
Plakk
Ayka langsung saja menampar pipi Kaindra yang mana ia mendengar sendiri jika memang benar suaminya sudah tidur dengan Sandra, seperti apa yang barusan Ayka lihat di video Sandra.
"Aku kecewa sama kamu Bang, kamu sudah menghancurkan kepercayaan yang aku berikan."
Setelah menampar Kaindra, Ayka memalingkan wajahnya, ia tidak sanggup untuk melihat wajah tampan Kaindra saat ini yang mana Kaindra juga meneteskan air mata dan berharap mendapatkan maaf dari Ayka, tetapi nyatanya itu sia-sia karena Ayka tidak akan pernah memaafkan penghianatan yang sudah dilakukan oleh Kaindra meskipun itu dilekukan dengan tidak sengaja tetapi semuanya sudah terjadi, karena saat ini Sandra sudah mengandung anak Kaindra.
"Maafkan aku, Ay..aku tidak ingat apapun kejadian malam itu, maafkan aku dan bisa saja itu bukan anak aku, hanya Sandra yang mengarang cerita saja."
Saat ini Kaindra sudah berdiri dan sudah berada di samping Ayka, ia mencoba untuk menenangkan Ayka yang nyatanya memang Ayka benar-benar terpukul dan kecewa atas apa yang sudah ia lakukan.
Meskipun bukti mengarah padanya tetapi Kaindra memang tidak mempercayai sepenuhnya jika ia sudah melakukan sesuatu itu kepada Sandra dan juga membuat Sandra hamil.
"Apa Bang, kamu bilang anak yang dikandung Sandra itu bukan anak kamu? dengan begitu kamu tidak mengakui anak itu, kamu jahat Bang! setelah kamu menghianati aku, kamu juga tidak mengakui darah daging kamu sendiri."
Ayak bener-bener marah ketika Kaindra mengatakan jika anak yang di dalam kandungan Sandra itu bukan anaknya, mana mungkin Kaindra yang sudah tidur dengan Sandra tetapi tidak mau mengakuinya.
"Bukan begitu Ay, tetapi aku sama sekali tidak sadar dengan apa yang sudah aku lakukan dengan Sandra, bisa saja itu hanya sebuah kebohongan saja."
Kaindra masih mengelak, di samping ia benar-benar tidak sadar dengan apa yang dilakukannya, ia juga tidak mau kehilangan Ayka yang nyatanya Ayka bersikeras untuk meninggalkan dirinya, meskipun kata itu belum terucap dari bibir Ayka tetapi Kaindra paham karena ujung-ujungnya pasti Ayka akan meminta berpisah darinya.
__ADS_1
"Cukup Bang, cukup!! bukti itu sudah membuat aku percaya jika Abang sudah tidur bersama dengan Sandra dan sekarang Sandra hamil, sebaiknya Abang bertanggung jawab dan nikahi Sandra."
Ayka memejamkan matanya, lagi lagi perempuan cantik itu harus meneteskan air matanya yang entahlah, padahal ia sudah berjanji untuk tidak akan menangis namun kenyataannya berbeda bahkan saat ini Ayka tidak bisa membendung air matanya itu yang mengalir deras membasahi pipinya.
"Jika memang benar anak itu adalah anak aku, aku pasti akan bertanggung jawab tetapi jangan meminta aku untuk nikahi Sandra, Aku mencintaimu Ay."
Ayka masih berada di posisinya saat ini, yang tepat di depan Kaindra dan menatap wajah tampan Kaindra yang mungkin sebentar lagi Ayka tidak bisa menatapnya karena ia sudah memutuskan untuk meninggalkan Kaindra
"Aku juga mencintaimu Bang, tetapi sayang sekali cintai yang aku berikan kepadamu, kamu salah artikan dan kamu malah tidur dengan perempuan lain, sebaiknya kamu ceraikan aku dan segera nikahi Sandra."
Ya akhirnya Ayka mengatakan seperti itu yang mana dirinya sebenarnya tidak kuat harus mengucapkan kata perpisahan dengan Kaindra, namun apalah daya.. Ayka juga tidak mau berlama-lama dan terlalu larut dalam penderitaan ini yang mana memang sudah seharusnya jika suaminya itu harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah dilakukannya dan juga tidak mungkin dirinya masih terus berada di sisi Kaindra sementara ada anak di dalam kandungan Sandra yang masih membutuhkan Kaindra nantinya.
Ya Kaindra tidak akan pernah menginginkan perpisahan ini, ia berusaha untuk memeluk Ayka tetapi sayang sekali, Ayka malahan melepaskan pelukannya, bahkan perempuan cantik itu sudah tidak mau disentuh lagi oleh Kaindra.
"Maaf, tapi memang sebaiknya kita berpisah, karena itu adalah jalan yang terbaik, kamu harus memikirkan Sandra dan juga anak kamu, Bang."
"Tidak!! jangan tinggalkan aku, Aku tidak mau kita berpisah."
Ayka menggelengkan kepalanya, ia menepis tangan Kaindra itu yang berusaha menahan tangannya, kemudian perempuan cantik itu berlari untuk menuju mobil, sepertinya ia sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi oleh Kaindra dan juga meminta Kaindra untuk segera melajukan mobilnya, untuk kembali pulang.. karena Ayka benar-benar sudah tidak tahan dengan apa yang terjadi dan juga sudah memutuskan untuk meminta bercerai dari Kaindra saja.
Kaindra yang masih menangis langsung saja mengikuti apa yang Ayka lakukan, kemudian laki-laki itu masuk ke mobil. Ia tahu jika Ayka saat ini ingin pulang ke Jakarta dan tanpa menunggu lama Kaindra melajukan mobilnya, meskipun Kaindra sangatlah lelah dan sebenarnya ingin bermalam di sini, namun situasinya tidak memungkinkan, salah-salah malah nanti Ayka semakin marah padanya.
__ADS_1
Seperti tadi waktu berangkat,nkini pulangnya mereka juga sama-sama terdiam dengan Ayka yang sembari meneteskan air matanya dan juga memalingkan wajahnya, ia tidak ingin terlihat oleh Kaindra meskipun sebenarnya Kaindra tahu jika Ayka juga berat untuk meninggalkannya.
Hingga beberapa jam kemudian, Kaindra sudah memarkirkan mobilnya di kediaman Harjuno, tentunya ia tidak mau jika Ayka berada di luar rumah ini, yang nyatanya memang hubungannya masih sah sebagai suami istri.
Tetapi belum lagi Ayka dan Kaindra keluar dari mobil, mereka berdua melihat ada sebuah mobil yang berada di halaman rumah dan tentu saja mereka tahu mobil milik siapa itu
"Temui Sandra, sepertinya Papi dan Mami juga sudah mengetahui semuanya dan cepat selesaikan urusan kita Bang, ceraikan aku dan nikahi Sandra!"
Ya ternyata Sandra sudah bergerak cepat, perempuan itu sudah berada di rumah Kaindra dan mungkin saja sudah menceritakan semuanya yang terjadi, hingga Ayka mengulangi permintaannya untuk untuk Kaindra menceraikan dirinya dan segera menikahi Sandra
"Sampai kapanpun, aku tidak akan melakukan itu, Aku tidak akan menceraikan kamu!"
Ucap Kaindra itu dengan ekspresi wajah yang marah, kemudian ia membuka sabuk pengaman dan keluar dari mobil tanpa menunggu Ayka yang masih berada di dalam mobil.
Kaindra segera masuk ke dalam rumah, bukan untuk menyapa Sandra tetapi untuk melihat apa yang sedang Sandra lakukan di dalam rumahnya yang pastinya ia berpikir jika memang Sandra benar-benar gila dan sudah mengatakan semuanya kepada kedua orang tuanya.
Plakk
Baru saja Kaindra masuk ke dalam rumah, ia sudah dihadiahi satu tamparan di pipi nya dari Papi Harjuno, yang mana Kaindra sendiri belum tahu apa-apa, tetapi kenapa Papi Harjuno langsung saja menampar pipinya.
"Kamu memang laki-laki brengsek, Ndra!!"
__ADS_1