Terjerat Cinta Sang Pewaris

Terjerat Cinta Sang Pewaris
Maafkan Aku


__ADS_3

Dirasa hari masih terlalu pagi, Kaindra buru-buru untuk segera keluar dari apartemen Sandra ia langsung saja pulang ke rumahnya dan ingin meminta maaf kepada Ayka lalu mengantarkan perempuan cantik itu ke sekolah.


"Ndra bagaimana dengan aku?"


Tentu saja melihat Kaindra yang buru-buru keluar dari apartemennya Sandra menggelengkan kepalanya ia harus meminta pertanggungjawaban dari apa yang sudah dilakukan oleh Kaindra tadi.


Kaindra menghentikan langkahnya, sejenak ia juga bingung apa yang harus dilakukannya terlebih lagi jika kejadian ini sampai masuk ke telinga Ayka, entahlah bagaimana nasib dengan rumah tangganya dengan Ayka, rumah tangga yang baru dibangunnya dan saat ini mereka sama-sama saling mencintai.


"Kita bicarakan saja ini nanti dan tidak usah menceritakan masalah ini kepada siapapun juga termasuk dengan Ayka, awas aja kalau kamu mengatakan ini kepada Ayka. Aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu."


Kaindra berlalu meninggalkan Sandra bahkan ia sama sekali tidak mendengarkan apa jawaban dari perempuan itu.


Bagi Kaindra, tidak peduli selama Ayka tidak mengetahuinya berarti dirinya akan aman-aman saja dan tidak akan ada pertanggungjawaban untuk Sandra.


Setelah kepergian Kaindra, Sandra mengembangkan senyumannya, tentu saja perempuan itu tersenyum penuh kemenangan karena apa yang direncanakan akhirnya berhasil


Sandra akan bisa mendapatkan Kaindra lagi dan juga Kaindra akan mencerahkan Ayka lalu dirinyalah yang akan menjadi satu-satunya menantu di keluarga Harjuno.


Merasa badannya lengket semua, Sandra langsung saja menuju ke kamar mandi, ia membersihkan dirinya sebentar karena ia teringat sesuatu yang harus dilihatnya.


"Sempurna."


Satu kata yang terucap dari bibir Sandra ketika ia sudah mengambil rekaman yang semalam ia simpan rapi di pojokan kamarnya tentu saja itu tidak terlihat oleh Kaindra.


"Barang ini menjadi bukti jika aku dan Kaindra sudah tidur bersama dan pastinya jika Ayka melihatnya perempuan itu langsung saja meminta cerai dari Kaindra."

__ADS_1


Ya rencananya Sandra memang seperti itu tetapi tidak dalam waktu dekat ini, ia masih bisa menyimpan rapat-rapat kejadian yang semalam sudah dialaminya tentu saja bukan karena Sandra takut untuk menghadapi Ayka atau takut dengan ancaman Kaindra tetapi ia akan menggunakan waktu yang tepat untuk menceritakan semua ini kepada Ayka.


Sandra menyimpan hasil rekaman itu di tempat yang aman tentunya ia sudah mengopi banyak jika memang ada salah satu yang hilang atau tidak bisa terbuka sama sekali.


*****


Kaindra melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan Kaindra berharap jika ia sudah sampai di rumah, istrinya masih tidur terlelap hingga Ayka tidak menyadari jika semalam memang Kaindra tidak pulang.


Setelah sampai di rumahnya, Kaindra buru-buru keluar dari mobil kemudian ia masuk ke dalam rumah tentu saja yang dituju adalah langsung naik ke kamar atas.


Tetapi ia menghentikan langkah kakinya manakala melihat istrinya yang tertidur di depan ruang keluarga tentu saja kaindra jadi tidak tega terlebih lagi apa yang sudah dilakukannya bersama dengan Sandra semalam.


Merasa bersalah dan tidak tahu apa yang akan dilakukannya nanti, Kaindra dengan perlahan menggendong tubuh Ayka dan berharap jika istrinya itu belum bangun sampai dirinya membaringkan tubuh Ayka di atas ranjang.


Pelan-pelan sekali Kaindra menggendong tubuh Ayka lalu berjalan dengan sangat pelan menaiki anak tangga hingga kemudian ia berhasil masuk ke dalam kamar.


Maafkan aku sayang maafkan aku bukannya aku ingin menghianati apa yang sudah kamu berikan kepadaku tetapi aku sendiri tidak tahu apakah benar apa yang aku lakukan dengan Sandra semalam


Rasanya ia benar-benar bersalah karena telah membohongi istrinya dan juga entahlah perasaan Kaindra saat ini sedang kacau bahkan lebih kacau dari dulu ketika ia ditinggalkan oleh Sandra.


Kaindra kembali terlelap manakala ia sudah memeluk tubuh Ayka dan menghirup aroma wangi dari istrinya memang benar-benar ajaib. Aroma wangi yang dikeluarkan oleh Ayka itu mampu menghipnotis Kaindra dan membuat laki-laki itu seketika langsung terlelap.


"Bang."


Ayka yang terbangun karena mendengar suara alarm langsung saja mengambil alarm itu lalu mematikannya, ia juga melihat ke sekeliling ruangan dan ternyata ia sudah berada di dalam kamarnya sendiri dan tentunya ia melirik ke samping, Ayka tersenyum ketika ia mendapati suaminya yang berada di sampingnya berarti semalam Kaindra memang pulang namun Ayka tidak tahu jam berapa Kaindra pulangnya, itu yang ada di dalam pikiran Ayka saat ini.

__ADS_1


"Bang bangun.."


Dengan pelan Ayka membangunkan suaminya, tentunya ia akan bertanya setelah Kaindra bangun nanti.


Bukan bertanya macam-macam tetapi cuma ingin tahu saja jam berapa Kaindra pulang semalam hingga dirinya benar-benar tidak tahu dengan kepulangan Kaindra padahal Ayka menunggunya di ruang tengah.


"Apa sayank, aku masih ngantuk tidur lagi aja yuk."


Ayka menggelengkan kepalanya, ia kaget dengan jawaban yang diberikan oleh Kaindra padahal sebelumnya Kaindra tidak pernah semalas ini meskipun kaindra pulang tengah malam tetapi pagi harinya suaminya itu begitu semangat dan tidak akan mengajak dirinya untuk tidur lagi.


"Tidak bisa Bang, ini sudah hampir jam 05.00, pasti nanti kita terlambat untuk ke sekolah. Bukannya Abang pagi ini ada jadwal ke sekolahan?"


Mendengar apa yang diucapkan oleh Ayka, dengan berat hati Kaindra membuka matanya namun ia tidak langsung melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi tetapi Kaindra lebih memilih untuk menarik tangan Ayka dan memeluknya dengan sangat erat


"Maafkan aku sayank."


Kata maaf lolos juga dari bibir Kaindra tentu saja itu diartikan lain dari Kaindra yang pastinya ia meminta maaf bukan karena menolak untuk bangun pagi ini tetapi karena sesuatu hal yang sudah terjadi semalam.


"Tidak apa-apa Bang, aku tahu kalau abang capek dan tengah malam baru pulang."


Iya, dipikiran Ayka memang seperti itu jika suaminya baru saja pulang tengah malam dan pastinya ia merasa capek dan juga lelah hingga tidak mau bangun pagi ini.


"Iya kamu benar sekali."


"Jangan begitu, bukannya Bang Kai yang setiap hari selalu bangun pagi, masa pagi ini kalah sama aku. Aku aja udah semangat untuk pergi sekolah kenapa Abang malahan malas-malasan."

__ADS_1


Sebenarnya Ayka sudah sedikit ada rasa curiga dengan suaminya tetapi entahlah perempuan itu hanya menggelengkan kepalanya saja dan menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi semalam hingga suaminya terlihat lelah sekali bahkan pagi ini juga tidak semangat untuk melakukan aktivitas


Namun Ayka juga tidak langsung menanyakan apa yang terjadi dengan suaminya, ia lebih memilih untuk mendiamkan saja yang sebenarnya mungkin jika pagi ini tidak bisa menanyakan maka Ayka akan bertanya nanti saja setelah ia dan juga Kaindra sama-sama berangkat ke sekolah.


__ADS_2