membuka sabuk pengamannya kemudian keluar dan menutup pintu mobil Bima dengan sangat kuat hingga membuat kedua sahabat kaindra menggelengkan kepalanya.
"Astaga, cinta memang membuat orang gila!!"
Baik Bima maupun Doni hanya menggelengkan kepalanya, kemudian laki-laki itu juga bergegas turun dari mobil dan ingin melihat bagaimana aksi sahabatnya itu memperjuangkan pernikahannya yang saat ini berada di ujung tanduk.
Sedangkan Kaindra, laki-laki itu berlari .. ia bahkan tidak menanyakan di mana keberadaan Ayka saat ini dan langsung saja masuk ke dalam bandara dan mengedarkan pandangan matanya ke segala arah, berharap jika Ayka belum meninggalkan Jakarta.
"Ayka, sayank..."
Teriak Kaindra yang mana ia sudah menemukan Di mana keberadaan Ayka saat ini yang memang Ayka sebenarnya sudah ingin masuk ke sebuah tempat untuk pemberangkatan, tetapi sepertinya di sana ada Sandi yang sudah ngobrol-ngobrol, mungkin saja Sandi menghadang Ayka untuk tidak masuk ke sana.
Ayka mengedarkan pandangan matanya, ia mendengar jelas siapa yang memanggilnya saat ini dan juga melihat jika di depan sana ada suaminya yang tersenyum menatap ke arahnya.
Tidak dipungkiri Ayka sangat bahagia ketika mendengar pernyataan dari Sandi jika Kaindra tidak melakukan apa-apa dengan Sandra bahkan apa yang dituduhkan kepada Kaindra itu tidaklah benar, Sandra juga tidak sedang mengandung.
Tetapi Ayka juga kesal mengapa beberapa bulan ini suaminya membohonginya, dengan diam-diam selalu bertemu dengan Sandra dan juga membantu Sandra.
Mungkin juga jika waktu itu Kaindra jujur dengan Ayka, semuanya ini tidak akan pernah terjadi tetapi semuanya sudah terjadi dan sudah selesai dan juga sudah terungkap kebenarannya.
__ADS_1
Melihat Ayka yang menatap ke arahnya, Kaindra langsung saja berlari, ia tidak peduli dengan tatapan mata orang-orang yang melihatnya saat ini.
Grepp
Dengan cepat Kaindra langsung saja menarik tubuh Ayka dan memeluknya dengan sangat erat . Jujur saja ia kangen dengan istri kecilnya ini, perempuan yang sudah memberikan warna di dalam hidupnya perempuan yang sudah membuat hari-harinya bahagia dan tentu saja sudah menyadarkan Kaindra tentang kehidupannya yang kelam, meskipun Kaindra belum sampai terjerumus ke hal-hal maksiat tetapi sama saja Kaindra sudah melangkah jauh setelah adanya penghianatan dari Sandra dulunya.
"Maafkan aku sayank dan jangan tinggalkan aku. Kamu harus mendengar cerita yang sebenarnya, aku dan Sandra tidak melakukan itu karena itu hanya akal-akalan Sandra saja dan juga Sandra tidak hamil, apalagi hamil anakku.. semua itu bohong sayank, kamu harus melihat ini semua dan jangan pergi.. aku tidak bisa hidup tanpamu .. maafkan Aku."
Kaindra melepaskan pelukannya, kemudian laki-laki ikut bersimpuh di hadapan Ayka yang mana Kaindra sendiri belum tahu jika Ayka sebenarnya sudah tahu tentang permasalahan yang terjadi.
"Pergilah Bang, apa yang mau Abang katakan.. bukannya Abang sudah menikah dengan Sandra, lalu kenapa Abang ke sini? dan jangan halangan aku.. Aku ingin pergi dari Indonesia, Aku tidak mau menjadi beban Abang dan juga Sandra dan aku juga tidak mau dimadu. Aku tidak mau tinggal satu atap dengan perempuan lain."
Ayka pura-pura saja belum mengetahui, ia ingin melihat ekspresi wajah suaminya dan ingin mendengar cerita lengkap dari Kaindra.
Dan jujur saja, melihat Kaindra menangis seperti ini rasanya Ayka ingin tertawa apalagi ia sudah tahu tentang kebenarannya,bsungguh benar-benar lucu ekspresi wajah Kaindra saat ini, tetapi Ayka menahannya, ia ingin mengerjain suaminya yang memang suaminya benar-benar lancang sudah menemui perempuan lain tanpa sepengetahuan nya, hingga akhirnya sesuatu yang tidak terduga itu terjadi.
"Tidak Ay, aku masih suamimu ... aku juga tidak memadu kamu, aku juga tidak jadi menikah dan tidak akan pernah menikah, aku hanya mencintaimu.. hanya kamu yang aku inginkan saat ini, hanya kamu istriku satu-satunya.. tidak ada yang lain lagi dan kalau kamu tidak percaya kamu bisa lihat ini semuanya..."
Kaindra mengambil ponselnya, kemudian menyerahkan itu kepada Ayka, ia di perjalanan tadi meminta Bima untuk mentransfer semua video-video tentang kebenaran kejadian ini di ponsel Kaindra yang akan ditunjukkan kepada Ayka sebagai bukti jika dirinya benar-benar tidak bersalah dan semua itu hanya rekayasa dari Sandra.
"Buat apa aku melihat ini semuanya toh nyata-nyatanya Bang Ayka juga menemui Sandra dan tidak mengatakan itu padaku. Abang juga menyembunyikan semuanya dariku jika Abang juga diam-diam bertemu dengan Sandra."
__ADS_1
Ayka tidak perlu lagi melihat itu semuanya, Ayka yakin jika video yang sandi perlihatkan untuknya dan juga video yang dimiliki Kaindra itu adalah sama dan kini saatnya Ayka menghajar suaminya supaya suaminya tidak membohonginya lagi.