Terjerat Cinta Sang Pewaris

Terjerat Cinta Sang Pewaris
Tidak Mungkin


__ADS_3

Sementara Ayka, perempuan cantik itu yang sudah keluar dari kelasnya langsung saja menuju ke depan ia yakin kalau suaminya sudah menunggunya di luar dan pastinya Kaindra hari ini tidak masuk ke sekolah karena ada urusan penting di perusahaan.


Buru buru sekali Ayka keluar dari sekolah mumpung teman-temannya masih sibuk di dalam dan mengerjakan sesuatu yang pastinya Ayka masa bodoh jika tentang pelajaran yang penting ia bisa bertemu dengan suaminya dan tidak akan diketahui oleh teman-temannya.


"Ay, tungguin dong kenapa buru-buru sekali!" teriak Brian kepada Ayka yang melihat Ayka sudah memasukkan buku ke dalam tas dan langsung pergi meninggalkannya tanpa permisi atau bagaimanapun.


Begitu juga dengan Sandi, yang sedari tadi memperhatikan Ayka yang sepertinya tidak biasa. Padahal biasanya Ayka selalu pulang yang paling akhir meskipun ia dijemput atau pulang bareng dengan Kaindra namun kenapa siang ini berbeda, Ayka malah buru-buru ingin keluar kelas.


"Sorry aku duluan!" teriak Ayka menjawab ucapan dari Brian. Ia sama sekali tidak menunggu Brian, bukan apa-apa hanya saja pastinya Brian bingung dengan tingkah laku Ayka sekarang.


Ayak tidak memperdulikan kebingungan dari sahabatnya itu, ia langsung saja berjalan cepat untuk menuju ke depan yang Ayka yakin jika pasti Kaindra sudah menunggunya.


Tetapi setelah sampai di lobby, Ayka melihat ke sekeliling halaman sekolah, tidak adanya mobil Kaindra di sana bahkan di dalam parkiran milik guru pun mobil Kaindra tidak terlihat.


Penasaran, Ayka keluar dari gerbang sekolah mungkin saja suaminya menunggu di luar karena tidak ingin masuk ke dalam sekolahan tetapi nyatanya juga nihil ia tidak mendapati mobil milik Kaindra di depan.


"Mungkin Bang Kai terkena macet atau malahan belum selesai bertemu dengan kliennya?"


Ayka mencoba bersikap positif karena memang ia tidak mau berpikir yang macam-macam dulu soalnya ia tahu jika Kaindra adalah tipe laki-laki yang pebisnis pastinya ia akan lama jika sudah bertemu dengan klien dan mungkin saja Kaindra lupa untuk mengabari kalau telat menjemput atau juga lupa untuk memberikan kabar kalau tidak bisa menjemput.


Ayak masih anteng dengan posisinya saat ini bahkan ia masih berdiri di depan Pak satpam menunggu kedatangan Kaindra.


Hingga 10 menit kemudian, rasa pegal sudah menyelimuti tubuh Ayka, mau tidak mau Ayka harus menepi menahan rasa pegal dan juga panas yang menyerang tubuhnya.

__ADS_1


Ayka kembali ke lobi sekolah, ia memilih duduk di bangku yang ada di sana dan kemudian mengeluarkan ponselnya.


Dari tadi Ayka menahan untuk tidak menghubungi Kaindra, takut saja jika suaminya itu terganggu atau dalam perjalanan menuju ke sini tetapi setelah ditunggu selama 10 menit tidak datang, Ayka akhirnya memberanikan diri untuk menghubungi suaminya.


Tetapi sayang sekali nomor Kaindra tidak aktif bahkan hanya suara operator yang menjawabnya tentunya akan menjadi gelisah mengapa suaminya tiba tiba tidak datang dan juga menonaktifkan ponselnya tidak seperti biasanya meskipun Kaindra telat menjemput atau tidak bisa menjemput tetapi ada kabar dan tidak mematikan ponselnya begitu saja.


"Apa Bang Kai kehabisan baterai?"


Masih berpikir positif tetapi sedetik kemudian Ayka menggeleng karena ia yang semalam mencharger ponsel milik Kaindra dan tadi pagi ia juga melihat jika baterai milik ponsel Kaindra itu sudah penuh, tentu saja ini masih jam berapa dan tidak mungkin Kaindra kekurangan baterai ponselnya.


Sadar setelah menunggu selama tiga puluh menit akhirnya ada sesuatu yang tidak tenang di dalam hati Ayka, entah mengapa tidak ada kabar sama sekali bahkan semua teman-teman kelasnya sudah pada pulang tinggal Brian dan juga Sandi yang belum menunjukkan batang hidungnya dan menghampirinya.


Ayka mulai gelisah, ia tidak tahu harus ke mana mau menuju ke perusahaan Kaindra rasanya tidak mungkin, menghubungi Bima.. ia takut jika Bima juga mempunyai kesibukan tersendiri apalagi menghubungi Doni, tidak mungkin ia akan melakukan itu.


Brian yang memang paling akhir keluar dari kelas langsung saja menghampiri Ayka begitu juga dengan Sandi yang nyatanya kedua laki-laki itu baru saja keluar dari kelas dan mendapati Ayka yang masih duduk di lobby dengan ekspresi wajah yang tidak bisa diucapkan lagi.


Ayka hanya mengangguk mengisyaratkan kalau dirinya memang masih di sini.


"Pak Kaindra mana? biasanya dia selalu on time?"


Tanya Brian kemudian lalu laki-laki itu duduk di samping Ayka, ia tahu bagaimana perasaan sahabatnya saat ini pastinya cemas dan khawatir menunggu kedatangan Kaindra yang tidak seperti biasanya.


Yang memang benar bukan hanya aikat saja yang merasakan kak Indra hari ini tidak seperti biasanya tetapi Brian juga prianya sudah menjadi sahabat Ayka sejak kecil dan tahu bagaimana perlakuan Kaindra terhadap Ayka yang siang ini tidak percaya jika Kaindra telat menjemput Ayka sampai 30 menit.

__ADS_1


"Pak Kaindra tidak menghubungi kamu?"


"Tidak, bahkan nomor ponselnya juga tidak aktif."


Ayka menjawab tetapi pandangan matanya masih tertuju kepada ponsel yang dipegang, sama sekali ia tidak melihat ke arah Brian maupun Sandi yang saat ini berada di sampingnya.


"Kamu sudah mencoba menghubungi Bang Bima, siapa tahu dia tahu keberadaan Bang Indra?"


Ayka menggeleng, ia memang belum sama sekali menghubungi Bima takut saja jika laki-laki itu juga sama sibuknya dengan suaminya.


"Biar aku saja yang menghubungi."


Sandi yang melihat ekspresi wajah Ayka yang menyedihkan langsung saja mengambil ponsel, kemudian menghubungi Bima, ia tahu keadaan Ayka sekarang tidak baik-baik saja mengingat belum tahu kejelasan tentang Kaindra.


Lima menit kemudian Sandi sudah berhasil menghubungi Bima, ia juga mengaktifkan loudspeaker supaya Ayka tahu di mana posisi Bima saat ini apakah Bima sedang bersama dengan Kaindra atau tidak tetapi kenyataannya Bima sedang di luar kota dan itu berarti Bima tidak berada di samping Kaindra dan juga Bima tidak tahu di mana Kaindra sekarang ini.


"Kamu tenang dulu Ay, nanti aku coba hubungi sekretaris yang ada di kantor."


Sebelum Sandi menutup ponselnya, Bima mengatakan itu kepada Ayka yang pastinya Bima meminta Ayka untuk tenang, tidak ada yang terjadi apa-apa dengan Kaindra saat ini.


Mendapatkan informasi dari Bima meskipun Bima juga tidak tahu di mana keberadaan Kaindra, Sandi langsung saja mematikan ponselnya danĀ  laki-laki itu menyandarkan punggungnya ke kursi tentu saja ikut memikirkan di manakah Kaindra saat ini.


Tidak mungkin..

__ADS_1


Pikiran Sandi sudah kemana-mana ia memikirkan hal yang negatif mengenai Kaindra dengan Sandra tentunya, tetapi sayang sekali ponsel yang dibawa Sandi saat ini bukan ponsel yang biasanya dibawa tentunya baik Kaindra maupun Sandra tidak mengetahui nomor baru yang dimiliki oleh Sandi dan sudah dipastikan pesan dan panggilan telepon yang masuk di ponsel Sandi yang satunya tidak akan sampai ke Sandi karena Sandi menaruh ponsel itu di rumah dan tidak membawanya ke sekolah.


__ADS_2